Showing posts with label catatanhati. Show all posts
Showing posts with label catatanhati. Show all posts

Monday, 27 January 2014

Pada akhirnya kita harus berdamai dengan realita

Hari ini mendapatkan tausiyah yang sangat berharga dari seorang kawan  (yang sebenarnya saya belum pernah bertemu dengannya) dari group Whatsapp Miftahul Wadud. Saya menuliskannya kembali dengan judul yang sama.
Setiap kita pasti punya impian. Setiap waktu kita berusaha untuk menggapainya. Penuh kesungguhan, penuh perjuangan, kadang penuh dg air mata

Impian itu lebih dalam dari keinginan. Sakit yg dirasa krn gagal meraih impian itu pun lebih "menenggelamkan" kesedihan kita dibandingkan keinginan yg gagal dicapai.. Impian itu melibatkan emosi.. Bahkan tak kadang prinsip dan idealisme hidup kita pun diselaraskan dg impian kita...

Tapi tak ada yg bisa menjamin bahwa yg kita impikan itu yg akan terjadi pada diri kita. Karena adakalanya impian yg kita anggap baik itu belum tentu bisa membawa kebaikan bagi diri kita. Kadang ada hal yg justru mungkin kita benci, malah itu yg terbaik untuk kita... Sejatinya manusia memang hanya bisa berusaha dan berdoa, mengenai hasil akhirnya ttp lah Allah yg berkehendak..

Jika yg dikehendaki-Nya tak seperti yg kita harapkan, sebagai org yg beriman pun kita tak boleh kufur atau menafikannya... Namun terkadang kesabaran yg terlalu dangkal, atau keluhan yg terlalu menyesak, sering kali membuat kita hanyut dlm kesedihan yg menyesakkan.. Dan byk yg terjebak untuk menikmati kesedihannya, bukan berusaha utk bangkit membangun impian yg baru di atas jalan yg telah ditapakinya...

Pada akhirnya kita memang harus berdamai dengan realita meskipun tak pernah terbayang bagi kita sebelumnya. Namun rasa damai, dan kelapangan itu lah yg mampu menguatkan kita utk ttp berdiri tegar dan kokoh menghadapi tantangan selanjutnya, dan seiring dg itu kita pun menemukan impian baru yg akan kita bangun di atasnya...

Semoga kita semua diberikan kelapangan hati utk menerima kenyataan dr usaha yg telah kita upayakan.. Aamiinn..

(ini catatan utk diri saya sendiri, diambil dr pelajaran berharga yg saya dapat dr seorang dosen yg saya temui hari ini... Berdamai dengan realita)

 Sebagai manusia, kita hanyalah bisa berusaha berproses dengan baik atas takdir-Nya. 
Di dalam proses tersebut kita pasti akan menemukan titik yang terasa sangat terjal untuk dilewati, tapi ternyata kita lebih kuat dari yang kita bayangkan.
Dan akhirnya pasti kita akan menyadari, seindah-indah rencana kita, jauh lebih indah rencana Allah untuk kita.

Semangat!

Monday, 23 April 2012

Memilih Jalan Menuju-Nya


"Setiap orang meninggal pada aktivitas yang dicintainya."
begitu kata Mba Hen, teman kantorku, saat kami berbincang-bincang tentang (alm.) Prof. Widjajono Partowidagdo. Wakil menteri ESDM itu meninggal saat mendaki Gunung Tambora. Meski profesor, tapi juga hobi mendaki... dan tetap terus mendaki walau sudah jadi ajudan Presiden. Bagi saya itu adalah hal yang luar biasa, dimana kesibukan tidak akan membendung hal-hal yang dicintai. Itulah yang memulai percakapan kami pagi ini.

Meski pernyataan teman saya tadi tidak terjadi pada semua orang, tapi saya bisa menemukannya pada banyak orang. Misalnya pada (alm) mertua Mba Hen yang rajin shalat, meninggal saat sujud shalat. Lalu (alm) Ustadzah Yoyoh Yusroh yang semangat dakwahnya selalu membara, meninggal saat perjalanan menuju dakwah rutinannya. Juga banyak orang yang gemar mabuk-mabukan meninggal karena overdosis, dan banyak lagi contoh-contoh lain.

Meninggal pada saat mengerjakan aktivitas yang dicintainya. Kalimat itu yang masih terngiang dalam kepala saya. Sungguh, kalimat itu yang membuat saya kembali bertanya pada diri saya,
Apakah aktivitas di dunia ini yang paling saya cintai lebih dari aktivitas2 lainnya?
Apakah aktivitas tersebut patut dibanggakan di hadapan-Nya kelak?
Siapkah jika nanti saya menghadap-Nya saat melakukan aktivitas tersebut?
dan pertanyaan-pertanyaan lain yang (mungkin) hanya saya sendiri (harus) mampu menjawabnya.

Kematian itu pasti datang. Tidak tahu kapan takdir terbut akan menghampiri kita. Tua muda bukan jaminan tuk pergi lebih dulu, bahkan juga yang sehat atau yang sakit. Semua itu telah dituliskan Allah dalam Lauhul Mahfuz, jauh sebelum kita dilahirkan ke dunia ini. Tapi Allah selalu memberikan pilihan kepada kita untuk memilih jalan menuju kematian. Tinggal manusia yang memilih, meninggal dalam keadaan baik dan terhormat atau meninggal dalam keadaan nista. Pilihan tersebut ada pada tiap diri, dan ia akan mendapatkan ganjaran atas pilihannya.

Pelajaran bagi saya pribadi, mulai sekarang harus lebih serius lagi untuk memperbaiki diri, juga sesama. Konsisten menjalankan program-program tarbiyah dzatiah maupun tarbiyah amaliyah yang telah diprogramkan diri. Cerdas, karena itu hidup yang hanya sekali ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan akhirat.


Memegang erat kembali kata-kata Abdullah bin Mas'ud r.a: Biasakan diri berbuat baik, karena untuk kontinu berbuat baik butuh pembiasaan... Semoga jika saatnya tiba untuk menghadap Allah, adalah pada saat iman terbaik kita, pada saat kita melakukan aktivitas yang membanggakan di sisi Allah... aamiin...

Thursday, 18 August 2011

Penggugah Semangat Jiwa…


Imam Hasan Al-Banna pernah berpesan, kalian tidak akan terkalahkan karena sedikitnya jumlah kalian, lemahnya sarana dan kurangnya alat-alat pendukung, atau karena banyaknya musuh kalian, berkumpulnya musuh-musuh menentang kalian. Mengapa…? Karena walaupun semua isi bumi ini berhimpun menjadi satu memusuhi kalian, niscaya mereka tidak dapat membahayakan kalian kecuali apa yang telah ditentukan Allah kepada kalian.

Tetapi ada satu sebab yang dapat menghancurkan kalian, dan menyebabkan kalian kehilangan segala-galanya yaitu, JIKA HATI KALIAN TELAH RUSAK, Allah tidak memperbaiki amal kalian, suara kalian telah terpecah belah dan saling bertentangan pendapat. Sebaliknya selama kalian bersatu, selalu menghadap Allah SWT, senantiasa mengikuti dan taat kepada-Nya, berjalan sesuai dengan manhaj yang diridhai-Nya, kalian tidak akan pernah merasakan lemah dan hina. Jadilah kalian sebagai umat yang paling tinggi. Allah akan selalu bersama kalian dan tidak akan menyia-nyiakan amal serta usaha kalian.

Subhanallah, pesan yang begitu mengena. Lemahnya semangat pasti senantiasa menghampiri kita, itu adalah hal yang biasa, yang luar biasa adalah, jika kita sadar, kemudian bangkit, dan tidak memberikan tempat sedikit pun pada setan untuk terus menggoda….

Satu lagi penggugah semangat jiwa, amat khusus untuk jiwa lemah seperti saya. Ku bersimpuh di halaman Allah, kusujudkan wajahku pada debu-Nya, tidak bisa ku sembunyikan hatiku dari pandangan Allah, tidak bisa, tetap ku ingin kembali pada-Nya….

Mulanya ku anggap mudah perjalanan ini. Dengan idealisme khas seorang remaja, kusambut hangat uluran tangan mereka yang ramah mengajakku. Pada awalnya, aku belum memahami sepenuhnya arti perjalanan ini. Begitu pun arti perjumpaan dengan Yang Maha Agung, yang konon merupakan puncak kebahagiaan manusia.

Agaknya kekurangpahaman ini menyebabkan banyaknya rekan seperjuangan ku yang mengurungkan niat. Atau mereka segera merasa letih, atau memilih jalan lain yang tampaknya lebih menjanjikan kemudahan. Namun aku tiada terganggu. Sementara jalan di hadapan ku semakin menanjak dan menyempit. Dan waktu pun terus berlalu…Aku dan lainnya terus melangkah terseret-seret. Hampir seperempat abad usiaku aku habiskan di jalan ini. Dan kini makin kupahami tabiat jalan yang telah kupilih.

Entah sudah untuk yang keberapa kali lutut ini bergetar. Nafas pun mulai tersengal. Kadang kujumpai seseorang berdiri di tengah jalan. Ia tampaknya tidak menyukai kehadiranku. Tapi aku harus melewati jalan itu. Dengan segenap kemampuan kuhadapi ia. Terkadang saudara-saudaraku tinggal diam, membiarkan ku berkelahi sendirian.

Entah berapa kali sudah aku tersungkur. Orang bilang aku terlalu ringkih untuk menuntaskan seluruh perjalanan. Tapi aku tidak mau peduli. Masih pekat kepercayaan ku, Ia yang akan kujumpai di sana senantiasa akan memberikan kekuatan gaib-Nya kepadaku.

Kini di hadapanku berdiri angkuh tebing terjal. Tanahnya coklat basah. Ada jalan setapak. Di pinggirnya ada semak-semak liar, yang menatap kami dengan masam. Sementara dari sudut mataku, dapat kutangkap adanya jalan lain yang jauh lebih mudah. Tak ada tanah licin yang menantiku tergelincir. Tak ada semak yang mengejek. Jalannya pun lapang dan teduh. Tapi aku tak mau menatap jalan itu. Kupertajam tatapanku ke arah tebing angkuh tadi. Samar dapat kulihat jejak-jejak kaki orang-orang sebelumku. Namun terkadang tak kulihat adanya jejak sama sekali.

Dan babak baru perjalanan pun kami mulai. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan cermat. Salah pijak, hampir pasti akan tergelincir. Terpaksa kuakui kalau nyali ini agak menciut. Namun kututupi sedapatnya. Akupun harus melangkah naik.

Ah…seorang saudaraku tegelincir, tepat di sebelah ku! Kuulurkan tangan menahan lajunya. Tapi terlalu berat. Dengan pasti aku turut terseret. Namun ia tidak berusaha untuk turut naik. Sementara pijakanku pun semakin tak pasti. Dengan berat kuputuskan untuk melepaskan peganganku. Ia mengerti, ia ingin segera menuju jembatan yang memisahkan jalan kami dengan jalan lain yang lebih ramah, walau entah menuju ke mana….

Bahkan sempat kudengar kabar, terhentinya perjalanan salah seorang saudaraku yang dulu turut membimbingku melewati masa-masa awal perjalanan. Dan semakin banyak saja yang mengikuti jejak mereka!

Di setiap jalur yang kami tempuh, ada tempat-tempat peristirahatan sejenak. Tempat kami melepaskan segala keluh kesah dan keletihan. Biasanya Ia akan menurunkan pembantu-pembantu-Nya untuk menghibur kami, orang-orang yang mendambakan perjumpaan dengan-Nya. Di sini aku biasa menangis sejadinya. Menghimpun keberanian, guna melanjutkan langkah.

Rabbku, telah kupenuhi panggilan-Mu, membawa tubuh ringkih ini melewati jalan yang Kau kehendaki. Telah kucoba melepas segenap yang aku mampu untuk mengatasi beratnya medan yang menghalang. Telah coba ku atasi sedapatnya panasnya hari-hari kulewati.

Namun ampuni aku ya Rabbi. Betapa seringnya hamba tertegun ragu, untuk melanjutkan perjalanan yang panjang ini. Semuanya memang dikarenakan kelemahan hati ini yang masih saja berharap mencicipi kenikmatan duniawi.

Kini pun hati yang peragu ini masih diguncang gundah. Akankah Kau terima buah karya tangan lemah ini? Akankah Kau hargai, apabila saat ini hatiku masih juga mengharapkan wajah lain selain wajah-Mu? Jika masih juga kunanti senyum lain selain senyum-Mu? Juga masih kudambakan pujian selain dari pujian-Mu? Betapa semakin berat persangkaanku akan kesia-siaan amalanku, jika kuingat Engkau Maha Pencemburu!

Ada kudengar jalan lain yang jauh lebih sulit dari yang kini kutempuh. Orang-orang yang melewatinya adalah orang-orang perkasa, dengan nyali melebihi singa. Mereka mempertaruhkan segalanya, hatta nyawa sekalipun. Mereka meyakini dan merasakan, meregangnya nyawa dari jasad justru mempercepat perjumpaan mereka dengan sang Kekasih.

Ada terpikir olehku untuk melewati pula jalan itu. Namun aku cukup arif untuk menyadari, betapa diri ini tak layak disejajarkan dengan mereka. Siapakah aku ini, dibandingkan mereka yang senantiasa bersimbah peluh dan debu, untuk membuktikan kecintaan kepada–Nya? Betapa lancangnya aku mengukur diri dengan mereka yang menghabiskan malam-malamnya dengan sujud tersungkur, mengharapkan ampunan dan cinta-Nya. Dan aku pun harus bersabar…..

Kupandangi tanah datar di hadapanku. Di salah satu sisinya ada lembah yang terus menyatu dengan kaki gunung. Perlahan kudengar gemericik air kali. Kuseret langkah ke sana. Gemericik suara dedaunan dan teriakan serangga ilalang menemani kesunyianku.

Kulepas alas kaki. Hati-hati kumasukkan kaki ke beningnya air. Terus menuju ke tengah-tengah arus. Kuresapi dan kunikmati kesejukannya. Kuusap wajah dan kepala, dan segera kurasakan kesegaran yang luar biasa. Selanjutnya aku telah tertunduk di sebongkah batu besar di tengah-tengah kali.

Sejuta pikiran dan angan bersatu di benakku. Perjalanan panjang telah mengantarkanku kemari. Kuharap kesunyian tempat ini dapat meneduhkan gejolak panas di benakku.

Tapi sampai berapa lama aku berada dalam kesunyian seperti ini. Gunung diam di hadapanku justru mempertebal kebosananku. Kicauan burung yang ramai pun tak mampu menembus kekosongan hatiku. Kulihat sekelilingku… Sepi…

Aku harus segera berlari, kembali ke rombongan. Pesona tempat ini ternyata tak mampu mengobati hatiku yang sunyi. Aku harus bergabung bersama mereka, kembali melintasi semak berduri. Seraya terus menetapkan angan, akan suatu peristirahatan abadi. Akan suatu taman yang rindang, yang kaya dengan aneka buah, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai……

Ya Rabbi, walau berat kurasa, tetapkanlah kakiku di jalan dakwah ini…….. selamanya……

 Maraji’:

  1. Ibnu Ibrani, di majalah Islah
  2. Syaikh Musthafa Masyhur, Al-Qiyadah wal Jundiyah
Sumber: dakwatuna

Saturday, 15 January 2011

Nibiru? Tasaro? diskusi buku?!!!


oh my God! entah sedih atau senang denger kabar ini: Terpilih jadi utusan goodreads Indonesia (GRI) tuk mewakili GRI di diskusi buku nya Tasaro; Nibiru. Diskusi buku ini akan masuk di Media Indonesia rubrik jendela buku. Ini merupakan kerjasama antara GRI dengan media Indonesia.

Sebenernya gak tau apa2 tentang Tasaro dan Nibiru,,, hiks. Kemaren pas di Lab dapet tawaran dari winda tuk ikutan daftar jadi peserta diskusi buku. karena kalo ikut diskusi itu dapet buku gratis, saya langsung mau. "lumayan li, kalo buku itu harganya 78rb" kata winda. hmm, tapi diskusi terbatas ya? cuma 5 orang lagi... jadi otomatis setiap orang kudu ngomong nih. duh sebenernya rada2 gak pede. habisnya labelnya kan perwakilan goodreads Indonesia... padahal saya aja jarang banget update goodreads karena buku yg saya baca belum selesai-selesai. malah sebenernya tmn2 goodreads tuh keren2, dalam sehari malah ada yang berhasil melahap 3 buku... ffuuhh, betapa payahnya saya. Baru belajar mengatur waktu baca buku soalnya, diantara sederet kesibukan2 saya :p

tapi akhirnya dengan ragu-ragu, saya berniat tuk nyoba, mudah2an tidak terpilih... *lho??*

Saya coba buka akun goodreads saya dari kompi lab. beberapa kali mencoba tuk login ternyata ditolak, setelah utak-atik settingan alhamdulillah berhasil, dan langsung kirim pm ke mas harun harahap sebagai koordinatornya. daaan.... gak lama kemudian pesan saya langsung dibales, "oke lia. bukunya akan saya kirim, sampai ketemu tanggal 29 januari ditempat yang akan diberitahu lebih lanjut." denggg! bingung deh sedih atau seneng ya?

seneng sih bisa dapet buku gratis, tapi dag dig dug nih buat diskusi. kata winda buku nibiru ini setebal 600 halaman! maakk... kalo Harry potter sih saya tahan tuh ngelahap dalam waktu 2 hari. kalo buku ini...?? semoga bisa.

http://www.goodreads.com/topic/show/396950-kerjasama-goodreads-indonesia-dan-media-indonesia-januari-2011?comment_id=25164715&format=html&page=2

Nibiru... buku tentang apa ya? sama sekali cuma denger namanya aja. gak tau cerita tentang apa, gak tau sampulnya kayak apa. Tasaro... kayak apa ya orangnya? orang jepang kah? gimana ya alur penulisannya...? apa aja ya buku2 yang udah dia tulis? banyak pertanyaan yang belum terjawab. harus segera nyari jawabannya nih,, biar gak blank kalo ditanyain about penulis, hiyy...

melihat profil beliau dari goodreads, ternyata tidak satupun buku beliau yang pernah saya baca, hiks... :'(

Sekarang cuma berharap buku nibiru ini cepet dateng, biar bisa kubaca dan diskusi dulu bareng winda sebelum on air. Untung ada winda juga :D

Bagaimanapun juga harus bersyukur ya... alhamdulillah.
Semoga semua akan baik-baik saja... all is well


475407
Tasaro (akronim dari namanya, Taufik Saptoto Rohadi, belakangan menambahkan "GK", singkatan dari Gunung Kidul, pada pen-name nya) adalah lulusan jurusan Jurnalistik PPKP UNY, Yogyakarta, berkarier sebagai wartawan Jawa Pos Grup selama lima tahun (2000-2003 di Radar Bogor, 2003-2005 di Radar Bandung). Memutuskan berhenti menjadi wartawan setelah menempati posisi redaktur pelaksana di harian Radar Bandung dan memulai karier sebagai penulis sekaligus editor. Sebagai penyunting naskah, kini Tasaro memegang amanat kepala editor di Salamadani Publishing. Sedangkan sebagai penulis, Tasaro telah menerbitkan buku, dua di antaranya memeroleh penghargaan Adikarya Ikapi dan kategori novel terbaik; Di Serambi Mekkah (2006) dan O, Achilles (2007). Beberapa karya lain yang menjadi yang terbaik tingkat nasional antara lain: Wandu; novel terbaik FLP Award 2005, Mad Man Show; juara cerbung Femina 2006, Bubat (juara skenario Direktorat Film 2006), Kontes Kecantikan, Legalisasi Kemunafikan (penghargaan Menpora 2009), dan Galaksi Kinanthi (Karya Terpuji Anugerah Pena 2009). Cita-cita terbesarnya adalah menghabiskan waktu di rumah; menimang anak dan terus menulis buku.


Monday, 27 December 2010

Saya hanya ingin mencintai Al-Quran


Sosok sederhana itu tertunduk dalam, "saya hanya ingin mencintai Al-Quran". Katanya pelan, namun tegas. Lanjutnya, "Saya ingin menjadi penghafal Al-Quran... jikapun saya tidak bisa, saya ingin anak-anak saya menjadi hafidzul Qur'an." Kesungguhan niatnya terpancar dari kata-katanya, ketika kami membicarakan tentang cita-cita.

Meski beberapa teman pun pernah menyampaikan keinginan yang sepertinya, namun entah kenapa kata-katanya yang sederhana namun membuat hati saya bergetar. entah karena dia menyampaikannya dengan kesungguhan hatinya sehingga sayapun merasakan getarannya.

Wajahnya tertunduk sedih. Lanjutnya kemudian, "namun sekarang ruhyah saya sedang turun. Sehingga susah rasanya untuk ikutan tahfidz lagi di LTQ Al-Hikmah saat ini..." saya merasakan kesedihannya, sepertinya dia merasakan rugi yang besar karena off dulu dari LTQ, seperti perasaan yang saya rasakan (mungkin lebih) ketika tidak bisa menghadiri kursus bahasa arab yang selalu bersemangat buat saya.

Obrolan sore dua hari lalu, yang cukup membuat saya terus mengingat kata-katanya "saya ingin mencintai Al-Quran" hingga pagi ini. Kata-kata yang diulangnya beberapa kali, dengan getaran yang makin meningkat, yang menggambarkan kesungguhan niat, kebulatan tekad, tanpa kesombongan sedikitpun. Kata-kata itu terus memberi insiprasi buat saya, untuk mengingatkan kembali cita-cita saya akan itu. Agar saya makin bersemangat tilawah, menghafal, dan memahami Al-Quran dengan segala daya dan upaya...

terima kasih saudaraku... semoga kita termasuk golongan ahlul Quran yang dicintai Allah, semoga cita-cita kita dapat terwujud...

****

Mendengar murottal di kompi kantor pagi ini (dari qori yang saya belum tahu siapa) bikin hati makin bergetar. sebabnya pertama adalah saya telah membaca tulisan ukhti Dewi (tentang mencintai Al-Quran) dan kedua adalah sepenggal cerita di atas yang masih saya rasakan getarannya hingga saat ini.

...mengulas tulisan ukhti Dewi,

Mencintai al-Qur’an adalah sebuah kenikmatan, yang tidak akan bisa dirasakan oleh orang yang belum pernah mendapatkannya. Karena itu setiap muslim pasti menginginkan agar dirinya bisa mencintai al-Qur’an. Lalu bisa mengajak keluarganya agar mencintai al-Qur’an, supaya bisa merasakan kenikmatan hidup bersama al-Qur’an.

Namun persoalannya, bagaimanakah cara menumbuhkan rasa cinta terhadap al-Qur’an ini?

Persoalan cinta adalah persoalan hati. Sementara kita tidak sanggup menguasai hati kita sendiri. Hati seseorang terletak di tangan Allah. Dia membuka dan menutup hati kapan saja Dia menghendaki, dengan hikmahNya, serta ilmuNya.

"dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya" (Q.S: al-Anfal:24)

"Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya," (Q.S: al-Kahf:57)

Dan Allah telah menjadikan sebab-sebab dan wasilah-wasilah agar hati terbuka atau tertutup. Orang yang meniti jalan-Nya maka ia akan mendapatkan taufiq, dan orang yang menyelisihi jalannya maka ia akan dibiarkan berada di dalam kesesatan. Apabila hati mencintai sesuatu maka ia akan tergantung kepadanya, merindukannya, menyukainya dan memutuskan segala hubungan dengan selainnya.

Jika hati telah mencintai al-Qur’an, ia akan merasakan nikmat dengan membacanya. Ia akan berusaha memadukan antara pemahaman qur’ani dengan kesadaran qur’ani. Sebaliknya, apabila pada seseorang tidak ada kecintaan, maka hati ini akan sulit menerima al-Qur’an, tunduk kepada Al-Qur’an terasa berat, dan tidak akan bisa dilakukan melainkan setelah melalui perjuangan yang berat.

Pertanyaan pada diri sendiri, sudah seberapa jauhkah mencintai Al-Quran wahai diri?

Tanda-tanda cinta kepada al-Qur’an

Ada beberapa hal yang menandakan adanya kecintaan kepada al-Qur’an di dalam hati, di antaranya adalah

1- sebagaimana cintanya seseorang pada sesuatu, cinta pada al-Qur’an pun ditandai dengan kesukaannya bertemu dengannya.
2- Duduk bersama dan membaca al-Qur’an dalam waktu yang panjang tanpa merasa bosan
3- Jika jauh darinya maka ia akan merindukannya, dan selalu mengharap bisa segera menjumpainya.
4- Banyak berdialog dengannya dan meyakini petunjuk dan arahannya serta kembali kepadanya ketika menghadapi berbagai problematika hidup, baik persoalan kecil maupun besar.
5- Mentaatinya, baik dalam perintah maupun larangan

Inilah tanda-tanda terpenting adanya kecintaan kepada al-Qur’an. Jika tanda-tanda itu ada pada seseorang, maka kecintaannya kepada al-Qur’an itu ada. Dan jika tidak ada tanda-tanda tersebut pada diri seseorang, maka kecintaannya kepada al-Qur’an pun tidak ada. Tetapi jika ada sebagian tanda-tanda tersebut, dan sebagian lagi tidak ada padanya, maka kecintaannya kepada al-Qur’an itu tidak sempurna. Ketidaksempurnaannya berbanding lurus dengan kurangnya sifat-sifat tersebut di dalam pribadinya.

Berapa point dari tanda-tanda di atas yang ada padamu wahai diri?

*semoga Allah memberikan kenikmatan dan semangat yang tak pernah padam pada kita tuk mempelajari kalam-Nya, kemudahan bagi kita dalam menjalankan point-point di atas, semoga kita termasuk dalam golongan Ahlul Quran, yang kelak akan menjadi keluarga Allah...*

****

Dalam membentuk keluarga ahlul Quran, saya jadi teringat buku yang berjudul "10 Bersaudara Bintang Al-Quran". Tentang keluarga Ust. Mutamimul ‘Ula (Pak Tamim) dan Ustadzah Wirianingsih (Bu Wiwi).

Pasangan tersebut memiliki visi menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur’an. Sebuah visi yang istimewa, karena Al-Qur’an adalah mukjizat yang di dalamnya terdapat segala pengetahuan duniawi dan ukhrawi. Jadi, ketika Al-Qur’an sudah digenggam dalam hati dan akal, dia telah menggenggam seluruh ilmu. Dan visi tersebut dijalankan dengan beberapa misi yang dirancang apik, sehingga terbentuk rencana strategis dan implementasi secara detailnya. Pasangan tersebut menjelma layaknya manajer handal dalam keluarga.

Ternyata, mendidik anak-anak menjadi hafiz Al Qur’an sangatlah mungkin dilakukan. Mengapa? Ternyata pasangan Pak Tamim dan Bu Wiwi ini bukanlah hafiz Al Qur’an. Artinya apa? Bagi orang tua yang tak hafiz Al Qur’an, tak perlu berkecil hati, belajarlah dari buku kecil bermanfaat luar biasa ini. Syaratnya hanya satu saja: YAKIN 100% bahwa Al Qur’an merupakan landasan hidup yang paling benar dan wajib dijalankan. Kalau Anda ragu, atau sekedar “nice to have” saja, ya mana mungkin bisa mendidik anak sebagai hafiz Al Qur’an.

Kenapa sih Al Qur’an itu harus dihafal? Yang penting kan dipahami dan dijalankan, betul? Ya betul. tapi kurang tepat. karena ternyata ada tingkatannya:

1. Meyakini
2. Membaca dengan tartil
3. Memahaminya
4. Mengamalkannya
5. Memperjuangkan, menyebarkan, mendakwahkan, dan
6. Menghafalkannya.

Lalu, apa resepnya Pak Tamim dan Bu Wiwi membangun keluarganya?

**Tidak ada Televisi di dalam rumah**
**Tidak ada gambar syubhat karena malaikat tak mau masuk rumah yang ada gambar syubhat**
**Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan musik Islami seperti nasyid**
**Tidak ada ucapan-ucapan kotor dan diganti dengan ucapan-ucapan baik.**

Bu Wiwi dan Pak Tamim sungguh konsisten terhadap program membimbing putra-putrinya menghafal Al-Qur’an, keduanya memasukkan putra-putrinya ke pesantren atau sekolah yang memiliki kurikulum utama menghafal Al-Qur’an. Prinsip pembiasaan dan konsistensi itulah yang menjadi pegangan pagi pasangan tersebut.

Dan yang tidak kalah penting adalah menyampaikan tujuan dan memberikan reward. Mengkomunikasikan tujuan yang jelas akan memberikan efek psikologis yang positif bagi anak. Mereka tidak sekadar mendorong anak-anaknya menghafalkan Al-Qur’an tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup dan mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan. Jangan sampai hafalan tersebut hanya sebatas di kerongkongan saja, tetapi harus benar-benar diamalkan.

Begitu juga dengan pentingnya pemberian hadiah dan hukuman. Hadiah dan hukuman tersebut tentunya tidak sama bagi setiap anak, sesuai kegemaran dan karakter masing-masing. Untuk yang sudah hafal 30 juz, orang tua menjanjikan hadiah umrah.

****

Hafidz itu dalam bahasa arab artinya menjaga atau melindungi. Jadi orang yang menghafal  Al-Quran bisa diartikan sebagai orang yang menjaga Al-Qur'an. Dia akan selalu menerapkan Al-Quran dalam kehidupannya... Subhanallah...


Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya:
"Apakah anda mengenalku?"
Penghafal tadi menjawab; "Saya tidak mengenal kamu."
Al Quran berkata; "Saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.
Kedua orang tua itu lalu bertanya: "Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?".
Kemudian di jawab, "Kerana anakmu hafal Al Quran."
Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi diperintahkan,
"Bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya."
Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)


Sunday, 12 September 2010

Ikuti kata hatimu dan semua akan baik-baik saja


Tulisan ini sebenarnya bukan hanya ingin mengungkapkan tentang judul di atas. Mungkin kalimat persuasif tersebut hanyalah sebuah wisdom diantara banyak wisdom di film ‘3 idiots’. Saya merasa penting untuk menuliskan kembali intisari yang dapat saya ambil dari film yang diputar akhir tahun lalu tersebut. 3 Idiots bukanlah film tentang 3 idiot, tetapi justru kita dibuat berpikir 'Siapa yang lebih idiot sekarang?'. Saya pikir film ini penuh dengan pesan moral yang wajib disimak. Kebetulan hari raya kemarin, SCTV memutar film layar lebar yang inspiring tersebut.

Belajar itu luas. Tak sebatas berada di kelas dan mendengarkan guru berkoar-koar menjelaskan satu persatu materi yang ada. Dari menonton film pun kita bisa belajar. Moral dan makna yang tersirat maupun tersurat dari tiap film kadang bisa menjadi suatu pencerahan bagi yang menontonnya termasuk saya sendiri.

It’s definitely worth watching. Saya yakin siapapun yang pernah sekolah, pasti bisa relate banget sama film ini. Khususnya bila kamu mengikuti passion, memilih jalan hidup yang berbeda dengan pendidikan atau keinginan orang tua. Oh, gue banget nih!

1. Pernah gak ngerasa kalo kamu paling bodoh dibanding temen-temenmu?
2. Pernah gak ngerasa… kalo nilai merah, gak ranking dan gak masuk 10 besar, maka kamu akan mengecewakan ortu?
3. Pernah gak berada di kondisi; gak ngerti sesuatu tapi gengsi nanya karena kayaknya semua temen-temenmu tau jawabannya, dan akan amat sangat memalukan kalo kamu sendiri yang tampak bodoh di antara mereka?
4. Pernah gak ngerasa ‘aku harus sukses dan sukses itu artinya kaya’?
5. Pernah gak ngerasa… ‘udah ah gue males sekolah lagi,it is too much for me’?

Kalo kamu jawab 3 aja pertanyaan di atas dengan “PERNAH”… go ahead. You must watch 3 Idiots. Film ini dibikin buat kamu.

Sedikit cerita tentang fim ‘3 idiots’ (bagi yang belum nonton), rasanya perlu saya ulas sedikit. Film ini bercerita tentang tiga sahabat, Farhan, Rancho, dan Raju, yang saling membantu menemukan jati dirinya. Satu orang yang paling menonjol adalah Rancho. Ia adalah remaja yang selalu berpikiran positif dan modern. Selalu melihat dengan hati, sesuatu yang kadang dilupakan orang lain. 

‘Jangan cuma mengejar impian sendiri, bantu orang lain mewujudkan impiannya’
Rancho melakukan itu semua, menyadarkan Raju untuk mengatasi ketakutan-ketakutan dalam hidupnya, dan menyadarkan Farhan untuk mengikuti kata hatinya.

‘Hidup ini jangan mengejar kesuksesan’ 
Sukses itu cuma efek, bonus, dari apa yang kita tekuni. Seperti yang dibilang di film: Pursue excellence, and success will follow, pants down.

Bagi Rancho, kesuksesan bukan seperti yang tertulis di buku-buku pelajaran, tetapi bagaimana kita mengenal diri kita dan bakat kita. Sukses, berarti mengejar mimpi, bekerja sesuai dengan passion kita. Bila yang lain bersekolah untuk mencari gelar, Rancho tulus hanya untuk mencari ilmu, tanpa peduli gelar. “aku belajar disini karena aku suka” katanya. Kereeen!!

Tidak berbeda dengan Indonesia, di India (tempat film ini dibuat) masih banyak ditemukan pemikiran yang konvensional. Anak laki-laki harus menjadi insinyur, anak perempuan harus jadi dokter. Karena pemikiran inilah, orang tua tidak mau melihat potensi yang dimiliki anaknya. Boro-boro menanyakan, “nanti kamu mau jadi apa, nak?” atau “apa cita-citamu permata hatiku?”. Yang ada adalah paksaan untuk mendapatkan nilai terbaik di kelas engineer atau kedokteran. Hingga tak sedikit remaja yang terpaksa bunuh diri karena tak mampu memenuhi keinginan guru dan orang tua. Padahal sebenarnya bukan karena mereka idiot atau bodoh, tetapi karena bakat mereka tidak pas dengan bidang pendidikan yang dipaksakan padanya. So, untuk para orang tua, please… berikan kesempatan kepada anak-anakmu tuk mengikuti kata hatinya…

'Hidup adalah perlombaan, bila tidak cepat, maka kita akan terinjak'
Kalimat ini diucapkan oleh ViruS (sebutan 3 anak ‘idiot’ tersebut untuk kepala sekolah) yang sangat konvensional, kolot, dan keras kepala. Kalimat ini kadang dimaknai secara salah oleh sebagian manusia. Salah satunya Chatur, seorang murid yang melakukan segala cara untuk mempertahankan dirinya sebagai yang terbaik. Bahkan cara yang curang untuk membuat pesaingnya terlena. Salah satu contohnya saat ia menyebarkan majalah porno kepada teman-temannya secara diam-diam. Supaya mereka terlena dan lupa untuk belajar!

'All is well' Semua akan baik-baik saja selama kita mengikuti kata hati dan berpikir positif

Berpikir positif dalam berbagai kondisi akan sangat membantu. Walaupun berpikir positif belum tentu menyelesaikan masalah, setidaknya itu akan membantu kita tidak memperpanjang masalah. Satu hal yang selalu diangkat dalam 3 Idiots adalah quotes-nya Rancho: all is well (semua baik-baik saja)

Ikuti kata hati kita, jangan berpura-pura, lakukan apa yang memang benar-benar kita sukai. Kalau bertentangan dengan apa yang orang tua kita inginkan? Bicaralah baik-baik dengan mereka, tunjukkan bukti kalau kita memang serius di bidang itu. Tunjukkan suatu prestasi yang sekiranya akan ‘melunakkan’ hati mereka. Semua orang tua bisa dipastikan ingin anaknya bahagia di masa depan. Kalau jalan yang mereka berikan tidak kita sukai, yakinkan mereka bahwa jalan yang kita pilih akan membuat kita bahagia. Farhan did that! 

Nilai-nilai lain yang perlu dihayati adalah…

Jangan pernah takut menghadapi hidup. 
Hilangkan ketakutan-ketakutan tak beralasan yang membuat kita tidak berkembang. Takut menghadapi sendirian? Cari sahabat untuk berjuang bersama.

Bergaullah dengan teman-teman inspiratif, 
yang bareng-bareng akan saling mendukung dalam kebaikan. 3 Idiots itu, masing-masing saling menginspirasi satu sama lain dengan caranya masing-masing.

Practice what you preach. 
Jangan cuma bisa ngomong atau menasihati doang, lakukanlah apa yang kita bicarakan. Atau yang lebih baik lagi, bicaralah lewat tindakan kita. Rancho yang memang sangat positif dan bersemangat, begitu ditantangin sama Raju & Farhan supaya melakukan apa yang dia suka omongin, dia langsung membuktikannya! 

Overall, film ini sangat menghibur, menyentuh, dan sangat bermakna. Banyak wisdom yang disampaikan di film ini dengan cara simple dan lucu. Contohnya, kenapa kita mesti nerangin hal-hal sederhana dengan bahasa-bahasa tinggi? Toh maksudnya sama. Make it simple aja… Pokoknya film India terbaik yang pernah saya tonton. Recomended for all parents and calon parents juga tentunya ^^

Hiiii… selain bikin efek semangat di diri saya, film ini juga bikin efek ‘rada parno’ dengan sistem pendidikan di sini. Apa yang akan terjadi dengan anak-anak saya kelak? (meski sekarang belum punya anak, tetep aja kepikiran...) What happens if my kids are taught with the way we were taught? Gimana kalo anak-anak saya nantinya cuma jago MENGHAPAL bukan PAHAM? Does it welcome free thinkers? akankah mereka terpaku pada buku teks yang membosankan? Akankah guru-guru mereka nanti punya pola pikir se-keren tokoh Rancchoddas “Rancho” Shyamaldas Chanchad? Berharap banget ke depannya, anak-anak akan dapat guru-guru yang well-equipped dengan cara menyampaikan pengetahuan yang menarik agar mereka bisa jadi scientist, engineer, doctor, or whatever they want to be.

‘Be what you want to be’. Because the truth is, you CAN be whatever you want to be.

Thursday, 9 September 2010

Ramuan asa untuk sebuah perpisahan



Tempat yang setengah dekade selalu tersinggah
tetap berdiri kokoh dengan segala keindahannya
rumah Allah yang menjadi tempat pertemuan kami
detik ini harus juga menjadi tempat perpisahan kami

langit senja menjadi saksi perpisahan ini
langit yang tidak lagi berwajah ceria
langit yang dipenuhi awan murung
seakan mengerti segala perasaan yang tersirat

***
Hanya pamit, kata maaf, dan harapan yang bisa terucap
lidah kami kelu, hati kami beku, setiap kata begitu berarti
hanya mata yang dapat menggambarkan seluruh perasaan
tatapan yang menyiratkan satu perasaan diantara kami

selamat berpisah sahabat mulia...
sahabat-sahabat luar biasaku..saudariku seakidah..saudariku seperjuangan..
orang-orang hebat yang Allah perkenalkan lewat ibadah ini sejak tiga tahun lalu
meski tak pernah berjanji, tapi kita selalu dipertemukan-Nya di tempat ini 
dengan tujuan yang sama... setiap tahunnya... subhanallah

Beribu rasa syukur pada-Nya yang telah merekatkan tali ukhuwah di antara kami
mengikat kami dengan ikatan terkuat: ikatan ukhuwah islamiyah
ukhuwah islamiyah yang membuat kami seperti satu tubuh

***
hingga tibalah saat yang pasti
perpisahan yang menyisakan satu rasa yang indah
menyisakan semangat baru untuk terus berjuang 
semangat untuk terus memperbaiki diri dan orang lain..
agar Allah pertemukan kami kembali di surga-Nya kelak... Amiin...

***
satu per satu kaki melangkah menjauh
menuju arah yang telah ditetapkan sang empunya kaki
walau arah berbeda tapi hati kita tetap satu
jiwa akan selalu sejalan dan hati kita akan selalu pada-Nya

***
Berat rasanya mengayunkan langkah
langkah untuk menjauh dari tempat ini
Betapa ingin rasanya menetap saja disini 
hingga hilal baru akan muncul
melepas kepergian Ramadhan yang mulia di tempat ini...

bunda, haruskah aku pulang hari ini?
tak bisa terelakkan perasaan rindu ayah bunda
namun tak juga terelakkan keinginan melepas Ramadhan disini...

meluruskan niat, membulatkan tekad, dan mengikhlaskan hati
kupercepat langkah-langkah ini
meninggalkan ruang perpisahan ini

***
itikaf tahun ini telah usai...
semoga ini bukan itikaf terakhir dalam hidup kita
berharap Allah memberikan kita kesempatan itikaf lagi 
mempertemukan kita kembali dalam keadaan yang lebih baik
mengizinkan kita menggapai kembali kemuliaan Ramadhan
bersama orang-orang tercinta
tanpa berkurang satupun, satu apapun

***
meski Ramadhan nan mulia kan pergi
Syawal nan fitri kan datang menyapa

meski begitu berat melepas Ramadhan
rasanya tak pantas bersedih untuk menyambut Syawal
karena di hari kemenangan, seorang muslim harus bergembira

Akan kusambut Syawal sebagai kesempurnaan menutup Ramadhan
dengan azzam 'tuk menjaga hidayah-Nya, 
menjaga semangat Ramadhan ini
hingga perjumpaan dengan-Nya kelak


"kutitipkan rindu ini pada malam-malam Ramadhan. jika raga ini tak sampai, jangan lupakan doa sederhanamu untukku..."


Saturday, 28 August 2010

...memiliki kehilangan...


sebuah refleksi jiwa.. yang merindukan sahabat masa lalu

rasa kehilangan yang manusiawi
kini membayangiku kembali.. 
menusuk jiwaku, membelenggu kalbuku
yang kini terbalut sepi..
kucoba merasakan kembali semilir kehadiranmu
haruskah ku kembali kehilangan harapanku?
haruskah ku kembali memiliki kehilangan?

teringat satu masa, ketika ku berada di tengah para bidadari 
namun ternyata harus kulalui juga saat yang pasti
ya, setiap pertemuan pasti ada perpisahan

bidadari pertama pergi atas nama cinta,
membawaku karena cinta..
meninggalkanku karena cinta, cinta hakiki kepada Rabb nya
Tuhan,tolong sampaikan padanya, aku mencintainya karena Mu..
Tuhan,jangan berhenti mencintainya..

bidadari kedua menghampiriku, 
walau berusaha tegar, tapi tak kuasa menahan tetesan air mata
ia berkata bahwa ia takkan pernah kembali..
dan pertemuan ini adalah yang terakhir denganku
aku mengerti, saudariku...
selamat berjuang, jika itu memang yang terbaik untukmu
berjanjilah kepadaku untuk selalu tersenyum ketika mengingat kita

bidadari ketiga berani mengambil keputusan..
akan menggenapkan diennya..
menjalani perjuangan ini bersama insan yang telah dipilih-Nya
tapi harus selalu kau tahu
kau akan selalu ku kenang sampai akhir hidupku
karena bersama kau, kita bersama belajar tentang cinta.. pada-Nya

bidadari keempat pergi tanpa kabar
dimanakah kau sekarang saudariku?
apakah masih ada sedikit kenangan diingatanmu tentang persaudaraan kita?
tak tahukah kau betapa rindunya aku padamu?
pada semangatmu, pada kekerasan sifatmu, pada adu pendapat denganmu..
hilangnya engkau membuatku kehilangan dukungan seorang kawan
mengapa mahal sekali untuk tahu keadaanmu
mengapa sulit sekali untuk melihat senyumanmu lagi..
aku tetap menunggumu sampai kau menjelaskan semua ini.. ya semuanya..

bidadari kelima menjalani keputusan ksatria
mengabdi pada orang tua tercinta, pada desa tercinta..
mudah2an Allah selalu bersamamu.. senantiasa merahmatimu
kehilanganmu adalah satu kehilangan yang menyakitkanku..
kehilangan sahabat terbaik.. sungguh menyedihkan

bidadari keenam pergi tanpa kehendaknya
Allah telah memilihnya untuk menghadap-Nya lebih dulu
jiwa ragaku serasa hancur berkeping-keping
ketika mendengar berita laksana petir di siang hari
bila memang berpisah, mengapa maut yang pisahkan?
mungkin memang takdir-Nya kau dan aku takkan bersama lama 
tapi berpisah bukanlah akhir segalanya

Tuhan, apakah setelah ini semua.. aku harus kehilangan lagi?
kehilangan orang yang akan mengisi kekosongan ruang hidupku?
kehilangan orang yang mencintaiku karena-Mu?
mengapa selalu aku yang kehilangan?
mengapa selalu aku yang ditinggalkan?

...dan...

lagi, aku harus kehilangan saudariku seperjuangan.. 
membuatku tak mampu berkata apa saat kudengar berita ini
rasa kehilangan itu muncul lagi..
seakan membunuh rasa sadarku

bidadari ketujuh akhirnya kutemukan ditengah pasrah jiwaku
namun ternyata harus kurelakan dia pergi saat ikatan ukhuwah ini mulai terjalin
tak pantas rasanya memohon untuk kau tetap tinggal
karena kutahu, ini adalah keputusan yang berat untukmu dan orang-orang yang mencintaimu
baru setahun berkumpul dengan pendampingmu tercinta setelah lama berpisah
kini harus pergi jauh lagi darinya...

berada ditengah orang yang kita sayangi adalah anugerah
namun jauh dari orang yang kita sayangi bukanlah musibah
jika dengannya kita dapat menggapai bintang terang kita
berharap suatu saat Allah akan mempertemukan kita kembali
entah setahun lagi, dua tahun, tiga tahun.. atau mungkin tidak lagi di dunia ini..
semoga Allah selalu menghimpun kita dalam cinta pada-Nya
hingga dapat kita hijrahkan cinta ini ke jannah-Nya


DEDICATED FOR seorang yang baru kukenal dalam hidupku, memberiku semangat untuk berbuat baik lebih banyak lagi, mengisi ruang semangatku... meski akhirnya kita harus berpisah juga demi mengejar mimpi-mimpi kita...

Friday, 20 August 2010

Death note: Dia meninggal di tanganku!

Denyut nadinya makin melemah, kakinya mulai dingin... matanya yang basah mulai menutup... Innalillahi wa innailaihi rajiun... nenek ini telah tiada. Kutempelkan cermin ke lubang hidungnya untuk memastikan lagi. Tidak berembun! Benarlah ia sudah tidak bernafas lagi, "nenek sudah meninggal..." dan langsung saja anak-anak dan cucu dari sang nenek menangis histeris. Sayapun bergetar melihat ini... Dia meninggal di tanganku! Subhanallah baru kali ini diberikan kesempatan untuk menyaksikan langsung proses terlepasnya ruh dari jasad... begitu nyata! Kematian begitu dekat!

Jantungku berdegup kencang, bagaimana jika ini terjadi kepadaku? yakinkah aku bisa mendapatkan tempat yang tenang "di sana"? ...perasaan resah, gundah, gelisah... tak bisa diungkapkan dengan kata-kata...


Maha suci Allah yang selalu mengingatkan hamba-Nya kan sebuah kepastian yang dijanjikan.. Vonis kematian untuk kita.. tapi kenapa vonis dokter itu lebih menakutkan dibanding vonis Allah?? padahal janji Allah itu pasti...

Dulu semasa kecil saya sering diberikan nasehat oleh orang-orang tua saya. Kata mereka kematian itu ibarat jatuhnya buah kelapa dari pohonnya. biasanya kelapa tua yang jatuh karna fisik sudah tidak bisa menopang namun tidak jarang pula kelapa muda, “bluluk” atau bahkan manggar (yang masih berbentuk bunga) pun terjatuh.

Ia datang tanpa mengenal usia... Itulah kematian...

Kematian memang menjadi misteri besar dalam hidup, menurut Qatadah ia adalah satu diantara lima perkara yang hanya diketahui oleh Allah. Tidak ada seorang manusiapun yang tahu kapan datangnya waktu itu, bahkan malaikat yang dekat dengan Allah ‘Azza wa Jalla sekalipun.

Dia akan datang meskipun kamu mencoba berlari darinya, dia akan hadir meskipun engkau berlindung dibalik teknologi kedokteran tercangih dan jutaan dokter terbaik sekalipun. Dia sekali-kali tidak akan tertangguh (bi idznillah). Tidak ada sesuatu apapun yang mampu menyelamatkan diri dari kematian.

Engkau juga tidak akan tahu di bumi manakah engkau akan mati, di daratankah atau di lautan. Di daratan datarkah atau di pegunugan, di medan perang kah atau di tempat pembaringan. Sungguh bila Allah telah menghendaki engkau mati di suatu tempat maka Allah akan menciptakan urusan yang akan membawamu ke tempat yang telah ditentukan. Selaras dengan matan sebuah hadist shahih riwayat Al Hakim :
“jika Allah hendak merenggut nyawa seorang hamba di sebuah tempat, maka Allah ciptakan sebuah keperluan yang menjadikan hamba tersebut berkunjung ke tampat tadi”
Hingga seorang prajurit perang pun belum tentu akan mati di dalam medan pertempuran. Khalid bin Walid ra di saat ajalnya datang, sementara ia berada dalam pembaringannya : “Aku telah mengikuti berbagai peperangan. Tidak ada satupun dari anggota tubuhku, kecuali disana terdapat luka karena tusukan atau karena anak panah. Akan tetapi, kini aku mati di atas pembaringanku...”

Wahai jiwa yang lemah, persiapankanlah diri ini untuk menyambut tamu yang pasti akan datang, sedang engkau tidak tahu kapan tamu itu akan datang. Ketika ujian kita berjuang keras untuk menguasai seluruh materi karena memang belum tahu materi manakah yang akan keluar dalam ujian. Kita bisa belajar SKS karena tahu kapan jadwal ujiannya. Berbeda halnya bila ujian itu tidak ada jadwalnya dan bisa datang kapan pun, tentu kita akan berusaha belajar setiap bila ada kesempatan untuk itu.

Begitu juga dengan kematian, harusnya kita juga bekerja keras untuk melaksanakan amalan dan menjauhi larangan setiap saat. Karena kita tidak tahu kapan waktu itu datang. Bisa besok, lusa, bisa juga sekarang. Dalam kitabnya “Ahaditsul Jumu’ah”, ustadz Hasan Al Banna mengatakan,“Kematian merupakan suatu seni tersendiri. Terkadang ia menjadi suatu seni yang indah meski terasa pahit. Bahkan mungkin menjadi sebuah seni yang paling indah bila dirancang oleh seniman yang sangat mahir.” Para Nabi dan Rasul, para shahabat, dan para mujahid sama dengan kita, mereka pun tidak dapat mengatur datangnya kematian, namun keahlian mereka adalah bagaimana “memilih” cara untuk menghadapi kematian. Mereka tidak mau saat kematian datang sementara mereka dalam kemaksiatan, dalam keadaan hati yang lupa pada Allah, dan dalam keadaan yang sia-sia belaka.

Tentunya hal ini dilakukan dengan cara mengisi setiap detik kehidupan dengan amalan sholih, dengan dzikir pada Allah dan berserah diri kepada-Nya serta segera bertaubat bila diri terlena dari-Nya. Hingga bila dilihat secara statistik probabilitas untuk husnul khotimah menjadi lebih besar (bi idznillah).
 
“...Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu, Allah maha mengetahui segala isi hati...” (QS Ali Imran : 154)

Dalam tafsir Ibnu Katsir di sebutkan bahwa Allah ‘Azza wa Jalla memberikan ujian dengan peristiwa yang menimpa kalian untuk memisahkan yang buruk dari yang baik serta menampakan perbedaan orang-orang mukmin dengan orang-orang munafik kepada umat manusia, dalam ucapan maupun  tingkah laku mereka...

Saya berpendapat bahwa rahasia kematian adalah salah satu nikmat Allah yang patut disyukuri.

Sungguh andaikan saja ajal itu sudah diketahui, tentunya mungkin ada orang jahil yang “sengaja” bermaksiat dulu sepuasnya baru setelah diketahuinya ajal telah dekat maka sekonyong-konyong ia akan bertaubat dan beribadah dengan giat.

Maha Suci Allah yang telah mengatur ajal itu sedemikian rupa. Sehingga orang  dituntut untuk selalu berada dalam keshalihan dan segera bertaubat bila lalai kepada Allah, karena ajal bisa datang kapanpun dan dimanapun. ia juga tidak melihat apakah dia sedang maksiat ataupun dia sedang bertaubat. Hingga Allah dapat menampakan mana orang yang mukmin dan mana orang yang munafik kepada umat manusia...

Maha Suci Allah...

Di Lauhul Mahfuzh sudah ditulis Death note kita. Semoga kita dan orang-orang yang kita cintai mendapatkan husnul khotimah dan kedudukan yang mulia di sisi Allah, dan semoga kita yang masih dalam antrian ini diberikan hidayah, inayah dan kekuatan oleh Allah agar tetap dalam keimanan dan ketaqwaan hingga ajal menjemput, amien...
Allahu a’lam bi shawab




Untuk keluarga nenek (tetanggaku) semoga diberi kesabaran...
Referensi dari sini, dengan beberapa perubahan



--tulisan di pagi ini, mudah2an bisa jadi penyemangat aktivitas sepanjang hari ini--
Ramadhan ke-11, Sudah berapa juz tilawah Ramadhannya?
Sudah seberapa tercapai target Ramadhannya?
terus mengejar pelangi... 

Wednesday, 21 July 2010

.: mengejar pelangi :.

Goresan warna Illahi...
Selalu meghadirkan senyuman bagi sang pengindera
selalu menghadirkan semangat tak pernah padam

Pelangi oh pelangi
terlalu jauh untuk digapai
terlalu indah untuk dilupakan
pelangi selalu menghadirkan mimpi
pelangi selalu menghadirkan cita-cta
pelangi adalah kehidupan

Pelangi oh pelangi
datang mencerahkan badai
memberikan kedamaian tak terperi
lewat air mata bumi aku melihatmu
bagai 7 bidadari khayangan 
turun ke bumi dengan riangnya

Pelangi oh pelangi
sulit menggapaimu tanpa keyakinan setegar karang
sult menggapaimu tanpa tekad sekuat baja
untuk mendapatmu harus kuterima hujan bahkan badai
untuk mendapatmu harus rela basah

tapi aku ingin tetap mengejarmu
disanalah terletak asa dan mimpiku
meski pelangi masih jauh dari genggamanku
karena aku masih bisa berlari 
karena aku masih bisa bernafas
karena aku akan tetap menyesuaikan kemampuanku
karena takkan kubiarkan tekadku pudar
karena Allah masih memberiku kesempatan untuk menggapai-Mu

Pelangi oh pelangi
tetaplah indah
karena Allah menciptakanmu dengan segala keindahannya
pelangi oh pelangi
sejuta kata-ku takkan bisa menggambarkanmu


Saturday, 3 July 2010

Jadilah Pembelajar Sejati!


Bismillah...

Hidup adalah proses belajar
Belajar bersyukur meski tidak cukup
Belajar ikhlas meski tidak rela
Belajar taat meski berat 
Belajar memahami meski tak sehati
Belajar bersabar meski terbebani
Belajar menjaga diri meski tergoda
Belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang
Tapi sudah kodrat, hati seperti air laut, pasang dan surut.
Maka dari itu tetap harus belajar
Untuk tetap berada di jalan yang benar

Semangaaat ya wahai diri!!


Tuesday, 1 June 2010

Apa yang bisa saya lakukan untuk Palestina?

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu,
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syari’atMu.
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya.
Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahayaMu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepadaMu dan
keindahan bertawakkal kepadaMu.
Nyalakanlah hati kami dengan berma’rifat padaMu.
Matikanlah kami dalam syahid di jalanMu.
Sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah. Amin. Sampaikanlah kesejahteraan, ya Allah, pada junjungan kami, Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan.


Pagi ini saat membuka mata, kulihat dari balik jendela 55 yang sudah sampai di bunderan HI, massa yang melakukan aksi solidaritas untuk Palestina... Bendera hitam, hijau, putih, merahnya Palestina berkibar disana... Ingin sekali turun dari bis ini dan bergabung disana, tapi ada kewajiban yang harus saya lakukan di kantor. Saya hanya bisa berdoa semoga Allah menyelamatkan saudara2 saya di freedom flotilla dari serangan Laknatullah Israel, dan semoga bantuan materi yang dibawanya berhasil sampai ke tangan saudara2 saya di Palestina.
Walau saya tidak bisa untuk berangkat bersama rombongan kemanusiaan, saya berusaha memantau perkembangan freedom flotilla sejak 2 hari lalu. Berita yang berkembang dari kemarin, Israel yang tidak punya hati melakukan serangan-serangan yang tidak manusiawi. Sedih dan marah yang saya rasakan... lagi-lagi seperti ini... beberapa tahun yang lalupun saat Palestina diserang Israel, saya hanya bisa merasakan ini. Hanya bisa berdoa, ikut aksi, dan berinfak untuk Palestina. Saya berharap maksimal 3 tahun ke depan, kita, umat muslim di dunia sudah tidak hanya memberi pertolongan dalam bentuk seperti itu. Tetapi langkah nyata mengangkat senjata berperang dengan Zionis Israel karena saya yakin Israel tidak bisa diajak negosiasi, perundingan, apalagi ngajak damai... gak mungkin banget. Manusia2 yang telah Allah laknat itu pasti tidak akan rela tunduk di bawah Islam. One man one dolar to save Palestine. One man must kill one Israel to save Palestine.

Langkah kecil lain yang bisa kita lakukan untuk mendukung Palestina adalah memboikot produk-produk yang akan menyumbangkan dananya untuk Israel. Apakah kita rela uang yang kita belanjakan justru dibelikan rudal oleh Israel untuk membantai saudara-saudara kita di palestina?

Jika sekarang kita Tak bisa memberikan kontribusi besar, Kita tak mampu untuk menyumbangkan diri kita, Maka dari itu, berikan kontribusi terbaik dengan memboikot Produk-Produk Yahudi, juga produk yang menyumbang dana ke Israel! ganti Produk Yahudi yang biasa kita pakai dengan produk pribumi atau negara muslim lainnya!

mengapa kita tak mudah mengganti McD dengan nasi uduk yang lebih murah meriah? mengapa kita tak mudah mengganti Aqua dengan MQ milik AaGym?

mengapa kita tak mudah mengganti Carrefour dengan pasar tradisional atau market2 yang jelas akan menguntungkan saudara2 kita sebangsa dan seagama?

Sedikit contoh, Cobalah pikirkan (bagi yang masih punya nurani), jika kita mandi dengan sabun lux (dan produk unilever lain), kita mungkin akan dimanjakan dengan wanginya sabun tersebut. tapi disana (di Palestina), saudara-saudara kita bermandikan darah karena peluru yang ditembakkan Israel ke mereka di biayai dengan uang yang kita belanjakan untuk membeli sabun tersebut.


Walaupun produk-produk yang diboikot adalah produk yang dekat dengan kita (mungkin) tapi kita bisa menggantinya dengan produuk2 sejenis, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang! Insya Allah, sekecil apapun usaha yang kita lakukan, Allah Maha Melihat yang kita kerjakan, Allah akan membalasnya.
Tunjukkan kontribusi kita!!! Tunjukkan kita masih punya hati untuk Gaza, Palestina!! Allahuakbar!!!

Monday, 18 January 2010

Surat dari calon metua ...


Duhai gadis, yg baru ku kenal.

Tahukah kau, dia putraku, lahir dr rahim suciku, kupertaruhkan hidupku u memilikinya, anak kesayanganku yg sepanjang hidupx ku besarkan dgn segenap rasa cintaku..
Tangan renta ini yg mengankat tubuh mungilnya, menyuapinya, menyeka air matax, dan memelukx dlm dekapanku..

Duhai gadis, tahukah kau betapa besar rasa cintaku padanya? Bahkan aku tak mampu membayangkan bila ada yg merebutnya dr dekapku..

Tahukah kau gadis? Betapa bangga ku rasakan ketika dia mulai beranjak dewasa? Menatapx tumbuh mjadi laki2 tegap dan tampan.. Seulas senyumx mengingatxku pd senyuman ayahx yg sgt ku cinta..

Betapa hati ini terus diliputi rasa bangga dan buncahan cinta padanya.. Kebangganku.. Putraku..

Berbagai prestasi dia ukir dan memahatx bangga tak terperi dalam lubang rasaku.. Dan ku slalu mrasa puas menyebutnya putraku..
Tak sdktpun dia prnh mengecewakanku.. Tak pernah..

Gadis, tahukah kau, betapa haru hatiku, ketika ku melihat perubahannya, mencoba mengenal Diennya lebih dalam dr yg kami ajarkan padanya.. Dia menjadi laki2 sejati, laki2 yg dirindukan syurga.. Aku smakin sayang padanya. Putraku, kini yg malah mengajarkanku bnyk hal.. Mendekatkanku padaNya, pada Rabbku yg slama ini ku kenal dg sederhana krn kebodohanku. Tp ku tak malu, mamun sebaliknya, aku smakin bangga pdnya.. Putraku, cahayaku..

Namun, smua rasa itu berubah mjadi takut, cemas dan khawatir..
Ketika dia mnyampaikan pdku keinginannya. Dia ingin menyempurnakan agamanya..
Yah.. Dia ingin membngun rumah tangganya sendiri..
Dan, dia telah memilih, kaulah gadis beruntung itu..

Gadis, tahukah kau? Betapa cemburuku padamu? Yah, aku sgt takut kehilangan putra kesayanganku. Takut kau merebut smua perhatiannya dariku. Takut kbradaanmu, memalingkanx dariku.. Kau akan merebutx, dan aku cemburu..

Namun, kmbli ku sadari, putraku tak akan memilih wanita sembarang.. Ku yakin kau punya kelebihan yg membuatx memilihmu, dan ku mulai menata hatiku..

Duhai gadis pilihan putraku..
Ku harap kau memiliki tangan yg lbh lembut dariku, krn ku tak mau kau melukai putraku..
Ku harap kau mpunyai senyum yg lebih sejuk dariku.. Krena kelak, dia akan dtg padamu dalam tiap galaunya, u mencari ketenangan..
Ku harap, kau memiliki pelukan yg lbh hangat dariku.. Krn ku ingin hatinya selalu damai dlm dekapanmu..
Ku harap, kau mempunyai tutur kata yg seindah embun, krn ku tak ingin dia mendengar kata2 kasar dlm hidupnya..

Duhai gadis pilihan putraku.. Jadilah anakku.. Agar tak pernah ku mrasa kehilangan putraku krn kehadiranmu..
Jadilah sahabatku.. Agar kau dpt mencurahx rasamu padakku kelak..
Jadilah rekanku.. Agar bersama2 qt membahagiakan laki2 yg sama2 qt cintai..

Untukmu gadis pilihan putraku.. Selamat datang d istana kami.. Penuhilah dgn cinta dan kasih.. Semoga kau bahagia mjadi bagian dari kami..

Padamu gadis pilihan putraku.. Akupun akan mencintaimu..

---***--

sumber: disini


Nb: new level bahasa arab.... smangat!!!

Tuesday, 12 January 2010

orang yang baik..

"ayo Li, ambil lagi kuenya..." begitu katanya dengan setengah memaksa. "iya bu, terima kasih." jawabku, tak enak hati rasanya.. karena sering sekali dia menyediakan cemilan di bis untukku juga mas Wid, supir kami. Entah ini sudah yang keberapa kalinya..

Sosok separuh baya itu tetap tegar berjuang dengan segala kreativitasnya sebagai pustakawan. Kerja kerasnya sudah tak diragukan lagi.. Wanita perkasa yang berjuang menghidupi keluarganya, demi suami dan anak-anaknya.. Seorang Ibu yang berusaha membuat anak-anaknya lebih baik darinya.. Seorang istri yang tetap setia mendampingi suaminya hingga saat ini, saat sang suami tidak mampu lagi mencari nafkah untuk keluarganya.. ibu yang selalu memberiku semangat untuk maju.. ibu yang mendukung segala aktivitas kebaikanku.. seorang wanita yang tidak ragu berkata salah pada sesuatu yang salah, berkata benar pada sesuatu yang benar..

Pertama kali aku ikut di 55 ini, beliau yang pertama menyapaku dengan ramah. Ya, ia memang ramah sekali kepada semua anggota bis ini. Kami semua sangat senang padanya. she's charming..! Walaupun ada yang tidak suka padanya, Tapi ia tetap baik pada orang-orang itu, ia tidak pernah dendam kepada orang-orang yang menyakitinya..

Kini ia menjadi teman sebangku-ku di 55. Menurutnya energi saya dan dia sama, makanya kita nyambung kalau ngobrol. Saya suka berdiskusi dengannya. Kita sama-sama saling memberi masukan dan kritikan, karena kita manusia biasa. Darinya saya bisa belajar banyak, teori maupun based on experience..

Begitu banyak nasehat dan kebaikan yang ia berikan kepada saya (like pelajaran tiap sore, habis pulang kantor ) membuat saya sangat bersyukur kepada Allah karena dimudahkan mendapat teman yang shalih.. pernah ia memborong kerupuk dari seorang pedagang kerupuk buta yang tengah berjalan disamping bis kami yang saat itu jalanan sedang macet.. kerupuk2 tersebut akhirnya dimakan bersama-sama, satu bis :-D "kasihan Li, saya gak tega melihatnya..." begitu katanya padaku alasan mengapa ia membeli kerupuk sebanyak itu.. mungkin sekitar 50 ribu rupiah.. 

Pernah juga beliau mengundangku dan teman2 makan ke rumahnya, karena kita punya kesamaan, suka daun poh-poh-an . Ketika sampai di rumahnya ternyata ia benar2 menyiapkan daun tersebut.. plus sambal yang sangat nikmat.. thanks so much bu..

Semoga kita tetap bersama berada di jalan-Nya hingga ruh dan raga ini berpisah.
Semoga kita dipertemukan oleh-Nya di surga-Nya yang kekal..
ibuku.. seorang yang kuanggap ibuku di 55..
dan yang telah menganggap aku sebagai anaknya
ingin sekali memperkenalkan ibuku ini dengan ibuku tercinta..

Wednesday, 25 November 2009

my "simple" new theme


Yesterday, suddenly my MP pageviews was changed..
S
weet pink strawberry
background initially became irregular.
T
here are sentences from photobucket; "your account about expired".
I
will not later there are some people who dizziness when reading my blog, so I was forced to change the theme. I actually really liked my previous theme ..
but what could I do .. 
for a while I'll use this theme in my multiply.
In the future, I will use my own made theme, b
ut I must first learn how to create multiply themes ..
hopefully I can do it.
For my friends who can make his own multiply themes, please teach me or give me some tricks to make it easy ..
thanks before ..


go aptx,, go study,, cheer up and be spirit

Saturday, 14 November 2009

Mati Gaya


Mungkin inilah kalimat yang cocok buatku di hari ini.
saat tugas translate jurnal mendekati injury time, tiba2 laptopku mati.. hiks nih laptop gak bisa diajak kompromi banget sih, gak tau bosnya lagi ngejar deadline. kompi di rumah juga lagi gak bisa dipake gara2 monitornya rusak. hiks, lengkaplah sudah penderitaanku.

tapi saya sih gak menyalahkan my soulmate (laptop). salah saya sebenernya.. tuh laptop kupaksa untuk membantuku bekerja tanpa jeda. sampe pas kemaren hujan petir tetap saya paksakan bekerja. saya pikir aman2 aja. tapi tiba2.. duuarrrr... petir yang amat sangat dahsyat menggelegar (bom kalah deh..). baru deh saya buru2 matiin tuh laptop plus modem (maklum lagi ngetik sambil internetan, hehe..).


pas dimatiin sih gak ada masalah, cuma agak lama aja, tapi akhirnya mati juga. makanya saya tenang2 aja. tapi... "kak liaaaa.. laptop lo kenapa? kok gak bisa nyala? aku mo ambil dataku. gimana nih???" suara teriakan adikku seperti petir menyambar yang tadi kurasakan (halah.. lebay deh..). Buru-buru kubangun dari tidurku yang nyenyak banget (maklum akhir2 ini kurang tidur), dan "haaaaaaaahh bener2 gak bisa nyala... duuhh kenapa nih laptop???"

speachless..

bingung mo ngomong apa. merasa bersalah, sedih, dan panik tentunya. gimana nggak, hasil translate yang mo saya serahin hari senin ada di situ semua, plus data2 yang mau dipake buat besok... malah jurnal yang belum ditranslate masih 7 buah. gimana nih?? kepikiran buat ke tukang service komputer sih, tapi dah malem dan hujan deras... jadi mending besok pagi aja deh ke Acer Service Center aja biar lebih terjamin.

akhirnya tadi saya ke Acer service center yang di RATU PLAZA. berharap bisa ditunggu servisnya, biar saya bisa segera meneruskan kerjaan saya.. tapi ternyata soulmateku harus ditinggal, maksimal 5 hari kerja. bahkan untuk cek kerusakannya pun tidak bisa dilakukan hari ini.. hiks.. terpaksa deh dengan hati yang berat, eh dengan berat hati kurelakan soulmateku nginep di ratu plaza selama beberapa hari. semoga semua dataku bisa selamat dan tidak ada komponen yang harus diganti.. semoga cepet sembuh ya, soulmateku..

mati gaya nih, harusnya saya kan ngerjain translate jurnal, ngejar deadline. tapi apa boleh buat.. mungkin saya memang harus berpisah sementara dengan tuh kerjaan dan konsen buat besok..

akhirnya pulang dari Ratu Plaza saya langsung menuju Thamrin, ke kantor. aneh, kemaren (jumat) malah saya izin ga masuk kantor gara2 tepar tuh ngerjain tugas. sekarang (sabtu) giliran kantor libur, saya malah masuk, sampe satpam kantor terbengong-bengong pasa saya bilang mo ngerjain tugas di ruangan saya.. alhasil, saya sendiri nih di lantai 22.. sepiii... mudah2an gak ada apa-apa.

lumayan disini bisa ngenet, nulis di MP lagi setelah sekian lama gak sempet nulis (padahal banyak ide yang mau ditulis, tapi gak sempet). trus bisa ngeprint beberapa jurnal, dan meneruskan translate jurnalnya...

chayo lia... semangat!!
*walau lapar... soalnya mau beli makan kantinnya/rmh makan tutup semua*
adakah yang bersedia membawakan saya makan siang?? *ngimpi kali ya...??*

Wednesday, 7 October 2009

Pelangi Kehidupan

Mari jadikan pelangi kehidupan lebih indah..
Dengan menyempurnakan ikhtiar dan memanjangkan do'a
Menatap masa depan dengan langkah sempurna
Memandang masalah dengan ketegaran
Memetik kesempatan dengan kesungguhan
Menyusuri tikungan perjalanan dengan lentera kesabaran..

Sungguh Allah telah menetapkan segala sesuatu untuk hamba-Nya
"i'malu fakullun muyassar"
Bekerjalah terus, maka Allah akan memudahkan




Tuesday, 6 October 2009

Jadilah Apapun juga..

JADILAH BATU KARANG
Sebab ia ‘kan menahan sengat binar mentari yang garang. Sebab ia ‘kan kokoh halangi deru ombak yang kuat menerpa tanpa kenal lelah. Sebab ia ‘kan melawan angin yang keras menghembus dan menerpa dengan dingin yang coba membekukan. Sebab ia ‘kan menahan hempas badai yang datang menggerus terus-menerus dan coba melemahkan keteguhannya. Sebab ia ‘kan kokohkan diri agar tak mudah hancur dan terbawa arus. Sebab ia ‘kan berdiri tegak berhari-hari, bertahun-tahun, berabad-abad, tanpa rasa jemu dan bosan.

JADILAH POHON YANG TINGGI MENJULANG
Sebab ia ‘kan tatap tegar bara mentari yang terus menyala setiap siangnya. Sebab ia ‘kan meliuk halangi angin yang bertiup kasar. Sebab ia ‘kan terus menjejak bumi hadapi gemuruh sang petir. Sebab ia ‘kan hujamkan akar yang kuat untuk menopang. Sebab ia ‘kan menahan gempita hujan yang coba merubuhkan. Sebab ia ‘kan senantiasa berikan bebuahan yang manis dan mengenyangkan. Sebab ia ‘kan berikan tempat bernaung bagi burung-burung yang singgah di dahannya. Sebab ia ‘kan berikan tempat berlindung dengan rindang daun-daunnya.

JADILAH PAUS BESAR
Sebab dengan sedikit kecipaknya, ia akan menggetarkan ujung samudera. Sebab besar tubuhnya ‘kan menakutkan musuh yang coba mengganggu. Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut dan seisinya.

JADILAH ELANG
Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit. Sebab ia harus melanglang buana untuk mengenal medannya. Sebab ia harus melawan angin yang menerpa dari segala penjuru. Sebab ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh. Sebab ia harus kembali ke sarang dengan makanan di paruhnya. Sebab ia harus menukik tajam mencengkeram mangsa. Sebab ia harus menjelajah cakrawala dengan kepak sayap yang membentang gagah.

JADILAH MELATI
Sebab ia ‘kan tebar harum wewangian tanpa meminta balasan. Sebab ia begitu putih, seolah tanpa cacat. Sebab ia tak takut hadapi angin dengan mungil tubuhnya. Sebab ia tak ragu hadapi hujan yang membuatnya basah. Sebab ia tak pernah iri melihat mawar yang merekah segar. Sebab ia tak pernah malu pada bunga matahari yang menjulang tinggi. Sebab ia tak pernah rendah diri pada anggrek yang anggun. Sebab ia tak pernah dengki pada tulip yang berwarna-warni. Sebab ia tak gentar layu karena pahami hakikat hidupnya.

JADILAH MUTIARA
Sebab ia berada di dasar samudera yang dalam. Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan-tangan manusia. Sebab ia begitu berharga. Sebab ia begitu indah dipandang mata. Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam di kubangan yang hitam.

JADILAH KUPU-KUPU
Sebab ia harus melewati proses-proses sulit sebelum dirinya saat ini. Sebab ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan. Sebab ia bersembunyi dan menahan diri dari segala yang menyenangkan, hingga kemudian tiba saat untuk keluar.

TAPI, Menjadi apapun dirimu, bersyukurlah selalu. Sebab kau yang paling tahu siapa dirimu. Sebab kau yakini kekuatanmu. Sebab kau sadari kelemahanmu. Jadilah karang yang kokoh, elang yang perkasa, paus yang besar, pohon yang menjulang dengan akar menghujam, melati yang senantiasa mewangi, mutiara yang indah, kupu-kupu, atau apapun yang kau mau. Tapi, tetaplah sadari bahwa kita adalah hambaNya.