Showing posts with label belajar. Show all posts
Showing posts with label belajar. Show all posts

Thursday, 19 March 2015

[Foto bersama] Salam 3 jari, lulus 3 tahun

Gak terasa ternyata udah hampir dua semester bareng bapak2 dan ibu2 keren. 
Kuliah S3 itu emang beda dengan S1 dan S2. Kalau S1 lebih banyaaak kuliah dibanding konsul dengan dosen pembimbing, S2 cenderung imbang antara kuliah dengan konsltasi ke dosen (kalau riset tesisnya jalan yaaa hehe). S3 ini jaraaang banget kuliah, lebih banyak ketemu dosen pembimbing (aka promotor). Emang sih, S3 itu kan yang dilihat risetnya ya.. bukan kuliah di kelas. Tapi jadi hal yang wajib juga sih kalo kamu ambil S3 di UI.

Bagi saya, yang seneng ikut kuliah di kelas itu ngumpul-ngumpulnya... ketemu dengan temen2 yang hari-hari biasanya ada dimana-mana (kantor, luar kota, bahkan ada di luar negeri). Maklum ya, hampir semua (kecuali saya) mahasiswa doktoral ini adalah para profesional, ataupin pengusaha. Udah mapan dan sibuk tenan.. jadi kalau ada kuliah di kelas, itulah kesempatan berharga buat ngumpul lengkap satu jurusan bahkan satu fakultas.

Kelas wajib yang diambil untuk mahasiswa S3 FTUI hanya dua semester. it's mean.. semester depan and after kita gak akan bisa punya waktu ngumpul lengkap kayak gini, satu jurusan juga satu fakultas. Makanya ide buat foto-foto sekelas ini bagus banget. Tinggal kirim di milis angkatan tentang waktu foto bersama dan dresscode, trus bawa kamera siapin tripod deh... jadilah foto bersama dengan temen2 sekelas hehe
Foto kelas mata kuliah Analisis kualitatif dan kuantitatif with Prof. Harinaldi
Salam 3 Jari for lulus 3 tahun :)

Geng emak-emak calon doktor elektro

Calon Doktor Teknik Elektro UI angkatan 2014

Lompaaat... free your dreams

Tuesday, 6 May 2014

Mahabarata: Open your mind

Beberapa hari ini ga sengaja nonton film Mahabarata di ANTV. Gak niat sih, cuma asal ikut nimbrung aja sama orang-orang yang nonton TV. Sebenernya waktu SD dahulu, saya pernah nonton film Mahabarata ini, tapi entah kenapa sekarang bener-bener lupa ceritanya :Da

Episode kali ini ada yang bagus nih tentang menuntut ilmu...

Review sedikit, Pandawa (Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa) dan Kurawa (Duryudana cs.) belajar di perguruan yang sama di Hastinapura, dengan seorang guru yang bernama Drona. Kita tau kan yah watak Pandawa dan Kurawa sangat bertolak belakang. Pandawa berwatak baik dan setia kawan, sedangkan kurawa bersifat iri, dengki, suka menghasut, pokoknya yang buruk-buruk deh...
Nah, Guru Drona ini punya anak. Namanya Aswatama, sifatnya sebenernya baik, cuma karena dekatnya dengan Duryudana cs maka dia suka termakan hasutan anak-anak kurawa juga.

Dalam pelajran memanah, Arjuna merupakan murid yang paling pandai dan berbakat. Guru drona bahkan bersumpah untuk menjadikan Arjuna sebagai pemanah terhebat. Sikap Drona kepada Arjuna ini selalu membuat kurawa (terutama Duryudana) menjadi semakin iri dan dengki. Dengan liciknya, Duryudana menghasut Aswatama agar menyingkirkan Arjuna karena kelak Arjuna akan mengambil kasih sayang dari ayahnya (Drona) dan apa yang seharusnya menjadi milik Aswatama. Tentu saja Aswatama terpengaruh.

Aswatama bertemu Drona dan meminta pedang Brahma. Dia berkata tidak akan membiarkan Arjuna yang memilikinya. Dari sikap anaknya tersebut, Drona sangat faham ada yang mempengaruhi Aswatama. Akhirnya ia bersumpah pada Aswatama tidak akan pilih kasih kepada murid-muridnya termasuk pada Arjuna. Ia pun akan mandi dan berdoa di sungai Gangga, dengan syarat semua murid harus menyaksikannya.

Hari yang ditentukan tiba, Drona turun ke sungai dan berdoa sambil memejamkan matanya. Semua murid berdiri di pinggir sungai dan menyaksikannya. Tiba-tiba dari semak-semak muncul buaya yang besar dan bergerak dengan cepat ke arah Drona yang tidak menyadarinya. Segera saja mulut buaya tersebut menjepit pinggang Drona. Drona memberontak. Semua murid dan Aswatama sangat shock dan berteriak ngeri. Tiba-tiba arjuna melompat ke dalam sungai, bertarung dengan buaya dan berusaha menyelamatkan Drona. Melihat hal tersebut, Aswatama perlahan-lahan ikut turun ke sungai juga untuk menyelamatkan ayahnya. Tetapi buaya sudah dikalahkan Arjuna dan menghilang. Ternyata ini hanya ujian dari Drona untuk mengetahui siapa yang paling peduli dengan dirinya.

Kita tahu betapa Arjuna tanpa pikir panjang langsung melompat ke sungai sedangkan Aswatama, anaknya sendiri, masih berfikir panjang untuk menyelamatkan ayahnya sendiri. Seharusnya ini menjadi jawaban bagi Aswatama mengapa ayahnya terlihat lebih menyayangi Arjuna di bandingkan murid lainnya (terutama Duryudana).

Di tepi sungai, Drona menatap Duryudana dan berkata, yang initinya seperti ini: "Untuk menampung air yang lebih luas dari sungai Gangga, dibutuhkan wadah yang besar. Kalian akan bisa menerima pengetahuan yang banyak jika kalian membuka pikiran kalian. Karena ilmu yang luas itu membutuhkan wadah yang luas." selanjutnya khusus untuk Duryudana, "Jika kau mau meninggalkan padepokan ini silakan, tapi mungkin kau tidak akan mendapatkan  pengetahuan apa-apa. Tapi jika kau tetap disini, kau mungkin akan dapatkan ilmu pengetahuan meski sedikit."

Kereeeen nasihatnya.
Intinya untuk belajar kita harus membuka pikiran kita. Jauhkan persaingan, rasa iri, dengki, dan merasa diri paling hebat. Ya, ilmu itu cahaya. Jika hati adalah cermin, makan cermin yang bersihlah yang akan memantulkan cahaya, bukan cermin yang kotor dan berkerak karena dengki.

Ok, open our mind, stay cool and study :)


Thursday, 1 May 2014

Start line: English ability

Si pinky bulan ini nampaknya tidak akan lama berada di tanganku. Maaf ya pinky....
Walau bagaimanapun juga, I must improve my english ability... ya mulai dari speakin' sampe TOEFL.
Terakhir test TOEFL ITP dapet score over 500 tapi masih di bawah 550.
Hmm...

Tahun ini saya mau ambil test TOEFL lagi.
Merasa english ability yang makin menurun, was was juga kalo score nya jadi menurun juga, hiks... -aku tak mau aku tak mau aku tak mau-
Target kali ini sebenernya ingin memenuhi requirement beasiswa presiden yang butuh TOEFL ITP 587 untuk tujuan luar negeri. Semoga bisa...

Maka mulailah saya mengumpulkan scipt dan buku-buku yang dulu sempat saya pelajari di Kp. Inggris. Alhamdulillah sangat bermanfaat. Saya tidak harus mulai dari nol lagi :)
Buku nya memang tidak banyak, tapi dulu saya sudah mencatat trik-trik yang disampaikan oleh Mizzu Eddy. Beliau juga sempat kasih saya beberapa software TOEFL, yang sampai sekarang belum sempat saya instal semua (filenya banyaaak). Nah sekarang rasanya saat yang tepat buat melahap file-file itu. Lumayan jadi ga perlu les atau beli buku TOEFL kan...

Kalo udah pegang buku-buku ini lagi jadi inget masa-masa mengembara di Kp. Inggris.
Huaaaa... rasanya pengeeeeen lagi scoring TOEFL bareng mizzu Eddy dan temen-temen.
Pagi, siang, malem... scoring, scoring, scoring. Sampai-sampai teman sy tidurpun di atas buku TOEFL. Weeehh... kita emang gila :D

Semangaaaaat Lia!!
Target TOEFL ITP kali ini 590, atau 570 dengan sesi listening benar 95% haha..

daaaan semboyan ini berlaku lagi pada diri sayah
"Burning our midnight oil to master english as second language"

mari kita mulai setiap malam :*

Friday, 13 September 2013

Perempuan Hebat

 x: untuk apa sih kamu sibuk menjelajahi dunia? untuk apa kamu cerdas-cerdas? untuk apa kamu hebat-hebat? untuk apa baca buku terus?untuk apa kamu sibuk-sibuk? untuk apa susah-susah cari pengalaman yg aneh dr desa hingga ujung benua? utk apa title kamu susah2?eh nnti kamu mau ujung2nya balik ke keluarga. 
y: ehm..sederhana kok.. saya melakukannya.. untuk suami dan anak saya. 
x: hah? maksudnya. 
y: iya donk.. Insya Allah karena kelak saya akan jadi istri saya ingin jd istri yg sholehah plus plus.. 
x: heh? plusplus? 
y: iya..saya ingin jd istri yg jg menajdi partner cerdas untuk menemani dia mencapai asanya. ingin jadi istri yg tahu banyak hal untuk mnjdi supporter dan evaluator yg mmbuat dia makin hebat, ingin jaid istri yg bisa diandalkan disetiap fase hidupnya. ingin jd istri yg bs bertahan di situasi apapun untuk trs menyenangkannya. 
x: ( terdiam) trus kenapa harus untuk anak?
y: iyaa kelak jika diridhoi saya akan jadi ibu. saya melakukan banyak hal karna saya ingin jadi ibu yang tidak hanya merawat dan mendidik tetapi mencerdaskan, ibu yang tahu banyak hal untuk diajarkan ke anaknya. ibu yg punya banyak cerita untuk diceritakan ke anaknya. ibu yang daapt membanggakan anaknya untuk bilang, demi dirinya ibu mencapai banyak hal dan dirinya mensempurnakan semua.
Jadi, gerakku saat ini untuk membantu gerak anak dan keluargaku kelak. gerak yg semoga bermanfaat untuk masyarakat, agama dan bangsa.
aamiin ya rabb   
  Pada akhirnya, setiap gerak-gerik wanita menjadi bekal untuk keluarganya kelak :

source: http://www.facebook.com/annisa.a.ratri/posts/395091567243646?notif_t=comment_mention 

Monday, 12 March 2012

Belajar dari Warren Buffett

Rating:★★★
Category:Other
Siapa Warren Buffett??
Semua pasti tau kalo beliau pernah menjadi orang terkaya di dunia, mengalahkan Bill Gates. Majalah Forbes memasukkannya sebagai orang terkaya no.3 di dunia tahun 2012 ini.

Berikut ini adalah wawancara yang pernah ia lakukan dengan CNBC.
Dalam wawancara tersebut ditemukan beberapa aspek menarik dari hidupnya :

ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda.
Pesan: Anjurkan anak anda untuk berinvestasi [Encourage your children to invest]

Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar.
Pesan: Dorong Anak Anda untuk mulai belajar berbisnis [Encourage your children to start some kind of business]

Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil di pusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu, meskipun rumah itu tidak ada pagarnya.
Pesan: Jangan membeli apa yang tidak dibutuhkan, dan dorong Anak Anda berbuat yang sama. [Don't buy more than what you "really need" and encourage your children to do and think the same]

Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi.
Pesan: Jadilah apa adanya. [You are what you are]

Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia.
Pesan: Berhematlah (Always think how you can accomplish things economically)

Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan. Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahun itu. Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler.
Pesan: Tugaskan pekerjaan kepada orang yang tepat [Assign the right people to the right jobs]

Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya.
Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham.
Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu.
Pesan: Buat Tujuan yang jelas dan yakinkan mereke untuk fokus ke tujuan. [Set goals and make sure people focus on them]

Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas. Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn.
Pesan: Jangan Pamer, Jadilah diri sendiri & nikmati apa yang kamu lakukan [Don't try to show off, just be your self and do what you enjoy doing]

Bill Gates, orang terkaya di dunia bertemu dengannya untuk pertama kalinya 5 tahun yang lalu. Bill Gates pikir ia tidak memiliki keperluan yang sangat penting dengan Warren Buffet, maka ia mengatur pertemuan itu hanya selama 30 menit. Tetapi ketika ia bertemu dengannya, pertemuan itu berlangsung selama 10 jam dan Bill Gates tertarik untuk belajar banyak dari Warren Buffet.

Warren Buffet tidak pernah membawa handphone dan di meja kerjanya tidak ada komputer.

Berikut ini adalah nasihatnya untuk orang-orang yang masih muda:
* Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri dan ingat :
* Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang.
* Hiduplah secara sederhana.
* Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik.
* Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang ber-merk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda.
* Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan;
gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan.
* Biar bagaimana pun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda sendiri. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.


sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=13374231

Friday, 20 January 2012

OCW Consortium - OpenCourseWare Websites

http://www.ocwconsortium.org/en/courses/ocwsites/ocwsites/country
Belajar/kuliah dari berbagai universitas ternama di seluruh penjuru dunia. Universitas Tokyo, MIT, Nottingham, TU Delft, Korea University and many more...

Thanks Ega (/ayyeshakn.multiply.com) for the information ^___^

Saturday, 17 September 2011

Terakhir jadi sopir instruktur

This's the last practice in this course... coz pekan depan udah masuk kelas teori (teori mengemudi dan penanganan mesin dan mobil).

Awal kursus menggunakan mobil yaris dengan instruktur yang kalem, ternyata akhir kursus ini kebagian nyetir mobil yaris juga. Tentu saja dengan instruktur yang sama.. Pak Sugeng ternyata namanya (baru tau), maklum saya gak ngeh nama-nama instruktur yang mengajarkan saya. Biasanya kalo ditanya, "kemaren belajar sama siapa?" saya dengan innocent-nya menjawab, "sama pak Xenia, mas Avanza, atau pak Yaris..." hehe, jadi cuma inget mobilnya, tanpa mencoba tahu nama instrukturnya :D

Jadi inget dulu waktu pertama kali nyetir, dag-dig-dug nya bener-bener gak karuan sambil berusaha tenang waktu nyetir. Sekarang pasti sang instruktur ngerasain beda banget cara saya bawa mobil. Melihat bacaan yang menggantung di belakang kursi, sekarang saya benar-benar mengerti petunjuk-petunjuk ini, karena saya sudah mencobanya. Di latihan kemarin, dengan mobil Xenia, pak sugiarto (nama instruktur, baru tau juga namanya, hehe) menginstruksikan saya mengulang-ngulang trik ini... sampai saya lancar. Lumayan juga, sampe latihan di dua tanjakan :-|

Sekali lagi melihat bacaan ini melayangkan ingatan saya selama masa-masa jadi sopir. Kalau boleh mengomentari, pada dasarnya semua instruktur punya kelebihan dan kekurangan.

Instruktur Yaris; kalem, bikin nyetir gak grogi, karena pembawaannya tenang so nyopir jadi tenang juga, kadang refleks suka pake bahasa jawa ngasih perintahnya (secara saya gak ngerti bahasa jawa gituh!), enak buat diajak diskusi, jago tentang mesin mobil dan motor, juga teori mengemudi (termasuk teori yang ada di ujian SIM). Saya kebagian sama instruktur ini pertama kali dan terakhir kali praktik.
Instruktur Xenia; galak (kalo instruksinya gak digubris bisa-bisa dibentak), keras, banyak ngasih perintah, ngomongnya cepet banget (kadang saya suka minta beliau mengulang instruksi atau pertanyaannya, haha), pelupa. Tapi saya malah 60% latihan kebagian instruktur ini. Alhamdulillah beliau baik banget,, waktu Ramadhan kemaren kalo latihannya sore, saya selalu dibeliin es kelapa (jadi bawa oleh-oleh buat buka puasa, hehe), trus biasanya kalo ada tukang jajanan di pinggir jalan beliau suka menawarkan saya, "lia mau ini atau itu gak?", dan tentu saja saya selalu menjawab, "nggak pak. makasih..." soalnya gak enak juga ditraktir mulu... trus juga yang saya suka adalah beliau gak pelit ngajarin banyak teknik (meski saya gak bisa nangkep semuanya sekaligus :p). Secara keseluruhan saya berpendapat beliau orang yang baik, meski galak. Biasanya bapak-bapak enjoy latihan dengan instruktur ini (meski suka dibentak-bentak juga).
Instruktur Avanza; Gak tau pasti orangnya gimana, yang pasti masih muda dan kayaknya sabar. Pernah dulu harusnya belajar sama mas dayat ini (namanya, baru tau juga, hehe) tapi karena waktu itu sabtu sore dan beliau mau malam mingguan *katanya* jadi gak mau sore banget selesai latihannya. Akhirnya dari 4 peserta, saya dan apri dioper untuk latihan ke cabang lembang (doh, jadi anak buangan gini), pake avanza juga. Lumayan dapet ilmu baru dari instruktur avanza lembang :D
*Komentar di atas pendapat pribadi saya, jadi mohon maaf apabila ada yang tidak berkenan*

Anyway, pelajaran akhir ini belajar mengemudi di jalan raya bintaro hingga jalan ciledug raya, tentunya lengkap dengan tanjakan, tikungan, turunan, merayap, macet, dll. Selain itu, saya belajar parkir paralel, dan putar balik (U turn). Berikut saya tulis sebagian kecil pelajaran hari ini:

U turn: Maju hingga bahu sejajar ujung U, baru putar stir. Jangan lupa injak kopling saat mendekati ujung .
Parkir paralel: Ini paling susah, saya juga belum mahir. Harus latihan lagi sendiri nih..
Intinya pada saat mobil mau masuk space parkir, mobil dalam possi miring. Ujung bumper harus berada di panjang 3/4 dari panjang space tersebut, kemudian luruskan mobil. Sesuaikan ban hingga lurus. Atur posisi dengan maju/mundur.

Berikut beberapa contoh parkir paralel lainnya:

Lebih mudah lihat langsung di video. Misalnya di driving-test-success atau di blog orang atau di youtube. Ada juga gambarnya di kaskus. Gambar di atas beserta triknya ada di situs ini.
Practice makes perfect

Semangat latihan parkir sendiri ^___^

Monday, 22 August 2011

Mundur mundur belok


Harusnya kursus ini berakhir dalam satu bulan. Namun karena Ramadhan kali ini saya punya aktivitas baru yang memerlukan penanganan khusus, maka saya tidak bisa datang full kursus di hari sabtu dan minggu. Kadang seminggu hanya sekali, kadang malah dua minggu sekali. Wajar saja saya dapat peringatan dari instruktur. Sejatinya dalam belajar stir mobil ini, harus kontinue dan waktunya jangan putus-putus, agar feel-nya tidakhilang dan tekniknya tidak lupa. Karena walau bagaimanapun praktik tidak bisa mengalahkan sehafal apapun kita tentang teori tersebut.

Minggu ini saya mengambil jam kursus hari sabtu dan minggu. Awalnya saya berniat untuk menghabiskan seluruh jam yang tersisa dalam bulan Ramadhan ini, tapi saya tidakpunya pilihan. Itikaf lebih penting bagi saya. Untung saja instruktur maklum adanya. Kebetulan tempat kursus juga libur dari tanggal 24 Agustus - 7 September 2011. Jadi saya akan meneruskan pelajaran ini setelah idul fitri.

Terakhir praktik, saya menggunakan mobil Xenia hijau lagi. Masih dengan pelajaran Belok, menanjak, dan ada satu yang baru, yaitu mundur dan menikung/ belok. Untukpelajaran terakhir ini lumayan pegel, maklum mobilnya agak lama jadi koplingnya keras. Praktik mundur-menikung ini saya lakukan selama 45 menit! karena saat itu saya kebagian urutan terakhir praktik,kebetulan saya dan instruktur juga laginyantai, jadi bisa lebih lama latihannya. Kalo dihitung-hitung saya menghabiskan waktu 1,5 jam sendiri untuk latihan (padahal jatahnya 1 jam), puaaaas bangeeeeet! apalagi pulangnya dibeliin es kelapa muda sama instruktur buat buka puasa, hehe.

Mundur-Belok:
1) Injak kopling habis, pindahkan gigi ke gigi R.
2) Mundurkan mobil hanya dengan menggerakkan kopling sedikit,
# Caranya:  injak kopling habis, angkat kopling sekuku, tahan biarkan mobil merayap, injak lagi sekuku, tahan.

# Mata selalu lihat ke spion.
# Perhatikan: Mundur mobil harus diusahakan lurus segaris dengan trotoar.
# Jika pantat mobil sudah sampai di ujung jalan atau kurang sedikit dari ujung jalan tempat parkir maka Injak kopling.
3) Putar stir mobil 2 x ke kiri/kanan (putar habis).
4) Angkat kopling sekuku.
5) Mobil luruskan (ban luruskan) dengan cara putar balik stir 2x putaran ke kanan/kiri (kebalikannya).
6) Mundurkan lagi mobil sedikit agar mobil menjadi lurus (segaris dengan trotoar).

Jika sudah lurus, berhentikan mobil ketika mundur:
1) Angkat gas
2) Injak kopling habis
3) Injak rem perlahan-lahan

Aplikasi teknik mundur-belok ini adalah untuk parkir di masuk ke halaman rumah atau parkirdi mall *perlu banget tuh pastinya*

Sunday, 7 August 2011

Jadi sopir si hijau


Setelah sebelumnya mencoba Yaris, kali ini saya belajar dengan menggunakan Xenia hijau (dengan plat kuning juga tentunya). Hmm... ini mobil bener-bener mirip sama Avanza. Bener-bener hampir gak ada bedanya. Yang kerasa sih cuma AC nya aja yang beda. Soalnya kalo Avanza kan udah double blower. Tapi gak masalah bagi saya. Belajar pake mobil apa aja, yang penting kan prinsipnya sama, jadi tekniknya bisa dilanjutkan.

Beda mobil berarti beda juga instrukturnya. Beda dg instruktur sebelumnya, instruktur kali ini lebih cerewet plus ngomongnya cepet banget kalo ngasih instruksi. Saya ngerasa lebih rumit aja. Kalo sebelumnya saya bisa mengemudikan Yaris dengan tenang, kali ini bener2 gak bisa mikir. Soalnya sedikit2 perintah, sedikit2 perintah... padahal kan saya inginnya mikir sendiri apa langkah apa yang harus dikerjakan. Kebanyakan perintah bikin saya jadi kagok nyetir, sampai salah ngasih lampu sen segala (doh). Positifnya, instruktur ini gak pelit ngasih ilmu. Semua tips dan trik dikasih... padahal saya butuh waktu buat mengingat dan mencernanya. 

Melihat orang yang udah beberapa kali diajarkan oleh beliau, saya bisa mengambil kesimpulan: Kalau besok saya dapet instruktur beliau lagi, pasti saya diminta mengulang semua trik yang sudah saya dapat darinya. Hhuuuffhh... padahal saya gak inget semuanya saking kagoknya karena kebanyakan perintah.

Berikut beberapa perintah yang berhasil saya catat. Itu juga dipaksa instruktur buat nyatet, hehe... dengan pen pinjaman dari instruktur dan selembar kertas, saya nyatet sebisa saya.

Teori tanjakan macet:
1) Kopling diinjak, rem ditekan.
   cara jalan: kopling diangkat sampai getar, gas di tekan, angkat kopling pelan-pelan.
2) Kopling diinjak, rem ditekan, tarik rem tangan.
   cara jalan: kopling diangkat sampai getar, gas ditekan, lepas rem tangan, 
   angkat kopling pelan-pelan.
3) Persamaan kopling dan gas.
   cara jalan: gas stabil, kopling ditekan pelan-pelan sampai berhenti.

Cara mengatasi tikungan:
1) Tikungan naik ---> setengah kopling dibantu gas.
2) Tikungan turun ---> kopling ditekan full dibantu rem.
3) Tikungan datar ---> Kopling penuh dibantu rem, setengah kopling dibantu gas.

....dan beberapa pelajaran lagi. 
Ada lagi trik penting, yaitu mundur di jalan turunan dan belok kiri, tapi saya gak inget sama sekali :(

Kendala latihan kali ini selain belum terbiasa dengan instrukturnya, saya juga masih kagok pake mobil Xenia ini. Agak beda dengan mobil sebelumnya yang saya pakai. Yaris lebih sensitif untuk kopling dan gas nya, jadi saya gak perlu menekan keras-keras untuk mengaktifkannya. Untuk Xenia ini saya harus menekan lebih keras lagi, entah apa karena usia mobil ini lebih lama dari yaris atau karena sebab lain, yang pasti pake mobil ini saya harus nyesuain feeling lagi. Karena saya gak mau diprotes orang karena terlalu kencang memacu mobil di jalan raya dengan menggunakan mobil latihan atau karena bunyi mesin yang gak sedap karena gak sesuai gas dengan kopling, dll....

Entah besok dapet mobil apa buat latihan.... never give up and stay cool aja deh 
   

Friday, 5 August 2011

Bisakah orang Indonesia meraih Nobel?


"Tentukan bidang apa yang ingin anda pelajari. Seketika anda menemukannya, pelajarilah sebanyak yang anda bisa." (Robert Huber)


Kemarin ada kuliah umum
IA-ITB Lecture Road to Nobel Prize, bersama Prof. Robert Hubber (peraih nobel Kimia). Temanya sangat menarik “Peluang Indonesia Meraih Nobel”. Tema ini merupakan tantangan yang nyata, relevan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-66 di bulan Agustus ini. Harapannya, acara ini dapat memotivasi kita agar bekerja keras untuk mengembangkan sains dan teknologi. Semoga suatu saat akan lahir Nobel laureate dari Indonesia.

Berikut merupakan beberapa point yang bisa kita renungi dari pidato Menristek (Suharna Surapranata) di acara ini:

“Bisakah orang Indonesia meraih hadiah Nobel?”

Pertanyaan ini mirip judul buku yang sedikit provokatif yang ditulis Kishore Mahbubani, Can Asians think?
Pertanyaan ini memang terasa merendahkan bagi bangsa-bangsa Asia dan dunia ketiga termasuk Indonesia. Mahbubani sendiri adalah orang Asia. Tetapi paparannya akan membuat orang Asia dan semua orang berpikir lebih baik.
Pertanyaan yang sama pantas ditujukan kepada kita bangsa Indonesia yang tengah membangun dalam segala bidang. "Bisakah orang Indonesia berpikir?" Rasanya terlalu ketus untuk judul tulisan ini.

Berpikir menyelesaikan soal ujian akan sangat berbeda dengan proses berpikir dalam arti sesungguhnya untuk menyelesaikan persoalan hidup. Mental seperti ini hanya akan tumbuh dari didikan alam untuk mandiri dalam menghadapi segala macam tantangan hidup sejak seseorang masih kecil. Budaya berpikir ilmiah adalah budaya hidup mandiri. Orang yang tidak terbiasa mandiri akan cenderung menempuh jalan short cut. Mereka adalah orang-orang yang terbiasa "disuapi" dengan layanan baik dari orang lain maupun dari alam di mana dia tinggal.

Langkah pertama untuk meraih hadiah Nobel adalah memang berpikir yang benar. Apabila kita tidak bisa berpikir dengan benar, janganlah kita bermimpi untuk bisa meraih suatu penghargaan, apalagi meraih hadiah Nobel.

Aktivitas riset untuk menghasilkan sesuatu yang berarti, apalagi agar bisa meraih hadiah Nobel, hasil riset tersebut harus memiliki pengaruh yang nyata dalam kehidupan sosial dan ekonomi kita, sekecil apapun pengaruh itu.

Pertama, Sebuah invensi yang baik biasanya berasal dari sebuah serendipitas dan keuletan dalam menekuni proses berpikir ilmiah untuk menyelesaikan persoalan dalam dunia nyata. Kata serendipitas berasal dari kata bahasa Inggris serendipity yang berarti mental atau karakter yang bisa merasakan "kenikmatan" yang tidak ternilai harganya saat melakukan penemuan yang tidak terduga-duga. Kenikmatan seperti ini hanya dirasakan oleh orang yang menjadikan hidupnya senantiasa penuh dengan aktifitas berpikir (learning) dan dzikir (reasoning).

Orang yang mempunyai jiwa serendipitas adalah orang menjadikan laboratorium (lab) sebagai hidupnya dan hidupnya adalah lab. Lab adalah ajang berpikir dengan segala bentuk dan kondisi fisiknya, tidak terbatas pada lab dalam arti yang sebenarnya.

Seperti yang dikatakan Newton: “Cara terbaik untuk menjadi seorang ilmuwan yang baik, anda harus berpikir tentang itu sepanjang waktu, baik di waktu anda bangun maupun di waktu anda tidur.”

Sebuah penemuan yang baik pasti berasal dari sebuah budaya berpikir yang baik.
Kita harus membangun sebuah lingkungan untuk menumbuh suburkan budaya riset di masyarakat kita. Kompetisi dan forum-forum ilmiah adalah kesempatan yang baik untuk membangun lingkungan seperti itu. Para ilmuwan atau peneliti biasanya lebih termotivasi dengan berkompetisi dan lebih terinspirasi dengan saling bertukar pendapat di dalam forum ilmiah. Karena itu kita harus mendorong agar para ilmuwan dan peneliti kita bisa berpartisipasi sebanyak mungkin dalam acara-acara ilmiah internasional.

Kedua adalah dampak sosial dan ekonomi dari sebuah penemuan atau invensi. Di sini ditekankanpada pemanfaatan atau pendayagunaan sebuah penemuan. Ada proses yang panjang antara sebuah penemuan sampai munculnya impak ekonomi dan sosial dari penemuan tersebut.

Proses ini meliputi proof-of-concept atau uji kelayakan di tingkat laboratorium, komersialisasi sampai akhirnya terjadi adopsi yang meluas terhadap hasil penemuan itu.

Akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dihasilkannya sebuah produk komersial dari sebuah penemuan, dan bahkan mungkin akan memerlukan puluhan tahun lagi agar produk itu memiliki impact secara sosial dan ekonomi. Saat itulah, sebuah invensi berubah menjadi sebuah inovasi.

Agar sebuah penelitian menghasilkan impact sosial dan ekonomi, maka penelitian itu harus menjawab sesuatu. Penelitian itu harus memberikan kontribusi kepada pemecahan masalah, apakah itu permasalahan ilmiah ataupun permasalahan nyata di masyarakat atau di dalam sebuah proses ekonomi.

Untuk menjamin tersedianya solusi ilmiah dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita, maka harus ada upaya yang berkesinambungan dalam aktivitas penelitian dan pengembangan. Upaya yang kontinyu dan berkesinambungan ini akan membangun sebuah akumulasi pengetahuan dan know-how yang akan mengantarkan kita kepada solusi substantif dari permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Sebuah break-through atau penemuan besar yang dapat menyelesaikan permasalahan besar, sehingga layak untuk mendapatkan hadiah Nobel, hanya akan muncul dari pengetahuan dan know-how yang terakumulasi.

Karena itulah, upaya kontinyu dan berkesinambungan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan, harus tersambung dengan upaya kita untuk mendayagunakan pengetahuan dan know-how yang kita miliki. Apabila pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian ilmiah itu tidak didayagunakan, maka semua upaya penelitian kita tidak akan berkesinambungan.
Pemecahan masalah muncul dari inovasi, dan apa yang tidak didayagunakan bukanlah sebuah inovasi, jadi tidak memberikan solusi apa-apa.

Meniti karir ilmiah, khusunya untuk peneliti muda dan cemerlang, di negara berkembang seperti Indonesia, tidaklah mudah. Dituntut motivasi, disiplin dan komitmen profesional yang kuat. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ilmuwan muda Indonesia sama pandainya, sama bersemangatnya, juga tentu sama kreatif dan inovatifnya dengan ilmuwan-ilmuwan di luar negeri.

Terutama di era informasi global seperti sekarang ini, kita mengenal perumpamaan the world is flat. Seorang mahasiswa di sini dapat memiliki kesempatan yang sama dengan rekannya di belahan dunia mana pun, untuk dapat mengakses ilmu pengetahuan global yang diperlukannya untuk meniti karir ilmiahnya. Karena itu, akumulasi pengetahuan seharusnya tidak dibatasi kepada akumulasi di dalam sebuah individu atau sebuah masyarakat atau perusahaan yang tertutup.

Akumulasi pengetahuan dapat terjadi melalui jaringan pengetahuan global. Dunia kita hari ini sudah lebih terbuka daripada sebelum-sebelumnya. Setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan global yang sudah terakumulasi oleh ummat manusia selama berabad-abad, dan setiap dari kita dapat memanfaatkannya sesuai dengan kepentingan kita masing-masing.

Apa yang diperlukan adalah komunikasi, pembangunan jaringan dan kolaborasi, untuk menutup jurang pemisah ilmu pengetahuan dan untuk menjembatani keterpisahan informasi, hal yang sudah menjadi lebih biasa sekarang ini daripada di masa lampau, dikarenakan kemajuan teknologi komunikasi global.

Ilmuwan-ilmuwan muda Indonesia memiliki kesempatan yang lebih banyak sekarang ini untuk dapat berpartisipasi langsung dalam berbagai aktivitas penelitian kelas dunia, meskipun mereka berada di Indonesia. Jadi bukanlah sebuah angan-angan muluk bagi seorang ilmuwan Indonesia untuk bisa menjalankan sebuah penelitian yang layak mendapatkan hadiah Nobel. Tentu kita mengharapkan hal ini suatu saat akan betul-betul terjadi.

*and the answer has been answered*
Untuk isi ceramahnya Prof. Robert Huber, masih menunggu postingan dari @winiwin

Referensi: ristek

Monday, 1 August 2011

Memainkan Kopling-Rem-Gas


Salah satu target tahun ini adalah punya SIM A, dan salah satu target bulan ini adalah kursus stir mobil. Meski jujur saya masih jiper banget sama yang namanya nyebur ke jalan raya (apalagi jalan ciledug raya, yang konon katanya udah mulai macet dari tahun 80an). Selama ini saya memang memilih di duduk di kursi belakang (tempat favorit buat tidur, hehe) dan tak pernah terbersit sedikitpun tuk bisa mengendalikan gerakan sang mobil.

Tapi atas dukungan (lebih tepatnya saran agak maksa) mami, papi, dan nenek, akhirnya saya daftar kursus juga. Pagi-pagi hari pertama puasa, dengan diantar papi, pergilah saya ke Panca Sari jJaya di daerah kreo (Tangerang). Atas saran papi, saya ambil paket sabtu-minggu 10 kali pertemuan, dengan 1 jam tiap kali pertemuan. Biayanya juga gak terlalu mahal. Cuma 450 rb (karena saya bayar langsung lunas. kalau nyicil 470 rb). Sebenernya sih harinya gak cuma sabtu/minggu. Bisa kapan aja asal 10 kali pertemuan.

Setelah daftar, saya langsung terjun alias praktek (padahal tadinya berharap diterangin dulu dikit-dikit tentang mobil dan komponen2 nya atau teori-teori lainnya...). Instruktur pun datang menaiki mobil Yaris berplat kuning (ingat! mobil yang digunakan pada jasa kursus mobil yang resmi adalah berplat kuning). Akhirnya saya dan tiga orang murid lainnya masuk ke mobil tersebut. Setiap murid mendapat jatah nyetir plus belajar teknik-teknik lain selama satu jam.
Sebenernya gak pede juga sih. Soalnya murid-murid yang barengan saya ini udah lihai-lihai bawa mobil di jalan raya maupun jalan sempit (malah ada yang udah 7 kali pertemuan). Sedangkan saya, megang stir mobil aja belom pernah. Alias belom pernah nyetir sama sekali! tapi kalo nyetir motor sih bisa :D

Akhirnya saya memilih urutan terakhir aja. Gak PD bener nih. Takutnya mereka "gubrak" pas tau saya masih buta banget tentang setir menyetir. Tapi akhirnya instrukturnya bilang,"mbaknya nanti aja ya di taman asri (lokasi terakhir)"
"oke. tapi saya belum pernah nyetir sama sekali pak.." kataku (unsure).
"sama sekali?" tanya instruktur tuk menyakinkan
"sama sekali belum." jawabku
"kalo ngendarain motor bisa?" tanyanya kemudian
"bisa... tapi motor matic. motor manual saya belum biasa."
"oh.." jawabnya pendek sambil mengangguk-angguk.
Lega juga sih udah bilang sejujurnya.

Akhirnya tibalah giliran saya mengemudikan. Dua orang murid pamit untuk pulang duluan, karena mereka sudah selesai belajanya. Mobil berhenti di sisi jalan raya yang agak padat. Tadinya saya pikir pak Instruktur akan mengambil alih kemudi tuk menuju komplek, tapi kok beliau gak beranjak dari kursi depan samping kursi supir ya... Gak lama dia menoleh ke arah saya yang duduk di kursi belakang,
" ayo mba, pindah ke depan?"
"bapak aja belum pindah (ke kursi sopir)." jawabku santai
"lho, yang mau belajar nyetir siapa toh." katanya mengerutkan dahi
"heh? maksudnya saya yang duduk di kursi sopir?" tanyaku kaget
"iya." katanya pendek
"tapi pak... saya belum pernah nyetir sama sekali." saya coba menjelaskan lagi
"iya, saya tau." katanya cool
"tapi pak, ini kan di jalan raya..." kataku gak yakin
"iya, memang kamu mau mengemudikan mobil dimana? di jalan raya kan?"
"iya... tapi.." saya masih mencoba mencari alasan supaya gak disuruh nyetir di jalan raya.
"udah. duduk aja sini. nanti saya jelasin pelan-pelan." katanya memaksa
ya... apa boleh buat. Akhirnya saya menuruti juga perintahnya. Meski... dag dig dug banget!

Instruktur menjelaskan dengan baik. Saya berusaha menangkap, mengerti dan mengingatnya.
Akhirnya saya menjalankan si yaris ini di jalan raya... wuiihh... rasanya amazing banget bisa ngendarain benda besar ini :D
Ternyata kuncinya menyetir adalah ketenangan dalam mengemudi, dan feeling kita bisa so good.
Meski belum sukses benar, tapi instruktur memuji saya, "ini udah bagus untuk orang yang pertama kali nyetir. Kamu pasti akan cepet bisa." wiuuhh.. saya seneng banget!

Beberapa pelajaran yang saya dapat hari ini:

Pengenalan Mobil dan Komponennya

Cara memegang sitr mobil dalam keadaan normal dan belok

Menghidupkan mobil dalam keadaan kopling di gigi nol
(normal)
1.    Pasang tali / sabuk pengaman
2.    Putar kunci untuk menghidupkan mesin
3.    Turunkan Rem Tangan
4.    Injak kopling habis, pindahkan gigi ke gigi 1
5.    Angkat kopling pelan2
6.    sambil Injak gas sedikit demi sedikit sampai terasa mobil bergerak

Jika melalui polisi tidur
1.    Angkat gas, tempel pedal rem
2.    Injak kopling habis, pindahkan ke gigi 1
3.   Angkat kopling pelan2, mobil dijalankan hanya dengan mengangkat kopling sekuku sampai kopling atau kopling tak usah diinjak, biarkan mobil bergerak memakai lumpsum nya
4.    jika dirasa polisi tidur terlalu tinggi, Injak gas sedikit sampai dirasa mobil bisa melewati polisi tidur
5.    Setelah dapat melewati polisi tidur injak gas pelan2

Menambah/mengurangi gigi
1.    Injak kopling habis
2.    Angkat gas
3.    Pindahkan gigi ke gigi yang dikehendaki
4.    Tempel gas
5.    Angkat kaki dari kopling pelan2

Menghentikan mobil dalam keadaan mobil sedang berjalan cepat
1.    Injak rem pelan2 sampai terasa mobil berhenti
2.    Injak kopling habis

Menghadapi macet di lampu merah tanpa menggunakan rem, atau ketika hendak keluar dari gang ke jalan raya
1.    Injak kopling habis
2.    Tempelkan kaki di rem
3.    Pindahkan gigi ke gigi 1
4.    Angkat kopling sedikit demi sedikit untuk menjalankan mobil merayap atau injak saja kopling habis biarkan mobil berjalan menggunakan lumpsump nya
5.    Tempel kaki di gas. Berhentikan mobil: Angkat kopling sekuku dan injak rem sedikit (tempel rem). Jalankan mobil merayap:  Angkat kopling sekuku. Dengan posisi ini mobil akan berjalan merayap

Di jalan tanjakan
1.  Gigi dalam posisi gigi 1 (sebaiknya selalu gunakan gigi 1 kalau jalanan macet)
2.  Injak kopling habis
3.  Angkat kopling perlahan2, rasakan sampai mobil bergerak maju perlahan
ika jalan menanjak, bantu tenaga mobil dengan menginjak gas sedikit Jika mobil didepan berhenti di tanjakan , injak kopling habis, injak rem Jika mobil di depan mulai bergerak sedikit di jalan tanjakan , angkatkopling perlahan, rasakan sampai mobil bergetar (agar mobil tidak mundur ketika melapas rem), baru lepaskan rem, tempel gas.

Belok Kiri/ kanan:
1. Nyalakan lampu sen kiri/ kanan.
2. Injak kopling habis.
3. Angkat kopling pelan-pelan sampai mobil mulai jalan.
4. Putar stir ke arah kiri/ atau kanan.
5. Sesuaikan mobil agar arahnya lurus lagi dengan memutar balik stir ke kiri/ kanan.
pada saat akan memutar stir untuk belok, pastikan sudut gang sejajar dengan sudut mobil.

dan beberapa pelajaran lagi...
Pelajaran hari ini sungguh menyenangkan. Selanjutnya harus lebih semangat lagi

Monday, 11 July 2011

Rhenald Kasali: Sekolah untuk Apa?


just wanna share a nice article...

Beberapa hari ini kita membaca berita betapa sulitnya anak-anak mencari sekolah.Masuk universitas pilihan susahnya setengah mati. Kalaupun diterima, bak lolos dari lubang jarum. Sudah masuk ternyata banyak yang ”salah kamar”.

Sudah sering saya mengajak dialog mahasiswa yang bermasalah dalam perkuliahan, yang begitu digali selalu mengatakan mereka masuk jurusan yang salah. Demikianlah, diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) masalah, tidak diterima juga masalah. Kalau ada uang bisa kuliah di mana saja.

Bagaimana kalau uang tak ada? Hampir semua orang ingin menjadi sarjana, bahkan masuk program S-2. Jadi birokrat atau jenderal pun sekarang banyak yang ingin punya gelar S- 3. Persoalan seperti itu saya hadapi waktu lulus SMA, 30 tahun lalu, dan ternyata masih menjadi masalah hari ini.

Sekarang, memilih SMP dan SMA pun sama sulitnya. Mengapa hanya soal memindahkan anak ke sekolah negeri lain saja lantaran pindah rumah biayanya begitu besar? Padahal bangku sekolah masih banyak yang kosong. Masuk sekolah susah, pindah juga sulit, diterima di perguruan tinggi untung-untungan, cari kerja susahnya minta ampun.

Lengkap sudah masalah kita. Kalau kita sepakat sekolah adalah jembatan untuk mengangkat kesejahteraan dan daya saing bangsa, mengapa dibuat sulit? Lantas apa yang harus dilakukan orang tua? Jadi sekolah untuk apa di negeri yang serba sulit ini?


Kesadaran Membangun SDM

Lebih dari 25 tahun yang lalu, saat berkuasa, Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad sadar betul pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM). Dia pun mengirim puluhan ribu sarjana mengambil gelar S-2 dan S-3 ke berbagai negara maju.

Hal serupa juga dilakukan China. Tidak sampai 10 tahun,lulusan terbaik itu sudah siap mengisi perekonomian negara. Hasilnya Anda bisa lihat sekarang. BUMN di negara itu dipimpin orang-orang hebat, demikian pula perusahaan swasta dan birokrasinya. Perubahan bukan hanya sampai di situ.

Orang-orang muda yang kembali ke negerinya secara masif me-reform sistem pendidikan. Tradisi lama yang terlalu kognitif dibongkar. Old ways teaching yang terlalu berpusat pada guru dan papan tulis,serta peran brain memory (hafalan dan rumus) yang dominan mulai ditinggalkan.

Mereka membongkar kurikulum, memperbaiki metode pengajaran, dan seterusnya.Tak mengherankan kalau sekolahsekolah di berbagai belahan dunia pun mulai berubah. Di negeri Belanda saya sempat terbengong-bengong menyaksikan bagaimana universitas seterkenal Erasmus begitu mudah menerima mahasiswa.

”Semua warga negara punya hak untuk mendapat pendidikan yang layak, jadi mereka yang mendaftar harus kami terima,” ujar seorang dekan di Erasmus. Beda benar dengan universitas negeri kita yang diberi privilege untuk mencari dan mendapatkan lulusan SLTA yang terbaik.

Seleksinya sangat ketat. Lantas bagaimana membangun bangsa dari lulusan yang asal masuk ini? ”Mudah saja,” ujar dekan itu. ”Kita potong di tahun kedua. Masuk tahun kedua, angka drop out tinggi sekali. Di sinilah kita baru bicara kualitas, sebab walaupun semua orang bicara hak, soal kemampuan dan minat bisa membuat masa depan berbeda,”ujarnya.

Hal senada juga saya saksikan hari-hari ini di Selandia Baru. Meski murid-murid yang kuliah sudah dipersiapkan sejak di tingkat SLTA, angka drop out mahasiswa tahun pertama cukup tinggi.Mereka pindah ke politeknik yang hanya butuh satu tahun kuliah. Yang lebih mengejutkan saya adalah saat memindahkan anak bersekolah di tingkat SLTA di Selandia Baru.

Sekolah yang kami tuju tentu saja sekolah yang terbaik, masuk dalam 10 besar nasional dengan fasilitas dan guru yang baik. Saya menghabiskan waktu beberapa hari untuk mewawancarai lulusan sekolah itu masing-masing, ikut tour keliling sekolah, menanyakan kurikulum dan mengintip bagaimana pelajaran diajarkan.

Di luar dugaan saya, pindah sekolah ke sini pun ternyata begitu mudah. Sudah lama saya gelisah dengan metode pembelajaran di sekolah-sekolah kita yang terlalu kognitif, dengan guruguru yang merasa hebat kalau muridnya bisa dapat nilai ratarata di atas 80 (betapapun stresnya mereka) dan sebaliknya memandang rendah terhadap murid aktif, namun tak menguasai semua subjek.

Potensi anak hanya dilihat dari nilai, yang merupakan cerminan kemampuan mengopi isi buku dan catatan. Entah di mana keguruan itu muncul kalau sekolah tak mengajarkan critical thinking. Kita mengkritik lulusan yang biasa membebek, tapi tak berhenti menciptakan bebek-bebek dogmatik.

Kalau lulusannya mudah diterima di sekolah yang baik di luar negeri,mungkin guruguru kita akan menganggap sekolahnya begitu bagus. Mohon maaf, ternyata tidak demikian. Jangankan dibaca, diminta transkrip nilainya pun tidak. Maka jangan heran, anak dari daerah terpencil pun di Indonesia, bisa dengan mudah diterima di sekolah yang baik di luar negeri.

Bahkan tanpa tes. Apa yang membuat demikian? ”Undang-undang menjamin semua orang punya hak yang sama untuk belajar,” ujar seorang guru di Selandia Baru. Lantas, bukankah kualitas lulusan ditentukan input-nya? ”Itu ada benarnya, tapi bukan segala-galanya,” ujar putra sulung saya yang kuliah di Auckland University tahun ketiga.

Maksudnya,tes masuk tetap ada,tetapi hanya dipakai untuk penempatan dan kualifikasi. Di tingkat SLTA, mereka hanya diwajibkan mengambil dua mata pelajaran wajib (compulsory) yaitu Matematika dan Bahasa Inggris. Pada dua mata pelajaran ini pun mereka punya tiga kategori: akselerasi, rata-rata, dan yang masih butuh bimbingan.

Sekolah dilarang hanya menerima anakanak bernilai akademik tinggi karena dapat menimbulkan guncangan karakter pada masa depan anak, khususnya sifat-sifat superioritas, arogansi, dan kurang empati. Mereka hanya super di kedua kelas itu, di kelas lain mereka berbaur.

Dan belum tentu superior di kelas lain karena pengajaran tidak hanya diberikan secara kognitif. Selebihnya, hanya ada empat mata pelajaran pilihan lain yang disesuaikan dengan tujuan masa depan masingmasing. Bagi mereka yang bercita- cita menjadi dokter, biologi dan ilmu kimia wajib dikuasai.

Bagi yang akan menjadi insinyur wajib menguasai fisika dan kimia. Sedangkan bagi yang ingin menjadi ekonom wajib mendalami accounting, statistik,dan ekonomi. Anak-anak yang ingin menjadi ekonom tak perlu belajar biologi dan fisika. Beda benar dengan anak-anak kita yang harus mengambil 16 mata pelajaran di tingkat SLTA di sini, dan semuanya diwajibkan lulus di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM).

Bayangkan, bukankah citacita pembuat kurikulum itu orangnya hebat sekali? Mungkin dia manusia super.Seorang lulusan SLTA tahun pertama harus menguasai empat bidang sains (biologi,ilmu kimia, fisika, dan matematika), lalu tiga bahasa (Bahasa Indonesia, Inggris, dan satu bahasa lain), ditambah PPKN, sejarah, sosiologi, ekonomi, agama, geografi, kesenian, olahraga, dan komputer.

Hebat sekali bukan? Tidak mengherankan kalau sekolah menjadi sangat menakutkan, stressful, banyak korban kesurupan, terbiasa mencontek, dan sebagainya. Harus diakui kurikulum SLTA kita sangat berat. Seperti kurikulum program S-1 20 tahun lalu yang sejajar dengan program S-1 yang digabung hingga S-3 di Amerika.

Setelah direformasi, kini anak-anak kita bisa lulus sarjana tiga tahun. Padahal dulu butuh lima tahun. Dulu program doktor menyelesaikan di atas 100 SKS, sehingga hampir tak ada yang lulus. Kini seseorang bisa lulus doktor dalam tiga tahun. Anda bisa saja mengatakan, dulu kita juga demikian, tapi tak ada masalah kok!

Di mana masalahnya? Masalahnya, saat ini banyak hal telah berubah. Teknologi telah mengubah banyak hal, anakanak kita dikepung informasi yang lebih bersifat pendalaman dan banyak pilihan, tapi datang dengan lebih menyenangkan. Belajar bukan hanya dari guru, melainkan dari segala resources.

Ilmu belajar menjadi lebih penting dari apa yang dipelajari itu sendiri,sehingga diperlukan lebih dari seorang pengajar, yaitu pendidik. Guru tak bisa lagi memberikan semua isi buku untuk dihafalkan, tetapi guru dituntut memberikan bagaimana hidup tanpa guru, lifelong learning.


Saya saksikan metode belajar telah jauh berubah. Seorang guru di West Lake Boys School di Auckland mengatakan, ”Kami sudah meninggalkan old ways teaching sejak 10 tahun lalu. Maka itu, sekolah sekarang harus memberikan lebih banyak pilihan daripada paksaan. Percuma memberi banyak pengetahuan kalau tak bisa dikunyah. Guru kami ubah,metode diperbarui,fasilitas baru dibangun,” ujar seorang guru.

Masih banyak yang ingin saya diskusikan,tapi sampai di sini ada baiknya kita berefleksi sejenak. Untuk apa kita menciptakan sekolah dan untuk apa kita bersekolah? Mudahmudahan kita bisa mendiskusikan lebih dalam minggu depan dan semoga anak-anak kita mendapatkan masa depan yang lebih baik.

RHENALD KASALI Ketua Program MM UI

source: seputar indonesia

Tuesday, 10 May 2011

Arti kehadiranmu


Bermacam kisah kudengar, tentang kehadiran dalam kajian pekanan. Kurekam baik-baik dalam ingatan. Dan inilah kisah-kisah itu...


Ada seorang bapak, penjual bubur ayam di daerah trans. Untuk bisa datang ke kajian pekanan, dia harus meliburkan diri 3 hari dari menjual buburnya karena jarak tempat mengaji yang cukup jauh dari rumahnya, di kota. Karena kondisi ekonominya yang pas-pasan, dia sering kesulitan ongkos. Hingga ia memilih naik sepeda tuanya, seharian. Ya, seharian! Menuju tempat kajian. Nasib mujur kalau ada truk besar yang mau ditumpangi. Maka ia dan sepedanya bisa menumpang barang sebentar, mempersingkat jarak dan menghemat tenaga. Tetapi itu jarang sekali.

Hari kedua, ia gunakan untuk mengaji di kota. Sekaligus menghadiri berbagai kajian lain yang memungkinkan, mumpung ke kota.

Lalu hari ketiganya, ia kayuh lagi sepeda tuanya seharian, pulang ke rumah. Dan itu terjadi sepekan sekali. Dia rela hanya bekerja 4 hari dalam seminggu, demi kajian pekanan yang tak ingin ia cederai.

Ada juga seorang ibu rumah tangga, tinggal di ibukota, yang untuk datang ke kajian pekanan, karena tak ada ongkos dan suaminya lama belum pulang dari ikhtiar mencari nafkah, dia terpaksa menjual beberapa peralatan dapurnya ke tukang rombeng. Tak ada yang mengetahui hal ini, kalau saja tak secara kebetulan ada teman satu kajian yang sedang berkunjung ke rumahnya, dan melihat transaksi jual beli itu. Yang lalu dia ceritakan pada guru ngajinya, dan disambut rasa trenyuh oleh sang guru.

Lalu ada lagi, seorang ibu rumah tangga, sebut saja Arni, masih di ibu kota, saat harus hadir dalam kajian pekanan, dengan malu-malu dia sms pada guru ngajinya,
“Bu, maaf… boleh tidak nanti siang saya ijin tidak datang? Saya tak punya ongkos untuk pulang balik ngaji ke tempat ibu. Suami juga belum pulang jadi saya gak bisa minta ongkos”
Trenyuh gurunya membaca sms itu. Menitik perlahan air matanya, diketiknya balasan via sms, “Bu, ibu masih punya ongkos untuk sekali jalan ke sini? Kalau ada, silahkam datang, Semoga Allah mudahkan”.
Tak ada lagi balasan dari bu Arni.

Beranjak guru itu menyiapkan sedikit bingkisan untuk anak-anak bu Arni, juga menyelipkan selembar uang biru bergambar I Gusti Ngurah Rai ke dalam amplop, sekedar pengganti ongkos untuk binaannya. Sambil tetap berharap, bu Arni akan datang.

Lalu, saat siang tiba, dengan berdebar, guru itu menunggu kedatangan bu Arni. Apakah ia akan datang?
Subhanallah.. ternyata bu Arni datang, tampak kerepotan membawa serta 3 anaknya yang masih kecil-kecil. Si guru mengelus dada, berlega hati, dan sembunyi-sembunyi menitikkan air mata.
Saat kajian usai, dia serahkan bingkisan dan amplop itu pada bu Rani, yang disambut dengan wajah terperangah campur malu “Haduuh, gak usah ibu, Kok jadi repot begini”
“Ini rizqun minal-Lah, tidak baik kalau ditolak bu. Kalau ibu tidak berkenan, mungkin anak2 tetap membutuhkan”, kata si guru.
Dan berangsur, Bu Rani menerima bingkisan dan amplop itu, sambil memeluk gurunya, hangat..

Di sudut ibu kota yang lain, seorang ummi bingung, dari 10 binaannya, kenapa yang datang sekarang hanya 2-3 orang saja. Dia tanyakan pada yang hadir, mungkin ada yang tahu kabar temannya. Salah seorang lalu berkata, ”Iya nih Mi, si A sms saya, minta dipamitin ke ummi, katanya hari ini dia lagi tangggung, lagi perawatan cream bath di salon”
Masya Allah! Gara-gara cream bath lalu jadwal mengaji pun digugurkan? Si Ummi yang suaminya bekerja di luar pulau dan hanya pulang menengok anak istri sebulan sekali tersenyum kecut, berkata dalam hati, “Halah, lha saya kalau si Abi mau pulang gak gitu-gitu amat persiapannya. Ini yang masih gadis kok malah rajin amat ya perawatan? Sampe bolos ngaji?”

Saat yang lain lagi, seorang ibu muda memberitahukan lewat sms pada guru ngajinya,
“Bu, afwan gak bisa datang yaa. Saya mau kontrol bulanan untuk kandungan saya”

Hmm, dalam seminggu ada 7 hari. Apakah kontrol bulanan harus pada saat kajian pekanan? Apakah demikian sibuknya 6 hari yang lain hingga tak bisa mengagendakan untuk kontrol bulanan, sore atau malam harinya?

Lalu, pekan depannya lagi, ”Bu, maaf ijin tidak datang lagi. Saya mual benar hari ini”

Duhai, bukankah untuk mencetak kader mujahid sejati, justru mestinya sejak sang buah hati berada dalam kandungan? Bahkan jauh sejak sebelum itu, saat aqad nikah diucapkan? Jika seorang ibu yang hamil lalu tidak datang karena kajian dengan alasan mual, lalu bagimana jika mendapatkan cobaan yang lebih dari itu? Bagaimana kalau semua binaan semuanya sedang hamil, dan bersikap sama? Kosong melompong pada jam taklim?

Ayolah sayang, kita lawan rasa mual itu, jika kau ingin janin dalam perutmu menjadi mujahid tangguh. Lupakah kau, waktu aku ceritakan tentang kisah seorang ummahat yang sudah menunggu hari melahirkan, tetapi tetap bertekad baja datang ke kajian? Hingga akhirnya benar-benar mulas perut siap untuk melahirkan, saat sedang kajian?

Teringat si guru akan ucapan Sang Murabbi, Ust Rahmat Abdullah alm, saat sering mengikuti kajian di IQRO Islamic Center, ”Kalau kaki belum benar-benar gempor, tak ada alasan untuk tidak datang ke kajian”
”Ya ustad, sungguh aku rindu tausiyahmu…” desahnya dalam hati.

sementara di kesempatan yang lain, seorang ummi bingung, karena salah satu binaannya lama tak terdengar kabar berita. Sudah dua kali kajian. Datang tidak, memberi kabar pun tidak. La salam wa la kalam. Akhirnya, si guru menelponnya. Ah, ternyata dia malu untuk minta ijin, karena 2 pekan sebelumnya dia sulit menolak ajakan teman-teman SMA-nya untuk reunian. Sementara sepekan yang lalu, sebenarnya sudah siap mau berangkat, tetapi tiba- ada ada tamu saudara jauh yang datang.
Tinggal si ummi garuk-garuk kepala. Sangat berharap pekan depan tidak ada lagi alasan bagi si gadis untuk tidak datang.

Di suatu kota, ada seorang ibu yang lapor via sms pada guru ngajinya, sesaaat setelah jadwal kajian usai dan dia tak nampak hadir,”Bu, maaf ya tadi gak bisa hadir. Anak-anak mendadak ngajak berenang”
“Ya Rabb, semoga besok-besok lagi anak-anak itu tidak mengajak ibunya berenang pada saat jam kajian” kata si guru, dalam hati.

Lalu, di pinggiran ibukota, seorang ibu muda yang juga pekerja, bingung saat esok hari dia tak bisa hadir kajian pekanan karena sedang bertugas di luar kota.

“Bu, maaf besok tidak bisa hadir. Saya ada tugas ke luar kota. Mmm, iqob untuk saya apa bu? Gak enak hati nih jadinya”

”Wah tugas keluar kota lagi ya? Seperti kesepakatan, selain infaq 10% sisa uang SPPD, sekarang tambah dengan hafalan Surat Al-Mumtahanah dan buat makalah 4 lembar tentang peran akhwat dalam dakwah ya” balas gurunya via sms.

”Gleg, banyak juga nih PR-nya. Ya sudahlah, Siapa suruh gak datang kajian pekanan. Bismillah, semoga pekan depannya bisa, sambil menyetor iqob hafalan dan makalah,” begitu tekadnya dalam hati.

Lalu, aku pun tertunduk malu
Dimana aku berdiri, kini?
Dimana pula kau berdiri, kini?



sumber : email dari milis sebelah, atas nama Faturrahman...

Saturday, 1 January 2011

Now Open! Registrasi Pengajar Muda - Indonesia Mengajar #2


Dear Friends,
Berikut ini informasi rekrutmen Pengajar Muda (PM) dari Indonesia Mengajar (IM) Angkatan II. 
(Diutamakan untuk teman-teman yang sudah lulus kuliah).

Kini saatnya kita menjadi World Class Leader yang memiliki Grass Root Understanding, Empathy, and Sympathy ^_____^!

"Satu tahun mengajar, seumur hidup memberi inspirasi"

Selamat mendaftar dan semoga sukses 

REGISTRASI PENGAJAR MUDA: http://registrasi.indonesiamengajar.org/

===========================================================
Kriteria PM

Indonesia Mengajar (IM) percaya bahwa kualitas pendidikan berkait erat dengan kualitas tenaga pengajar. Dengan demikian, IM berkepentingan untuk merekrut generasi muda dengan kriteria sebagai berikut:

  • Minimal lulusan S1.
  • Fresh graduate, maksimal dua tahun setelah lulus.
  • WNI, umur maksimal 25 tahun dan belum menikah.
  • IPK minimal 3,0 dalam skala 4,0 dari berbagai disiplin ilmu.
  • Berprestasi baik di dalam maupun di luar kampus.
  • Mengedepankan jiwa kepemimpinan yang ditunjukkan dengan pengalaman berorganisasi.
  • Mengedepankan kepedulian sosial dan semangat pengabdian.
  • Memiliki antusiasme dan passion dalam dunia pendidikan, khususnya untuk kegiatan belajar-mengajar
  • Menghargai dan berempati terhadap orang lain.
  • Memiliki semangat juang, kemampuan adaptasi yang tinggi, menyukai tantangan dan kemampuan problem solving.
  • Memiliki hobi atau keterampilan non-akademis yang menarik dan bermanfaat.
  • Sehat secara fisik dan mental.
  • Bersedia ditempatkan di daerah terpencil selama satu tahun.

Frequently Asked Questions
Tentang Indonesia Mengajar
1.Apakah Indonesia Mengajar?
2.Apakah fokus kegiatan dan tujuan IM?
3.Mengapa IM fokus pada Sekolah Dasar?
4.Di daerah mana saja wilayah kegiatan IM?
5.Siapakah pendiri IM?
6.Bagaimana caranya jika saya ingin terlibat dalam kegiatan IM?
1.Apakah Indonesia Mengajar?

Indonesia Mengajar (IM) adalah sebuah inisiatif yang didirikan oleh Anies Baswedan yang memiliki visi untuk memberikan akses pengetahuan ke seluruh anak di Indonesia. Tujuannya adalah mengisi kekurangan tenaga pengajar berkualitas di daerah di Indonesia hari ini, dan menyiapkan calon-calon pemimpin muda Indonesia yang memiliki pengetahuan grass-root tentang daerah di Indonesia. IM memberi kesempatan kepada lulusan terbaik dari berbagai universitas untuk menjadi jendela kemajuan di daerah melalui wahana bekerja sebagai guru selama minimal satu tahun. IM dimaksudkan menjadi sarana yang efektif untuk menempa jiwa pengabdian dan kepemimpinan seseorang dalam kegiatan sosial yang kreatif.

Kembali
2.Apakah fokus kegiatan dan tujuan IM?

Fokus kegiatan IM ialah merekrut, menyeleksi, dan melatih para lulusan terbaik perguruan tinggi dari berbagai disiplin keilmuan serta menempatkannya sebagai tenaga pengajar di Sekolah Dasar selama satu tahun di daerah yang membutuhkan. Lulusan yang direkrut tidak hanya dari jurusan kependidikan akan tetapi pelatihan berfokus pada materi kependidikan dan kepemimpinan.

Kembali
3.Mengapa IM fokus pada Sekolah Dasar?

IM memandang bahwa pendidikan dasar tidak hanya menjadi kebutuhan dasar setiap warga negara; tetapi juga menjadi tahapan awal yang sangat menentukan bagi perkembangan seseorang. IM percaya bahwa pendidikan seperti eskalator bagi kehidupan seseorang, sehingga jenjang pendidikan dasar merupakan langkah awal yang sangat menentukan bagi kualitas masa depan seseorang. Terlebih lagi, dari data dan laporan didapatkan kenyataan bahwa kualitas guru sekolah dasar merupakan yang paling buruk dibandingkan guru pada jenjang pendidikan lain. Jumlah guru SD yang belum berkualifikasi S-1 sebesar 75.2%; dan yang turut mengkhawatirkan adalah lebih dari 75% guru SD akan memasuki pensiun dalam lima tahun mendatang. (Analisis Data Guru 2009, Ditjen PMPTK, 2009).

Kembali
4.Di daerah mana saja wilayah kegiatan IM?

IM berkegiatan di seluruh wilayah Indonesia karena isu kekurangan guru tidak hanya menjadi masalah bagi daerah terpencil saja. Masalah umum selain kualitas guru adalah disalokasi guru. 21% sekolah di perkotaan kekurangan guru, 37% sekolah di pedesaan kekurangan guru dan 66% sekolah di daerah terpencil kekurangan guru. Uniknya, 68% sekolah di perkotaan mengalami oversupply, sementara 66% sekolah di daerah terpencil mengalami kekurangan guru.

Kembali
5.Siapakah pendiri IM?

IM didirikan oleh Anies Baswedan bersama para pihak yang berkomitmen untuk ikut secara aktif membantu pemerintah dalam pembangunan pendidikan. Pihak lain tersebut adalah para pegiat, volunteers, serta dunia bisnis yang secara khusus membantu pendanaan program ini.

Kembali
6.Bagaimana caranya jika saya ingin terlibat dalam kegiatan IM?

Bagi Anda yang berminat menjadi pengajar muda dapat mengikuti proses seleksi. Bagi trainers/lembaga pelatihan, calon sponsor, Sekolah Dasar, maupun pihak ketiga lainnya; Anda dapat menghubungi kami di info@indonesiamengajar.org.

Kembali

Persyaratan dan Pendaftaran
1.Apa saja kriteria pengajar muda IM?
2.Mengapa IM memilih fresh graduate?
3.Mengapa pengajar muda IM harus S1?
4.Bagaimana jika saya tidak memiliki latar belakang atau pengalaman mengajar?
5.Apabila saya memiliki gelar master/magister dan dapat diselesaikan kurang dari dua tahun sejak tahun kelulusan strata satu, maka, dapatkah saya menjadi pengajar muda IM?
6.Mengapa saya sebagai fresh graduate lebih memilih bergabung dengan IM daripada bekerja di perusahaan atau menjadi PNS?
1.Apa saja kriteria pengajar muda IM?

Kriteria pengajar muda IM di antaranya fresh graduate perguruan tinggi dengan kualifikasi akademik yang baik, memiliki pengalaman kepemimpinan, memiliki minat, motivasi, serta semangat untuk mengajar serta tinggal di daerah terpencil. Persyaratan lengkap untuk menjadi pengajar muda dapat dilihat di sini.

Kembali
2.Mengapa IM memilih fresh graduate?

IM memandang bahwa bahwa fresh graduate dari bakat-bakat terbaik bangsa memiliki kapasitas dan kualifikasi yang mumpuni untuk diasah menjadi tenaga pengajar yang baik. Umumnya, mereka yang baru lulus memiliki kreatifitas dan inisiatif yang tinggi serta dapat memberikan inspirasi maupun model bagi anak bangsa di daerah. IM juga memandang bahwa kemampuan kepemimpinan fresh graduate akan semakin terasah selama satu tahun ditempa di daerah sehingga akan lebih siap untuk membangun nusantara dalam berbagai posisi kerjanya di kemudian hari.

Kembali
3.Mengapa pengajar muda IM harus S1?

Menurut UU 14/2005 tentang Guru dan Dosen serta PP 74/2008 tentang Guru disebutkan bahwa untuk mendapatkan sertifikasi profesi dan tunjangan profesi disyaratkan minimal berpendidikan sarjana atau diploma empat. Hal ini dimaksudkan agar kualitas guru lebih meningkat dengan asumsi tingkat pendidikan terakhir memberikan pengaruh pada kapasitas mengajar mereka. Indonesia Mengajar juga percaya bahwa diperlukan input terbaik untuk dapat membentuk lapis generasi pengajar yang baik. Jenjang pendidikan S1 dipercaya cukup untuk menjadi landasan kapasitas untuk dikembangkan menjadi tenaga pengajar yang mumpuni.

Kembali
4.Bagaimana jika saya tidak memiliki latar belakang atau pengalaman mengajar?

Setelah Anda lolos seleksi IM, Anda akan mendapatkan pelatihan intensif selama dua bulan mengenai kependidikan/pengajaran dan kepemimpinan dengan trainers/providers dan individu yang kompeten di bidang masing-masing. Jadi, bila Anda tidak memiliki pengalaman mengajar tetap dapat turut serta dalam program ini.

Kembali
5.Apabila saya memiliki gelar master/magister dan dapat diselesaikan kurang dari dua tahun sejak tahun kelulusan strata satu, maka, dapatkah saya menjadi pengajar muda IM?

Anda dapat menjadi pengajar muda IM selama belum dua tahun lulus jenjang pendidikan strata satu. Hal ini dibuktikan dengan dokumen kelulusan yang ditunjukkan calon pengajar muda pada tahap seleksi langsung atau wawancara. Strata statu adalah syarat minimal untuk mendaftar sedangkan fresh graduate (belum 2 tahun sejak lulus S-1) merupakan syarat mutlak.

Kembali
6.Mengapa saya sebagai fresh graduate lebih memilih bergabung dengan IM daripada bekerja di perusahaan atau menjadi PNS?

IM memberikan kesempatan bagi fresh graduate untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan dengan menempa diri di masyarakat selama satu tahun, selain memberikan kesempatan untuk menyalurkan semangat volunteerism di daerah terpencil. IM memberikan gaji dan tunjangan yang kompetitif dibandingkan dengan korporasi maupun PNS. Di samping itu, IM hanya mengikat pengajar muda dalam skema kontrak selama satu tahun yang dapat diperpanjang menjadi dua tahun apabila sesuai dengan kesepakatan yang dibangun antara pengajar muda dengan IM, sehingga pengajar muda dapat mengembangkan karir dalam bidang apapun setelah masa kontrak selama satu tahun.

Kembali

Pelatihan dan Dukungan Lain
1.Fasilitas apa yang diperoleh pengajar muda IM?
2.Apa saja materi pelatihan pengajar muda IM?
3.Siapa saja yang terlibat dalam pelatihan pengajar muda IM?
4.Apakah saya harus mengikuti seluruh agenda pelatihan?
5.Apakah saya akan mendapatkan sertifikat dari IM setelah menyelesaikan pelatihan?
1.Fasilitas apa yang diperoleh pengajar muda IM?

Pengajar muda IM dibekali dengan berbagai fasilitas dan perlengkapan yang menunjang tugas di daerah seperti fasilitas akomodasi dan perangkat komputer. Sebagai kompensasi pekerjaan, IM menyediakan semacam gaji dengan besaran yang kompetitif, asuransi kesehatan, serta tunjangan transportasi dan komunikasi. Di samping itu, setiap pengajar muda akan mendapatkan pelatihan yang kredibel dan paket re-training dalam masa program. Selain itu, IM memberikan fasilitas pulang ke tempat asal selama satu kali dalam masa liburan sekolah.

Kembali
2.Apa saja materi pelatihan pengajar muda IM?

Secara umum, IM memberikan materi pelatihan berupa kependidikan/keguruan dan kepemimpinan yang akan membekali pengajar muda untuk menjalankan tugas di daerah. Materi pelatihan disampaikan dengan berbagai metode baik ceramah, diskusi, workshop, dan tugas-tugas individu maupun kelompok.

Kembali
3.Siapa saja yang terlibat dalam pelatihan pengajar muda IM?

IM bekerjasama dengan berbagai trainers maupun  lembaga pelatihan dan individu yang kompeten di bidang kependidikan dan kepemimpinan untuk membekali pengajar muda dengan pelbagai hal yang dibutuhkan selama menjalankan program di daerah penempatan.

Kembali
4.Apakah saya harus mengikuti seluruh agenda pelatihan?

Ya, karena pelatihan dilakukan secara intensif untuk menyiapkan pengajar muda agar mampu menjalankan tugas sebagai guru kelas SD; menyiapkan keterampilan, fisik, dan mental pengajar muda agar siap ditempatkan di daerah terpencil selama satu tahun.

Kembali
5.Apakah saya akan mendapatkan sertifikat dari IM setelah menyelesaikan pelatihan?

Ya, Anda akan mendapatkan sertifikat setelah menjalani pelatihan, termasuk surat tugas mengajar di SD yang telah ditentukan.

Kembali

Penugasan dan Penempatan
1.Apa yang dilakukan pengajar muda IM di daerah penempatan?
2.Apakah seseorang dapat menjadi pengajar muda di daerahnya sendiri?
3.Jika saya hanya bisa mengajar kurang dari satu tahun apa masih memungkinkan untuk menjadi pengajar muda?
4.Apakah satu tahun itu sudah menjadi batas minimum?
5.Apakah saya bisa memilih daerah di mana saya akan ditempatkan?
6.Apakah saya bisa memilih bidang studi yang akan saya ajarkan?
7.Bagaimana saya mendapatkan penginapan selama di daerah?
1.Apa yang dilakukan pengajar muda IM di daerah penempatan?

Tugas utama pengajar muda IM di daerah penempatan adalah mengajar di sebuah kelas di SD sesuai dengan kurikulum. Selain itu, pengajar muda juga melakukan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang kegiatan pendidikan di SD yang bersangkutan, melakukan inisiatif kegiatan masyarakat terkait dengan pendidikan, serta membangun jaringan dan advokasi pendidikan di masyarakat daerah. Dengan kegiatan utama dan kegiatan pendukung tersebut, diharapkan pengajar muda dapat mengasah diri untuk menjadi calon pemimpin yang dapat menyatu dengan berbagai karakter masyarakat di seluruh Indonesia sekaligus menjadi pengajar yang mampu memberi inspirasi bagi anak-anak di daerah.

Kembali
2.Apakah seseorang dapat menjadi pengajar muda di daerahnya sendiri?

Tidak, IM ingin memberikan kesempatan bagi pengajar muda untuk mendapatkan pengalaman interaksi lintas budaya dan tradisi yang ada di seluruh negeri. IM percaya bahwa pengalaman lintas budaya dan tradisi dapat memperkaya pengalaman pribadi pengajar muda sehingga dapat menjadi modal tambahan di masa depan. Untuk itu, maka seorang pengajar muda TIDAK AKAN ditempatkan di daerah asalnya sendiri.

Kembali
3.Jika saya hanya bisa mengajar kurang dari satu tahun apa masih memungkinkan untuk menjadi pengajar muda?

Pengajar muda IM wajib untuk tinggal dan hidup bersama dengan masyarakat di daerah penempatan selama satu tahun sesuai dengan kontrak yang disepakati.

Kembali
4.Apakah satu tahun itu sudah menjadi batas minimum?

Ya, satu tahun adalah batas waktu minimum yang wajib dilalui oleh pengajar muda IM selama di daerah penempatan. Anda dapat memperpanjang kontrak bila memang diinginkan.

Kembali
5.Apakah saya bisa memilih daerah di mana saya akan ditempatkan?

Anda dapat memilih daerah penempatan dari pilihan yang ada, kecuali daerah asal Anda dengan memberikan alasan yang memadai serta meyakinkan. Namun, keputusan akhir berada di pihak IM dan akan disampaikan sebelum penempatan, khususnya pada saat pelatihan.

Kembali
6.Apakah saya bisa memilih bidang studi yang akan saya ajarkan?

Pengajar muda ditugaskan di daerah dengan harapan siap menjadi guru kelas di SD. Artinya, seorang pengajar muda harus sanggup mengampu sebuah kelas dan mengajar seluruh bidang studi bila ditugaskan oleh Kepala Sekolah. Dalam pelatihan, Anda akan belajar untuk menyiapkan hal ini dan setidaknya akan berlatih mengajar untuk sekurangnya bidang studi Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Indonesia. Selain itu, Anda juga akan difasilitasi untuk belajar berbagai keterampilan lain yang terkait dengan aspek kepengajaran.

Kembali
7.Bagaimana saya mendapatkan penginapan selama di daerah?

IM bekerjasama dengan masyarakat setempat dalam menyediakan akomodasi bagi Anda selama satu tahun. Tiap pengajar muda tinggal (mondok) dengan salah satu keluarga di masyarakat. IM akan memastikan bahwa pengajar muda akan ditempatkan dalam satu kelompok, sehingga meskipun tinggal di lain desa/kecamatan tetap akan mudah untuk saling bertemu dan berkoordinasi.

Kembali

Pasca-Penugasan
1.Setelah menyelesaikan tugas di daerah, apakah pengajar muda mendapatkan sertifikasi guru atau sertifikasi lainnya?
2.Apakah pengajar muda IM harus menjadi guru di kemudian hari?
3.Apakah IM memiliki dukungan atau program bagi para alumni?
1.Setelah menyelesaikan tugas di daerah, apakah pengajar muda mendapatkan sertifikasi guru atau sertifikasi lainnya?

Sertifikasi guru oleh pemerintah dicapai dengan syarat dan kriteria tertentu. Kriteria minimum, yaitu lulusan S1, telah dimiliki oleh para pengajar muda. Dengan rekaman pengalaman kerja sebagai pengajar yang didokumentasikan secara rapi dan konsisten, para pengajar muda memiliki kesempatan besar untuk meraih sertifikasi profesi sebagai guru bila memilih untuk berkarir sebagai guru di kemudian hari.

Kembali
2.Apakah pengajar muda IM harus menjadi guru di kemudian hari?

Tidak. Pengajar muda IM tidak harus menjadi guru di kemudian hari karena pengajar muda hanya diikat dalam skema kontrak selama satu tahun yang dapat diperpanjang pada tahun berikutnya. Pasca-program, para pengajar muda dapat membina karir di bidang yang dipilihnya dengan bekal pengalaman kepemimpinan yang berharga selama bekerja sebagai pengajar SD di daerah.

Kembali
3.Apakah IM memiliki dukungan atau program bagi para alumni?

IM berupaya untuk tetap mendukung alumni IM, di antaranya dengan upaya memperkenalkan alumni IM sebagai bakat-bakat yang memiliki kemampuan leadership yang teruji di daerah kepada berbagai lembaga, organisasi, maupun perusahaan di Indonesia.