Bogor, Enam tahun lalu...
Seorang ibu muda berjalan sambil menggendong putrinya yang baru berusia tiga bulan. Panas terik matahari siang itu tidak menyurutkan tekadnya untuk terus melangkah. Sambil memayungi putri kecilnya, ia terus menebar senyum dan singgah menghampiri beberapa warga yang ditemui di jalan itu. Tak jarang persinggahannya itu membuat warga tertawa, atau bahkan menangis. Ya, sang ibu menyapa masyarakat dan mencoba berbicara secara langsung dengan warga tersebut tentang keluhan-keluhan mereka saat ini. Tak heran kalau persinggahannya selalu menjadi tempat curhat warga...
Aku merasa beruntung dipertemukan Allah dengan beliau, yang tak lain adalah guru saya. Darinya saya belajar bahwa kebenaran itu harus kita yakini dan kita sebarkan. Darinya saya belajar bahwa kebahagiaan adalah saat kita bisa membantu orang lain, meski hanya bisa mendengarkan keluh kesahnya. Darinya saya belajar bahwa perempuan itu kuat dan tidak manja, tetapi juga lembut dan tegas. Darinya saya belajar bahwa kondisi apapun tidak bisa menggoyahkan tekad kita.
Tangerang hari ini...
Sosok yang mengingatkanku pada saat enam tahun silam. Perempuan itu sibuk mengurusi pasien di pelayanan kesehatan gratis ini. Sambil menunggu antrian, para pasien berbicara dengan kami tentang kesulitan dan penyakit yang dihadapi. Perempuan itu dengan sigap dan lembut mengatur para pasien yang akan berkonsultasi dengan dokter maupun yang mengambil resep obatnya. Semakin siang, para warga yang berdatangan semakin banyak.
Di sampingku, tertidur bayi mungil berusia empat bulan. Bayi yang menyenangkan menurutku. Karena tidak rewel jika diajak ibunya beraktivitas. Bayi imut itu juga tidak menangis saat terbangun dari tidurnya. Seakan mengerti aktivitas ibunya hari ini. Menurut teman, perilaku bayi itu sesuai dengan hati dan perilaku ibunya... Saya sangat kagum pada ibu bayi itu, yang tidak lain adalah guru saya.
Alhamdulillah,
Hari ini, saya sangat bersyukur karena telah diperkenankan oleh Allah untuk mengenal para wanita tangguh yang membaktikan hidupnya bagi agama ini. Para wanita sholihah yang taat pada suami dan cinta pada keluarga, namun hal itu bukan menjadikan alasan tuk mundur atau mengambil posisi aman pada jalan ini. Para ibu yang memberikan contoh kepadaku bahwa mempunyai bayi bukan berarti harus berhenti melangkah.
Allah, tunjukilah kami jalan lurus yang Engkau ridhoi.
Allah, perkenankanlah aku dan keluarga yang aku cintai untuk terus berada di lingkungan orang-orang shalih.
Showing posts with label ibu. Show all posts
Showing posts with label ibu. Show all posts
Sunday, 2 March 2014
Friday, 13 September 2013
Perempuan Hebat
x:
untuk apa sih kamu sibuk
menjelajahi dunia? untuk apa kamu cerdas-cerdas? untuk apa kamu hebat-hebat? untuk apa
baca buku terus?untuk apa kamu sibuk-sibuk? untuk apa susah-susah cari pengalaman yg
aneh dr desa hingga ujung benua? utk apa title kamu susah2?eh nnti kamu mau
ujung2nya balik ke keluarga.
y:
ehm..sederhana kok.. saya melakukannya.. untuk suami dan anak saya.
x:
hah? maksudnya.
y:
iya donk.. Insya Allah karena
kelak saya akan jadi istri saya ingin jd istri yg sholehah plus plus..
x:
heh? plusplus?
y:
iya..saya ingin jd istri yg jg
menajdi partner cerdas untuk menemani dia mencapai asanya. ingin jadi istri
yg tahu banyak hal untuk mnjdi supporter dan evaluator yg mmbuat dia makin
hebat, ingin jaid istri yg bisa diandalkan disetiap fase hidupnya. ingin jd
istri yg bs bertahan di situasi apapun untuk trs menyenangkannya.
x:
( terdiam) trus kenapa harus untuk anak?
y:
iyaa kelak jika diridhoi saya
akan jadi ibu. saya melakukan banyak hal karna saya ingin jadi ibu yang tidak hanya
merawat dan mendidik tetapi mencerdaskan, ibu yang tahu banyak hal untuk
diajarkan ke anaknya. ibu yg punya banyak cerita untuk diceritakan ke anaknya.
ibu yang daapt membanggakan anaknya untuk bilang, demi dirinya ibu mencapai
banyak hal dan dirinya mensempurnakan semua.
Jadi, gerakku saat ini untuk
membantu gerak anak dan keluargaku kelak. gerak yg semoga bermanfaat untuk
masyarakat, agama dan bangsa.
aamiin ya rabb
Pada akhirnya, setiap gerak-gerik wanita menjadi bekal untuk keluarganya kelak :
)
source:
http://www.facebook.com/annisa.a.ratri/posts/395091567243646?notif_t=comment_mention
Subscribe to:
Posts (Atom)
