Showing posts with label alquran. Show all posts
Showing posts with label alquran. Show all posts

Sunday, 22 May 2011

Belajar Kebaikan dari (almh) Ustadzah. Yoyoh Yusroh


Masih seperti mimpi...


Berita duka yang kuterima sabtu selepas subuh kemarin, seperti mimpi, karena begitu cepat terjadi. Bahkan seorang teman bertanya heran, tentang kebenarannya. Aku terdiam, bingung mau menjawab apa. Perasaanku, sama dengan yang ia alami. Hampir tidak percaya...

Tapi begitulah kematian... ia datang tanpa ada yang bisa mengiranya. Sebuah kepastian yang mengingatkan kita, bahwa setiap manusia pasti akan merasakan mati.


Banyak pelajaran yang bisa diambil darinya. Banyak semangat yang telah ditransfer darinya. Banyak kebaikan yang telah diinspirasikan olehnya.... meski lebih banyak lagi palajaran, semangat dan kebaikan yang belum kita serap... marilah sejenak kita mengenang kebaikan beliau, kebaikan dan hanya kebaikanlah yang layak untuk dikenang dari setiap insan. Mari belajar kokoh dari ustadzah Yoyoh Yusroh.

*Pertama: Teladan Fisik yang Kuat dan Komitmen dalam menjaga kesehatan*

Aktifitas dakwah membutuhkan energi yang luar biasa. Ini yang disadari oleh ustadzah Yoyoh Yusroh, maka beliau punya komitmen yang sangat tinggi dalam menjaga kesehatan, dan juga mengingatkan kader dakwah yang lain agar peduli kesehatan. Afifah Afra menuliskan kenangannya bersama ustadzah Yoyoh Yusroh dalam suatu kesempatan memberikan tausiah di depan para muslimah Semarang. Beliau sangat menganjurkan para muslimah untuk menjaga kesehatan. Menekankan untuk mengkonsumsi banyak sayur dan buah-buahan, serta meninggalkan segala jenis makanan instan yang berpengawet. Lebih tegas ustadzah Yoyoh Yusroh menjelaskan: “Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi, makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib.”

Komitmen beliau yang tinggi ini pun bisa dengan mudah dibuktikan di depan mata. Melahirkan 13 putra dan putri tentu dibutuhkan penjagaan fisik yang luar biasa, belum ditambahi aktifitas dakwah dan kegiatan yang sangat padat. Beliau mampu melewati hari-hari sibuknya dengan stamina yang kuat. Saat ditanya seorang akhwat tentang resep fitnya, beliau mengingatkan untuk jangan lupa mengonsumsi habbatussauda dan madu.

*Kedua: Kesabaran Luar Biasa*

Melahirkan, merawat dan membesarkan 13 orang anak adalah hal luar biasa yang mutlak membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Betapa banyak kader dakwah yang hari ini mengumbar keluhkesah dan berteriak kerepotan, sementara mereka baru dikarunia satu dua anak, dengan amanah dakwah yang tak seberapa. Kegiatan beliau yang begitu padat tentulah membutuhkan kesabaran luar biasa. Dalam kehidupan rumah tangga beliau adalah contoh kesabaran seorang ummahat, karena beliau seringkali diminta –terkadang bersama suaminya- untuk mengisi talkshow dan seminar dengan teman keluarga islami. Beliau berpesan tentang kunci sukses membina rumah tangga: Dalam membina rumah tangga, yang penting prinsipnya saling memberi. Tidak ada yang superordinat atau subordinat antara laki-laki dan wanita. Sejak awal menikah komitmen itu harus ada. Laki dan wanita punya keistimewaan.” Banyak lagi pesan dan petuah beliau tentang rumah tangga, yang sungguh telah dibuktikan sejak awal dalam kesabaran beliau mengarungi rumah tangga. Sekali lagi, dengan 13 orang anak!

*Ketiga: Aktif Bergerak *

Ustadzah Yoyoh Yusroh juga menjadi teladan akhwat muslimah dalam kiprah bagi dakwah dan masyarakat. Amanah beliau yang begitu banyak senantiasa beliau tuntaskan dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya dalam konteks internal partai atau dalam negeri, namun juga tampil aktif dalam organisasi internasional bahkan perjuangan internasional membela Palestina. Beliau memimpin rombongan Viva Palestina yang dikoordinir oleh Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP), dan melalui perjuangan berat akhirnya mampu menembus Gaza dengan dikawal barisan panser tentara Mesir. Kiprah beliau yang sangat padat bisa dilihat dari rentetan tugas dan penghargaan yang beliau dapat. Selain di DPR beliau juga aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI (Tahun 2005-2010), bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia. Tak hanya itu, sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama RI tahun 2001. Sebuah gambaran sekaligus teladan, seorang ummahat yang sukses meramu antara ranah domestik
dengan pengabdian kemasyarakatan.

*Keempat: Ruhiyah Tinggi*

Aktivitas dakwah dan kemasyarakatan yang begitu padat akan sangat melelahkan tanpa siraman ruhiyah yang teratur dan pada porsi yang istimewa. Ustadzah Yoyoh Yusroh tahu dan meyakini dengan pasti hal tersebut. Karenanya beliau senantiasa menghiasi hari-hari padat aktifitasnya dengan charger ruhiyah yang terus dijaga dan ditingkatkan. Tilawah dan mengulang hafalan Quran adalah rutinitas harian yang tak terlewatkan. Salim A Fillah pernah mendapati beliau bersama suami tengah asyik mengulang hafalan berdua, bergantian menyimak dan membenarkan. Secara khusus, beliau senantiasa menyelesaikan tilawah tiga juz setiap harinya. Tentu sebuah capaian yang luar biasa, yang barangkali tak terbayangkan dalam benak banyak kader yang selalu gagal menyelesaikan satu juz tilawah karena alasan kesibukan. Ketika ditanya bagaimana mungkin menyempatkan diri untuk tilawah sebanyak itu dalam setiap harinya, ustadzah Yoyoh Yusroh menjawab dengan yakin dan mantap: “Justru karena sibuk dan banyak hadapi aneka persoalan serta begitu beragam manusia, maka harus memperbanyak Al-Qur’an”. Subhanallah

*Kelima: Penyayang dan Peduli*

Banyak akhwat yang terkesan dengan kesederhanaan dan ketawadhukan beliau, dan lebih dari itu kedekatan personal dan ukhuwah yang dibuktikan dengan langkah nyata. Panggilan bunda dan ummi menandakan tempat khusus di hati para akhwat. Seorang akhwat muda begitu terkesan saat dalam sebuah pertemuan kedua dengan beliau, ustadzah Yoyoh Yusroh masih mengingat betul nama dan asalnya, serta menanyakan tentang kegiatan dan aktifitas terbarunya. Hal ini jelas menunjukkan kepedulian dan kasih sayang beliau yang tulus kepada para akhwat, tanpa pamrih, seperti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.

...tentulah masih banyak teladan kebaikan yang telah ditorehkan oleh ustadzah Yoyoh Yusroh, coretan singkat ini tak akan pernah mampu mewakili kebaikan dan keteladanan dari sosok daiyah dan mujahidah ini...

M
arilah belajar kokoh dari ustadzah Yoyoh Yusroh! Mari belajar memuhasabahi diri atas langkah yang amal yang telah kita torehkan setiap hari...!

Beberapa hari sebelum meninggal, beliau menuliskan SMS berisikan kegelisahan dan muhasabah hatinya kepada seorang akhwat: “ Ya rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak diakhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita Khadijah Al-Kubra yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah binti Umar yang dibela oleh Allah saat akan dicerai karena shawwamah (rajin puasa-red) dan qawwamahnyaI (rajin tahajud-red) ? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500 an hadits, sedang aku…. ehm 500 juga belum… atau dengan Ummu Sulaim yang shabiroh (penyabar) atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad… atau dengan siapa ya. Ya Allah, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka… sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di taman firdaus-Mu." Subhanallah... seorang ahlul Qur'an yang visioner...

Dalam sebuah pidato dengan suara yang lembut namun perkasa, beliau menyampaikan kepada kami dengan berapi-api, “Saudara-saudara kita di Palestina, Masih sempat melaksanakan Qiyamullail dan Hafalan Qur’an. Padahal di kanan, Kiri, depan dan belakang Mereka adalah BOM, Ranjau yang sengaja dipasang oleh Zionis laknatullah dan siap meledak kapanpun. Sementara Kita, yang nyaman, enak, damai dan tidak dilanda konflik bersenjata, dengan tanpa merasa bersalah meningalkan TAHAJUD, melupakan hafalan Qur’an dengan dalih yang remeh temeh,  Sibuk Bekerja.”  Sebuah hentakkan yang membuatku malu atas hafalan-hafalanku.. Sebuah hentakkan yang membuatku semangat tuk konsisten menghafal...

“Ya Allah , Ampuni kelalaian kami selama ini......”


Selamat jalan mujahidah tangguh
Selamat jalan ya ahlul Qur'an

“Semoga Allah mengampuni semua dosamu, menerima amal Sholihmu dan menempatkanmu di tempat terindah di SisiNya. Amiin."


Sumber: Tulisan Hatta Syamsuddin dengan beberapa perubahan dari saya

Monday, 27 December 2010

Saya hanya ingin mencintai Al-Quran


Sosok sederhana itu tertunduk dalam, "saya hanya ingin mencintai Al-Quran". Katanya pelan, namun tegas. Lanjutnya, "Saya ingin menjadi penghafal Al-Quran... jikapun saya tidak bisa, saya ingin anak-anak saya menjadi hafidzul Qur'an." Kesungguhan niatnya terpancar dari kata-katanya, ketika kami membicarakan tentang cita-cita.

Meski beberapa teman pun pernah menyampaikan keinginan yang sepertinya, namun entah kenapa kata-katanya yang sederhana namun membuat hati saya bergetar. entah karena dia menyampaikannya dengan kesungguhan hatinya sehingga sayapun merasakan getarannya.

Wajahnya tertunduk sedih. Lanjutnya kemudian, "namun sekarang ruhyah saya sedang turun. Sehingga susah rasanya untuk ikutan tahfidz lagi di LTQ Al-Hikmah saat ini..." saya merasakan kesedihannya, sepertinya dia merasakan rugi yang besar karena off dulu dari LTQ, seperti perasaan yang saya rasakan (mungkin lebih) ketika tidak bisa menghadiri kursus bahasa arab yang selalu bersemangat buat saya.

Obrolan sore dua hari lalu, yang cukup membuat saya terus mengingat kata-katanya "saya ingin mencintai Al-Quran" hingga pagi ini. Kata-kata yang diulangnya beberapa kali, dengan getaran yang makin meningkat, yang menggambarkan kesungguhan niat, kebulatan tekad, tanpa kesombongan sedikitpun. Kata-kata itu terus memberi insiprasi buat saya, untuk mengingatkan kembali cita-cita saya akan itu. Agar saya makin bersemangat tilawah, menghafal, dan memahami Al-Quran dengan segala daya dan upaya...

terima kasih saudaraku... semoga kita termasuk golongan ahlul Quran yang dicintai Allah, semoga cita-cita kita dapat terwujud...

****

Mendengar murottal di kompi kantor pagi ini (dari qori yang saya belum tahu siapa) bikin hati makin bergetar. sebabnya pertama adalah saya telah membaca tulisan ukhti Dewi (tentang mencintai Al-Quran) dan kedua adalah sepenggal cerita di atas yang masih saya rasakan getarannya hingga saat ini.

...mengulas tulisan ukhti Dewi,

Mencintai al-Qur’an adalah sebuah kenikmatan, yang tidak akan bisa dirasakan oleh orang yang belum pernah mendapatkannya. Karena itu setiap muslim pasti menginginkan agar dirinya bisa mencintai al-Qur’an. Lalu bisa mengajak keluarganya agar mencintai al-Qur’an, supaya bisa merasakan kenikmatan hidup bersama al-Qur’an.

Namun persoalannya, bagaimanakah cara menumbuhkan rasa cinta terhadap al-Qur’an ini?

Persoalan cinta adalah persoalan hati. Sementara kita tidak sanggup menguasai hati kita sendiri. Hati seseorang terletak di tangan Allah. Dia membuka dan menutup hati kapan saja Dia menghendaki, dengan hikmahNya, serta ilmuNya.

"dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya" (Q.S: al-Anfal:24)

"Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya," (Q.S: al-Kahf:57)

Dan Allah telah menjadikan sebab-sebab dan wasilah-wasilah agar hati terbuka atau tertutup. Orang yang meniti jalan-Nya maka ia akan mendapatkan taufiq, dan orang yang menyelisihi jalannya maka ia akan dibiarkan berada di dalam kesesatan. Apabila hati mencintai sesuatu maka ia akan tergantung kepadanya, merindukannya, menyukainya dan memutuskan segala hubungan dengan selainnya.

Jika hati telah mencintai al-Qur’an, ia akan merasakan nikmat dengan membacanya. Ia akan berusaha memadukan antara pemahaman qur’ani dengan kesadaran qur’ani. Sebaliknya, apabila pada seseorang tidak ada kecintaan, maka hati ini akan sulit menerima al-Qur’an, tunduk kepada Al-Qur’an terasa berat, dan tidak akan bisa dilakukan melainkan setelah melalui perjuangan yang berat.

Pertanyaan pada diri sendiri, sudah seberapa jauhkah mencintai Al-Quran wahai diri?

Tanda-tanda cinta kepada al-Qur’an

Ada beberapa hal yang menandakan adanya kecintaan kepada al-Qur’an di dalam hati, di antaranya adalah

1- sebagaimana cintanya seseorang pada sesuatu, cinta pada al-Qur’an pun ditandai dengan kesukaannya bertemu dengannya.
2- Duduk bersama dan membaca al-Qur’an dalam waktu yang panjang tanpa merasa bosan
3- Jika jauh darinya maka ia akan merindukannya, dan selalu mengharap bisa segera menjumpainya.
4- Banyak berdialog dengannya dan meyakini petunjuk dan arahannya serta kembali kepadanya ketika menghadapi berbagai problematika hidup, baik persoalan kecil maupun besar.
5- Mentaatinya, baik dalam perintah maupun larangan

Inilah tanda-tanda terpenting adanya kecintaan kepada al-Qur’an. Jika tanda-tanda itu ada pada seseorang, maka kecintaannya kepada al-Qur’an itu ada. Dan jika tidak ada tanda-tanda tersebut pada diri seseorang, maka kecintaannya kepada al-Qur’an pun tidak ada. Tetapi jika ada sebagian tanda-tanda tersebut, dan sebagian lagi tidak ada padanya, maka kecintaannya kepada al-Qur’an itu tidak sempurna. Ketidaksempurnaannya berbanding lurus dengan kurangnya sifat-sifat tersebut di dalam pribadinya.

Berapa point dari tanda-tanda di atas yang ada padamu wahai diri?

*semoga Allah memberikan kenikmatan dan semangat yang tak pernah padam pada kita tuk mempelajari kalam-Nya, kemudahan bagi kita dalam menjalankan point-point di atas, semoga kita termasuk dalam golongan Ahlul Quran, yang kelak akan menjadi keluarga Allah...*

****

Dalam membentuk keluarga ahlul Quran, saya jadi teringat buku yang berjudul "10 Bersaudara Bintang Al-Quran". Tentang keluarga Ust. Mutamimul ‘Ula (Pak Tamim) dan Ustadzah Wirianingsih (Bu Wiwi).

Pasangan tersebut memiliki visi menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur’an. Sebuah visi yang istimewa, karena Al-Qur’an adalah mukjizat yang di dalamnya terdapat segala pengetahuan duniawi dan ukhrawi. Jadi, ketika Al-Qur’an sudah digenggam dalam hati dan akal, dia telah menggenggam seluruh ilmu. Dan visi tersebut dijalankan dengan beberapa misi yang dirancang apik, sehingga terbentuk rencana strategis dan implementasi secara detailnya. Pasangan tersebut menjelma layaknya manajer handal dalam keluarga.

Ternyata, mendidik anak-anak menjadi hafiz Al Qur’an sangatlah mungkin dilakukan. Mengapa? Ternyata pasangan Pak Tamim dan Bu Wiwi ini bukanlah hafiz Al Qur’an. Artinya apa? Bagi orang tua yang tak hafiz Al Qur’an, tak perlu berkecil hati, belajarlah dari buku kecil bermanfaat luar biasa ini. Syaratnya hanya satu saja: YAKIN 100% bahwa Al Qur’an merupakan landasan hidup yang paling benar dan wajib dijalankan. Kalau Anda ragu, atau sekedar “nice to have” saja, ya mana mungkin bisa mendidik anak sebagai hafiz Al Qur’an.

Kenapa sih Al Qur’an itu harus dihafal? Yang penting kan dipahami dan dijalankan, betul? Ya betul. tapi kurang tepat. karena ternyata ada tingkatannya:

1. Meyakini
2. Membaca dengan tartil
3. Memahaminya
4. Mengamalkannya
5. Memperjuangkan, menyebarkan, mendakwahkan, dan
6. Menghafalkannya.

Lalu, apa resepnya Pak Tamim dan Bu Wiwi membangun keluarganya?

**Tidak ada Televisi di dalam rumah**
**Tidak ada gambar syubhat karena malaikat tak mau masuk rumah yang ada gambar syubhat**
**Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan musik Islami seperti nasyid**
**Tidak ada ucapan-ucapan kotor dan diganti dengan ucapan-ucapan baik.**

Bu Wiwi dan Pak Tamim sungguh konsisten terhadap program membimbing putra-putrinya menghafal Al-Qur’an, keduanya memasukkan putra-putrinya ke pesantren atau sekolah yang memiliki kurikulum utama menghafal Al-Qur’an. Prinsip pembiasaan dan konsistensi itulah yang menjadi pegangan pagi pasangan tersebut.

Dan yang tidak kalah penting adalah menyampaikan tujuan dan memberikan reward. Mengkomunikasikan tujuan yang jelas akan memberikan efek psikologis yang positif bagi anak. Mereka tidak sekadar mendorong anak-anaknya menghafalkan Al-Qur’an tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman hidup dan mengamalkannya dalam seluruh aspek kehidupan. Jangan sampai hafalan tersebut hanya sebatas di kerongkongan saja, tetapi harus benar-benar diamalkan.

Begitu juga dengan pentingnya pemberian hadiah dan hukuman. Hadiah dan hukuman tersebut tentunya tidak sama bagi setiap anak, sesuai kegemaran dan karakter masing-masing. Untuk yang sudah hafal 30 juz, orang tua menjanjikan hadiah umrah.

****

Hafidz itu dalam bahasa arab artinya menjaga atau melindungi. Jadi orang yang menghafal  Al-Quran bisa diartikan sebagai orang yang menjaga Al-Qur'an. Dia akan selalu menerapkan Al-Quran dalam kehidupannya... Subhanallah...


Daripada Buraidah Al Aslami ra, ia berkata bahawasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Pada hari kiamat nanti, Al Quran akan menemui penghafalnya ketika penghafal itu keluar dari kuburnya. Al Quran akan berwujud seseorang dan ia bertanya kepada penghafalnya:
"Apakah anda mengenalku?"
Penghafal tadi menjawab; "Saya tidak mengenal kamu."
Al Quran berkata; "Saya adalah kawanmu, Al Quran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur pada malam hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan. Maka penghafal Al Quran tadi di beri kekuasaan di tangan kanannya dan diberi kekekalan ditangan kirinya, serta di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa. Sedang kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat di bayar oleh penghuni dunia keseluruhannya.
Kedua orang tua itu lalu bertanya: "Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?".
Kemudian di jawab, "Kerana anakmu hafal Al Quran."
Kemudian kepada penghafal Al Quran tadi diperintahkan,
"Bacalah dan naiklah ketingkat-tingkat syurga dan kamar-kamarnya."
Maka ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat atau perlahan (tartil)


Sunday, 31 October 2010

[Kuis griyabukuq] ini buku pilihanku

Bismillah...

aptx7486 menerima tawaran dari om farikhsaba/griyabukuq
mulailah saya memilih buku-buku yang ada di bagian market

Ada beberapa buku yang diinginkan... dan akhirnya pilihan saya jatuh pada buku "Kamus Kosakata Al-Quran".  Ya, saya pikir buku itu yang cocok dengan kebutuhan saya saat ini. Alasannya karena saat ini saya sedang mempelajari bahasa arab. Dalam beberapa bab materi, ada latihan untuk mencoba mengartikan surat-surat pendek/ ayat-ayat dalam Al-Quran tanpa melihat Terjemahannya, dengan panduan dari guru kami. Jadi kita bisa berlatih menerapkan ilmu yang telah didapat untuk bisa menerjemahkan ayat-ayat Al-Qur'an dan selanjutnya memahami Al-Qur'an.

Saya pikir buku ini bisa membantu saya. Melihat dari resensinya, Kamus ini bisa membantu pembacanya memperoleh pengertian yang luas dalam memahami kosakata-kosakata Al-Qur’an, sehingga diharapkan pembaca tidak terjebak dalam pengertian sempit yang diberikan oleh penerjemah atau penafsir Al Qur’an yang dapat menimbulkan silang sengketa pendapat secara tajam. 

Semoga berhasil dapat buku ini dari kuis griyabukuq ^^


============================================================

Postingan ini diikutsertakan dalam Kuis GriyabukuQ Berbagi Buku: Pilih Sendiri Buku Hadiahmu! Di alamat http://griyabukuq.multiply.com/journal/item/87/

Buku yang dipilih: "Kamus Kosakata Al-Quran"  http://griyabukuq.multiply.com/market/item/26/_Kamus_Kosakata_Al-Quran


Thursday, 7 October 2010

Read Quran in Uthmani Script

http://www.searchtruth.com/quran_reading/quran.html
...sesuai judulnya, di web ini kita bisa baca Al-Quran dengan script usmani. Tapi musti online. Lumayan lah, kalo Al-Quran kita ketinggalan, kita bisa tetep ngalanjutin tilawah Qur'an kita.
Tampilannya bagus. Tulisannya besar dan jelas. Banyak versi dan style nya. jadi kita gak bosan lihat tampilannya :D
hmm... link yang kudu disimpen nih ^^

Thursday, 2 September 2010

10 Jam, 10 Juz, dan 10 Ribu Pembaca Alquran

Start:     Sep 5, '10 08:00a
End:     Sep 5, '10 6:00p
Location:     Masjid Baitul Ihsan (Bank Indonesia)
akhirnya.... acara ini akan diadakan lagi, setelah tanggal 2 agustus kemaren (di At-Tin) sy tidak berkesempatan untuk hadir :-)
semoga kali ini Allah memberikan kesempatan bagi saya dan teman-teman untuk hadir... amiin


eramuslim: Lembaga dakwah Daarut Tarbiyah (DATA) akan menggelar acara “10 Jam, 10 Juz, dan 10 Ribu Pembaca Alquran” di Masjid Agung At-Tin, Jakarta, pada 29 Agustus 2010 mendatang. Menurut Pimpinan Daarut Tarbiyah, Fadlyl Usman Baharun, ini merupakan momen untuk meningkatkan kecintaan kepada Alquran. Fadlyl berharap masyarakat kemudian akan semakin dekat dengan Alquran. “Kita ingin mencoba menghadirkan nuansa Alquran, minimal sehari dalam seumur hidup, dengan sama-sama membaca Alquran,” kata Fadly. Di acara tersebut, masyarakat membaca 10 juz Alquran dalam waktu 10 jam.

Pembacaan Alquran mulai dari pukul 08.00 sampai 18.30 WIB. Para peserta membaca sendiri-sendiri, seperti Yasinan. Namun, acara ini dipandu seorang pimpinan yang kemudian seluruh peserta diminta mengikuti bacaannya. Fadlyl mengatakan, mereka yang masih terbata dalam membaca Alquran tak perlu khawatir. Peserta dengan kondisi demikian, tetap bisa mengikuti acara ini tentu dengan membaca Alquran sesuai dengan kemampuannya. Fadlyl menjelaskan, biasanya seseorang yang membaca Alquran dengan lancar, membutuhkan waktu 40 menit untuk menghabiskan bacaan satu juz Alquran. Kalau agak lambat, mungkin membutuhkan waktu satu jam untuk satu juz. Selain membaca Alquran secara massal, acara ini juga diselingi dengan ceramah oleh sejumlah ustaz, yaitu Ahmad Sahal, Ali Akhmadi Al-Hafidzh, dan tazkiyatun nafs oleh Ustaz Ibnu Jarir. Acara ditutup dengan buka puasa bersama.

Daarut Tarbiyah menyelenggarakan acara serupa di Balikpapan dan Samarinda pada 15 Agsutus, Mataram 21 Agustus dengan menghadirkan 300 orang, dan Palembang pada 22 Agustus 2010. “Di Palembang acara dipusatkan di Masjid Al-Aqobah yang dihadiri 1.000 lebih pencinta Alquran,” kata Fadlyl. Ia menyatakan, setelah di Masjid Agung At-Tin, hal serupa akan diadakan di Masjid Baitul Ihsan, Bank Indonesia, pada 5 September 2010. Daarut Tarbiyah yang terkenal melalui kegiatan Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT), kini juga mendirikan Rumah Alquran di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Wednesday, 25 August 2010

10 jam, 10 juz, bersama 10 rb hafidz

Start:     Aug 29, '10 08:00a
End:     Aug 29, '10 6:30p
Location:     Masjid At Tin Jakarta
Mari raih keberkahan Ramadhan dengan menghadiri acara ini.
Bersama Ust. Ahmad Sahal, Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf (al-Hafidz)
Muhasabah: Ibnu Jarir.
Dianjurkan membawa bekal ifthor masing-masing...
Semoga dimudahkan untuk datang.

*info dari seorang ukhtifillah*

Saturday, 14 August 2010

[Aplikasi] Membantu menghafal Qur'an per ayat

http://zekr.org/quran/en/quran-for-windows
[1] Aplikasi ini bisa untuk Windows, linux, dan Machintos. Translate bahasanya lumayan komplit, saya ambil mudahnya adalah versi bahasa indonesia. Recitationnya pun lumayan komplit, namun yang disediakan pada versi offlinenya baru beberapa qori' (*bisa di download di: http://zekr.org/quran/en/recitations). Disediakan download ayat per ayat atau everyayat dalam format .mp3. Kita bisa mendengarkan ayat per ayatnya via winamp tanpa masuk aplikasi.

[2] Aplikasi lainnya: www.imaanstar.com
ini untuk Juz 30 nya. bisa dikunjungi/didownload di : http://www.imaanstar.com/juz30.php
aplikasi ini agak berbeda dengan zekr yang menyediakan format .mp3 disetiap ayat per ayatnya. imaanstar juz 30 berbentuk .jad, sehingga jika kita ingin mendengar ayat per ayatnya harus masuk ke aplikasi.

= semoga bermanfaat =

*syukron for -alwaysselalu-*