Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

Monday, 29 August 2011

Itikafku tahun ini dan nanti


Seperti dua malam sebelumnya, kali ini beliau juga tidak muncul untuk mengisi QL dan muhasabah pada itikaf kali ini. Penasaran, itu yang saya rasakan. Meski ustadz penggantinya (Ust. Budi Hasibuan, Lc.) tidak kalah bagus dengannya, tapi tetap saja penasaran, terlebih lagi ada pengumuman dari panitia bahwa salah satu ustadz yang mengisi acara pada malam itu baru saja meninggal dunia sehari sebelumnya... innalillahi wa inna ilahi raajiuun...

Ketika bincang-bincang dengan Bu Husni, "Ustadz ibnu jarir kemana ya bu?" tanyaku padanya yang beritikaf dari malam ke-21.
"nggak tau... saya juga nunnggu-nunggu, tapi gak ada ya tahun ini. apa meninggal ya..." katanya resah.
"masa sih bu?" tanyaku tidak percaya
"itu semalam ada pengumuman ustadz yang meninggal..." katanya (unsure).
"heh? itu bukannya ustadz pengisi kajian bada tarawih ya..." saya masih gak percaya....
tapi katanya kemudian, "nanti saya tanya temen yang rumahnya sedaerah dengan beliau deh..."

Bagi saya, sungguh menyedihkan jika prasangka tersebut benar. Kehilangan ustadz, ulama sungguh sebuah hal yang lebih dari kata menyedihkan. Bukan hanya tak akan berjumpa dengannya lagi, bukan hanya tak dapat mendengarkan nasihatnya lagi, bukan hanya tak dapat transfer semangat darinya lagi, tapi karena jika ulama telah wafat maka musibah akan muncul. Seperti yang telah dikatakan Rasulullah SAW,

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia (Allah) mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang ulama pun (diwilayah itu), maka orang-orang mengangkat ulama dan sesepuh dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu, mereka sesat dan menyesatkan.” (Shahih Bukhari)

Rasanya tidak berlebihan jika saya mengatakan, semakin Allah panjangkan usia para ulama’ kita, musibah akan semakin menjauh.

Beberapa saat kemudian, Bu Husni mendekatiku sambil menunjukkan sebuah sms yang menyatakan bahwa Ust. Ibnu Jarir sedang ada tugas dakwah di Australia (dari sumber yang dapat di percaya). Kamipun tersenyum bahagia, Alhamdulillah...

Mengenai itikaf tahun ini, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, saya hanya bisa datang ke Masjid At-Tin ini hanya pada malam-malam ganjil (23, 25, 27, dan 29 Ramadhan). Iri juga sebenarnya dengan teman-teman yang beritikaf full sepuluh hari terakhir Ramadhan ini. Saya merasa rugi karena belum bisa memanajemen diri dari kesibukan duniawi hingga itikaf 10 hari terakhir saja belum bisa saya laksanakan seumur hidup saya.

Padahal saya sudah punya komunitas itikaf At-Tin yang selalu siap berbagi selama menjalankan itikaf ini, ukhuwah yang terjalin lima tahun ini sangatlah indah. Seharusnya ini menjadi sebuah penyemangat jiwa bagi saya untuk fokus beritikaf 10 hari terakhir ini, padahal tidak ada yang menjamin bahwa saya akan bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan...

******

Meninggalkan At-Tin ini dengan harapan akan bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan dalam keadaan yang lebih baik, tanpa kekurangan apapun, tanpa kekurangan siapapun...

Sebuah tekad bahwa tahun depan saya harus berusaha segenap jiwa dan raga untuk beritikaf full 10 hari terakhir dan bisa mendapatkan lailatul qadar. Semoga Allah memudahkan dan mengabulkan permintaan ini...

Taqabbalallahu minna wa minkum, Semoga Allah menerima ibadahku dan ibadahmu. Semoga aktivitas ibadah kita di bulan Ramadhan ini bisa mengantarkan kita menjadi pribadi yang bertaqwa...

Jazakumullah khair kepada Tia, Bu Husni, Mba ida, Betty, Velia, Herlin, Septi, Anah, Faridha, dan Auline yang telah beritikaf bersamaku.... Semoga kita berkesempatan itikaf lagi Ramadhan tahun depan


Tuesday, 19 July 2011

Mabit DATA : "Panduan Ramadhan"

Start:     Jul 22, '11 7:30p
End:     Jul 23, '11
Location:     Masjid Agung At-Tin,TMII Jakarta Timur

Tanpa terasa Ramadhan sebentar lagi akan tiba, ramadhan datang setiap tahun silih berganti. Ramadhan tahun lalu telah pergi dan menjauhi kita dengan meninggalkan sejuta kesan bagi yang memanfaatkannya dengan seksama. Ramadhan kini akan datang lagi, dengan membawa beragam hikmah dan keistimewaan-keistimewaan di dalamnya. Pada setiap Ramadhan datang, kaum muslimin memuliakannya dengan ibadah, seperti: berpuasa, tadarrus Al-Qur'an, qiyamul lail, dan lain sebagainya. Hal itu kita lakukan karena kita telah menyadari akan pentingnya Ramadhan buat hidup kita.

Begitu istimewanya Ramadhan ini, makanya kita perlu mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan bulan suci ini. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa yang menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, maka Allah mengharamkan jasadnya menyentuh api neraka."

Oleh karena itu dalam rangka mempersiapkan diri menyambut Ramadhan tersebut Darut Tarbiyah (DATA) mengadakan acara MABIT "Tarhib Ramadhan". Yang insyaAllah akan dilaksanakan pada :

Jum'at-Sabtu, 22-23 Juli 2011,Pk.19.30-15.30 WIB
Masjid Agung At-Tin,TMII Jakarta Timur

Bersama :
KH. DR.Amir Faishol Fath,MA*
KH. Abdul Muiz Saadih,MA
Ust. H. Fadlyl Usman Baharun

Muhasabah & Qiyamullail :
Ust. H. Ibnu Jarir,Lc

Tasmi'Al-Qur'an : Ust. Muhammad Afrianto

sumbee berita: http://www.islamedia.web.id/2011/07/mabit-data-panduan-ramadhan.html

Monday, 13 September 2010

[Dokumenter] Itikaf 1431 H




meneruskan rekaman rangkaian itikaf dari tahun-tahun lalu...
sayang, saat ini hp nya gak ada fasilitas video recorder jadi gak bisa ngerekam orisinil keadaan saat itu.
ini cuma sekumpulan foto-foto iseng *emang sebenernya gak niat moto sih*. Jepretan pake kamera HP 1mp. saya rangkum jadi video amatir.
only for self documentation.
mudah-mudahan tahun depan pada waktu yang sama masih bisa melihat video ini lagi ^^

Thursday, 9 September 2010

Ramuan asa untuk sebuah perpisahan



Tempat yang setengah dekade selalu tersinggah
tetap berdiri kokoh dengan segala keindahannya
rumah Allah yang menjadi tempat pertemuan kami
detik ini harus juga menjadi tempat perpisahan kami

langit senja menjadi saksi perpisahan ini
langit yang tidak lagi berwajah ceria
langit yang dipenuhi awan murung
seakan mengerti segala perasaan yang tersirat

***
Hanya pamit, kata maaf, dan harapan yang bisa terucap
lidah kami kelu, hati kami beku, setiap kata begitu berarti
hanya mata yang dapat menggambarkan seluruh perasaan
tatapan yang menyiratkan satu perasaan diantara kami

selamat berpisah sahabat mulia...
sahabat-sahabat luar biasaku..saudariku seakidah..saudariku seperjuangan..
orang-orang hebat yang Allah perkenalkan lewat ibadah ini sejak tiga tahun lalu
meski tak pernah berjanji, tapi kita selalu dipertemukan-Nya di tempat ini 
dengan tujuan yang sama... setiap tahunnya... subhanallah

Beribu rasa syukur pada-Nya yang telah merekatkan tali ukhuwah di antara kami
mengikat kami dengan ikatan terkuat: ikatan ukhuwah islamiyah
ukhuwah islamiyah yang membuat kami seperti satu tubuh

***
hingga tibalah saat yang pasti
perpisahan yang menyisakan satu rasa yang indah
menyisakan semangat baru untuk terus berjuang 
semangat untuk terus memperbaiki diri dan orang lain..
agar Allah pertemukan kami kembali di surga-Nya kelak... Amiin...

***
satu per satu kaki melangkah menjauh
menuju arah yang telah ditetapkan sang empunya kaki
walau arah berbeda tapi hati kita tetap satu
jiwa akan selalu sejalan dan hati kita akan selalu pada-Nya

***
Berat rasanya mengayunkan langkah
langkah untuk menjauh dari tempat ini
Betapa ingin rasanya menetap saja disini 
hingga hilal baru akan muncul
melepas kepergian Ramadhan yang mulia di tempat ini...

bunda, haruskah aku pulang hari ini?
tak bisa terelakkan perasaan rindu ayah bunda
namun tak juga terelakkan keinginan melepas Ramadhan disini...

meluruskan niat, membulatkan tekad, dan mengikhlaskan hati
kupercepat langkah-langkah ini
meninggalkan ruang perpisahan ini

***
itikaf tahun ini telah usai...
semoga ini bukan itikaf terakhir dalam hidup kita
berharap Allah memberikan kita kesempatan itikaf lagi 
mempertemukan kita kembali dalam keadaan yang lebih baik
mengizinkan kita menggapai kembali kemuliaan Ramadhan
bersama orang-orang tercinta
tanpa berkurang satupun, satu apapun

***
meski Ramadhan nan mulia kan pergi
Syawal nan fitri kan datang menyapa

meski begitu berat melepas Ramadhan
rasanya tak pantas bersedih untuk menyambut Syawal
karena di hari kemenangan, seorang muslim harus bergembira

Akan kusambut Syawal sebagai kesempurnaan menutup Ramadhan
dengan azzam 'tuk menjaga hidayah-Nya, 
menjaga semangat Ramadhan ini
hingga perjumpaan dengan-Nya kelak


"kutitipkan rindu ini pada malam-malam Ramadhan. jika raga ini tak sampai, jangan lupakan doa sederhanamu untukku..."


Thursday, 26 August 2010

Buka shaum: one step closer for the team

Taraaa... jam segini anggota keluarga cemara masih lengkap di ruangan ini. Tenang, anteng... dengan segala aktivitasnya. Ada yang bikin laporan, ada yang sibuk translate jurnal, ada yang ngenet nyari mp3 jadul, ada juga yang lagi asik drawing sama CATIA nya ... Padahal biasanya jam 14.30 udah pada cabut. Turun. Soalnya selama puasa ini, jam pulang kantor jadi jam 15.00, so, jemputan go out from the office at the time...


Senangnya hari ini terasa panjang, jadi bisa nyelesain bikin report *yang kayaknya akan ditagih senin depan oleh group leader... -_-" sambil nge-MPi tentunya :D. Selama puasa in kayaknya waktu kerja pendek banget, pas balik shalat zuhur dari masjid tau-tau udah jam 13 trus gak lama jam 14 dan jam14.30... (ngapain aja li??). Yah baru megang kompi bentar tau-tau udah waktunya turun... *merasa aneh banget pulang kerja sebelum ashar* hmm.. kalo kata temen2 sih aneh yang menyenangkan, huuee... emang kudu sih pulang lebih awal, apalagi buat para mom yang kudu nyiapin makanan buat berbuka, kasian aja keluarganya kalo jam pulang kantornya teuteup.

Bukan cuma keluarga cemara aja yang ada di lantai ini, tapi se-PTM.(unit kerja). Do u know? Acara rutin tahunan 'buka puasa bersama' akan diadakan hari ini, so i must say good bye to 55 . Walaupun gak semua bisa ikut (terkait tugas2 rumah tangga yang gak ada pelimpahannya, perjalananan dinas yang tak mau ada penggantinya... dll), tapi yang akan hadir akan lebih banyak dari yang tidak hadir. Bahkan anak-anak Lab berniat akan datang (dibela2in lho dari Lab Serpong... ). 463 crew, we'll wait for u alll.........

Seru nih kayaknya. Yah itung-itung one step closer for PTM crew. Itu juga yang menjadi alasan beberapa teman yang berniat untuk menghadiri acara ini, "yah, gue sih cuma mau merasakan kebersamaannya aja, disamping merasakan makanan2 enak yang udah kita pesan....wkwkwk"

Buka puasa bersama,, entah ini udah yang keberapa dalam Ramadhan 1431 H ini yang harus saya hadiri... tapi yang pasti dalam pekan ini, ini adalah yang ke-3 dari 5 acara buka shaum bersama di luar yang telah menjadi agenda minggu ini... ffhhuuuhhh, ingin banget rasanya lebih banyak buka shaum bareng keluarga di rumah. tapi, atas nama 'kebersamaan' (yang mana?), tanggung jawab, kebaikan, dll pada akhirnya saya memang tidak bisa melepaskannya... Banyaknya acara buka shaum di luar rumah ternyata membawa efek negatif juga bagi saya, Flu + Radang tenggorokan. 2 sekawan yang akhir-akhir ini akrab dengan saya. Ishbiru ya ayyuhannafs... Saya memang terbiasa untuk tidak meminum air es, dengan alasan kurang suka! tapi menu ta'jil buka shaum bersama kebanyakan minuman dingin, bahkan belum ada yang hangat-hangat (untungnya di acara PTM ini, diusulkan untuk menyediakan teh manis hangat....) jadi yah terjadilah ini... emang gak enak ya hidup tanpa pilihan (nyontek iklan-red).

Buka puasa bersama,, mungkin akan bagus jika niatnya juga bagus,; mengeratkan silaturrahim, menjaga ukhuwah, menghadirkan semangat berpuasa, dll...
Mudah-mudahan momen buka puasa bersama bukan cuma ajang hura-hura yang hanya akan menimbulkan pelupaan terhadap shalat Maghrib, menimbulkan rasa malas dah enggan untuk tarawih, melalaikan adab makan... bukan hanya sebuah momen untuk merayakan euforia Ramadhan dan kemudian melupakan segala keutamaan Ramadhan ini...

Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang boleh ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selamat menanti kebahagiaan berbuka puasa
Semoga makin mengeratkan silaturrahim antara kita...

Saturday, 27 March 2010

Persiapan untuk yang istimewa

"Ayo tilawahnya ditingkatkan lagi, minimal 1 juz per hari." begitulah nasehat guruku tadi pagi. Memacu kami untuk merutinkan tilawah. karena sebagian besar dari kami masih belum memenuhi target minimal dari target yang telah diniatkan. yah, mungkin terkait dengan kesibukan/ altivitas kami yang membuat kami tidak bisa tiap hari mencapai 1 juz tilawah. atau juga karena kami tidak pandai mengatur waktu... hmm..


Sebenarnya bukan hanya demi target yg diterapkan di LTQ sih, beliau kemudian ia berkata, "sekitar 4 bulan lagi/ bulan Agustus, kan kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Jadi kalau kita latihan untuk merutinkan tilawah dari juah-jauh hari seperti ini, kita akan lebih mudah untuk melakukan banyak tilawah. jika tahun kemarin targetnya hanya 1 kali khatam, Ramadhan tahun ini harus lebih dari itu. minimal 2 kali khatam... jika kita sudah merutinkan tilawah kita, kita juga akan lebih mudah untuk menghafal dah murajaah hafalan kita. sehingga jika nanti naik ke level tahfidz, ukhti semua sudah terbiasa, dan tidak akan kaget lagi jika tiap pekan harus menyetor hafalan 4 halaman Al-Quran..."

Saya jadi menyadari hal itu semua.. mengapa tidak dari sekarang-sekarang bersiap untuk menyambut bulan yang mulia itu. toh kalau kita sudah terbiasa, aktivitas-aktivitas ibadah tersebut akan mudah dilakukan saat Ramadhan, tinggal peningkatannya saja. Setelah Ramadhan berakhir, kitapun akan sulit meninggalkan kebiasaan baik tersebut karena sudah terbiasa... dan rasa kerinduan akan Ramadhan akan terobati jika kita menjalankan aktivitas2 ibadah kita seperti di bulan Ramadhan.

Jika produser sinetron Ramadhan saja sudah bersiap-siap dari berbulan-bulan sebelumnya untuk membuat film yang akan diltayangkan di bulan Ramadhan, mengapa kita tidak bersiap-siap dari berbulan2 sebelumnya juga untuk mendapatkan banyak keutamaan-keutamaan di bulan Ramadhan?? padahal Ramadhan adalah bulan yang paling banyak keutamaannya… Bodoh sekali bagi muslim yang melewatkannya tanpa makna (sia-sia). Rugi sekali bagi muslim yang ramadhan kali ini tidak lebih baik dari ramadhan kemarin.

Mengingatkan diri kita akan datangnya ramadhan lebih awal, sama artinya dengan memberi kesempatan kepada diri kita sendiri untuk meminta yang lebih banyak. sadarkah kita bahwa kelalaian kita lebih banyak? kesibukan kita lebih beragam. terkadang satu bulan waktu berlalu tanpa terasa, karena kesibukan kita yang memang seperti tidak memberi jeda pada diri kita untuk beristirahat. maka menyadarkan diri kita lebih dini akan datangnya Ramadhan adalah sebuah antisipasi yang tepat agar kita tidak kaget manakala kita menjumpai diri kita yang sudah tidak berdaya…

PERSIAPAN YANG LEBIH MATANG AKAN LEBIH BAIK

Mungkin bagi sebagian orang, tiga atau empat bulan adalah waktu yang begitu singkat. Ramadhan sekan diambang pintu. Namun bagi sebagian yang lain, waktu 4 bulan itu adalah waktu yang cukup lama. Masih banyak kesempatan untuk bersantai. Tapi empat bulan itu bukan hanya ukuran. Ini adalah peringatan, bahwa selama ini kita telah lalai. Kita telah sering melupakan. Ada banyak kesalahan yang kita perbuat, sehingga kita perlu kembali, berhitung dengan semua yang telah kita lakukan agar kita bersegera bertaubat kepada Allah SWT.

"Ya Allah, selamatkan aku untuk Ramadhan dan selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan dia sebagai amal yang diterima untukku." (HR. Thabrani dan Dailami)


Aku merindukan Ramadhan...

"Ya Allah, semoga kami bisa menikmati Ramadhan tahun ini tanpa menyia-nyiakannya..."

Tuesday, 6 October 2009

Itikaf 25 Ramadhan 1430H




diambil waku itikaf kemarin..
Agak2 ga jelas, soalnya diambil pake video HP.
and gak fokus, karena tempat mengambilnya terbatas.. dari lantai atas.
lokasi: Masjid At-Tin

*btw ini ketiga kalinya saya merekam aktivitas ba'da subuh tanggal 25 Ramadhan*

mudah2an bisa berlanjut ke rekaman video itikaf 25 Ramadhan 1431 H ^_^ amiin..

Thursday, 17 September 2009

momen terindah dalam setiap Ramadhan

Mentari pagi bercahaya membawa kehangatan
mengisi setiap sudut ruang bumi Illahi
menembus daun-daun yang sedang bermain ditiup angin
nyanyian burung makin meyakinkan indahnya pagi ini
kutatap langit biru yang cerah
mengingatkanku bahwa aku harus meninggalkanmu sementara


mudah-mudahan Allah berkenan menyampaikanku kembali kesini
dipenghujung Ramadhan yang makin nyata
rasanya berat untuk meninggalkanmu
seakan ini Itikaf terakhir bagiku
karena tidak ada yang menjamin bahwa aku masih bisa merasakan Ramadhan tahun depan

Berharap ALLAH memberiku kesempatan untuk merasakan Ramadhan tahun depan
dengan keadaan yang lebih baik
tanpa kekurangan satu apapun tanpa kehilangan siapapun

"kutitipkan rindu ini pada malam-malam Ramadhan. jika raga ini tak sampai, jangan lupakan doa sederhanamu untukku..."

Tuesday, 25 August 2009

Hatiku Terpaut di Masjid (Rindu Al-Ghifariku..)

Masjid Al-Ghifari IPB

Ramadhan ini adalah Ramadhan awal yang saya lalui di Tangerang, setelah 5 tahun kemarin tinggal di Bogor. Seiring dengan berubahnya status saya dari mahasiswa menjadi pekerja, berbagai aktivitas barupun datang menghampiri,,, awalnya sangat sulit untuk menata kembali waktu yang ada. Menjadi mahasiswa dan tinggal di kosan bersama teman-teman, tentu sangat berbeda ketika kita kembali ke rumah dan masuk ke dunia kerja.. butuh waktu berminggu-minggu bagi saya untuk menemukan format yang pas, menata waktu seoptimal mungkin agar tidak menjadi manusia yang menyia-nyiakan waktu..

Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan Ramadhan tahun lalu.. kalau Ramadhan lalu saya sibuk dengan aktivitas kampus, termasuk ngelab dsb, Ramadhan kali ini seperti memberiku tantangan untuk menjadikan Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin,, Tantangan yang cukup menantang :-) yah, disini kajian keislaman tidak sedekat dan sebanyak saat di kampus, saya pun bertemu dengan orang-orang yang "heterogen",,dan banyak lagi kondisi berbeda yang saya rasakan (mungkin andapun pernah merasakan..) 

Yang pasti lagi, Ramadhan kali ini juga membawa kerinduan kepada Al-Ghifari tercinta. Al-Ghifari tuh masjid kampus saya, letaknya di baranangsiang, eh di gunung gede maksudnya.. emang sih letaknya ga di dalam lingkar kampus utama, tapi di samping gedung MMA IPB dan Diploma IPB. 

MMA IPB dan Al-Ghifari

Tampak samping

Diploma IPB dan Al-Ghifari

Kalo dilihat dari bentuk, nih masjid kagak kayak masjid. Bahkan waktu pertama kali ke Al-Ghifari (waktu itu ada acara kontemplasi PAI) saya sempet nyasar. padahal dah bilang ke sopir angkot kalo mo turun di Al-Ghifari, maklum waktu itu masih tingkat satu kuliah, sopirnya malah nurunin saya di masjid daerah bantar jati. Pas saya lihat plang namanya, itu bukan Al-ghifari!! ternyata tuh sopir angkot ga tau dimana Al-Ghifari, pantesan pas saya nanya lewat Al-Ghifari apa ngga, tuh sopir kelihatan berpikir keras. kayak ragu-ragu gituh,, padahal tuh angkot rutenya lewatin tepat depan Al-ghif kok bisa ya ga nyadar masjid terkenal ituh!!!
Kenapa saya bilang terkenal, karena Al-ghif adalah Pusat kegiatan keislaman pertama di Bogor. Sengaja dibangun dengan bentuk seperti itu karena waktu itu (zaman Soeharto) masjid dan segala yg berkaitan dengan dakwah Islam diawasi dengan ketat. Btw, ngerasa gak sih mirip2 keadaan sekarang, dimana dakwah di masjidpun diawasi polisi?? jadinya biar kegiatan dakwah Islam di Al-Ghifari dapat berjalan dengan lancar maka dibangunlah Masjid ini dengan bentuk seperti ini.. jadinya ga akan ada yang nyangka kalo ini tuh masjid! termasuk sopir angkot yang saya ceritain tadi kali yah?! parah, padahal dah ada plang namanya...

Al-Ghifari bagi saya adalah salah satu tempat terindah di Bogor. Disinilah awal saya merasakan indahnya islam.. bertemu dengan orang-orang baru yang bersemangat.. yang menbuat hidup saya makin hidup :-D sungguh indah. tak dapat terlukiskan oleh kata dan tak dapat terlupakan... sepertinya dimanapun saya berada, saya akan merindukan masjid ini.. walaupun kalo ke Al-Ghifari sekarang saya tidak akan menemukan orang-orang itu. Karena setiap zaman ada tantangannya dan setiap tantangan ada penggeraknya. masa saya dan teman2 saya sudah lewat yah..

Jadi inget masa-masa awal saya tercemplung kesini.. awalnya cuma ikut-ikutan dan disuruh bantu2 kegiatan.. lama2 kok kayak ada ikatan hati gituh ama nih masjid. akhirnya pas rekrutmen anggota baru saya dan teman2 mantap untuk mendaftarkan diri jadi pengurus. Seru aja, waktu tuh abis ujian semester, kita rame2 deh daftar kesini..

Kalo lihat foto ini jadi kangeeen banget ama temen2. soalnya nih foto adalah foto kita abis diwawancara untuk jadi pengurus.. rasanya seneeng banget.. i love u full, my sisters.. terima kasih telah hadir dalam hidupku. kalaupun kita tidak bertemu lagi di dunia, semoga Allah pertemukan kita di Syurga-Nya.. amiin..

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya

Met Ramadhan Al-Ghifari, teringat padatnya aktivitas Ramadhan disana. Semoga di tempat yang baru ini saya menemukan masjid yang bisa menautkan hatiku padanya... seperti padamu..

Hatiku terpaut di masjid, saya pernah merasakannya. Jika hati terpaut pada masjid, secara tidak langsung terpaut pada Allah SWT juga. Perasaan damai senantiasa merasuk dalam sanubari saya, sehingga selalu rindu untuk ke masjid. Walau dulu aktivitas saya kebanyakan di Darmaga (ikutan BEM) tapi saya selalu menyempatkan untuk datang ke Al-Ghifari...

Hatiku terpaut di masjid, ku kan terus mencarinya... MASJID tautan hatiku. Janji Allah, akan menaungi orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid pada hari yang tiada naungan selain-Nya. Met Ramadhan Al-Ghifari.. smoga suatu saat saya bisa berkunjung lagi, dalam keadaan yang lebih baik lagi




*thanks to kak wicak, tanto, dan daus atas foto2 Al-Ghifari di atas*

Friday, 21 August 2009

Sms pra Ramadhan 1430 H

Di penghujung Sya'ban ini kita biasanya saling mengirimkan sms Ramadhan,,
sengaja saya publish ni beberaps,, yah walaupun cuma dikit, mudah-mudahan bisa jadi inspirasi sahabat sekalian dan bisa diambil hikmahnya
Tafadhal kalo ada yang mau menambahkan


Tlah datang menjelang...
Meluruhkan kerinduan...
Ramadhan....

Di penghujung bulan Sya'ban ini, dan hari-hari menjelang Ramadhan, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas tutur kata, tingkah laku dan perbuatan yang tidak berkenan.
Mari kita sambut Ramadhan yang sebentar lagi datang dengan gembira dan mengisinya dengan berbagai aktifitas ibadah dan kebaikan. Berharap ada sebuah peningkatan amal ibadah di Ramadhan tahun ini dan tujuan dari puasa itu dapat tercapai (la'allakum tattaquun = agar kamu bertaqwa).

Kulihat sya'ban pagi tadi. Sambil tersenyum, dia berkata, " aku pergi sebentar lagi.. entah kita bertemu lagi atau tidak.. tapi sahabatku Ramadhan akan datang. Sambutlah dia dengan baik. Kelak dia akan menyambutmu di syurga, lewat pintu Ar-Rayan." lalu Sya'ban memelukku dan menitipkan pesan ini...

Wahai Bulan Penuh Ampunan yang dirindukan.. Basuhlah hati kami yang keruh.. Nyalakan lentera benderang dalam relung kalbu.. Kokohkan langkah kami diatas Langit Taqwa.. Tempalah jiwa kami bagai pohon kurma, yang terus berbuah barokah.. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1430H.. ;D

Temaram senja di akhir bulan Sya'ban mengantar kita ke bulan yang penuh rahmat. Semoga kita dapat menghadirkan Ramadhan terbaik, maaf atas segala khilaf.

Ke kota Jakarta hari selasa
pulang dan pergi naik kereta
satu hari lagi kita puasa
mohon maaf bila ada salah kata atau bercanda
mohon maaf lahir bathin.
satu hari lagi nafas menjadi tasbih
satu hari lagi tidur mebjadi ibadah
satu hari lagi doa ini dijabah
satu hari lagi pahala ini dilipatgandakan
satu hari lagi kita berjuang menggapainya
tapi takkan hadir tanpa maafmu
biarkan jiwa-jiwa sabar menjadi penyejuk bagimu
dan jadilah engkau pemaaf (QS> 7: 199)
Marhaban ya Ramadhan

Satu hari menjelang Ramadhan
Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan
semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini

Ya allah mudahkanlah kami melakukan ketaatan kepada-Mu lebih banyak lagi dalam Ramadhan nanti....
Masukkanlah kami dalam bulan suci ini dengan maghfirah dan ridho dari-Mu...
Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertakwa...
Amin...
Mohon maaf lahir dan bathin ya untuk saudara-saudariku yang dicintai Allah SWT...

Tiada yang sempurna kecuali Allah yang maha kuasa,
Tiada yang kekal makhluk di dunia
salah dan dosa pasti ada diantara kita
pintu maaf adalah jalan ke syurga
Allah maha pengampun terhadap makhluknya
ungkapan yang tulus dari lubuk hati terdalam
Ramadhan sudah diambang pintu
Jika Allah berkehendak insyaAllah kita akan menemui Ramadhan penuh barokah.
Semoga gelar taqwa Insya Allah akan menjadi milik kita yang
berharga sebagai modal langkah kita selanjutnya
Salah paham, kesedihan, ego, sakit hati, adalah proses dari kehidupan kita.
Semoga dengan puasa mempertemukan kita dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kita semua menjadi pilihanNya untuk dikabulkan do'a - do'a dan kembali menjadi fitrah. Amien..

Allahumma Baariklana Fii Rajaba Sya'ban Wa Balighna Ramadhan..Ya Allah..berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukanlah kami di Bulan Ramadhan.Selamat Menyambut bulan Ramadhan Yang Penuh Barokah dan ampunan,mohon maaf lahir bathin atas segala kekhilafan baik yang di sengaja maupun yang tidak disengaja,,

Barangsiapa shaum di bln Ramadhan karena mengharap pahala dari Allah, akan diampuni semua dosanya yang telah lalu (HR. Bukhori)
sambut bulan suci, mohon maaf lahir bathin,,

Tercipta dosa dalam tawa, terbersit luka dalam canda, terlintas angkuh dalam senyum, hanya maaf yang dapat disampaikan. mohon maaf lahir bathin atas segala salah dan khilafku. Selamat menyambut bulan Ramadhan yang mulia dan semoga Ramadhan kali ini bisa dilalui dengan lebih baik dan penuh makna,,

Marhaban yang Ramadhan, mohon maaf lahir bathin atas lisan yang terucap, janji yang tak terpenuhi, perbuatan yang sengaja atau tidak yang menyakiti. Moga Ramadhan ini diampuni segala dosa kita,,

Bulan penuh cinta selangkah lagi kita rasakan,, bulan penuh hikmah kan menjadi keberkahan,, Perkenankanlah kelak hamba-Mu menjadi alumnus Ramadhan yang tetap istiqomah,, mohon maaf lahir bathin

Sebelum titipan nafas terhenti, izinkan segenap maaf diungkap di hati atas segala khilaf diri yang terlewati agar Ramadhan terjalani dengan hati yang suci. Met puasa 1430 H.

Sebentar lagi syetan dibelenggu, ibadah diganjar berlipat ganda. Bulan penuh berkah kan tiba. Mohon maaf atas segala kesalahan diri. smg Allah menjadikan kita orang yang bertaqwa.

Tersenyumlah jiwa-jiwa perindu syurga,, syahruttarbiyah telah tiba. Semoga perjalanan Ramadhan yang akan dijalani berujung taqwa. Marhaban ya Ramadhan,, mohon maaf lahir dan bathin.

Sambut Ramadhan dengan senyuman. Isi dengan banyak amalan, akhiri dengan peningkatan iman. Mohon maaf lahir bathin ^_^


Monday, 10 August 2009

Menghadapi Ramadhan

Oleh-oleh dari seorang teman yang habis pulang dari ceramah Aa gym di Istiqlal ahad kemarin (9 agustus 2009). Thanks ya sobat, sudah bersusah payah membagi ilmu ini ke saya (lewat sms pula!!). mudah-mudahan bisa diambil hikmahnya ^_^

=====================================================================

Bekal di bulan Ramadhan

(Oleh  Ust. Aa Gym)

Shaum sebagai bekal Ramadhan:

a) Shaum mata, menjaga pandangan dari hal-hal yang membatalkan puasa.

b) Shaum telinga, menjaga pendengaran dari kata-kata yang sia-sia serta perkataan yang menjelek-jelekan orang lain.

c) Shaum fikiran, menjaga fikiran dari khayalan-khayalan yang merugikan dan sia-sia belaka.

d) Shaum mulut, berbicara sesuai keperluan, hindari pembicaraan yang sia-sia serta ghibah.

e) Shaum hati, gantungkanlah hati hanya kepada Allah, jangan pernah menggantungkan hatimu pada makhluk dan menuhankan sesuatu selain Allah SWT.

        Beberapa tingkatan manusia

1) Orang yang tinggi derajatnya

Ciri-ciri: a. selalu berzikir

        b. berilmu, semua perkataannya selalu menjadi petunjuk dan bermanfaat bagi orang                   lain

c. hikmah, selalu mengambil hikmah dari suatu kejadian atas peristiwa

d. solutif, dimana ia berada selalu berfikir positif dan menjadi solusi ketika ada masalah

2) Orang yang biasa-biasa saja

Ciri: sering membicarakan suatu peristiwa tanpa ada artinya.

3) Orang yang rendahan

Ciri: selalu berbicara negaif, serta selalu menyalahkan segala sesuatu yang dianggap menghalangi dirinya.

4) Orang yang dangkal

Ciri: selalu sibuk ngomong. Padahal ga ada hasilnya. Alias OMDO (omong doang).

=====================================================================

sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar
sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan
sahabat sejati menjadi pendorong impian
sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah


Friday, 19 June 2009

Itikaf 1429 H




setahun kemudian pada tanggal yang sama, pergi dengan orang yang sama.. ke tempat yang sama.
tapi kali ini peserta itikafnya tidak seramai tahun sebelumnya..
keesokan harinya baru nih masjid rame banget pengunjung..

Tuesday, 24 March 2009

Itikaf 1428 H




VIDEO ini diambil pada tanggal 25 ramadhan 1428 H.
waktu itu lagi itikaf bareng Dewi di masjid At Tin TMII.
Buanyaaak banget orangnya, seru..!
Pemandangan ini diambil waktu pagi hari, biasa setelah subuh banyak yang tidur lagi..
Duh.. jadi kangen sama bulan Ramadhan lagi..
Mudah2an masih diberi kesempatan oleh Allah tuk menikmati bulan Ramdhan..
Dewi... nanti itikaf bareng lagi ya...

NB: video ini diambil pake Hape Nokia 7260