Showing posts with label office. Show all posts
Showing posts with label office. Show all posts

Thursday, 18 August 2011

Pita Biru untuk Ibu


Hari ini masuk ke gerbang kantor dengan bingkisan berpita biru.

Bingkisan cantik yang terdiri dari tiga jenis kue ini adalah surprised gift untuk seluruh anggota jemputan 55.

Saya dan teman-teman lain benar-benar tidak menyangka akan dapat bingkisan seperti ini. Meski mungkin tidak banyak, tapi kami bahagia sekali. Ini adalah salah satu bentuk ucapan selamat Idul Fitri dari pengurus 55 (meski masih lebih dari 10 hari lagi). Awalnya dana ini akan digunakan untuk buka puasa bersama jemputan 55. Karena yakin tidak akan hadir semua (tentunya bagi yang sudah berumah tangga akan mengutamakan berbuka bersama keluarga), maka pengurus menjelmakannya dalam bentuk lain, sehingga semua orang dapat.

Padahal baru kemarin sore saya membicarakan kue lebaran dengan ibu. Eh, tidak disangka hari ini dapat kue cantik. Kue yang telah membuat kami bahagia ini akan saya persembahkan untuk ibu. Semoga suka :)


Aaah.. kejutan manis di pagi hari.
Yang membuat saya tidak bisa memejamkan mata sepanjang perjalanan.
Yang membuat isi bis ini dipenuhi tawa keceriaan.
Meski mungkin nilainya tidak seberapa, tapi kami sangat bahagia.
Pagi yang Indah...

Bravo buat pengurus 55!
Keep ukhuwah ^____^

Monday, 15 August 2011

Helipad


tapi lebih kelihatan kayak orang mau bunuh diri.

Ini kedua kalinya saya menyusup ke atas lantai 24 gedung ini.

Pertama dengan winda, dikawal satpam. waktu itu siang hari dan anginnya kenceng buanget, kita hampir terbang. Pak satpam pun bersikeras meminta kami turun (takut kami terbang terbawa angin, hehe).

Yang kedua ini bareng keluarga cemara plus para sobat keluarga cemara. Iseng aja sebenernya, mumpung ada yang bawa kamera pro-summer (gilafoto banget gak sih kite..). Kali ini masih pagi (sekitar jam 9 pagi) jadi anginnya tidak terlalu kencang dan mentari belum begitu terik.
Foto-foto ini diambil pake kamera prosummer yang settingannya asal plus kamera Sony Ericssons W20.

Semoga foto-foto ini bisa jadi kenangan.
Di landasan helikopternya BJ. Habibie semasa beliau menjabat sebagai Menristek RI ^_____^

Thursday, 14 July 2011

Inovasi untuk kesejahteraan rakyat


Tadi pagi mendadak ada undangan acara peluncuran peringatan Hakteknas  (hari kebangkitan teknologi nasional) RI ke 16. Acaranya salah satunya berupa diskusi panel dengan pembicara Menristek RI (Suharna Surapranata), Ka. BPPT (Marzan A. Iskandar), Direktur KADIN (lupa namanya), dan PT. Kalbe Farma + Pendiri Stem Cell Institute (Boenjamin Setiawan).


Makna dari launching ini bukan sekedar momentum ataupun ceremonial, tapi banyak info, diskusi, dan statement menarik sebagai komitmen dr komunitas IPTEK dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan. Diharapkan akan ada input/ masukan dari acara hari ini. Yang menarik juga ada peluncuran 3 buah roket juga

Hakteknas tahun ini bertema "Inovasi Untuk Kesejahteraan Rakyat". Tema ini dipilih dengan harapan, agar SDM dan litbang Iptek mampu menghasilkan riset yang lebih aplikatif, memberi solusi nyata dan inovatif terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha, dan pemerintah, untuk meningkatkan kontribusi Iptek bagi kesejahteraan rakyat, daya saing produk industri, dan kemandirian bangsa.


Menurut Menristek, Selama sektor industri kita belum memanfaatkan inovasi teknologi secara intensif untuk mengembangkan produk-produk nasional yang kompetitif di pasar global, maka daya saing kita sulit diharapkan untuk naik. Untuk itu kita perlu meningkatkan interaksi antara lembaga penelitian dan perguruan tinggi –sebagai penyedia teknologi–dengan industri–sebagai pengguna teknologi.

Inilah yang menjadi fokus kebijakan Pembangunan IPTEK kita untuk menciptakan ruang agar terjadi kolaborasi yang baik antar aktor-aktor inovasi nasional dengan melakukan koordinasi dan intermediasi antara penyedia dan pengguna teknologi, memberikan insentif, mendorong pemanfaatan hasil litbang guna menyelesaikan permasalahan pembangunan, meningkatkan daya saing, memberikan layanan kepada masyarakat serta mencapai kemandirian bangsa. Oleh karena itu kita perlu  mengoptimalkan lembaga intermediasi ,untuk menjadi pusat-pusat kolaborasi dan inovasi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Hasil iptek memang tersebut harus bermanfaat bagi pengembangan potensi  / masyarakat dan memberikan nilai tambah, bukan hanya berupa laporan yang menumpuk di laci. Artinya, iptek yang disediakan memang benar-benar dibutuhkan daerah tersebut, bukan pesanan dari pusat atau proyek yang wajib dilaksanakan, terlebih tidak memberikan nilai keuntungan bagi masyarakat. Selain itu, hasil litbang yang akan diimplementasikan pun harus sudah teruji, bukan dalam skala teori. Itu yang sering kali ditemui di lapangan, yakni hasil litbang kadang tidak memuaskan suatu daerah karena masih dalam skala teori dan asumsi.

Dana adalah salah satu kendala untuk berinovasi. Alokasi penelitian di Indonesia cuma 0,5% dari APBN (sekitar Rp 5 triliun). Hal ini sangat jauh berbeda dengan Amerika Serikat yang rela menggelontorkan anggaran Rp 400 triliun hanya untuk penelitian. Mereka meyakini, besarnya biaya penelitian suatu negara akan memengaruhi majunya negara tersebut.

Israel yang dana penelitiannya paling tinggi, Amerika sudah Rp 400 triliun, sekarang mereka mulai worried karena China mau meningkatkan anggaran penelitiannya dan Jepang, China mau menyusul Amerika. Negara keempat Jerman, kelima Korea. India juga mulai mengeluarkan dana penelitian yang besar. Indonesia gimana?
Kalau korea berambisi untuk mengalahkan Jepang, Indonesia berambisi mengalahkan siapa?
*Jangan bilang kalo Indonesia berambisi mengalahkan orang Indonesia juga* (doh)

Padahal dengan adanya penelitian-penelitian maka akan menciptakan inovasi baru yang dapat menyelamatkan masyarakat. Seperti statementnya Robert Solow: "Innovation is key to prosperity and progress" (Robert Solow won a Nobel Prize for his work showing that increases in productivity were due to technology development).

Final Remarks
Direktur Kadin:
1. Apa yang dihasilkan bisa diterapkan di dunia industri.
2. Inventarisasi apa yang seharusnya dikembangkan di Indonesia (potensial dan kebutuhan).
Menristek:
Pemerintah harus mampu membangun iklim yang mendukung untuk terciptanya koalisi yang baik antara penliti dan pengusaha.
Ketua BPPT:
Program-program MP3EI (Masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia), RPJPN, dll merupakan kesempatan yang diberikan kepada kita untuk meningkatkan daya saing untuk kesejahteraan masyarakat.
PT. Kalbe Farma:
1. Lihat peluang yang ada, dan kembangkan
2. "Money create money", supaya menghilangkan kemiskinan kerjasama yang baik antara ABG (Academition, Bussinessman, and Government).

Hakteknas pertama kali diperingati pada tanggal 10 Agustus 1995 dengan mengudaranya pesawat N-250 (masih inget kan?). Ini merupakan capaian yang luar biasa bagi teknologi kita. Peristiwa ini menjadi tonggak Hakteknas Indonesia, dengan harapan agar  kita selalu berinovasi sehingga teknologi Indonesia akan mengalami kemajuan setiap tahunnya.

Seharusnya gejolak Hakteknas ini dirasakan juga oleh seluruh rakyat Indonesia, seperti hal nya hari kemerdekaan Indonesia. Agar masyarakat bisa memberi masukan dan memantau lebih dekat sudah sejauh mana perkembangan teknologi ini. Somehow, saya pribadi merasa saat ini hanya sebagian kecil masyarakat yang aware dengan perkembangan teknologi Indonesia. Atau jangan-jangan masih banyak yang belum tau apakah Hakteknas itu

Tidak sengaja, waktu ke perpustakaan, saya menemukan buku yang keren. Yang bikin saya meringis bacanya. Buku itu memuat dokumentasi tentang Indonesia Air Show 1986 (IAS 86).  Disitu ada berita-berita dari berbagai koran, pakar bicara, sampai karikaturnya! Ternyata kereeeen bangeeeeet!!!! sama kerennya dengan Hakteknas I (N250 first flight). Let's check below!

Saya berencana (iseng-iseng) akan "meluncurkan" isi buku ini (entah bagaimana formatnya), saat Haktenas nanti (10 Agustus 2011). Harapannya agar kita bisa tahu dan terisnspirasi dengan semangat dan gelora untuk mengembangkan teknologi pada saat itu, dan bisa bilang: "Indonesia emang keren"



NB:
Tulisan saya tentang Hakteknas ke-15 (tahun lalu) ada disini
Tentang rangkaian acara Hakteknas ke-16 bisa dilihat disini
Naskah pidato menristek lihat disini dan beritanya disini
*mohon maaf kalo banyak kekurangan. lagi males nulis huhu....*


Monday, 27 June 2011

Membebaskan Diri dari "Mental Block"


Dua bulan berada dalam kungkungan rutinitas kantor, bikin saya jenuh yang amat sangat. Bahkan tadi ketika memasuki gerbang kantor, secara refleks terlontar kata-kata: Saatnya berjuang, berjuang tuk membunuh rasa bosan dan jenuh

Ya, dua bulan ini aktivitas saya di gedung ini cuma berhubungan dengan berkas-berkas, berhadapan dengan kompi yang setia membawaku menjelajah dunia, jurnal-jurnal, dan sebagainya... hooo.... sungguh daku kangen ngelab

Baca-baca tulisan di dunia maya, nemuin artikel yang bagus banget. Pas banget nih buat di-sharing. Sumbernya dari kompas.


Membebaskan Diri dari "Mental Block"

Sekelompok eksekutif di divisi penjualan pada sebuah perusahaan dengan nama besar mengeluhkan berbagai kesulitan yang dihadapi untuk bersaing, survive, dan menembus pasar. Tim yang menjadi ujung tombak untuk mencetak profit ini pun ketar-ketir dengan masa depan perusahaan. Kompetitor yang begitu agresif dengan berbagai terobosan telah merebut pasar mereka. Kini, mereka seakan tertampar karena menyadari selama ini alpa mendorong kreativitas sebagai sumber energi di dalam tim dan organisasi. Kita lihat, bukan lagi perlombaan modal yang kita hadapi sekarang, melainkan perlombaan kreativitaslah yang akan menentukan siapa yang melesat ke depan.

Kita memang tidak lagi bisa terlena menjalankan business as usual. Istilah think out of the box bahkan sudah tidak relevan lagi karena saat sekarang kita dituntut untuk tidak berada dalam "kotak" lagi. Kita lihat betapa absensi di banyak perusahaan kini tidak relevan lagi, digantikan dengan flexitime yang lebih mampu mendorong produktivitas dan membuat karyawan happy.

Ini adalah salah satu contoh dari lenyapnya "kotak" yang sering disebut-sebut itu. Bisakah kita membayangkan, pola kerja yang telah menerapkan kebebasan absensi, tetapi tetap menggunakan cara kerja dan kerangka pikir lama? Cepat atau lambat, semua keterikatan, peraturan, atau standar operasi yang tadinya ada, harus berubah sesuai tuntutan situasi, perlu ditinjau kembali, dan diperbarui. Siapa penggeraknya? Bukankah kita sendirilah yang harus setiap saat berpikir beda?

Sadar tidak sadar, kita kerap membangun tembok-tembok, benteng atau "kotak" yang membuat pandangan dan pikiran kita terbatas. Bukan saja menyadari, melainkan kita justru kerap menerima bahwa kita sudah terkungkung dengan paham konvensional, birokrasi, dan rutinitas yang menyebabkan diri kita tidak kreatif. Bila upaya kita mencari jalan keluar dirasa mentok, dengan cepat kita berpikir, "Mungkin saya memang tidak kreatif...."

Terobosan, pembaruan, dan inovasi adalah tuntutan kerja zaman sekarang. Kita tidak lagi bisa menganggap bahwa semua terobosan yang kita hasilkan adalah hasil kreativitas yang istimewa. Secepatnya, kita harus segera berpikir bahwa box yang kita rasa mengurung diri kita hanyalah paradigma yang perlu dicabut dari benak kita. Di saat sekarang, setiap orang harus secerdik kancil, tidak pernah boleh berhenti, dan tidak bisa merasa berada di titik kepuasan atau comfort.

Berpikir = saat bergembira
Kita sering merasa sudah menggunakan daya pikir kita secara all out, apalagi setelah rapat brainstorming atau rapat evaluasi yang sampai membuat kita merasa stres dan lelah. Seorang teman berkomentar, "Kalau dibombardir seperti ini oleh atasan, bagaimana kita bisa berpikir kreatif?"

Ada anggapan bahwa suasana kantor yang tegang membuat orang berhenti berpikir dan seakan menjadi robot saja. Rasa takut salah, anggapan bahwa "berpikir" adalah kegiatan yang sangat serius, menyebabkan otak kita membentuk semacam rem yang bisa menghentikan kegiatan berpikir. Sementara, ada orang yang tetap berpikir dalam tidurnya, pada saat melakukan segala macam kegiatan dan kemudian memunculkan ide baru tanpa peduli tempat dan waktu, "The brain is a wonderful organ. It starts the moment you get up and doesn’t stop until you get into the office."

Marilah kita memerhatikan bagaimana seorang anak sampai pada pemikiran-pemikiran yang unik dan tidak terpikirkan oleh kita. Pertama-tama, ia tidak memaksa dirinya untuk mendapatkan jawaban segera. Pikirannya mengembara tanpa ada batas-batas jam kerja atau situasi tertentu. Ia tidak pernah berpikir apakah ia seorang yang pintar, logis, ataupun rasional. Berpikir seakan menjadi kegiatan mental anak yang bagaikan permainan, tidak membuatnya stres, bahkan membuatnya bahagia.

Bagaimana dengan kita dalam situasi kerja? Bukankah kita sering merasa mentok saat kita memaksakan diri untuk berpikir sesuai dengan aturan tertentu atau berusaha se-rasional mungkin? Kita pun kerap membatasi berpikir hanya di saat meeting atau pada saat jam kerja. Belum lagi, kita sering menginstruksikan diri kita untuk tidak memikirkan urusan orang lain, divisi lain, dan perusahaan lain. Dari sini kita melihat bahwa mental block sebenarnya tidak terjadi, tetapi kita sendiri yang menciptakan benteng dan membatasi kemampuan berpikir kita. Kita yang sudah memblok mental, tentunya akan mati langkah.

Asik berpikir dan mengamati
Seorang teman mengatakan bahwa saat sekarang orang sudah tidak perlu susah-susah mencari tahu lagi. Dengan bantuan search engine, semua informasi tersaji di depan mata dalam waktu sekejap. Tantangan pada kegiatan berpikir kita justru saat harus memilih dan memilah informasi yang sudah tergelar secara terbuka dan real time. Bila kita sibuk membatasi pikiran dan menciptakan batasan-batasan, apa bedanya kita dengan orang yang hidup di era 30 tahun yang lalu?

Seorang teman selalu berkeyakinan bahwa solusi tidak datang begitu saja. Itu sebabnya dia piawai dalam proses mencari jalan keluar. Ia terbiasa mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mengisi titik-titik pemahaman yang kosong, dan tidak malu-malu belajar pada orang yang lebih yunior mengenai sesuatu yang tidak ia ketahui. Ia pun terbiasa menikmati film, memerhatikan gambar, bahkan menunda rapat untuk "mengendapkan" masalahnya semalaman.

Banyak tokoh yang kita kenal luas dengan karya kreatif dan inovasinya memiliki kebiasaan berpikir yang membebaskan diri dari mental block, misalnya saja Einstein. Sebelum menemukan teori relativitas, Einstein mempunyai kebiasaan melakukan pengamatan ke mana saja ia pergi. Tidak ada hal yang luput dari perhatiannya. Ia memasang telinga, hidung, dan matanya tajam-tajam, dan menyerap semua gejala yang dialaminya. Ia membaca, bermimpi, serta hidup dengan pertanyaan-pertanyaan di benaknya. Bukankah ini kebiasaan-kebiasaan yang sangat bisa ditiru dan juga mudah untuk kita lakukan?

Hiiiii.... jangan sampai deh, aturan-aturan kantor menghambat kreativitas kita

Thursday, 24 March 2011

Rapat + Outing 2011


ini tim pertama yang sampai di atas

Place:
The Village - Bumi Kadamaian
Boutique & Cultural Village
http://the-villagebumikadamaian.com
Google Earth coordinate : 6°42'47.29"S 106°51'37.30"E

Date: 23-25 March 2011
==================

Sebagai pengingat, Good governance didefinisikan sebagai praktik penyelenggaraan pemerintahan yang demokratis dan berkemampuan mengelola berbagai sumberdaya yang bersifat sosial dan ekonorni dengan balk untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat Indonesia berdasarkan azas musyawarah dan mufakat. Sedangkan wujudnya di Indonesia berupa Penyelenggaraan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa, efisien dan efektif, tanggap dan bertanggungjawab, bertindak dan berpihak pada kepentingan rakyat, serta mampu menjaga keselarasan hubungan kemitraan melalui proses interaksi yang dinamis dan konstruktif antara pemerintah, rakyat, dan berbagai kelompok kepentingan di dalam tata kehidupan masyarakat Indonesia.

Berharap, lembaga ini dapat menjalankan good governance :)

Monday, 10 January 2011

resign: that's life

Dimana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Dimana ada awal, pasti akan ada akhir. That’s life.

Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And that’s life.

senin yang kelabu di awal tahun yang mendung... lagi-lagi harus kehilangan partner kerja. the sad story in this morning, meski sebenarnya perpisahan bukanlah duka.

Entah sedih atau gembira ketika seorang partner kerja menyampaikan keinginannya tuk tidak dalam pekerjaan ini lagi. entah sedih atau gembira ketika harus berpisah dengan orang yang telah satu suhu dan pikiran selama ini. entah sedih atau gembira melihatnya berjuang di tempat lain yang dipilihnya. meski sama sekali tidak nyambung dengan keilmuannya, yang seakan menyianyiakan potensi keilmuannya itu... tapi semoga disana ia bisa lebih berkembang dengan bidang ilmu lain yang akan dikuasainya...

Memang tidak mudah memutuskan untuk berhenti dari tempat kita bekerja. Apalagi jika yang kita kerjakan adalah yang kita minati dan kita senangi, meski ritmenya naik turun. Kita akan selalu dibuat ragu, apakah sudah cukup alasan untuk membuat keputusan ekstrem itu? Apakah keputusan yang kita ambil itu sudah tepat dan terbaik?  saya yakin hal ini juga dialami oleh para rekan kerja saya.

Seorang teman pernah memberikan beberapa "wejangan" saatnya mengundurkan diri. Ya, mengundurkan diri bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan, jika:

1. Benar-benar membenci pekerjaan kita

Sebab, meskipun hidup ini singkat, melakukan sesuatu yang tidak kita sukai hanya akan membuat hidup yang singkat itu menjadi sangat panjang dan sangat tidak enak. karena hidup ini lebih dari sekedar urusan uang. hiduplah dengan melakukan segala hal yang kita sukai. Saya PRIBADI berfikir; dalam kehidupan saya yang cuma sekali ini, saya akan mengerjakan hal-hal yang saya sukai... tidak akan membuat diri saya ini sengsara dengan keputusan yang saya buat sendiri...

2. Bekerja untuk perusahaan yang tidak kita hargai (lagi)

Jika kita tidak dibayar sesuai kelayakan dan tidak mendapatkan kenaikan gaji, dan kita tidak lagi menghargai perusahaan, melewatkan 40 jam atau lebih dalam seminggu, mending keluar aja deh.

Kasus yang paling parah menurut saya, seorang teman pernah bekerja di suatu institusi litbang pemerintah. karena statusnya bukan cpns/ pns (hanya honor proyek) maka namanya tidak dipublikasikan/ diakui sebagai anggota tim penelitian tersebut pada saat produknya berhasil, padahal dia yang menemukan formula produk terssebut. Huh! kalo gini rasanya gak etis banget ya. masa begitu perilaku orang2 terdidik, padahal tidak bisa dipungkiri ia telah bekerja penuh untuk produk itu :(

3. Bekerja pada perusahaan yang tidak mempedulikan kita

Poin ini agak nyambung dengan poin di atas, Meski tidak semua perusahaan diciptakan sama. Ada yang buruk, ada yang bagus dan ada yang luar biasa, dan semuanya memperlakukan karyawannya dengan cara yang berbeda-beda. Tapi kita harus berikir apakah perusahaan yang mempekerjakan kita peduli pada kita? Setelah yang kita lakukan untuk perusahaan apakah kita layak mendapatkan balasan dari perusahaan seperti itu, kita sendiri yang tahu bukan ;) tapi kasus yang berbeda ya untuk PNS. Karena yang dituntut dari PNS adalah PENGABDIAN kepada rakyat dan negara. Jadi sekeras apapun bekerja, sesering apapun lembur, jangan mengharapkan kenaikan gaji, kalau tidak kiat sendiri berusaha menaikkan golongan fungsional/ struktural kita :D

4. Sudah sangat bosan dan merasa tak ada lagi tantangan

Kadang ini dialami oleh para PNS, berada pada zona nyaman (kerja keras ato gak gaji tetep), kurang dinamis, alias kadang terlalu nyantai --> bikin bosen, karena gak ada tantangan. Untuk jiwa muda cenderung tidak suka dengan tempat kerja yang tidak dinamis, maka saat sebuah tempat kerja membuatnya tidak nyaman lagi maka ia akan "loncat" mencari tempat kerja lainnya yang lebih membuatnya bergairah berkreativitas. Sayangnya bagi para PNS kadang ada sanksi jika memutuskan resign dari kantor tsb, hmm..

Terlepas dari alasan-alasan tersebut, saya yakin para rekan kerja saya punya alasan yang kuat tuk membuatnya harus rela meninggalkan tempat yang selama ini menjadi wadah kreativitasnya, mengembangkan kemampuannya, mengerjakan apa yang disenanginya... banyak hal yang membuatnya gembira, tertawa, was-was, terharu, termenung, atau mungkin juga tangis dan sedih...

Memang keluar dari tempat kerja kadang juga berarti meningalkan tempat dan lingkungan yang menyenangkan -sehingga tidak selalu mudah dilakukan. Tapi, kata rekan saya itu, sekali kita melakukannya, kesempatan-kesempatan baru menunggu dan siap mengejutkan kita. Semoga sukses selalu menyertai mereka...

Kata orang, berhenti bekerja merupakan sebuah pengalaman yang susah terlukiskan. Mengejutkan, mendebarkan sekaligus membingungkan. Pada satu sisi, kita akan dihadapkan pada situasi untuk memulai sebuah fase hidup yang baru dan dituntut untuk segera berpikir mengupayakan pekerjaan baru. Namun, pada sisi lain, kita tentu juga tak ingin memutuskan begitu saja hubungan baik yang telah terjalin di tempat kerja yang akan ditinggalkan. Berharap semoga silaturrahim kita tetap terjalin ya temans...

Hari Terakhir

Ya, hari ini adalah hari terakhir baginya disini. Setelah akhir pekan kemarin menjadi hari yang sibuk. Memberesi barang-barang di lab, transfer informasi pada saya, juga hari pertama dan terakhirnya membimbing langsung mahasiswa yang akan mulai penelitian di lab kami, dan yang terpenting, mengucapkan selamat tinggal kepada semua teman lab... 

Perilaku pada hari ini akan meninggalkan kesan yang tak terlupakan pada semua orang di proyek ini. Semoga bisa dikenang dalam kesan yang baik. Selamat menempuh kesempatan baru.

Hari ini saya telah kehilangan lima rekan kerja saya (Zc, Ans, Ags, Tr, Put). 

They say "That's life". Ya, hidup memang terdiri dari keputusan atas pilihan-pilihan kita... semoga bisa memilih yang terbaik...

Harapan: semoga saya dan teman-teman saya diberikan petunjuk yang lurus oleh Allah dalam urusan ini... Aamiin..

 

Tuesday, 19 October 2010

Keracunan Kube

Gak sengaja pas ke meja wind, nemuin sesuatu yang unik banget: benda kecil, bentuk kotak (bukan spongebob tapinya), warnanya biru baby (kesukaan saya), lucuuuu banget. "ini kube mp3 li,,, coba deh.." Wind kemudian memasangkan jepit kube ke kerudung saya dan saya memasangkan headsetnya ke telinga saya... kereen... suara musiknya nge-bass banget. persis kayak mega bass-nya Sony Ericssons versi Walkman. Hmm... kayaknya kalo udah pasang tuh mp3 di telinga bisa kayak autis sendiri. Soalnya kayaknya gak ada dunia lain diluar suara yang lagi didengerin lewat headsetnya *bisa gawat juga haha*


Recomended buat kita (kita??) yang lagi ngejar peningkatan listening in english :D oke juga buat dengerin murotal dengan gaya bacaan qori favorit kita. Atau denger nasyid favorit, lagu or anymp3 files. Kube adalah kubus yang berdimensi 22x22x22 mm. Enaknya kube ultra ringan (18 grams) dan bisa dibawa kemana-mana. trus lagi, up to 6 Hours play time (sebelumnya di charge dulu 1 jam). Desain scalable memungkinkan kita untuk menyimpan banyak file dalam kartu microSD. 

Gadget yang menarik di tahun 2010. Jadi tertarik buat beli. harganya juga gak terlalu mahal. Saya dan Wind searching di internet tuk cari harga yang paling murah. saya pikir kalo beli banyk pasti dapet harga yang lebih murah. sambil nyoba Kube nya Wind, saya keliling2 di unit kerja. sambil 'nyari mangsa' siapa yang mau ikutan beli cube. akhirnya dapet 5 orang (plus saya) dalam beberapa jam, hehe...

Kube banyak pilihan warnanya. Saya and Wind sampe bingung 'banget' mau pesen yang warna apa. Abisnya semua cute banget... setelah melalui pemikiran panjang #ceileh tuk memutuskan mau beli warna hitam atau orange, saya memutuskan tuk beli yang orange *dasar sanguinis* So, what's u'r favorite color?
1. Wind --> beli lagi buat adiknya, warna hitam. sayang adik saya gag mau dibeliin Kube ini, katanya gak bisa buat recording, speaker, dan radio (emang sih itu kekurangannya...)
2. Pak Nend --> gak tau beliin buat siapa, pokoknya pesen warna hitam.
3. Tam --> beliin buat ibunya. warna putih aja katanya.
4. Mb Er --> ketemu di lift waktu mau turun, begitu lihat Kube yang dipake Wind, langsung ikutan mau pesen... orange yaaaa :D *agrees with me*

Haha... senengnya bisa pesen sekali 5, harganya jadi lebih murah, plus dapet bonus charger Kube. oh iya, kalo kita beli Kube ini langsung dapet 1 set ini:

Dan gak tau ide dari mana, kita jadi berniat untuk bisnis ini. akhirnya saya and Wind berpromosi ke temen2 kantor lain yang belum memesan :p lumayan dapet beberapa orang lagih. 

Dan gak kerasa seharian ini kerjaannya mondar-mandir, keliling-keliling buat promosiin Kube, hehe... Keracunan Kube! gak sabar nunggu pesanan Kube tiba :D
semangat... semangat... besok saatnya ngerjain tugas yang seharusnya dikerjakan hari ini :p

Thursday, 26 August 2010

Buka shaum: one step closer for the team

Taraaa... jam segini anggota keluarga cemara masih lengkap di ruangan ini. Tenang, anteng... dengan segala aktivitasnya. Ada yang bikin laporan, ada yang sibuk translate jurnal, ada yang ngenet nyari mp3 jadul, ada juga yang lagi asik drawing sama CATIA nya ... Padahal biasanya jam 14.30 udah pada cabut. Turun. Soalnya selama puasa ini, jam pulang kantor jadi jam 15.00, so, jemputan go out from the office at the time...


Senangnya hari ini terasa panjang, jadi bisa nyelesain bikin report *yang kayaknya akan ditagih senin depan oleh group leader... -_-" sambil nge-MPi tentunya :D. Selama puasa in kayaknya waktu kerja pendek banget, pas balik shalat zuhur dari masjid tau-tau udah jam 13 trus gak lama jam 14 dan jam14.30... (ngapain aja li??). Yah baru megang kompi bentar tau-tau udah waktunya turun... *merasa aneh banget pulang kerja sebelum ashar* hmm.. kalo kata temen2 sih aneh yang menyenangkan, huuee... emang kudu sih pulang lebih awal, apalagi buat para mom yang kudu nyiapin makanan buat berbuka, kasian aja keluarganya kalo jam pulang kantornya teuteup.

Bukan cuma keluarga cemara aja yang ada di lantai ini, tapi se-PTM.(unit kerja). Do u know? Acara rutin tahunan 'buka puasa bersama' akan diadakan hari ini, so i must say good bye to 55 . Walaupun gak semua bisa ikut (terkait tugas2 rumah tangga yang gak ada pelimpahannya, perjalananan dinas yang tak mau ada penggantinya... dll), tapi yang akan hadir akan lebih banyak dari yang tidak hadir. Bahkan anak-anak Lab berniat akan datang (dibela2in lho dari Lab Serpong... ). 463 crew, we'll wait for u alll.........

Seru nih kayaknya. Yah itung-itung one step closer for PTM crew. Itu juga yang menjadi alasan beberapa teman yang berniat untuk menghadiri acara ini, "yah, gue sih cuma mau merasakan kebersamaannya aja, disamping merasakan makanan2 enak yang udah kita pesan....wkwkwk"

Buka puasa bersama,, entah ini udah yang keberapa dalam Ramadhan 1431 H ini yang harus saya hadiri... tapi yang pasti dalam pekan ini, ini adalah yang ke-3 dari 5 acara buka shaum bersama di luar yang telah menjadi agenda minggu ini... ffhhuuuhhh, ingin banget rasanya lebih banyak buka shaum bareng keluarga di rumah. tapi, atas nama 'kebersamaan' (yang mana?), tanggung jawab, kebaikan, dll pada akhirnya saya memang tidak bisa melepaskannya... Banyaknya acara buka shaum di luar rumah ternyata membawa efek negatif juga bagi saya, Flu + Radang tenggorokan. 2 sekawan yang akhir-akhir ini akrab dengan saya. Ishbiru ya ayyuhannafs... Saya memang terbiasa untuk tidak meminum air es, dengan alasan kurang suka! tapi menu ta'jil buka shaum bersama kebanyakan minuman dingin, bahkan belum ada yang hangat-hangat (untungnya di acara PTM ini, diusulkan untuk menyediakan teh manis hangat....) jadi yah terjadilah ini... emang gak enak ya hidup tanpa pilihan (nyontek iklan-red).

Buka puasa bersama,, mungkin akan bagus jika niatnya juga bagus,; mengeratkan silaturrahim, menjaga ukhuwah, menghadirkan semangat berpuasa, dll...
Mudah-mudahan momen buka puasa bersama bukan cuma ajang hura-hura yang hanya akan menimbulkan pelupaan terhadap shalat Maghrib, menimbulkan rasa malas dah enggan untuk tarawih, melalaikan adab makan... bukan hanya sebuah momen untuk merayakan euforia Ramadhan dan kemudian melupakan segala keutamaan Ramadhan ini...

Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang berbuka puasa mempunyai dua kebahagiaan yang boleh ia rasakan; kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Rabb-nya karena puasa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Selamat menanti kebahagiaan berbuka puasa
Semoga makin mengeratkan silaturrahim antara kita...

Tuesday, 6 July 2010

when the time changed, we have new leader


Sebaik-baik pemimpin adalah yang kamu cintai dan mereka mencintaimu. Kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakanmu. Sejahat-jahat pemimpin adalah yang kamu benci dan mereka membencimu. Kamu kutuk mereka dan mereka mengutukmu. Para sahabat bertanya, "Tidakkah kami mengangkat senjata terhadap mereka?" Nabi Saw menjawab, "Jangan, selama mereka mendirikan shalat. Jika kamu lihat perkara-perkara yang tidak kamu senangi maka bencimu terhadap amal perbuatannya dan jangan membatalkan ketaatanmu kepada mereka." (HR. Muslim)

Seperti halnya musim yang terus berganti menghadirkan suasana baru, teknologi yang terus berkembang menghasilkan banyak perubahan, juga tahun yang terus bertambah makin mengurangi jatah hidup kita di bumi. Semua bergerak, berubah mengikuti pola yang telah ditetapkan-Nya...

Setelah melewati 4 tahun kepemimpinannya, akhirnya tibalah hari ini. Mungkin hari yang ditunggu-tunggu bagi sebagian besar kami, mendambakan perubahan yang lebih baik.
Meski awalnya masih dag-dig-dug who's the next leader?? akhirnya pertanyaan itu terjawab sudah pada hari ini, 5 Juli 2010. Yup, today and onwards we have new director :)

Substansi kepemimpinan dalam kacamata Islam merupakan sebuha amanat yang harus diberikan kepada orang yang benar-benar "ahli", berkualitas, dan memiliki tanggung jawab yang jelas dan benar serta adil, jujur, dan bermoral baik. Disamping itu, pemimpin juga harus orang yang bertaqwa kepada Allah. Karena ketaqwaaan ini sebagai acuan dalam melihat sosok pemimpin yang benar-benar akan menjalankan amanah.

But in this note, i will not talk too much about a leader or leadership. I just want to say, Barakallah for our new director. Hope you can properly carry out its mandate. hopefully become better, more harmonious, dynamic, affluent, prosperous and peaceful for center of material technology. Smangaaat ^_^



SeTiJab for Center of Material Technology
On Monday, July 6, 2010

Wednesday, 30 June 2010

Breakfast at The Roadside


wah tapi sayang nih si bozz and bapak-bapaknya belum dapet makanannya

after we did lunch at the warteg (yesterday), today starting from breakfast together again at the roadside. Yes, we have chicken noodle. although the place was on the roadside and on the side of small river (hoho... in Jakarta, please). Many people have eaten here. Because of its in the opposite of Bank Indonesia (BI), many BI employees eat here. the chicken noodle is very tastyand delicious of course. we really like the chicken noodle in here. Unfortunately, it seems a bit different noodle this time because now the seller is in his home town. Anyway the important things are togetherness, and 'unsur G' of course :D
today can't all friends join here, because there are official duties, going to the lab, and also doing their jobs in the office. would you guess who do not join?

Tuesday, 29 June 2010

Lunch in warteg


sambil nunggu makanan mending futu-futu ^_^

a beautiful day, when lunch with my friends. although this place is not a fancy restaurant or high class place, but this is our favorite place 'or maybe warteg'. Here we feel comfortable and enjoy. the menus are variety and not expensive. but the most valuable is togetherness. when we can share, take, and give. thank you for being my friend. hopefully we can be better ^_^