Showing posts with label friends. Show all posts
Showing posts with label friends. Show all posts

Friday, 16 March 2012

Kopdar Cherry's girls


watch out!

I never met them after I've been in Jakarta.
If longing is a sketch, I swear that my book will be fully sketched.

Our first meet time in Pare, I hope this's not my last meet time.
and you know....

Friends are like baloons.
If you let them go, you cannot get them back.
So I'm gonna tie you to my heart, and I will never lost you.

Only with a little picture I attempt to revive and keep survive your mind about ours.
Luv you friends :-*


Thursday - March 15, 2012
at Grand Indonesia, Bunderan HI Jakarta
Taken by Sony Ericsson W20 (Zylo)

Monday, 15 August 2011

Helipad


tapi lebih kelihatan kayak orang mau bunuh diri.

Ini kedua kalinya saya menyusup ke atas lantai 24 gedung ini.

Pertama dengan winda, dikawal satpam. waktu itu siang hari dan anginnya kenceng buanget, kita hampir terbang. Pak satpam pun bersikeras meminta kami turun (takut kami terbang terbawa angin, hehe).

Yang kedua ini bareng keluarga cemara plus para sobat keluarga cemara. Iseng aja sebenernya, mumpung ada yang bawa kamera pro-summer (gilafoto banget gak sih kite..). Kali ini masih pagi (sekitar jam 9 pagi) jadi anginnya tidak terlalu kencang dan mentari belum begitu terik.
Foto-foto ini diambil pake kamera prosummer yang settingannya asal plus kamera Sony Ericssons W20.

Semoga foto-foto ini bisa jadi kenangan.
Di landasan helikopternya BJ. Habibie semasa beliau menjabat sebagai Menristek RI ^_____^

Friday, 24 June 2011

Kopdar Goodreads Indonesia 2011 (Ultah ke-4)


jadi peraga terpavorit. gayanya yang out of power bikin kita semua terhibur, haha :D :D

Kopdar tahunan Goodreads Indonesia, sekaligus memperingati Ultah Goodreads yang ke-4. Diadakan pada tanggal 12 Juni 2011 di Museum Bank Mandiri.

foto-foto lengkapnya (gabungan dari berbagai kamera, hehe) ada di sini:
http://www.flickr.com/photos/bacaituseru/sets/72157626823642839/with/5827689136/

Wednesday, 22 June 2011

Tentang orang-orang tersayang


Disaat kamu ingin melepaskan seseorang.. ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Disaat kamu mulai tidak menyayanginya.. ingatlah saat pertama kamu mulai meyayanginya
Disaat kamu mulai bosan dengannya.. ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Saat kamu ingin membohonginya.. ingatlah disaat dia jujur padamu
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu.

Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada,
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....

Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun, begitu bangun semuanya sirna tak berbekas

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan, dan jabatan yg luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau diperebutkan

Tubuh dan paras yg selama hidup di dunia kamu bangga2kan
akhirnya akan hancur juga menjadi tanah

Apalagi yang mau disombongkan

Maka..

Jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani
Jangan terlalu perhitungan
Jangan hanya mau menang sendiri
Jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita

Belajarlah tiada hari tanpa kasih
Selalu berlapang dada dan mengalah
Hidup ceria, bebas leluasa...

Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan....
Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan
Tak ada dendam yang tak bisa terhapus..


*mungkin lebih tepat ini tentang sahabat, tentang orang-orang tersayang....*


SAHABAT, aku ingin menjadi sahabatmu selamanya. Saling menguatkan dalam ukhuwah islamiyah....


sumber plurk dengan beberapa perubahan.

Monday, 10 January 2011

resign: that's life

Dimana ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Dimana ada awal, pasti akan ada akhir. That’s life.

Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And that’s life.

senin yang kelabu di awal tahun yang mendung... lagi-lagi harus kehilangan partner kerja. the sad story in this morning, meski sebenarnya perpisahan bukanlah duka.

Entah sedih atau gembira ketika seorang partner kerja menyampaikan keinginannya tuk tidak dalam pekerjaan ini lagi. entah sedih atau gembira ketika harus berpisah dengan orang yang telah satu suhu dan pikiran selama ini. entah sedih atau gembira melihatnya berjuang di tempat lain yang dipilihnya. meski sama sekali tidak nyambung dengan keilmuannya, yang seakan menyianyiakan potensi keilmuannya itu... tapi semoga disana ia bisa lebih berkembang dengan bidang ilmu lain yang akan dikuasainya...

Memang tidak mudah memutuskan untuk berhenti dari tempat kita bekerja. Apalagi jika yang kita kerjakan adalah yang kita minati dan kita senangi, meski ritmenya naik turun. Kita akan selalu dibuat ragu, apakah sudah cukup alasan untuk membuat keputusan ekstrem itu? Apakah keputusan yang kita ambil itu sudah tepat dan terbaik?  saya yakin hal ini juga dialami oleh para rekan kerja saya.

Seorang teman pernah memberikan beberapa "wejangan" saatnya mengundurkan diri. Ya, mengundurkan diri bukanlah hal yang buruk untuk dilakukan, jika:

1. Benar-benar membenci pekerjaan kita

Sebab, meskipun hidup ini singkat, melakukan sesuatu yang tidak kita sukai hanya akan membuat hidup yang singkat itu menjadi sangat panjang dan sangat tidak enak. karena hidup ini lebih dari sekedar urusan uang. hiduplah dengan melakukan segala hal yang kita sukai. Saya PRIBADI berfikir; dalam kehidupan saya yang cuma sekali ini, saya akan mengerjakan hal-hal yang saya sukai... tidak akan membuat diri saya ini sengsara dengan keputusan yang saya buat sendiri...

2. Bekerja untuk perusahaan yang tidak kita hargai (lagi)

Jika kita tidak dibayar sesuai kelayakan dan tidak mendapatkan kenaikan gaji, dan kita tidak lagi menghargai perusahaan, melewatkan 40 jam atau lebih dalam seminggu, mending keluar aja deh.

Kasus yang paling parah menurut saya, seorang teman pernah bekerja di suatu institusi litbang pemerintah. karena statusnya bukan cpns/ pns (hanya honor proyek) maka namanya tidak dipublikasikan/ diakui sebagai anggota tim penelitian tersebut pada saat produknya berhasil, padahal dia yang menemukan formula produk terssebut. Huh! kalo gini rasanya gak etis banget ya. masa begitu perilaku orang2 terdidik, padahal tidak bisa dipungkiri ia telah bekerja penuh untuk produk itu :(

3. Bekerja pada perusahaan yang tidak mempedulikan kita

Poin ini agak nyambung dengan poin di atas, Meski tidak semua perusahaan diciptakan sama. Ada yang buruk, ada yang bagus dan ada yang luar biasa, dan semuanya memperlakukan karyawannya dengan cara yang berbeda-beda. Tapi kita harus berikir apakah perusahaan yang mempekerjakan kita peduli pada kita? Setelah yang kita lakukan untuk perusahaan apakah kita layak mendapatkan balasan dari perusahaan seperti itu, kita sendiri yang tahu bukan ;) tapi kasus yang berbeda ya untuk PNS. Karena yang dituntut dari PNS adalah PENGABDIAN kepada rakyat dan negara. Jadi sekeras apapun bekerja, sesering apapun lembur, jangan mengharapkan kenaikan gaji, kalau tidak kiat sendiri berusaha menaikkan golongan fungsional/ struktural kita :D

4. Sudah sangat bosan dan merasa tak ada lagi tantangan

Kadang ini dialami oleh para PNS, berada pada zona nyaman (kerja keras ato gak gaji tetep), kurang dinamis, alias kadang terlalu nyantai --> bikin bosen, karena gak ada tantangan. Untuk jiwa muda cenderung tidak suka dengan tempat kerja yang tidak dinamis, maka saat sebuah tempat kerja membuatnya tidak nyaman lagi maka ia akan "loncat" mencari tempat kerja lainnya yang lebih membuatnya bergairah berkreativitas. Sayangnya bagi para PNS kadang ada sanksi jika memutuskan resign dari kantor tsb, hmm..

Terlepas dari alasan-alasan tersebut, saya yakin para rekan kerja saya punya alasan yang kuat tuk membuatnya harus rela meninggalkan tempat yang selama ini menjadi wadah kreativitasnya, mengembangkan kemampuannya, mengerjakan apa yang disenanginya... banyak hal yang membuatnya gembira, tertawa, was-was, terharu, termenung, atau mungkin juga tangis dan sedih...

Memang keluar dari tempat kerja kadang juga berarti meningalkan tempat dan lingkungan yang menyenangkan -sehingga tidak selalu mudah dilakukan. Tapi, kata rekan saya itu, sekali kita melakukannya, kesempatan-kesempatan baru menunggu dan siap mengejutkan kita. Semoga sukses selalu menyertai mereka...

Kata orang, berhenti bekerja merupakan sebuah pengalaman yang susah terlukiskan. Mengejutkan, mendebarkan sekaligus membingungkan. Pada satu sisi, kita akan dihadapkan pada situasi untuk memulai sebuah fase hidup yang baru dan dituntut untuk segera berpikir mengupayakan pekerjaan baru. Namun, pada sisi lain, kita tentu juga tak ingin memutuskan begitu saja hubungan baik yang telah terjalin di tempat kerja yang akan ditinggalkan. Berharap semoga silaturrahim kita tetap terjalin ya temans...

Hari Terakhir

Ya, hari ini adalah hari terakhir baginya disini. Setelah akhir pekan kemarin menjadi hari yang sibuk. Memberesi barang-barang di lab, transfer informasi pada saya, juga hari pertama dan terakhirnya membimbing langsung mahasiswa yang akan mulai penelitian di lab kami, dan yang terpenting, mengucapkan selamat tinggal kepada semua teman lab... 

Perilaku pada hari ini akan meninggalkan kesan yang tak terlupakan pada semua orang di proyek ini. Semoga bisa dikenang dalam kesan yang baik. Selamat menempuh kesempatan baru.

Hari ini saya telah kehilangan lima rekan kerja saya (Zc, Ans, Ags, Tr, Put). 

They say "That's life". Ya, hidup memang terdiri dari keputusan atas pilihan-pilihan kita... semoga bisa memilih yang terbaik...

Harapan: semoga saya dan teman-teman saya diberikan petunjuk yang lurus oleh Allah dalam urusan ini... Aamiin..

 

Saturday, 8 January 2011

biarkan orang baik

Mengagumi pribadinya, sebagai pribadi yang setia, penuh cita, keibuan, berjiwa sosial, cerdas... banyak lagi hal yang saya kagumi dari beliau, banyak pelajaran yang saya ambil dari beliau. Meski saya tidak mengenalnya langsung.

Seorang teman yang mengenalnya personal berkata. 'iya sih.. tapi sayang pelit!" dan dia terus bercerita tentang sisi negatif orang yang saya kagumi tersebut.

ah, perasaan saya jadi campur aduk. sedih karena tahu sifat buruknya, menyesal karena telah mendengar ini, menyesal karena teman saya menceritakan ini pada saya.

ah, rasanya mendingan saya gak tahu jelek-jeleknya beliau. sebanyak apapun jua asalkan tidak merugikan rakyat Indonesia, asalkan tidak merugikan umat, asalkan tidak merugikan orang-orang yang menyayanginya dan dia sayangi. Bahkan sesungguhnya dia telah memberikan inspirasi bagi banyak orang melebihi kekurangannya (sifat negatifnya).

yang namanya manusia, tidak akan sempurna. pasti punya kelemahan, pasti punya kekurangan, dan pasti pernah berbuat salah. Jadi mengapa harus melihat sisi buruknya jika sebenarnya sifat buruknya tidak sebesar dampak sifat baiknya. memang manusia lebih suka fokus pada sebuah noda kecil pada gaun putih yang begitu sempurna..

meski tidak bisa dipungkiri, setiap manusia punya sifat buruk, tapi bukan berarti kita harus mengumbarnya. bukankah sesama muslim kita wajib menutupi aib saudara kita? mengapa harus senang jika orang lain tahu sifat buruk saudara kita jika itu tidak membahayakan orang tersebut?

bener-bener nyesel tau sifat buruk beliau. meski tidak mengurangi rasa hormat dan kekaguman saya padanya. sebisa mungkin saya tidak mau mengetahui keburukan2 orang lain, selagi tidak membahayakan nyawa.

Monday, 20 September 2010

Dalam dekapan ukhuwah: Reuni itikaf


Dalam dekapan ukhuwah, kita mengambil cinta dari langit. Lalu menebarkannya di bumi. Sungguh di surga, menara-menara cahaya menjulang untuk hati yang saling mencinta. Mari membangunnya dari sini, dalam dekapan ukhuwah. Jadilah ia persaudaraan kita; sebening prasangka, sepeka nurani, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji. (Sallim A. Fillah)


Acara yang tidak biasa, bahkan teman-teman saya sempet kaget dan berkata, "subhanallah..." dan kemudian dilanjutkan dengan, "kok bisa?". salah satu bentuk ekspresi atas hal-hal yang tidak biasa. Yup, baru saja saya dan beberapa teman akhwat mengadakan reuni dengan teman-teman itikaf. Memang tidak biasa, bahkan diantara teman-teman saya yang saya tanyakan, mereka belum pernah. Biasanya reuni itu kan dengan teman sekelas, teman se-profesi, teman se-organisasi atau teman dalam satu kegiatan yang pernah kerja bareng cukup lama...

Yah memang saya akui, dan saya sendiri tidak pernah membayangkan sebelumnya. Ide ini awalnya hanya ingin silaturrahim biasa ke rumah salah satu teman (Umi), lalu mba Dn mencetuskan ide brilian, "gimana kalau kita undang temen-temen geng upinipin buat ngumpul (reuni)?" dan alhamdulillah beberapa teman merespon positif dan bisa ikut. walau tidak semua, karena memang menginfokannya sangat mendadak. Jadi ada yang sudah punya agenda, sedang sakit, dll... semoga selanjutnya bisa hadir semua...

Subhanallah... mahasuci Allah yang telah mengaruniakan ukhuwah ini kepada kami. Ukhuwah yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Ukhuwah yang membuat mata yang sayu menjadi bersinar, ukhuwah yang membuat wajah yang lelah menjadi bercahaya, ukhuwah yang mampu membuat bibir tersenyum ketika hati berada dalam sejuta duka. Ukhuwah Islamiyah yang sangat indah... bahkan jika bangsa Romawi tahu betapa indahnya ukhuwah Islamiyah, niscaya mereka akan merebutnya dengan pedang!

Bercerita tentang geng upinipin, sebenernya judul film animasi tersebut tidak ada hubungannya dengan kami. Cuma buat lucu-lucuan saja, sebutan dari beberapa teman. Whatever the name, yang terpenting adalah saat-saat bersama. Saat tertawa bersama... Saat besama berbuka puasa dengan betukar tajil... Saat sahur bersama dengan makanan seadanya... Saat menangis bersama terlarut dalam muhasabah diri... Saat sama-sama berusaha mengejar target tilawah masing-masing... Saat bersama menatap langit malam dengan sejuta asa, berharap saat itu Allah menganugerahkan Lailatul Qadr... saat-saat bersama yang tak terlupakan...

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan ikatan terkuat ini kepada kami... Setiap tahun bertemu (meski tak direncanakan), saat itulah ikatan ini semakin erat. Berawal dari niat masing2 untuk menjadikan Masjid At Tin sebagai tempat itikaf. Saya sendiri baru 4 tahun itikaf disini. Dua tahun pertama masih bareng teman-teman kuliah (karena masih mahasiswa), selanjutnya karena sudah lulus, teman-teman pun sudah sibuk bekerja dan ada juga yang sudah menikah, maka tidak bisa bareng mereka lagi. Akhirnya berangkatlah sendiri ke Masjid ini. Padahal kalau mau, di masjid BI juga ada itikaf #samping kantor gituh. Tapi entah mengapa rasanya ingin sekali merasakan itikaf di At Tin lagi... ternyata kita semua punya perasaan yang sama! misalnya Bu Hus, ibu yang ternyata sudah punya tiga anak (ikhwan) tangguh ini lebih memilih itikaf di At Tin dibanding di Masjid dekat rumahnya (Kalibata). Padahal suami dan anak-anaknya justru itikaf di masjid dekat rumahnya. "Rasanya gimana ya... udah biasa di At Tin... jadi ingin di At Tin aja. Alhamdulillah suami dan anak-anak mengerti... jadi saya diizinkan untuk itikaf disini deh" katanya. Juga mba Ann (yang tanpa direncanakan selama 3 tahun ini selalu bersebelahan tempat dengan saya) mengatakan "Ta'liful Qulub dengan Masjid ini..." Ta'liful Qulub (Kesatuan hati). Mungkin alasan yang tepat bagi saya, Mba Dn, Umi, Bu Hus, Mba Ann, Mba Min, dan semua anggota geng upinipin jika ditanyakan, "kenapa harus di At Tin?" Meski rumah saya yang paling jauh dari Masjid itu, tapi menyenangkan bisa bertemu dengan teman-teman baru ^^ saya rasa letak Masjid At Tin memang sangat strategis untuk menyatukan muslim di Depok, Bogor, Cibubur, Kalibata, Bekasi, Tangerang, Jakarta, dsk... makanya gak heran kalau kesana tiba-tiba banyak bertemu dengan anak-anak IPB lagi :D

Bertemu mereka mengingatkan akan bulan suci Ramadhan. Rasanya ingin sekali berada dalam bulan Ramadhan lagi... itikaf lagi. Ya Allah, izinkanlah kami bertemu kembali di itikaf Ramadhan tahun depan dengan keadaan yang lebih baik... dengan cinta yang lebih besar kepada-Mu, ya Rabb...

Semoga kita senantiasa berada dalam dekapan ukhuwah Islamiyah..

... karena mukmin lah yang bisa bersaudara dengan ukhuwah sejati. Karena keimanan tak hanya diucapkan...

Iman itu pembenaran dalam hati, ikrar dengan lisan, dan amal dengan perbuatan. Kita faham bahwa yang di hati tersembunyi, lisan bisa berdusta, dan amal bisa dipura-pura. Maka Allah dan RasulNya telah meletakkan banyak ukuran iman dalam kualitas hubungan kita dengan sesama. Setidaknya, terjaganya mereka dari gangguan lisan dan tangan kita. Dan itulah batas terendah dalam dekapan ukhuwah.

Dalam dekapan ukhuwah, kita akan mengeja makna-makna itu, menjadikannya bekal untuk menjadi pribadi pencipta ukhuwah, pribadi perajut persaudaraan, pembawa kedamaian, dan beserta itu semua; pribadi penyampai kebenaran. 

Dalam dekapan ukhuwah kita menghayati pesan Sang Nabi. “Jangan kalian saling membenci”, begitu beliau bersabda seperti dicatat Al Bukhari dalam Shahihnya, “Jangan kalian saling mendengki, dan jangan saling membelakangi karena permusuhan dalam hati.. Tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara..”

Kita ingin kecintaan pada diri berhijrah menjadi cinta sesama yang melahirkan peradaban cinta. Karena peradaban ada dalam balutan ukhuwah, dimana iman menjadi pondasi terkuat...

“Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqoroh: 148)

Ikhwahfillah, dengan ukhuwah ini kita ber-fastabiqul khairat menjadi pribadi terbaik di hadapan Allah, karena mengokohkan ukhuwah itu bukan hanya soal memperbaiki kesalahan-kesalahan orang lain yang tampak, tapi justru kesempatan untuk memperbaiki diri sendiri. Karena kita dan saudara kita itu layaknya cermin. Kesalahan saudara kita yang terlihat, mungkin sebenarnya adalah kekurangan diri.

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia menuturkan, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Orang-orang yang bercinta karena keagungan-Ku, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi; Shahih)

Saudaraku... tak peduli apapun sukumu, apapun warna kulitmu, apapun profesimu, bagaimanapun latar belakangmu dan keluargamu, apapun kekurangan dan kelebihanmu, Sang pengukhuwah sejati tulus kan menyambutmu sepenuh jiwa... Marilah bersama merajut dan menjaga ukhuwah ini, mulai dari berhusnuzhon hingga tingkatan tertinggi yang akan membuat para nabi dan syuhada iri pada kita, itsar.

Semoga ukhuwah ini kan abadi hingga ke jannah-Nya...

"Kutitipkan rindu ini pada malam-malam Ramadhan. Bila raga ini tak sampai, jangan lupakan doa sederhanamu untukku..."


Referensi: Al-Quran, Hadist, Buku "Dalam Dekapan Dakwah" (Sallim akhukum fillah).


Wednesday, 30 June 2010

Breakfast at The Roadside


wah tapi sayang nih si bozz and bapak-bapaknya belum dapet makanannya

after we did lunch at the warteg (yesterday), today starting from breakfast together again at the roadside. Yes, we have chicken noodle. although the place was on the roadside and on the side of small river (hoho... in Jakarta, please). Many people have eaten here. Because of its in the opposite of Bank Indonesia (BI), many BI employees eat here. the chicken noodle is very tastyand delicious of course. we really like the chicken noodle in here. Unfortunately, it seems a bit different noodle this time because now the seller is in his home town. Anyway the important things are togetherness, and 'unsur G' of course :D
today can't all friends join here, because there are official duties, going to the lab, and also doing their jobs in the office. would you guess who do not join?

Tuesday, 29 June 2010

Lunch in warteg


sambil nunggu makanan mending futu-futu ^_^

a beautiful day, when lunch with my friends. although this place is not a fancy restaurant or high class place, but this is our favorite place 'or maybe warteg'. Here we feel comfortable and enjoy. the menus are variety and not expensive. but the most valuable is togetherness. when we can share, take, and give. thank you for being my friend. hopefully we can be better ^_^

Friday, 22 May 2009

Petualangan baru bersama teman-teman baru

Setelah hampir satu bulan ga ke bogor, akhirnya berkesempatan mengunjungi bogor lagi..  tapi kali ini ga ke kampus darmaga.. cuma lewatin aja. tujuan akhirnya sih ke curug Cigamea di kawasan wisata gunung salak endah. hehe... lima tahun saya di bogor, baru kali ini berkesempatan kesana. Rihlah kali ini sangat spesial, coz bareng sama orang-orang DPRa Sudimara Jaya, dah gitu gratis pula (yah.. sebagai satu bentuk refreshing setelah pileg.. hadiah dari DPRa buat para kader dan simpatisan PKS yang telah bersedia bersungguh-sungguh mengawal pemungutan suara di Kelurahan Sudimara Jaya Ciledug).

Seneng banget, bisa ketemu dan kenal sama orang2 DPRa sini. maklum baru maret ini saya gabung sama mereka.. belum lama, dan belum semuanya saya kenal. paling hanya orang2 yang sering ikut DS, datang ke acara koordinasi2 pemilu, pelatihan saksi. So, ketika ditanya oleh panitia mengenai harapan saya ikut acara ini, " mudah-mudahan bisa kenal sama rekan-rekan DPRa, yah minimal tau nama.. trus semoga DPRa sudimara jaya makin solid, kompak n keep smangat"

Salut buat pak ali, bu lasmi, dan semua pejuang-pejuang DPRa SudJa yang tetap semangat berdakwah dan melayani masyarakat, meskipun banyak sekali rintangan-rintangan yang harus dilalui. mendengar cerita bu lasmi tentang cobaan yang harus beliau dan teman2 lalui, saya sempat menangis.. betapa ujian dakwah mereka lebih besar, bahkan teramat besar dibandingkan ujian dakwah yang saya lalui di kampus.. belum ada apa-apanya.. (memang inilah ranah yang sebenarnya, kampus memberikan kita banyak pelajaran untuk terjun kesini, walaupun butuh penyesuaian juga..) kesungguhan kita terhadap jalan ini benar-benar diuji. jangan berharap untuk bisa eksis kalo masih manja dan tergantung sama orang lain..
Merupakan suatu rahmat Allah yang luar biasa, akhirnya saya berkesempatan bergabung dengan mereka.. bravo Sudimara Jaya!

Ngomong tentang curug cigamea,curug ini berada di desa Gunung Picung di kaki Gunung Salak, sekitar 40 km arah Leuwiliang, Bogor. Untuk mencapai lokasi ini sebaiknya menggunakan kendaraan yang tidak besar, naik motor juga boleh tuh.. sebab ada lokasi jalan yang mengalami kerusakan cukup amat sangat parah sekali. Dengan kendaraan umum, perjalanan dapat ditempuh sekitar 1,5 - 2 jam sedangkan bila dengan kendaraan pribadi hanya 1 - 1,5 jam (kalo tahu jalannya) dari kota Bogor. Kebetulan DPRa menggunakan bis besar (60 kursi) jadi agak susah jalannya karena banyak tanjakan curam dan jalan sangat kecil.. dag dig dug banget tuh jantung.. bahkan bu lasmi sempet mo turun aja. habisnya pas tanjakan paling terjal, tuh bis berhenti, susah jalan, dan sempet mundur ke bawah... gimana gak ngeriii!! Alhamdulillah akhirnya bis bisa jalan lagi menanjak ke atas. huff.. lega juga akhirnya, thaks Allah..

Jalan setapak menuju lokasi tidak terlalu jauh dan relatif mudah.
Kalo menurut saya sih biasa aja curugnya, tapi bukan berarti saya tidak mengagumi ciptaan Allah.. cuma bagi saya yang paling berkesan justru perjalanan menuju curug, Pemandangannnya indah banget euy.. subhanallah! untung saya sempat merekamnya, walau cuma sedikit.. Turunnya hujan deras disana membuat aliran air di curug makin deras, trus airnya menyebar di dinding curug.. nah saat itulah curug cigamea kelihatan kereeeen banget. tapi sayangnya saya ga sempat foto.

Pokoknya seru banget rihlah hari ini, walau badan pegel-pegel karena malamnya habis mabit n cuma tidur 2 jam! tapi melihat lukisan Allah yang nyata plus ketemu dengan rekan2 seperjuangan DPRa bikin pegel gak terasa!!

Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluknya dalam bentuk yang sebaik-baiknya...