Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Thursday, 14 July 2011

Inovasi untuk kesejahteraan rakyat


Tadi pagi mendadak ada undangan acara peluncuran peringatan Hakteknas  (hari kebangkitan teknologi nasional) RI ke 16. Acaranya salah satunya berupa diskusi panel dengan pembicara Menristek RI (Suharna Surapranata), Ka. BPPT (Marzan A. Iskandar), Direktur KADIN (lupa namanya), dan PT. Kalbe Farma + Pendiri Stem Cell Institute (Boenjamin Setiawan).


Makna dari launching ini bukan sekedar momentum ataupun ceremonial, tapi banyak info, diskusi, dan statement menarik sebagai komitmen dr komunitas IPTEK dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan. Diharapkan akan ada input/ masukan dari acara hari ini. Yang menarik juga ada peluncuran 3 buah roket juga

Hakteknas tahun ini bertema "Inovasi Untuk Kesejahteraan Rakyat". Tema ini dipilih dengan harapan, agar SDM dan litbang Iptek mampu menghasilkan riset yang lebih aplikatif, memberi solusi nyata dan inovatif terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat dan dunia usaha, dan pemerintah, untuk meningkatkan kontribusi Iptek bagi kesejahteraan rakyat, daya saing produk industri, dan kemandirian bangsa.


Menurut Menristek, Selama sektor industri kita belum memanfaatkan inovasi teknologi secara intensif untuk mengembangkan produk-produk nasional yang kompetitif di pasar global, maka daya saing kita sulit diharapkan untuk naik. Untuk itu kita perlu meningkatkan interaksi antara lembaga penelitian dan perguruan tinggi –sebagai penyedia teknologi–dengan industri–sebagai pengguna teknologi.

Inilah yang menjadi fokus kebijakan Pembangunan IPTEK kita untuk menciptakan ruang agar terjadi kolaborasi yang baik antar aktor-aktor inovasi nasional dengan melakukan koordinasi dan intermediasi antara penyedia dan pengguna teknologi, memberikan insentif, mendorong pemanfaatan hasil litbang guna menyelesaikan permasalahan pembangunan, meningkatkan daya saing, memberikan layanan kepada masyarakat serta mencapai kemandirian bangsa. Oleh karena itu kita perlu  mengoptimalkan lembaga intermediasi ,untuk menjadi pusat-pusat kolaborasi dan inovasi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Hasil iptek memang tersebut harus bermanfaat bagi pengembangan potensi  / masyarakat dan memberikan nilai tambah, bukan hanya berupa laporan yang menumpuk di laci. Artinya, iptek yang disediakan memang benar-benar dibutuhkan daerah tersebut, bukan pesanan dari pusat atau proyek yang wajib dilaksanakan, terlebih tidak memberikan nilai keuntungan bagi masyarakat. Selain itu, hasil litbang yang akan diimplementasikan pun harus sudah teruji, bukan dalam skala teori. Itu yang sering kali ditemui di lapangan, yakni hasil litbang kadang tidak memuaskan suatu daerah karena masih dalam skala teori dan asumsi.

Dana adalah salah satu kendala untuk berinovasi. Alokasi penelitian di Indonesia cuma 0,5% dari APBN (sekitar Rp 5 triliun). Hal ini sangat jauh berbeda dengan Amerika Serikat yang rela menggelontorkan anggaran Rp 400 triliun hanya untuk penelitian. Mereka meyakini, besarnya biaya penelitian suatu negara akan memengaruhi majunya negara tersebut.

Israel yang dana penelitiannya paling tinggi, Amerika sudah Rp 400 triliun, sekarang mereka mulai worried karena China mau meningkatkan anggaran penelitiannya dan Jepang, China mau menyusul Amerika. Negara keempat Jerman, kelima Korea. India juga mulai mengeluarkan dana penelitian yang besar. Indonesia gimana?
Kalau korea berambisi untuk mengalahkan Jepang, Indonesia berambisi mengalahkan siapa?
*Jangan bilang kalo Indonesia berambisi mengalahkan orang Indonesia juga* (doh)

Padahal dengan adanya penelitian-penelitian maka akan menciptakan inovasi baru yang dapat menyelamatkan masyarakat. Seperti statementnya Robert Solow: "Innovation is key to prosperity and progress" (Robert Solow won a Nobel Prize for his work showing that increases in productivity were due to technology development).

Final Remarks
Direktur Kadin:
1. Apa yang dihasilkan bisa diterapkan di dunia industri.
2. Inventarisasi apa yang seharusnya dikembangkan di Indonesia (potensial dan kebutuhan).
Menristek:
Pemerintah harus mampu membangun iklim yang mendukung untuk terciptanya koalisi yang baik antara penliti dan pengusaha.
Ketua BPPT:
Program-program MP3EI (Masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia), RPJPN, dll merupakan kesempatan yang diberikan kepada kita untuk meningkatkan daya saing untuk kesejahteraan masyarakat.
PT. Kalbe Farma:
1. Lihat peluang yang ada, dan kembangkan
2. "Money create money", supaya menghilangkan kemiskinan kerjasama yang baik antara ABG (Academition, Bussinessman, and Government).

Hakteknas pertama kali diperingati pada tanggal 10 Agustus 1995 dengan mengudaranya pesawat N-250 (masih inget kan?). Ini merupakan capaian yang luar biasa bagi teknologi kita. Peristiwa ini menjadi tonggak Hakteknas Indonesia, dengan harapan agar  kita selalu berinovasi sehingga teknologi Indonesia akan mengalami kemajuan setiap tahunnya.

Seharusnya gejolak Hakteknas ini dirasakan juga oleh seluruh rakyat Indonesia, seperti hal nya hari kemerdekaan Indonesia. Agar masyarakat bisa memberi masukan dan memantau lebih dekat sudah sejauh mana perkembangan teknologi ini. Somehow, saya pribadi merasa saat ini hanya sebagian kecil masyarakat yang aware dengan perkembangan teknologi Indonesia. Atau jangan-jangan masih banyak yang belum tau apakah Hakteknas itu

Tidak sengaja, waktu ke perpustakaan, saya menemukan buku yang keren. Yang bikin saya meringis bacanya. Buku itu memuat dokumentasi tentang Indonesia Air Show 1986 (IAS 86).  Disitu ada berita-berita dari berbagai koran, pakar bicara, sampai karikaturnya! Ternyata kereeeen bangeeeeet!!!! sama kerennya dengan Hakteknas I (N250 first flight). Let's check below!

Saya berencana (iseng-iseng) akan "meluncurkan" isi buku ini (entah bagaimana formatnya), saat Haktenas nanti (10 Agustus 2011). Harapannya agar kita bisa tahu dan terisnspirasi dengan semangat dan gelora untuk mengembangkan teknologi pada saat itu, dan bisa bilang: "Indonesia emang keren"



NB:
Tulisan saya tentang Hakteknas ke-15 (tahun lalu) ada disini
Tentang rangkaian acara Hakteknas ke-16 bisa dilihat disini
Naskah pidato menristek lihat disini dan beritanya disini
*mohon maaf kalo banyak kekurangan. lagi males nulis huhu....*


Thursday, 23 December 2010

PII Award, Habibie, dan Balada tukang foto


Yang namanya rezeki memang datangnya gak disangka-sangka... seperti kemarin misalnya. Alhamdulillah.. setelah makin ngefans dengan baca bukunya beliau, akhirnya berkesempatan tuk mendengarkan kuliah dari BJ Habibie secara langsung.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Award 2010. Awalnya gak pede tuk ikutan ke acara itu, maklum saya kan bukan siapa-siapa, bukan nominator, undangan, ataupun engineer keren. tapi setelah tau bahwa Keynote speaker-nya Pak Habibie, jadi mupeng banget ikutan acara itu. Semoga bisa dengerin inspirasi-nya pak Habibie secara langsung *full of hope*.
kemudian, Leader saya (Pak Ratno) masuk ke ruangan, "Lia, ikutan acara PII yuk."
Hah, kebetulan banget! tapi kemudian... "wah seru banget pak, ada pak Habibie juga ya... pasti keren :D tapi saya gak enak, kan bukan undangan.." kata saya terus terang.
"yah gak apa2, ikutan aja ya. Datengnya bareng saya, nanti sekalian pegang kamera saya buat foto-foto."
Waaah.. tawaran yang menarik! Leader saya merupakan nominator dari bidang "Adhicipta Rekayasa", jadi beliau dapet undangan khusus. Meski belum tau siapa para pemenangnya, kok rasanya Beliau bakalan menang ya... amiin. Akhirnya Saya ikutan juga ke acara itu bersama winda dan our Leader, juga mba nun (meski akhirnya mba nun balik lagi karena ada rapat).

Tiba di Lantai 3 gedung ini, ternyata udah banyak wartawan (maklum yang dateng selain Pak Habibie, ada para pejabat dan menteri-menteri) dan tamu-tamu undangan. hihi... merasa salah kostum aja, soalnya dress code nya batik. tapi gak papa lah, yang penting rapih dan sopan *menenangkan diri sendiri*. Setelah masuk, biasa, saya and winda nyobain foto2 pake kameranya Pak Ratno, untuk mengatur settingan kameranya supaya dapet gambar yang bagus. Setiap yang menang selalu kami foto, hingga muncul tanda merah di kamera.... *LOW battery* "hah, kok lowbat gini... gawat kita kan belum foto Pak Ratno!!" saya dan winda terkejut. waduh gimana nih...

Dan benar saja perkiraan kami, Leader kami menang kategori "Adhicipta Rekayasa" individu (Emas), dengan Nanoskop buatannya. Bravo, Pak! selanjutnya adalah harapan agar kameranya berfungsi dengan baik dan bisa memoto our Leader saat menerima penghargaan...
Meski hasil fotonya gak begitu baik, akhirnya kami bisa memoto Pak Ratno, meski cuma 2 kali jepretan, setelah itu kamera off gak bisa hidup lagih..!! Dudul banget sih, nyesel jg tadi udah foto2 gak jelas gitu. Pas giliran diperluin, kameranya jadi mati deh. Padahal belum sempet moto Pak Habibie juga, hiks....

Jadi teringat sama rekan kerja satu unit. Bu Eniya Dewi (Penerima Habibie award termuda 2010), pada malam penghargaan beliau malah menyewa khusus tukang foto (Mas Ivan, rekan kerja kami yang bisa fotografi) tuk mendokumentasikan penghargaan tersebut. Maklumlah, momen-momen kayak gini emang perlu didokumentasi. Karena langka banget! Denger cerita Mas Ivan, gimana dia sampai adu pendapat sama paspampres saat itu. Maklum Habibie award 2010 dihadiri para pejabat, ilmuan terkemuka, beberapa menteri, mantan presiden, sampai wakil presiden (mewakilkan Pesiden), jadi penjagaannya ketat, dan gak bebas tuk foto-foto.

Saat ingin maju memoto Bu Dewi, dan beberapa momen, paspampres melarang Mas Ivan. Merasa bertanggung jawab atas tugas yang diberikan Bu Dewi, Mas ivan bilang gini ke paspampres, "Saya disini dibayar Bu Dewi, yang menang Habibie award, tuk moto2 beliau. Jadi saya harus mendapatkan foto-foto yang bagus dan memuaskan beliau. Emang situ mau nanggung kalo hasil foto-fotonya jelek?? saya juga punya ID card nih! saya orang BPPT, bukan wartawan." akhirnya paspampres mengizinkan ka ivan tuk melenggang sebebasnya, mengambil dokumentasi yang ditugaskan Bu Dewi.

Dengan matinya pocket kamera itu, akhirnya saya dan winda pake kamera hp kami tuk moto-moto dan berfoto dengan our Leader, yah menggunakan yang bisa digunakan... untungnya ada fotografer panitia yang berbaik hati yang mau jadi juru foto kami dengan kamera DSLR nya, dan akan mengirimkan by email. Lain kali kalau dapet award kayaknya mending nyewa khusus fotografer buat mendokumentasikan award tersebut deh... kayak bu Dewi itu.. biar lebih memuaskan :D

Mengenai acara ini, tema PII award 2010 adalah Membangun kembali kemampuan engineering nasional. tujuannya adalah pertama, untuk memberikan penghargaan terhadap putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki reputasi dan berprestasi menonjol dalam bidang engineering, teknologi dan lingkungan, baik terhadap institusi (korporasi) maupun individu. Kedua, melalui peningkatan program PII Award 2010 diharapkan PII bisa dikenal oleh masyarakat luas serta diakui eksistensinya. Pemenang award, sebagai dinominasikan oleh PII dalam ajang “ASEAN Engineering Award”.

Perkembangan teknologi di Indonesia perlu dipacu dengan mengandalkan sinergi dari segenap potensi bangsa, ilmuwan, insinyur, teknolog serta tenaga ahli dari berbagai bidang dan masyarakat. Sinergi ini penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai keterbatasan sebagai upaya mengejar kemajuan dunia. Untuk membangkitkan semangat penemuan dan inovasi teknologi serta semangat konsistensi pengabdian, maka perlu adanya penghargaan bagi para insinyur-insinyur Indonesia yang berprestasi.

Penghargaan PII Award 2010 ini terdiri dari :
a. LIFE TIME ACHIEVMENT AWARD
b. Engineering Award
    ADHIDARMA PROFESI AWARD
    ADHIKARA REKAYASA AWARD – PERUSAHAAN
    ADHIKARA REKAYASA AWARD – INDIVIDUAL
    ADHICIPTA REKAYASA AWARD – PERUSAHAAN
    ADHICIPTA REKAYASA AWARD – INDIVIDUAL
c. Sustainable Engineering Award
    SUSTAINABLE ENGINEERING AWARD – PERUSAHAAN
    SUSTAINABLE ENGINEERING AWARD – INDIVIDUAL
d. Corporate Technology Achievement Award
    CORPORATE TECH ACHIEVEMENT AWARD

BJ Habibie datang sekitar pukul 15.30, didampingi oleh putera pertamanya yang juga anggota PII, Ketua umum Presidium ICMI 2010; Ilham Akbar Habibie. Ini adalah pertama kali saya melihat pak Habibie secara langsung setelah kematian Istri tercintanya, yang biasanya mendampingi beliau pada acara-acara seperti ini; (alm) Hasri Ainun Besari. Meski *saya rasa* tampangnya masih menyiratkan kesedihan, tapi Pak Habibie tetap semangat memberi kuliah dan motivasi kepada kami. Pandangannya sangat visioner.

BJ Habibie mengatakan, hampir semua pusat perbelanjaan di Indonesia dipenuhi barang-barang luar negeri. Hal itu berarti rakyat Indonesia harus membayar ongkos pekerja luar negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari”,katanya. Tersisihnya produk dalam negeri menciptakan defisit jam kerja antara pekerja di Tanah Air dan di luar negeri. Ironisnya, kondisi itu terjadi saat banyak masyarakat Indonesia mengeluhkan kecilnya lapangan kerja dan naiknya pengangguran.

”Membeli produk buatan dalam negeri itu sama dengan mengamankan lapangan kerja serta menjamin pemerataan dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Defisit jam kerja itu dapat diatasi dengan meningkatkan daya saing industri manufaktur melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan teknologi. Langkah ini membutuhkan perencanaan jangka panjang yang konsisten serta produk hukum yang melindungi industri dan mengamankan pasar dalam negeri. ”Ini bukan proteksionisme, tetapi untuk menciptakan lapangan kerja. Negara-negara lain juga melakukannya,” tuturnya.

BJ Habibie menyarankan agar Persatuan Insinyur Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan nasional, merancang UU yang berkaitan dengan jam kerja dan lapangan kerja. BJ Habibie menghimbau agar menggalakkan kerjasama dengan Pemerintan Daerah dan Pusat serta melanjutkan Pola Industri Strategis, salah satunya adalah yaitu tadi, engamankan pasar dalam negeri agar industri manufaktur dapat menyerap banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, perlunya suatu rancangan produk hukum yang dapat mengamankan pasar dalam negeri dan meningkatkan daya saing pelaku industri lokal. Selanjutnya ia juga mengatakan investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan teknologi harus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan industri manufaktur dalam jangka panjang.

*File presentasinya bisa di download pada lampiran di halaman ini*

Ya, banyak sekali yang disampaikan Pak Habibie, bahkan beberapa memang seperti yang beliau tuliskan dalam bukunya "Habibie&Ainun". Keren dan sangat menginsipirasi. Sampai salah satu perekayasa berkata begini, "sudah lama saya tidak mendengarkan ceramah beliau, rindu dengan semangatnya, dengan pandangannya... memang kita butuh orang yang bisa mengorganisir orang-orang pandai di Indonesia." saya dan winda menggangguk setuju...

Kita memang butuh orang-orang seperti beliau yang berpandangan jauh ke depan, yang tulus mengabdikan segenap kemampuan dan yang dia miliki untuk membangun negeri... Semoga Allah memberkahi Pak Habibie dan keluarga...

Jayalah insinyur Indonesia!!

        

Wednesday, 28 October 2009

sumpah pemuda harapan bangsa

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertanah air yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.



81 tahun yang lalu kata-kata itu terucap, namun terasa tak mudah mempertahankan makna Sumpah Pemuda. Kondisi yang kontradiktif yang menimpa bangsa Indonesia mendorong generasi muda saat ini untuk lebih berjuang mempertahankan Sumpah Pemuda. Pemuda saat ini sudah banyak yang tidak memahami lagi arti pentingnya Sumpah Pemuda, lunturnya nasionalisme diakibatkan oleh dininabobokan oleh materi dan ghazwul fikr. Berbeda dengan ketika perjuangan merebut kemerdekaan, adanya musuh bersama menyatukan suara bangsa Indonesia khususnya pemuda.

Padahal Pemuda, sebagai iron stock memiliki potensi yang tidak dimiliki para pendahulu mereka. pemuda juga memiliki semangat tinggi untuk melakukan perubahan, agent of change. Energi positif itu terpancar ketika mereka melihat suatu kejanggalan pada bumi pertiwi. Pola pikir dan daya analisis yang tinggi terhadap masalah bangsa membuat mereka merasa terpanggil untuk melakukan percepatan perbaikan tanah air menuju ke arah yang lebih baik. Lalu, melihat realita sosial saat ini, apa yang bisa mereka lakukan? Persaingan global yang semakin panas ditambah pesatnya perkembangan dunia teknologi membuat ekonomi kita semakin jauh tertinggal. Tayangan televisi yang tidak mendidik justru semakin marak disiarkan. Banyak generasi muda kita yang terjerumus ke dalam lembah kebodohan hanya karena tidak mampu memilah tayangan yang pantas ditonton.

Pepatah arab mengatakan “Subbanul Yaum Arrizalul Ghoddan” Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Pemuda yang baik bukan mengatakan inilah aku bukan inilah Bapakku. Kemandirian pada diri pemuda harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan yang baik. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah saja akan tetapi tanggungjawab orang tua, masyarakat, dan setiap pribadi tentunya, untuk terus meningkatkan potensi diri...

Indonesia membutuhkan peran kita saat ini. Para mahasiswa misalnya, menjadi profesional di bidangnya adalah salah satu cara yang paling efektif. Berkumpul bersama dengan pemuda lain yang memiliki visi searah lalu membentuk sebuah gerakan nonanarkis yang tersusun secara rapih, dan berusaha menuju ke sektor-sektor penting yang menjadi pusat pengambil keputusan atau sektor yang menguasai hayat hidup bangsa ini. Kita bergerak bersama dengan tujuan untuk memperbaiki bangsa ini dibawah arahan yang jelas. Karena itu kita butuh pemimpin yang mampu menjalankan fungsi pembangkit kekompakan agar pergerakan kita tidak mengalami perpecahan intern. Selain itu, kita butuh integritas akhlak dan kepribadian. Sikap-sikap ini dapat dilatih dengan cara aktif di organisasi seputar kampus atau lingkungan masyarakat. Banyak ilmu yang dapat ditimba di sana. Pendewasaan pikiran, peningkatan daya analisis, dan kemampuan untuk bekerja dalam tim dapat kita peroleh. Bersyukurlah bagi yang pernah mengenyam pendidikan organisasi semasa hidup di dunia kampus.
Bagi para Profesional, tetaplah berjuang demi Indonesia yang lebih baik. Tanpa terpengaruh hasrat untuk mengeruk keuntungan dengan kepentingan pribadi/golongan. karena tidak hanya akan menjerumuskan bangsa ini dalam jurang kehancuran tetapi juga akhlak dan kepribadian kita.


Singsingkan lengan baju pancangkan asa
Ukirlah hari esok pertiwi jaya
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Allah

Buatlah negri ini selalu tersenyum
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara

Negeri indah Indonesia
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu

Negeri Indah Indonesia
Menanti hadirmu
Rindukan karyamu

(Indonesia memanggil -  ShouHar) 


Hari ini, 28 Oktober 2009...
Ba'da Upacara Hari Sumpah Pemuda  with Menristek baru: Pak Suharna Surapranata
"Semangat Pak! semoga bisa memimpin Riset dan teknologi Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. untuk kemandirian bangsa ini. hingga Indonesia dan para pemudanya menemukan kembali makna dan semangat sumpah pemuda 81 tahun silam"

Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada

Monday, 14 September 2009

Ya Allah.. Indonesia tuh hebat banget!!



Indonesia itu hebat! tapi knapa bangsa ini tidak sadar ya? Banyak prestasi spektakuler Indonesia yg diketahui luar, tapi bangsa sendiri? tidak peduli...
 
Juara hukum international, juara peneliti muda internasional, robot  internasional, juara software international, yang saingannya negara maju termasuk USA.. kemarin baru meraih emas olimpiade biologi, dan ini lebih spektakuler. .. Indonesia buat roket sendiri!
 
Roket RX-420 & CN-235 Militer: Getarkan Australia, Singapura, Malaysia

Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru  oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah  kawan-kawan insinyur Indonesia.

Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 LAPAN ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.  

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu  meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

CN 235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho” kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah..

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada)  untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi  musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu

berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.

(Satrio Arismunandar)