Showing posts with label habibie. Show all posts
Showing posts with label habibie. Show all posts

Tuesday, 24 January 2012

Habibie, Garuda, N250 - Terima Kasih

Rating:★★★★★
Category:Other
...nangis baca ini >.<

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
(12 Januari 2012)

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya( ?), Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap. Sebagai "balasan" pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!). Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung. Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250. N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan.... ......... .....

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:
"Dik, anda tahu........ ......saya ini lulus SMA tahun 1954!" beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata "Dik" kemudian secara lancar beliau melanjutkan. ......... .......

"Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu Sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur....
.....Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan 'how to build commercial aircraft' bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja
program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan 'teknologi' berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusaha an strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,........ ....anda semua lihat sendiri..... ......... N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami 'Dutch Roll' (istilah penerbangan untuk pesawat yang 'oleng') berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun ke depan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi 'Fly by Wire' bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.

Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri 'apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?' Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.
Dik tahu........ ........di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia... ......... .
Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa....... .........
Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua....... ......... ....?
Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.
Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!"

Pak Habibie menghela nafas....... ......... .......

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas; Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 aKan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan "track ball atau touch pad" sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.
Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama..... ......... ... N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu......... bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir....... ......kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320. Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya. ......... ......... .
"Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia".

"Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten*
C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejeni *
D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi
dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!* Itu saja!"

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb: "Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik......... ....organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik......... ......... "

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ............ ......... ......
"Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya.......... ..saya mau kasih informasi... ........ Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu......... ......... ......"

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.... .........
......... .......seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang. Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan. ......... ......... .....
"Dik, kalian tau......... ........2 minggu setelah ditinggalkan ibu......... ...suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun....... .. Ainun ............
..... Ainun ............ ..saya mencari ibu di semua sudut rumah. Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat 'Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini......
........' mereka bilang 'Kita (para dokter) harus tolong Habibie'. Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat
mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus
berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi
obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus....... ........
3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai
Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
Saya pilih opsi yang ketiga...... ......... ......... ...."

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa Mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie
seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ............ ......... . ia melanjutkan pembicaraannya;

"Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun....... .......dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia... ......... .
Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat.......
...... saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih Sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan.
Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia"

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung Mata........ ......... ......... ....
Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;
"Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa
kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya
menyetujui.. ......... ......... .
Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing). Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu........ ....semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat. Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain. Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif.. ......... ........"

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia
namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda
Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan
tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun
rekaman apapun.



Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Capt. Novianto Herupratomo


------------
Sumber :
http://hilmanmuchsin.blogspot. com/2012/ 01/kunjungan- bapak-bj- habibie-kantor. html
------------ --
BJ Habibie adalah orang yang fokus. Mengerti sekali apa, ke mana, bagaimana. Beliau adalah salah satu suri taualdan bagi kita, bangsa, dan negara. Beliau adalah asset, begitu juga dengan kita. Jadi, jangan sia-siakan beliau dan kita. Selama beliau dan kita masih hidup, AYO BANGKIT PENUH SEMANGAT!

Thursday, 23 December 2010

PII Award, Habibie, dan Balada tukang foto


Yang namanya rezeki memang datangnya gak disangka-sangka... seperti kemarin misalnya. Alhamdulillah.. setelah makin ngefans dengan baca bukunya beliau, akhirnya berkesempatan tuk mendengarkan kuliah dari BJ Habibie secara langsung.

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Award 2010. Awalnya gak pede tuk ikutan ke acara itu, maklum saya kan bukan siapa-siapa, bukan nominator, undangan, ataupun engineer keren. tapi setelah tau bahwa Keynote speaker-nya Pak Habibie, jadi mupeng banget ikutan acara itu. Semoga bisa dengerin inspirasi-nya pak Habibie secara langsung *full of hope*.
kemudian, Leader saya (Pak Ratno) masuk ke ruangan, "Lia, ikutan acara PII yuk."
Hah, kebetulan banget! tapi kemudian... "wah seru banget pak, ada pak Habibie juga ya... pasti keren :D tapi saya gak enak, kan bukan undangan.." kata saya terus terang.
"yah gak apa2, ikutan aja ya. Datengnya bareng saya, nanti sekalian pegang kamera saya buat foto-foto."
Waaah.. tawaran yang menarik! Leader saya merupakan nominator dari bidang "Adhicipta Rekayasa", jadi beliau dapet undangan khusus. Meski belum tau siapa para pemenangnya, kok rasanya Beliau bakalan menang ya... amiin. Akhirnya Saya ikutan juga ke acara itu bersama winda dan our Leader, juga mba nun (meski akhirnya mba nun balik lagi karena ada rapat).

Tiba di Lantai 3 gedung ini, ternyata udah banyak wartawan (maklum yang dateng selain Pak Habibie, ada para pejabat dan menteri-menteri) dan tamu-tamu undangan. hihi... merasa salah kostum aja, soalnya dress code nya batik. tapi gak papa lah, yang penting rapih dan sopan *menenangkan diri sendiri*. Setelah masuk, biasa, saya and winda nyobain foto2 pake kameranya Pak Ratno, untuk mengatur settingan kameranya supaya dapet gambar yang bagus. Setiap yang menang selalu kami foto, hingga muncul tanda merah di kamera.... *LOW battery* "hah, kok lowbat gini... gawat kita kan belum foto Pak Ratno!!" saya dan winda terkejut. waduh gimana nih...

Dan benar saja perkiraan kami, Leader kami menang kategori "Adhicipta Rekayasa" individu (Emas), dengan Nanoskop buatannya. Bravo, Pak! selanjutnya adalah harapan agar kameranya berfungsi dengan baik dan bisa memoto our Leader saat menerima penghargaan...
Meski hasil fotonya gak begitu baik, akhirnya kami bisa memoto Pak Ratno, meski cuma 2 kali jepretan, setelah itu kamera off gak bisa hidup lagih..!! Dudul banget sih, nyesel jg tadi udah foto2 gak jelas gitu. Pas giliran diperluin, kameranya jadi mati deh. Padahal belum sempet moto Pak Habibie juga, hiks....

Jadi teringat sama rekan kerja satu unit. Bu Eniya Dewi (Penerima Habibie award termuda 2010), pada malam penghargaan beliau malah menyewa khusus tukang foto (Mas Ivan, rekan kerja kami yang bisa fotografi) tuk mendokumentasikan penghargaan tersebut. Maklumlah, momen-momen kayak gini emang perlu didokumentasi. Karena langka banget! Denger cerita Mas Ivan, gimana dia sampai adu pendapat sama paspampres saat itu. Maklum Habibie award 2010 dihadiri para pejabat, ilmuan terkemuka, beberapa menteri, mantan presiden, sampai wakil presiden (mewakilkan Pesiden), jadi penjagaannya ketat, dan gak bebas tuk foto-foto.

Saat ingin maju memoto Bu Dewi, dan beberapa momen, paspampres melarang Mas Ivan. Merasa bertanggung jawab atas tugas yang diberikan Bu Dewi, Mas ivan bilang gini ke paspampres, "Saya disini dibayar Bu Dewi, yang menang Habibie award, tuk moto2 beliau. Jadi saya harus mendapatkan foto-foto yang bagus dan memuaskan beliau. Emang situ mau nanggung kalo hasil foto-fotonya jelek?? saya juga punya ID card nih! saya orang BPPT, bukan wartawan." akhirnya paspampres mengizinkan ka ivan tuk melenggang sebebasnya, mengambil dokumentasi yang ditugaskan Bu Dewi.

Dengan matinya pocket kamera itu, akhirnya saya dan winda pake kamera hp kami tuk moto-moto dan berfoto dengan our Leader, yah menggunakan yang bisa digunakan... untungnya ada fotografer panitia yang berbaik hati yang mau jadi juru foto kami dengan kamera DSLR nya, dan akan mengirimkan by email. Lain kali kalau dapet award kayaknya mending nyewa khusus fotografer buat mendokumentasikan award tersebut deh... kayak bu Dewi itu.. biar lebih memuaskan :D

Mengenai acara ini, tema PII award 2010 adalah Membangun kembali kemampuan engineering nasional. tujuannya adalah pertama, untuk memberikan penghargaan terhadap putra-putri bangsa Indonesia yang memiliki reputasi dan berprestasi menonjol dalam bidang engineering, teknologi dan lingkungan, baik terhadap institusi (korporasi) maupun individu. Kedua, melalui peningkatan program PII Award 2010 diharapkan PII bisa dikenal oleh masyarakat luas serta diakui eksistensinya. Pemenang award, sebagai dinominasikan oleh PII dalam ajang “ASEAN Engineering Award”.

Perkembangan teknologi di Indonesia perlu dipacu dengan mengandalkan sinergi dari segenap potensi bangsa, ilmuwan, insinyur, teknolog serta tenaga ahli dari berbagai bidang dan masyarakat. Sinergi ini penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai keterbatasan sebagai upaya mengejar kemajuan dunia. Untuk membangkitkan semangat penemuan dan inovasi teknologi serta semangat konsistensi pengabdian, maka perlu adanya penghargaan bagi para insinyur-insinyur Indonesia yang berprestasi.

Penghargaan PII Award 2010 ini terdiri dari :
a. LIFE TIME ACHIEVMENT AWARD
b. Engineering Award
    ADHIDARMA PROFESI AWARD
    ADHIKARA REKAYASA AWARD – PERUSAHAAN
    ADHIKARA REKAYASA AWARD – INDIVIDUAL
    ADHICIPTA REKAYASA AWARD – PERUSAHAAN
    ADHICIPTA REKAYASA AWARD – INDIVIDUAL
c. Sustainable Engineering Award
    SUSTAINABLE ENGINEERING AWARD – PERUSAHAAN
    SUSTAINABLE ENGINEERING AWARD – INDIVIDUAL
d. Corporate Technology Achievement Award
    CORPORATE TECH ACHIEVEMENT AWARD

BJ Habibie datang sekitar pukul 15.30, didampingi oleh putera pertamanya yang juga anggota PII, Ketua umum Presidium ICMI 2010; Ilham Akbar Habibie. Ini adalah pertama kali saya melihat pak Habibie secara langsung setelah kematian Istri tercintanya, yang biasanya mendampingi beliau pada acara-acara seperti ini; (alm) Hasri Ainun Besari. Meski *saya rasa* tampangnya masih menyiratkan kesedihan, tapi Pak Habibie tetap semangat memberi kuliah dan motivasi kepada kami. Pandangannya sangat visioner.

BJ Habibie mengatakan, hampir semua pusat perbelanjaan di Indonesia dipenuhi barang-barang luar negeri. Hal itu berarti rakyat Indonesia harus membayar ongkos pekerja luar negeri untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari”,katanya. Tersisihnya produk dalam negeri menciptakan defisit jam kerja antara pekerja di Tanah Air dan di luar negeri. Ironisnya, kondisi itu terjadi saat banyak masyarakat Indonesia mengeluhkan kecilnya lapangan kerja dan naiknya pengangguran.

”Membeli produk buatan dalam negeri itu sama dengan mengamankan lapangan kerja serta menjamin pemerataan dan kesejahteraan bangsa,” ujarnya.

Defisit jam kerja itu dapat diatasi dengan meningkatkan daya saing industri manufaktur melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan teknologi. Langkah ini membutuhkan perencanaan jangka panjang yang konsisten serta produk hukum yang melindungi industri dan mengamankan pasar dalam negeri. ”Ini bukan proteksionisme, tetapi untuk menciptakan lapangan kerja. Negara-negara lain juga melakukannya,” tuturnya.

BJ Habibie menyarankan agar Persatuan Insinyur Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengambil inisiatif untuk mengadakan pertemuan nasional, merancang UU yang berkaitan dengan jam kerja dan lapangan kerja. BJ Habibie menghimbau agar menggalakkan kerjasama dengan Pemerintan Daerah dan Pusat serta melanjutkan Pola Industri Strategis, salah satunya adalah yaitu tadi, engamankan pasar dalam negeri agar industri manufaktur dapat menyerap banyak tenaga kerja. Oleh karena itu, perlunya suatu rancangan produk hukum yang dapat mengamankan pasar dalam negeri dan meningkatkan daya saing pelaku industri lokal. Selanjutnya ia juga mengatakan investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan teknologi harus ditingkatkan untuk mendukung pengembangan industri manufaktur dalam jangka panjang.

*File presentasinya bisa di download pada lampiran di halaman ini*

Ya, banyak sekali yang disampaikan Pak Habibie, bahkan beberapa memang seperti yang beliau tuliskan dalam bukunya "Habibie&Ainun". Keren dan sangat menginsipirasi. Sampai salah satu perekayasa berkata begini, "sudah lama saya tidak mendengarkan ceramah beliau, rindu dengan semangatnya, dengan pandangannya... memang kita butuh orang yang bisa mengorganisir orang-orang pandai di Indonesia." saya dan winda menggangguk setuju...

Kita memang butuh orang-orang seperti beliau yang berpandangan jauh ke depan, yang tulus mengabdikan segenap kemampuan dan yang dia miliki untuk membangun negeri... Semoga Allah memberkahi Pak Habibie dan keluarga...

Jayalah insinyur Indonesia!!

        

Wednesday, 22 December 2010

Habibie & Ainun

Rating:★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Bacharuddin Jusuf Habibie
Buku ini merupakan terapi untuk mengobati kerinduan pak Habibie kepada almarhumah Hj. Hasri ainun habibie binti R. Mohamad besari, yang telah berada dalam kehidupannya selama 48 tahun 10 hari. Selain itu, beliau berusaha untuk memenuhi anjuran tim dokter dari Hamburg, Munchen, dan Indonesia agar beliau terhindar dari gangguan psikosomatik, sebuah gejala penyakit yang sangat erat hubungannya antara factor fisik, psikologis, dan social. ..
BJ. Habibie berharap semog tulisan ini bisa member hikmah baginya pribadi, semoga pula apa yang tertulis di buku ini bisa memenuhi harapan public yang mendorong beliau mengungkapkannya, “Sejumlah fakta sejarah dalam buku ini, memang seharusnya bukan milik saya pribadi, bukan milik Ainun, tetapi menjadi milik public, milik bangsa ini untuk dicatat dalam sejarah.”

Mengingat alur buku ini yang ditulis layaknya novel, maka akan lebih nikmat jika anda membeli buku ini dan membacanya sendiri. Semua keuntungan dari penjualan buku ini akan disumbangkan ke yayasan Pak Habibie dan Ibu Ainun (almh). Saya hanya akan mengulas beberapa poin yang saya anggap menarik.

Sekilas beberapa pekerjaan engineering di Jerman

Bekerja di Perusahaan Talbot: Tender gerbong ruang luas untuk mengangkut muatan ringan seperti produk komponen elektronik. Volumina dari suatu gerbong dibatasi oleh panjang gerbong yang ditentukan oleh stabilitas dan tikungan rel X potongan terowongan KA. Karena muatannya ringan, gerbong yang direkayasa cukup dengan memanfaatkan 2 sumbu roda. Berarti ruang antara 2 sumbu roda gerbong dapat dimanfaatkan, dengan memperhatikan tekanan horizontal sebesar 200 Ton yang disalurkan melalui seluruh badan gerbong, membutuhkan perhitungan dan rekayasa sendiri.

Bekerja di Institut konstruksi ringan, Aachen; Belajar konstruksi kapal selam. Ternyata semuanya berbentuk silinder dangan penguat yang berbentuk silinder pula. Berbeda dengan balon udara yang dapat pecah jika tekanan balon ditingkatkan karena tegangan kulit balon naik pula, maka pada kapal selam peningkatan tekanan air di luar kapal selam akan berakibat runtuhnya/ koleps-nya kapal selam. Karena tekanan dari luar silinder, mengakibatkan tegangan pada kulit silinder menjadi dua kali lebih tinggi dibandingkan tekanan pada bola, maka rekayasa ruang kapal selam dengan memanfaatkan beberapa bola yang saling berhubungan dan berbentuk “ulat bulu”, dalam bahasa Jerman BJ. Habibie member nama “kugel-raupe”, dapat menyelam dua kali lebih dalam dibandingkan kapal selam konvensional yang berbentuk silinder.

Penemuan metode Thermoelastisitas untuk menghitung tegangan akibat pemanasan kinetic yang dapat memperhatikan semua kendala pangkal, batas garis depan, ujung dan batas garis belakang sayap dan sirip dengan memperhatikan kekakuan yang tidak homogen. Hasil perhitungan dengan metode yang sudah ada, ternyata hasilnya sama jika memanfaatkan metode ini dan menghiraukan kendala pangkal atau ujung sayap dan sirip.
Perusahaan Hamburger Flugzeugbau: metode perhitungan kecepatan suatu retkan berjalar pada bahan yang elastoplastik, dan masih banyak lagi.

Penolakan tawaran demi kepentinga bangsa
1. tawaran menjadi guru besar atau professor di institute konstruksi ringan (Rheinisch westfahlische technische hochschule).
2. tawaran bergabung di perusahaan amerika Boeing dalam pembuatan supersonic transporter yang lebih unggul dari pesawat concord.
3. tawaran menjadi warga Negara Jerman, karena nilai moral dan etik tidak dapat menerima tawaran tersebut, sehingga sebagai jalan tengah BJ Habibie dan Ainun Habibie diberi izin tinggal dan bekerja seumur hidup di Republik Federal Jerman.
4. dan masih banyak lagi.

"Saya selalu menganggap keberadaan saya di rantau sebagai masa transisi untuk mencari pengalaman. Pengalaman ini akan saya perlukan kelak untuk dapat membantu bangsa saya dalam perjuangan yang sedang mereka laksanakan. Kapan saya pulang, hanya ditentukan oleh keadaan dan kesempatan yang diberikan."

Prinsip Ainun
1. Istri yang tidak mengikuti suami akan ketinggalan.
2. falsafah hidup mengutamakan anak dan keluarga daripada mencari kepuasan professional dan penghasilan tinggi.
“buat apa uang tambahan dan kepuasan bathin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan kepada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya ketambahan uang dan kepuasan professional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memilih hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu”

Langkah BJ Habibie dalam membangun teknologi Indonesia:
1. mengembangkan prasarana IPTEK --> membangun puspiptek serpong dengan lahan seluas 4 juta meter persegi milik BATAN, mempersiapkan berdirinya BPPT ebagai mitra Bappenas.
2. menyiapkan kader-kader teknologi yang memungkinkan Indonesia merekayasa dan membuat pesawat terbang baik militer maupun sipil --> beasiswa ke luar negeri, pemagangan di perusahan Jerman tempatnya bekerja.
3. bekerja sama dengan mitra luar negeri yang berpengalaman.

Terkait dengan BPPT, tempat saya bekerja sekarang, saya ingin mengulas sedikit tentang pendiriannya. Ini berawal dari Rencana dan pelaksanaan pembangunan nasional, Indonesia banyak sekali memanfaatkan jasa dari konsultan nasional maupun konsultan mancanegara. Masalahnya selain biayanya tinggi, mereka tidak dapat dituntut jika ada kesalahan pada pelaksanaannya. Jika proyek yang mereka sarankan berjalan dengan baik, maka konsultan tersebut yang mendapat kreditibilitasnya. Untuk menghadapi masalah tersebut, tanggapan BJ Habibie; “ kita sudah memiliki badan perencanaan pembangunan nasional atau bappenas yang terus berkembang dan berfungsi dengan baik. Pelaksanaan rencana pembangunan tersebut diserahkan kepada Departemen atau lembaga bersangkutan yang sebelumnya telah mengusulkan proyek mereka. Di bappenas proyek-proyek tersebut dicek dan dikaji prioritas dan kelayakannya, berdasarkan criteria yang ditentukan. Jika bappenas menilaiproyek tersebut kelayakannya secara makro, maka untuk menekan resiko sekecil mungkin dengan biaya serendah mungkin, sehingga proyek dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan berkualitas setinggi mungkin, maka departemen yang bersangkutan memanfaatkan konsultan untuk melaksanakan penilaian secara mikro. Penilaian mikro tidak dapat dipisahkan dari penilaian kelayakan teknologi. Oleh karena itu harus dikembangkan “mitra” bappenas yang memiliki fasilitas dan kemampuan untuk menilai semua program dan rencana pembangunan dari sudut kelayakan mikro atau kelayakan teknologi. Mitra bappenas ini dapat diberi nama badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT). Namun demikian kita akan memanfaatkan konsultan, tetapi minimal.
Cikal bakal BPPT dan IPTN berasal dari divisi advanced technology dan teknologi penerbangan Pertamina (ATTP), divisi itu kemudian berubah menjadi divisi advanced technology pertamina (ATP).

“Semoga Allah SWT sepanjang masa dimanapun kami berada selalu melindungi, memberkahi, dan mendampingi Ainun dan Saya.” (Doa yang tiap saat selalu dipanjatkan Pak Habibie dan Bu Ainun).

Kegiatan Bu Ainun dalam mendampingi Pak Habibie
1. Tiap hari selasa minggu pertama dan kedua tiap bulan dilaksanakan ceramah mengenai ajaran agama Islam dan Al-Quran di kediaman beliau di Jalan Patra Kuningan XIII No. 1-3.
2. Mendirikan Perkumpulan penyantun mata tunanetra Indonesia (PPMTI) untuk membantu menanggulangi kebutaan yang tidak hanya diakibatkan dari kornea namun juga dari katarak dan glaucoma.
“dipandang dari sudut biaya atau produktivitas, penyakit mata atau buta akan meningkatkan biaya dan menurunkan produktivitas, karena orang buta sangat bergantung dar orang lain sehingga membutuhkan biaya tambahan yang berdampak menurunkan produktivitas. Kalau orang mati, prestasinya akan hilang tanpa meningkatkan biaya.”
3. Pimpinan Dharma Wanita BPPT, Ristek, IPTN, Pindad, PAL…
4. Ketua Balai Bina Kertaharja, lembaga masyarakat yang bergerak dalam bidang social bersama Departemen transmigrasi mendidik tuna karya dan tuna wisma
5. Pendiri Yayasan amal abadi beasiswa ORBIT.
6. dll.
NB. Kalo kegiatan Pak Habibie mah gak usah dicantumin, yang pasti banyak bangeeet. Kayaknya Pak Habibie orang tersibuk di Indonesia pada masa itu deh ;)

Bukan materi atau uang yang harus dikejar, namun kesempatan bekerja bagi semua yang haru diciptakan --> yang harus dikejar adalah penguasaan IPTEK, produktivitas, daya saing, dan akhirnya adalah jam kerja.
Memang uang penting, tapi tidak selalu menentukan. Yang menentukan adalah daya saing.

Jam Kerja

Yang diperhatikan bukan hanya “neraca perdagangan” dan “neraca pembayaran” namun juga “neraca jam kerja”. Khususnya dalam proses globalisasi, “neraca jam kerja” ini harus dapat perhatian khusus.
Untuk memperbaiki “neraca jam kerja”, perencanaan jangka panjang yang konsisten dan berkesinambungan harus diamankan. Tidak mungkin penyelesaiannya dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat.
Kebijakan peningkatan kualitas dan daya saing SDM, harus senantiasa mengandalkan pada kualitas iptek dan imtak yang seimbang. Berarti proses pendidikan dan pembudayaan terus ditingkatkan.

Bagi-bagi tugas:
Ainun --> tugas berkaitan dengan proses pembudayaan dan kesejahteraan SDM.
Habibie --> tugas pada pengembangan dan penerapan teknologi untuk proses nilai tambah.
*sumpah, KEREN BANGET ya ETOS KERJAnya Pak Habibie, kayak orang etos kerjanya orang Jepang*

Karya dirgantara bangsa Indonesia
1. CN-235 “tetuko”: Pengembangan dan produksi bersama perusahaan spanyol (1986).
2. N-250 “gatotkoco”: pesawat canggih pengembangan dan produksi mandiri. Terbang perdana 10 Agustus 1995 --> saking kerennya, pemerintah RI menobatkannya sebagai hari kebangkitan teknologi nasional. artikel terkait: http://adiewicaksono.wordpress.com/2009/03/22/n-250-dimana-dirimu-kini/
3. N-2130 yang rencananya akan terbang perdana 2002, namun saya belum tau kepastiannya. Sampai saat ini saya sangat berharap agar pesawat ini jadi diproduksi dan dikembangkan oleh putra bangsa ini…

Tanggapan BJ Habibie ketika diminta tuk jadi wapres RI: "Tempat saya adalah di science, titik! Saya mengatakan ini dengan tulus dan ini juga sama dengan yang saya yakini dengan Ainun. Namun saya menyadari juga sebagai warga negara yang baik, bahwa jika rakyat Indonesia menghendaki seseorang menjadi pemimpinnya, dan orang itu mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa cinta kepada rakyatnya, apa mungkin manusia tersebut bisa mengatakan “tidak”? jika orang yang dipilih itu mengatakan “tidak”, itu arogan namanya…"

Kontribusi untuk Indonesia setelah tidak lagi menjadi pejabat --> bersama Ainun, Ilham, dan Thareq mendirikan "The Habibie center"
“Kita harus tetap mendorong proses demokratisasi, dalam posisi apapun kita nanti!”
Semboyan The Habibie Center: Democratization must go on

The Habibie center --> lembaga non-profit dan non-politik, yang berkhidmat dalam mendorong dan –bersama kekuatan bangsa lain-- “mengawal” proses demokratisasi bangsa.
Pertimbangan: basis suatu negara untuk dapat langgeng adalah negara tersebut harus demokratis. Karena demokrasi dan HAM itulah yang menjaga harkat dan martabat manusia dalam negara tersebut.

---for lovely wife---

Manunggal….

Jika sampai waktunya
Tugas kami di alam dunia dan di alam baru selesai
Tempatkanlah kami manunggal di sisi-Mu
Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna, dan abadi
Dalam “raga” yang abadi, dibangun Ainun manunggal denga Saya sesuai kehendak-Mu di alam baru sepanjang masa
Jiwa, roh, bathin, “raga”, dan nurani kami abadi sampai akhirat