Monday, 27 December 2010
untuk Timnas: Keajaiban dari final Liga Champion
Friday, 1 October 2010
Penganugerahan Tertinggi Bagi Pendesain CHIPSET: Eko Fajar Nurprasetyo
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Other |
Untuk ketiga kalinya sejak pertama kali diadakan 2008 lalu, BPPT kembali memberikan penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award (BJHTA) kepada pelaku teknologi yang berjasa kepada bangsa Indonesia dalam berinovasi dan berkreasi untuk menghasilkan karya nyata di bidangnya masing-masing. Tahun 2010 ini, BJHTA diberikan kepada Eko Fajar Nurprasetyo, pendiri industri desain chipset pertama di Indonesia.
Pak Eko ini temen baiknya Leader saya (Pak Ratno)... emaaang deh orang hebat tuh rata-rata temennya juga orang hebaaaattt....
Tahun ini juga merupakan kali pertama BJ Habibie dapat menghadiri langsung pemberian award, yang didedikasikan dengan menggunakan namanya. Saya senang waktu melihat Pak Habibie di acara ini, setidaknya saya mulai melihat senyumnya kembali setelah beberapa lama kemarin berduka karena kematian istri tercinta. Semangaaaat terus ya paaak!!
"Figur Habibie menjadikan sebuah motivasi saya sejak saat saya sekolah," ujar Eko Fajar Nurprasetyo. Eko adalah salah satu contoh peneliti yang berdedikasi dan mencintai penelitian demi kemajuan bangsa dan negara dimata mancanegara khususnya penelitian dibidang teknologi Informasi dan komunikasi yang digelutinya sejak muda. Sebelum kembali ke Indonesia Eko telah sejak tahun 2001 berkecimpung di sebuah perusahaan semi konduktor Sony LSI di Jepang. Di tahun 2004 Eko terpilih sebagai Distinguised Enginer (DE) diperusahaan SONY semiconductor, ia adalah DE termuda dan satu-satunya orang asing diantara 40 DE lainnya.
Penghargaan BJHTA adalah salah satu upaya BPPT untuk memberikan dorongan timbulnya hasrat inovasi dan penciptaan teknologi kepada para pelaku teknologi berprestasi. Penghargaan ini adalah penghargaan tertinggi kepada insan pelaku teknologi yang berjasa kepada bangsa dan negara Indonesia dalam berinovasi dan berkreasi menghasilkan karya nyata di bidang teknologi.
“Kemajuan suatu bangsa diukur dari daya saing dan kemandiriannya yang tergantung pada penguasaan ilmu pengetahuan dan inovasinya. Dengan demikian, kemajuan suatu bangsa tergantung pada para pelaku teknologi baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya. BPPT selaku institusi yang bertangung jawab terhadap perkembangan dan pemanfaatan teknologi, memandang sangat perlu adanya penghargaan bagi pelaku teknologi yang berprestasi secara luar biasa karena itu BPPT menggelar Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2010”, ungkap Kepala BPPT Marzan A Iskandar saat acara pembukaan BJHTA, Selasa malam (28/09).
Dengan adanya penghargaan ini, kata Kepala BPPT, diharapkan akan dapat memberikan dorongan serta menginspirasi pelaku teknologi lainnya diseluruh tanah air (Indonesia), untuk terus menghasilkan inovasi-inovasi teknologi. “Kesemua hasil-hasil inovasi teknologi, akan dapat meningkatkan daya saing nasional dan menciptakan kemandirian bangsa”, lanjutnya.
Penilaian terhada insan para pelaku teknologi didasarkan atas azas penemuan (invention); Azas kreatif; Azas efesien; Azas Nilai tambah dan Azas manfaat. Sedangkan kriteria penilain terbagi atas tingkat keunggulan dan keterkinian teknologi; besarnya dampak; drajat komleksitas atau banyaknya factor berpengaruh; jumlah upaya atau seberapa besar kesulitan dalam perekayasaan; derajat kematangan; keorsinilan; unik; derajat kemanfaatan; merupakan hasilakhir siap pakai dan terakhir mampu memberikan nilai ekonomis.
Eko yakin bahwa 5-10 tahun lagi Indonesia akan mampu memproduksi chipset sendiri secara massal di Indonesia. Ujarnya. Selanjutnya ia mengatakan, harga produksi chipset sangat rendah tapi bisa dijual sangat mahal, karena itu jika Indonesia bisa memproduksi sendiri kebutuhan dalam negerinya, maka akan banyak devisa yang bisa dihemat.
Awal mulai usaha Eko di tanah air di bawah logo Versatile Silicon Technology, perusahaan desain IC pertama di Indonesia bersama beberapa temannya dari ITB, kemudian pada tahun pada 2008 ia bergabung dengan Xirka perusahaan satu-satunya di Asia Tenggara yang mendesain chip untuk wimax.
Menurut Eko, sesaat setelah menerima penghargaan, mengatakan sudah sejak lama dirinya memliki cita-cita untuk membuat chip khusus Indonesia. “Semiconductor (chip) pada umumnya, atau IT pada garis besarnya, merupakan teknologi infrastruktur yang perlu dikuasai oleh setiap negara maju. Saya ingin menjadikan Indonesia negara yang kuat dalam bidang semiconductor sepertihalnya Jepang dan Taiwan”.
“Award ini saya dedikasikan kepada semua ilmuan di tanah air, yang telah mendedikasikan dirinya untuk terus mengembangkan dan mendalami kemampuan ilmu mereka. Ini juga merupakan pesan kepada seluruh teknolog dan generasi muda, untuk terus berkarya dan berinovasi”, ucap Eko.
Bravo, Pak Eko!!!
Friday, 9 July 2010
Should i join the club
English was not the only important language to learn. In my life, i have a dream to proficient in several languages, not only english. However, until today there's no denied that i need to be able to speak english fluently, i think not only speak but also write, read, and listening. My current job is necessary english skill. So, i must improve my english skill, not only for current but also for future (get the rainbow ^^)
Although it's rather difficult for me, i have to keep moving forward. Dare to dream, dare to take steps to make it happen. Because a true dreamer never win to overcome te dreams obstacles, and finally it will be worthless.
Today, my friend suggests me to join in her english club, Britzone. the focus is speaking. A little explanation about Britzone (taken from smilyvimay):
Saturday, 20 March 2010
New spirit on new 'semester' takhossush
Tidak terasa satu semester sudah terlewati. rasanya baru kemarin daftar tahsin, tiba-tiba sudah harus ujian tengah semester, ujian akhir, kuliah perdana, dan mulai lagi untuk masuk semester baru.
Karena pekan kemarin tidak bisa ikut kuliah perdana, baru hari ini bisa masuk lagi dan melihat pengumuman kelulusan. Alhamdulillah... akhirnya saya bisa lulus masuk ke level takhosus (pra-tahfidz). di level ini sebenarnya akan lebih banyak membaca dan menghafal, sekitar 75%, dan 25% nya membahas materi/teori dari ilmu tajwid, yang idealnya pada level ini teori tersebut sudah berada 'di luar kepala'. jadi fokusnya adalah perbaikan bacaan untuk menuju level tahfidz. bacaan yang akan banyak dibahas adalah ayat-ayat gharib, yaitu ayat2 dalam Al-Quran yang agak susah membacanya (banyak orang mengalami kesalahan dalam membaca ayat2 ini walaupun sudah tau teorinya). Target talaqi bersama satu semester ini adalah 25 juz minimal. untuk tilawah masing-masing minimal 1 juz/ hari. Untuk hafalan pada level ini difokuskan pada juz 30.
Alhamdulillah, saya dan teman2 masih diberikan semangat untuk menyambutnya dengan sangat antusias... Semoga bisa menjalankan kebaikan-kebaikan yang telah ditargetkan...
Bicara soal teman2, kebanyakan teman2 saya dalam kelompok ini adalah ibu2 yang sudah mempunyai anak seusia saya :-) bahkan ada beberapa yang sudah berumur 55-60 tahun. tapi subhanallah, semangat mereka tidak kalah dengan kami yang berusia masih kepala 2.
tempat tinggal mereka pun tidak dekat dengan Al-Hikmah, tapi tetep sih yang paling jauh saya (di ciledug gituh..). Tapi semangatnya itu yang patut dicontoh, dengan jadwal belajar yang dimulai jam6.30 pagi, tetap berusaha agar tidak telat.
Waktu di tahsin 2, saya banyak telat. karena macetnya jalan ciledug raya, ditambah kalau pagi metro 77 jarang banget di blok M. jadi kadang sampai Al-Hikmah jam 6.45. untungnya berdasarkan kesepakatan, kelas dimulai pukul 6.30 pagi. jadi saya gak telat-telat banget. mudah2an takhosus ini saya diberikan kemudahan untuk tidak telat lagi...
Semangat itu ada dan akan selalu ada.
Tersemat dalam jiwa2 kita yang merindukan perubahan...
Semester baru, semangat baru.
Wednesday, 13 January 2010
Surat cinta malam ini (dari manusia malam)
Surat Cinta dari hamba-hamba
yang malamnya penuh cinta,..Subhanallah
ditujukan kepada :
Ikhwah fillah yang tersia-sia waktu malamnya (semoga bisa jadi bahan instropeksi buat diri2 kita)

Wahai orang-orang yang terpejam matanya,
perkenankanlah kami manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasiaNya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia. Namun kami tak perlu bersusah payah. sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.
Wahai orang-orang yang terlelap,
sungguh nikmat malam-malammu, gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, menikmati tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya.
Wahai orang-orang yang terlena,
ketahuilah, kami tidak seperti dirimu! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak sepeti dirimu!! kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda: "sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukan, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." itulah sebuah kamar yang menakjubkan bagi kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.
Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,
kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Khurairah , Periwayat Hadits. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tidak terperi. penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau? kenikmatan itu tidak serat merta kukecap sendiri, ku bagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami telah selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu? pedulikah kau pada keluargamu? adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka? sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu?
Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. sejarah mencatatku sebagai sang Penakluk Kesombongan pasukan salib, suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, "Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan akidah yang benar. "Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, "Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar, kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an. Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku? Dialah Istriku tercinta, Khotum binti Atabik. Dia adalah istri sholehah di mataku, terlebih di mata Allah, malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan.
Gemersikan dedaunan dan desahan angin seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang. Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirullah, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya, pegawai yang kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.
Wahai orang-orang yang terbuai,
kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al-Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, sholahuddin Al-Ayyubi, orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang panglima yang selalu menjaga sholat berjamaah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Al-Quran yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku, sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuang an nyata.
Wahai orang-orang yang masih terlelap,
Pernahkah kau mendengar penaklukan Konstantinopel? Akulah orang di balik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku, namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada para pasukanku untuk berpuasa pada siang hari dan pada saat malam tiba kami melaksanakan sholat malam dan munajat penuh pertolongan padaNya, jika Allah memberikan kematian kepada kami pada siang hari di saat kami berjuang, maka kesyahidan, itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu di ujung malamnya Allah temukan kami berada dalam kehidupan, kehidupan dengan menghidupkan malam kami.
Wahai orang-orang yang tergoda,
begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tidur? ya sangat kuat, tiga ikatan kuat di tengkuk lehermu, dia lalu menepuk setiap ikatan sambil berkata "Hai manusia sadarlah, engkau masih punya malam panjang, maka tidurlah!!" "Hei sadarlah, sadarlah jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya, syetan itu berbohong kepadamu, maka bangunlah! bangkitlah kerahkan kekutaanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Allah, maka akan lepas ikatan yang pertama, kemudian berwudhulah maka akan lepas ikatan yang kedua, dan terakhir sholatlah, sholat seperti kami maka akan lepaslah semua ikatan-ikatan itu.
Wahai orang-orang yang masih terlena,
masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan? masihkah? adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera mendekat kepadaNya, memohon ampunanNya walaupun hanya dengan dua rakaat? tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata. "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni," Dia terus berkata demikian hingga fajar merekah.
Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,
bagi kami manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya, sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya? maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam, kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, nikmatilah tidurmu diatas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.
Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surgaNya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar.
Amin........ .
Wassalamu'alaykum warohmatulloohi wabarokaatuh,
Dari kami:
Hamba-hamba Allah penghidup Malam
Wednesday, 9 December 2009
Aku rindu Barisan itu...
Datang dari Barat, datang dari Timur, Mahasiswa…
Setahun lalu, saat masih jadi mahasiswa, begitu menerima sms seruan aksi, langsung aja saya dan teman2 menyambar jas almamater biru kami. Sebisa mungkin menggunakan "jatah" 20% ketidakhadiran pada kuliah untuk aksi. Bahkan pernah kakak kelas saya meminta izin untuk tidak mengikuti kuliah Fisika Modern karena ingin ikut aksi di Jakarta. Subhanallah, dosen saya menanggapinya dengan baik, alias mengizinkan kami untuk ikut aksi dan berharap semoga kami kembali dalam keadaan baik-baik saja. Huaah.. salut saya sama Dosen saya itu, beliau begitu mengerti kami, untuk apa kami aksi, dan mengapa kami harus aksi.
Namun ada pula dosen yang memang tak mau tahu, tidak ada izin untuk aksi! Pernah, saking inginnya ikut aksi, saya masuk ke ruang kuliah tanpa membawa tas (tasnya dititip di Lab), begitu dari luar kampus BS terdengar sayup-sayup lagu aksi dari rombongan temen2 darmaga, saya langsung izin keluar ruangan. mengambil tas di lab, dan bergabung dengan massa aksi berangkat ke Jakarta. hehe.. agak bandel juga ya.. karena saya ingin tetap mendengarkan pelajaran Biokimia yang disampaikan dosen saya walau sebentar, karena saya tidak ingin absen saya bolong-bolong, dan karena saya memang harus ikut aksi :-D
Alhamdulillah... esoknya saya tanya teman-teman, ternyata dosen saya tidak menanyakan dan tidak mempermasalahkan kenapa saya tidak balik ke kelas lagi (tampaknya beliau nggak ngeh), semua berjalan baik-baik saja. Hanya teman2 sekelas yang menyadari, "ah si lia gak balik lagi.. tuh anak pasti ikutan aksi ke Jakarta.." tapi mereka dah maklum sama temannya yang satu ini, dasar Lia!
Pernah juga saya tidak punya pilihan, terpaksa tidak ikut aksi. Karena saat itu ada praktikum, dan presensi dalam praktikum di jurusan saya 100%. So, how else?? cuma bisa mupeng melihat kepergian teman2 berjaket biru diiringi lagu-lagu perjuangan mahasiswa.
Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia
Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta
Menyanyikan lagu ini dengan suara lantang dan tegas sebagai simbol semangat yang berkobar takkan pernah padam. Ini salah satu lagu favorit saya yang bikin tambah semangat. Lagu yang pertama saya dengar saat MPK MB dan selalu dinyanyikan setelah lagu Indonesia Raya pada setiap aksi Mahasiswa, lagu yang memantapkan hati ini untuk selalu berada di jalan perjuangan...
anyway, sekarang saya hanya bisa melihat para "adik-adik" mahasiswa yang berjuang dalam aksi damainya, tanpa ikut serta dalam barisan itu... Barisan yang akan selalu kukenang, kurasakan semangatnya, dan selalu membawaku ke masa itu saat melihatnya...
Saya yakin semangat barisan itu tak akan pernah padam. Barisan yang berjuang turun ke jalan untuk menyuarakan isi hati nurani untuk membela kepentingan rakyat. mengawal reformasi dan demokrasi. memprotes kebijakan pemerintah jika tidak berpihak pada rakyat. Barisan yang kritis bukan anarkis, optimis bukan pesimis.
Walau ada oknum/ kelompok yang mengaku mahasiswa namun melakukan perbuatan yang menjelekkan image mahasiswa, ataupun sekelompok mahasiswa yang merendahkan diri mereka sendiri dengan menerima suap untuk membela kepentingan golongan. Mahasiswa tetaplah agen perubahan, punya kecerdasan untuk berfikir, membedakan yang baik dan buruk. Mahasiswa adalah iron stock, agent of change and da'i of course..
"selamat berjuang BEM SI dan rekan-rekan mahasiswa sekalian"
katakan hitam adalah hitam, katakan putih adalah putih
tiada kata jera dalam perjuangan
Hidup MAHASISWA!!
Wednesday, 29 July 2009
Teruslah
hingga kelelahan itu lelah mengikutimu...
Terusalah berlari,
hingga kebosanan itu bosan mengejarmu...
Teruslah berjalan,
hingga keletihan itu letih bersamamu...
Teruslah bertahan,
hingga kefuturan itu futur menyertaimu...
dan Tetaplah berjaga,
hingga kelesuan itu lesu menemanimu...