Wednesday, 22 December 2010
Habibie & Ainun
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Biographies & Memoirs |
| Author: | Bacharuddin Jusuf Habibie |
BJ. Habibie berharap semog tulisan ini bisa member hikmah baginya pribadi, semoga pula apa yang tertulis di buku ini bisa memenuhi harapan public yang mendorong beliau mengungkapkannya, “Sejumlah fakta sejarah dalam buku ini, memang seharusnya bukan milik saya pribadi, bukan milik Ainun, tetapi menjadi milik public, milik bangsa ini untuk dicatat dalam sejarah.”
Mengingat alur buku ini yang ditulis layaknya novel, maka akan lebih nikmat jika anda membeli buku ini dan membacanya sendiri. Semua keuntungan dari penjualan buku ini akan disumbangkan ke yayasan Pak Habibie dan Ibu Ainun (almh). Saya hanya akan mengulas beberapa poin yang saya anggap menarik.
Sekilas beberapa pekerjaan engineering di Jerman
Bekerja di Perusahaan Talbot: Tender gerbong ruang luas untuk mengangkut muatan ringan seperti produk komponen elektronik. Volumina dari suatu gerbong dibatasi oleh panjang gerbong yang ditentukan oleh stabilitas dan tikungan rel X potongan terowongan KA. Karena muatannya ringan, gerbong yang direkayasa cukup dengan memanfaatkan 2 sumbu roda. Berarti ruang antara 2 sumbu roda gerbong dapat dimanfaatkan, dengan memperhatikan tekanan horizontal sebesar 200 Ton yang disalurkan melalui seluruh badan gerbong, membutuhkan perhitungan dan rekayasa sendiri.
Bekerja di Institut konstruksi ringan, Aachen; Belajar konstruksi kapal selam. Ternyata semuanya berbentuk silinder dangan penguat yang berbentuk silinder pula. Berbeda dengan balon udara yang dapat pecah jika tekanan balon ditingkatkan karena tegangan kulit balon naik pula, maka pada kapal selam peningkatan tekanan air di luar kapal selam akan berakibat runtuhnya/ koleps-nya kapal selam. Karena tekanan dari luar silinder, mengakibatkan tegangan pada kulit silinder menjadi dua kali lebih tinggi dibandingkan tekanan pada bola, maka rekayasa ruang kapal selam dengan memanfaatkan beberapa bola yang saling berhubungan dan berbentuk “ulat bulu”, dalam bahasa Jerman BJ. Habibie member nama “kugel-raupe”, dapat menyelam dua kali lebih dalam dibandingkan kapal selam konvensional yang berbentuk silinder.
Penemuan metode Thermoelastisitas untuk menghitung tegangan akibat pemanasan kinetic yang dapat memperhatikan semua kendala pangkal, batas garis depan, ujung dan batas garis belakang sayap dan sirip dengan memperhatikan kekakuan yang tidak homogen. Hasil perhitungan dengan metode yang sudah ada, ternyata hasilnya sama jika memanfaatkan metode ini dan menghiraukan kendala pangkal atau ujung sayap dan sirip.
Perusahaan Hamburger Flugzeugbau: metode perhitungan kecepatan suatu retkan berjalar pada bahan yang elastoplastik, dan masih banyak lagi.
Penolakan tawaran demi kepentinga bangsa
1. tawaran menjadi guru besar atau professor di institute konstruksi ringan (Rheinisch westfahlische technische hochschule).
2. tawaran bergabung di perusahaan amerika Boeing dalam pembuatan supersonic transporter yang lebih unggul dari pesawat concord.
3. tawaran menjadi warga Negara Jerman, karena nilai moral dan etik tidak dapat menerima tawaran tersebut, sehingga sebagai jalan tengah BJ Habibie dan Ainun Habibie diberi izin tinggal dan bekerja seumur hidup di Republik Federal Jerman.
4. dan masih banyak lagi.
"Saya selalu menganggap keberadaan saya di rantau sebagai masa transisi untuk mencari pengalaman. Pengalaman ini akan saya perlukan kelak untuk dapat membantu bangsa saya dalam perjuangan yang sedang mereka laksanakan. Kapan saya pulang, hanya ditentukan oleh keadaan dan kesempatan yang diberikan."
Prinsip Ainun
1. Istri yang tidak mengikuti suami akan ketinggalan.
2. falsafah hidup mengutamakan anak dan keluarga daripada mencari kepuasan professional dan penghasilan tinggi.
“buat apa uang tambahan dan kepuasan bathin yang barangkali cukup banyak itu jika akhirnya diberikan kepada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami sendiri kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya ketambahan uang dan kepuasan professional jika akhirnya anak saya tidak dapat saya timang sendiri, saya bentuk sendiri pribadinya? Anak saya akan tidak mempunyai ibu. Seimbangkah anak kehilangan ibu bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang dan kepuasan pribadi tambahan karena bekerja? Itulah sebabnya saya memilih hidup pas-pasan. Tiga setengah tahun kami bertiga hidup begitu”
Langkah BJ Habibie dalam membangun teknologi Indonesia:
1. mengembangkan prasarana IPTEK --> membangun puspiptek serpong dengan lahan seluas 4 juta meter persegi milik BATAN, mempersiapkan berdirinya BPPT ebagai mitra Bappenas.
2. menyiapkan kader-kader teknologi yang memungkinkan Indonesia merekayasa dan membuat pesawat terbang baik militer maupun sipil --> beasiswa ke luar negeri, pemagangan di perusahan Jerman tempatnya bekerja.
3. bekerja sama dengan mitra luar negeri yang berpengalaman.
Terkait dengan BPPT, tempat saya bekerja sekarang, saya ingin mengulas sedikit tentang pendiriannya. Ini berawal dari Rencana dan pelaksanaan pembangunan nasional, Indonesia banyak sekali memanfaatkan jasa dari konsultan nasional maupun konsultan mancanegara. Masalahnya selain biayanya tinggi, mereka tidak dapat dituntut jika ada kesalahan pada pelaksanaannya. Jika proyek yang mereka sarankan berjalan dengan baik, maka konsultan tersebut yang mendapat kreditibilitasnya. Untuk menghadapi masalah tersebut, tanggapan BJ Habibie; “ kita sudah memiliki badan perencanaan pembangunan nasional atau bappenas yang terus berkembang dan berfungsi dengan baik. Pelaksanaan rencana pembangunan tersebut diserahkan kepada Departemen atau lembaga bersangkutan yang sebelumnya telah mengusulkan proyek mereka. Di bappenas proyek-proyek tersebut dicek dan dikaji prioritas dan kelayakannya, berdasarkan criteria yang ditentukan. Jika bappenas menilaiproyek tersebut kelayakannya secara makro, maka untuk menekan resiko sekecil mungkin dengan biaya serendah mungkin, sehingga proyek dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan berkualitas setinggi mungkin, maka departemen yang bersangkutan memanfaatkan konsultan untuk melaksanakan penilaian secara mikro. Penilaian mikro tidak dapat dipisahkan dari penilaian kelayakan teknologi. Oleh karena itu harus dikembangkan “mitra” bappenas yang memiliki fasilitas dan kemampuan untuk menilai semua program dan rencana pembangunan dari sudut kelayakan mikro atau kelayakan teknologi. Mitra bappenas ini dapat diberi nama badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT). Namun demikian kita akan memanfaatkan konsultan, tetapi minimal.
Cikal bakal BPPT dan IPTN berasal dari divisi advanced technology dan teknologi penerbangan Pertamina (ATTP), divisi itu kemudian berubah menjadi divisi advanced technology pertamina (ATP).
“Semoga Allah SWT sepanjang masa dimanapun kami berada selalu melindungi, memberkahi, dan mendampingi Ainun dan Saya.” (Doa yang tiap saat selalu dipanjatkan Pak Habibie dan Bu Ainun).
Kegiatan Bu Ainun dalam mendampingi Pak Habibie
1. Tiap hari selasa minggu pertama dan kedua tiap bulan dilaksanakan ceramah mengenai ajaran agama Islam dan Al-Quran di kediaman beliau di Jalan Patra Kuningan XIII No. 1-3.
2. Mendirikan Perkumpulan penyantun mata tunanetra Indonesia (PPMTI) untuk membantu menanggulangi kebutaan yang tidak hanya diakibatkan dari kornea namun juga dari katarak dan glaucoma.
“dipandang dari sudut biaya atau produktivitas, penyakit mata atau buta akan meningkatkan biaya dan menurunkan produktivitas, karena orang buta sangat bergantung dar orang lain sehingga membutuhkan biaya tambahan yang berdampak menurunkan produktivitas. Kalau orang mati, prestasinya akan hilang tanpa meningkatkan biaya.”
3. Pimpinan Dharma Wanita BPPT, Ristek, IPTN, Pindad, PAL…
4. Ketua Balai Bina Kertaharja, lembaga masyarakat yang bergerak dalam bidang social bersama Departemen transmigrasi mendidik tuna karya dan tuna wisma
5. Pendiri Yayasan amal abadi beasiswa ORBIT.
6. dll.
NB. Kalo kegiatan Pak Habibie mah gak usah dicantumin, yang pasti banyak bangeeet. Kayaknya Pak Habibie orang tersibuk di Indonesia pada masa itu deh ;)
Bukan materi atau uang yang harus dikejar, namun kesempatan bekerja bagi semua yang haru diciptakan --> yang harus dikejar adalah penguasaan IPTEK, produktivitas, daya saing, dan akhirnya adalah jam kerja.
Memang uang penting, tapi tidak selalu menentukan. Yang menentukan adalah daya saing.
Jam Kerja
Yang diperhatikan bukan hanya “neraca perdagangan” dan “neraca pembayaran” namun juga “neraca jam kerja”. Khususnya dalam proses globalisasi, “neraca jam kerja” ini harus dapat perhatian khusus.
Untuk memperbaiki “neraca jam kerja”, perencanaan jangka panjang yang konsisten dan berkesinambungan harus diamankan. Tidak mungkin penyelesaiannya dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat.
Kebijakan peningkatan kualitas dan daya saing SDM, harus senantiasa mengandalkan pada kualitas iptek dan imtak yang seimbang. Berarti proses pendidikan dan pembudayaan terus ditingkatkan.
Bagi-bagi tugas:
Ainun --> tugas berkaitan dengan proses pembudayaan dan kesejahteraan SDM.
Habibie --> tugas pada pengembangan dan penerapan teknologi untuk proses nilai tambah.
*sumpah, KEREN BANGET ya ETOS KERJAnya Pak Habibie, kayak orang etos kerjanya orang Jepang*
Karya dirgantara bangsa Indonesia
1. CN-235 “tetuko”: Pengembangan dan produksi bersama perusahaan spanyol (1986).
2. N-250 “gatotkoco”: pesawat canggih pengembangan dan produksi mandiri. Terbang perdana 10 Agustus 1995 --> saking kerennya, pemerintah RI menobatkannya sebagai hari kebangkitan teknologi nasional. artikel terkait: http://adiewicaksono.wordpress.com/2009/03/22/n-250-dimana-dirimu-kini/
3. N-2130 yang rencananya akan terbang perdana 2002, namun saya belum tau kepastiannya. Sampai saat ini saya sangat berharap agar pesawat ini jadi diproduksi dan dikembangkan oleh putra bangsa ini…
Tanggapan BJ Habibie ketika diminta tuk jadi wapres RI: "Tempat saya adalah di science, titik! Saya mengatakan ini dengan tulus dan ini juga sama dengan yang saya yakini dengan Ainun. Namun saya menyadari juga sebagai warga negara yang baik, bahwa jika rakyat Indonesia menghendaki seseorang menjadi pemimpinnya, dan orang itu mempunyai rasa tanggung jawab dan rasa cinta kepada rakyatnya, apa mungkin manusia tersebut bisa mengatakan “tidak”? jika orang yang dipilih itu mengatakan “tidak”, itu arogan namanya…"
Kontribusi untuk Indonesia setelah tidak lagi menjadi pejabat --> bersama Ainun, Ilham, dan Thareq mendirikan "The Habibie center"
“Kita harus tetap mendorong proses demokratisasi, dalam posisi apapun kita nanti!”
Semboyan The Habibie Center: Democratization must go on
The Habibie center --> lembaga non-profit dan non-politik, yang berkhidmat dalam mendorong dan –bersama kekuatan bangsa lain-- “mengawal” proses demokratisasi bangsa.
Pertimbangan: basis suatu negara untuk dapat langgeng adalah negara tersebut harus demokratis. Karena demokrasi dan HAM itulah yang menjaga harkat dan martabat manusia dalam negara tersebut.
---for lovely wife---
Manunggal….
Jika sampai waktunya
Tugas kami di alam dunia dan di alam baru selesai
Tempatkanlah kami manunggal di sisi-Mu
Karena cinta murni, suci, sejati, sempurna, dan abadi
Dalam “raga” yang abadi, dibangun Ainun manunggal denga Saya sesuai kehendak-Mu di alam baru sepanjang masa
Jiwa, roh, bathin, “raga”, dan nurani kami abadi sampai akhirat
Friday, 17 December 2010
Habibie-Ainun & Hutang Review!!
waaw... gak kerasa udah mau akhir weekend ini. Itu berarti tinggal dikit waktu tuk nyelesain baca buku yang ditulis oleh Bacharuddin Jusuf Habibie. Dan saya harus segera buat review nya.
Buku ini menarik banget! awalnya saya berfikir, ow... pasti buku tentang percintaan yang penuh dengan puisi2 romantis yang ditulis dengan bercucuran air mata.. *engga tau kenapa males aja baca buku romantic rhapsody model2 gituh...* tapi perkiraan saya ternyata salah besar!!
Suatu sore, "ibuku" Bu Had menawarkan sebuah buku,
"Li, suka baca kan? saya punya buku baru nih. Dijamin masih fresh karena hari ini baru diluncurkan.." katanya sambil menawarkan sebuah buku dengan tulisan Habibie&Ainun. Saya mengambilnya dan melihat-lihat isinya... Waw, ada tangdatangan Pak Habibie!
"saya dapet langsung dari Pak Habibie" wah senangnya
Keluarga Bu Had emang deket dengan keluarga Pak Habibie. Bahkan saat keponakannya menikah, Pak Habibie yang jadi saksinya.
Buku ini menceritakan mulai dari awal Pak Habibie bertemu dengan Bu Ainun, kehidupan Pak habibie semasa menempuh riset S3 di Jerman dengan rekayasa konstruksi ringannya, keterlibatannya dalam pengembangan teknologi di Jerman mulai dari Kereta Api, Kapal selam, hingga Pesawat Terbang. Juga tentang kehidupannya bersama ibu Hasri Ainun Besari (almh) beserta dua putra tercinta; Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie yang penuh semangat, cinta, dan nilai-nilai religius meski berada di negeri yang mayoritas non-islam. Hingga akhirnya Presiden (saat itu) Soeharto memanggil beliau tuk berkarya membangun teknologi Indonesia.
Yup, itu adalah tujuan Pak Habibie dan Bu Ainun tuk membangun teknologi bangsa ini... meski banyak tawaran menggiurkan, seperti tawaran tuk bekerja di perusahan konstruksi pesawat terbang paling maju di Jerman dengan posisi yang menggiurkan, dll. Bahkan Pemerintah Jerman telah memberikan status sebagai warga negara kehormatan Jerman kepada Pak Habibie dan Bu Ainun atas prestasi-prestasinya...
Buku ini juga banyak menceritakan awal berdirinya lembaga-lembaga penyokong teknologi seperti kawasan PUSPIPTEK serpong, BPPT yang awalnya adalah divisi adavance technologi-nya PERTAMINA, IPTN, PT. PAL, PT. INKA, PT. PINDAD... dst
Dibuku ini juga kita bisa melihat cara berfikirnya seorang Hasri Ainun Habibie yang menjadi seorang Istri Shalihah plus wanita yang berjiwa sosial tinggi... Falsafah hidupnya yang lebih mengutamakan keluarga, pembentukan pribadi anak-anaknya, daripada bekerja dan mendapatkan kepuasan profesional, meski pendapatannya sebagai dokter anak di Jerman hampir menyamai pendapatan suaminya.
Ayo-ayo beli buku ini. Dijamin kereen abisss!! Hasil penjualan buku ini semuanya akan disumbangkan buat membiayai yayasan sosial dan pengembangan SDM yang didirikan Pak Habibie bersama (almh) Bu Ainun... #lho, kok jadi promosi ya??#
So, hari ini bertekad tuk menyelesaikan buku ini dan membuat resensinya akhir pekan ini.
Teringat tumpukan buku yang masih harus saya selesaikan juga dan membuat reviewnya di my goodreads:
Deadline tahun ini!!
Ayo-ayo semangat membaca lagi ya liaaaaa..........#menyemangati diri sendiri
*postingan di (hampir) akhir pekan yang banyak hutang, setelah lama gak nulis di MP*
---menulis sambil diiringi lagu Radetzky March-nya Johann Strauss I, berharap bisa semangat tuk menyelesaikan tulisan ini, bukan di "save as draft" lagi :P
Tuesday, 14 December 2010
Problem Pendidikan dan Riset
Lama gak nulis di mp, jadi kepingin nulis lagi. Kebetulan tadi berkesempatan menghadiri kuliah umum dari Prof. Rhenald Kasali, yang diadakan oleh kementerian riset dan teknologi. Kuliah yang dibuka oleh pak Menristek sendiri ini bertemakan;
Peningkatan kompetensi SDM IPTEK dalam rangka memotivasi peneliti Indonesia untuk lebih berinovasi
Mengapa Singapura bisa? --> adanya persiapan diri yang baik dari SDM nya dan Government adaptif terhadap perubahan.
Aspek pendidikan di Indonesia --> masih kognitif, sehingga keaktifan kita kurang. Dan kita hanya terpaku pada teori, pengembangan dari teori tersebut sangat kurang.
Pendidikan di Indonesia terlalu “brain memory” belum “muscle memory”.
• Brain memory --> hanya di kepala
• Muscle/ myelin memory --> di semua tubuh
Bedanya pendidikan anak Indonesia dengan Jepang; pendidikan TK Indonesia masih lebih mengandalkan brain (membaca, mengingat, dll) sedangkan pendidikan TK Jepang lebih ke arah motorik, seperti belajar make a thing, belajar menanam, terjun ke sawah, origami, dll sehingga myelin mereka lebih terlatih, lapisan myelinnya semakin tebal dan geraknya automatic. Dalam bekerja, tangan mereka bagus, seperti dalam operasi pasien pada dokter bedah, engineer pada permesinan, dll.
Rekomendasi:
Film: Something the lord made
Cerita tentang seorang Vivien Thomas (anak tukang kayu) yang tangannya terlatih sejak kecil dalam membantu pekerjaan ayahnya. Sejak awalnya Vivien sudah menunjukkan ketertarikannya yang luar biasa terhadap pembedahan dan eksperimen yang sedang dilakukan Blalock (dokter bedah di tempatnya bekerja), Blalock juga memberinya kebebasan yang lebih luas lagi karena keantusiasannya. Vivien juga dibekali ilmu anatomi dan fisiologi oleh Blalock dan rekan satu penelitinya, Dr. Joseph Beard. Vivien dengan dengan waktu yang singkat berhasil menguasai teknik bedah yang kompleks dan sangat rumit serta metodologi penelitian.
Blalock bersama dengan Vivien kemudian kembali ke Universitas Johns Hopkins. Di Johns Hopkins, dr Helen Taussiq mengkonsulkan mengenai masalah sindrom bayi biru. Dalam kebingungannya Helen Taussiq mengatakan hal yang dianggapnya tidak masuk akal. Ia sempat berkata, “yang paling mungkin adalah dengan ‘menyambungkan pipa-pipanya’ untuk meningkatkan aliran darah ke dalam paru”. Blalock dan Vivien saling memandang satu sama lain dan menyadari bahwa mereka pernah melakukan prosedur untuk meningkatkan aliran darah ke dalam paru di dalam laboratorium mereka. Setelah melibatkan lebih dari 200 anjing, akhirnya Vivien berhasil membuat replika bayi biru pada anjing. Setelah melakukan operasi yang disebut atrial septectomy yang dilakukan dengan baik oleh Vivien dan bekas jahitannya pun hampir tidak kelihatan, Blalock berkata kepada Vivien, “Vivien, this looks like something the Lord made.”
Video: hand in hand
Yang menceritakan tentang orang yang tidak sempurna fisiknya namun tetap bisa tampil (dance & balet) memukau melebihi orang yang fisiknya sempurna.
Bangsa Indonesia, belajarlah dari pengalaman Gaura mancacaritadipura. Anda kenal siapa Gaura mancacaritadipura? Beliau adalah bule Australia yang sangat concern dengan budaya Indonesia, bahkan beliau bisa menjadi dalang! Dialah yang membuat UNESCO mengakui bahwa Batik adalah dari Indonesia. Setiap budaya Indonesia yang dia pelajari, ia menulisnya dalam publikasi ilmiah. Sehingga saat mengajukan paten tersebut, kita punya data yang kita butuhkan dari Gaura (hmm.. emang orang Indonesia gak kepikiran buat nulis kayak gituan… padahal penting buat mengklaim bahwa itu adalah kebudayaan bangsa Indonesia).
So, apalagi, Hayo rajin-rajinlah menulis!!
Kita adalah generasi yang dinamis, maka keluarlah dari zona aman! Ciri-ciri zona aman adalah:
• Sudah tidak berfikir lagi, otak mati --> seperti manusia pedalaman.
• Dikendalikan oleh autopilot
Problem kita adalah terperangkap dengan rutinitas yang membuat kita dikendalikan oleh autobrain, sehingga membunuh kreativitas kita. Sehingga makin lama otak kita makin tidak terasah. Contohnya (entah hanya lelucon atau tidak): perhatikan orang2 yg masuk depkeu atau BI, awal mereka terekrut adalah mereka yang pintar2, lalu lakukan survey apakah setelah bertahun2 dengan pekerjaan seperti itu (yang sama) mereka tetap sama? Atau malah terdegradasi kepandaiannya?
• Bergerak dengan sangkaan sama
• Tidak mau susah
• Takut menghadapi kenyataan baru
• Kursi empuk
Orang gila menurut orang gila adalah: orang yang mengharapkan hidupnya berubah untuk lebih baik tetapi setiap kali selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang (tidak ada perubahan). Hmm.. . kita termasuk orang yang kayak gitu gak ya??
Beauty is Nothing without brain!!
Prof. Rhenald juga menghimbau pada kami, khususnya pada para peneliti untuk rajin menulis publikasi ilmiah penelitiannya secara Jelas, Lugas, Tegas!
Kompetensi yang harus dimiliki peneliti -->
* kemampuan berkoordinasi, jangan jalan sendiri-sendiri.
* Harus mau mendatangi, jangan tunggu di datangi (pro-aktif dong).
Penyakit Peneliti:
• Penyakit cakrawala, terbelenggu dalam silo.
• Bermental pegawai, wait and see --> harusnya see and be!
• Bermental proyek --> jangan kebanyakan jalan2 pake duit proyek dengan tujuan yg gak efektif!
• Paper-based only --> no act :(
• Sindrom lele dumbo --> kalo gak dikasih makan, tetep hidup tetapi kepalanya aja yg besar. Harusnya semua besar merata, jangan Cuma kepalanya aja.
Peneliti yang hebat tidah cukup hanya cognitive-based tapi harus banyak publikasi juga, aktif di seminar, workshop, conference, dll. Tentunya hasil penelitiannya harus tepat guna dengan kepentingan masyarakat dan memperhatikan aspek ekonomis.
Dalam satu slide Prof. Rhenald menampilkan data posisi Indonesia di bidang riset, dilihat dari jumlah mahasiswa Indonesia yang ada di MIT (taukan?? Massachusetts Institute of Technology. Universitas unggulan no. 1 di dunia dalam bidang teknologinya). Datanya sebagai berikut:
• 500 mhsw dari Rusia
• 280 dari India
• 260 dari Korea selatan, daaannn…..
• 24 dari Indonesia :(
So, Let’s Change, We can do it!!!
Aspek pendidikan di Indonesia --> masih kognitif, sehingga keaktifan kita kurang. Dan kita hanya terpaku pada teori, pengembangan dari teori tersebut sangat kurang.
Pendidikan di Indonesia terlalu “brain memory” belum “muscle memory”.
• Brain memory --> hanya di kepala
• Muscle/ myelin memory --> di semua tubuh
Bedanya pendidikan anak Indonesia dengan Jepang; pendidikan TK Indonesia masih lebih mengandalkan brain (membaca, mengingat, dll) sedangkan pendidikan TK Jepang lebih ke arah motorik, seperti belajar make a thing, belajar menanam, terjun ke sawah, origami, dll sehingga myelin mereka lebih terlatih, lapisan myelinnya semakin tebal dan geraknya automatic. Dalam bekerja, tangan mereka bagus, seperti dalam operasi pasien pada dokter bedah, engineer pada permesinan, dll.
Rekomendasi:
Film: Something the lord made
Cerita tentang seorang Vivien Thomas (anak tukang kayu) yang tangannya terlatih sejak kecil dalam membantu pekerjaan ayahnya. Sejak awalnya Vivien sudah menunjukkan ketertarikannya yang luar biasa terhadap pembedahan dan eksperimen yang sedang dilakukan Blalock (dokter bedah di tempatnya bekerja), Blalock juga memberinya kebebasan yang lebih luas lagi karena keantusiasannya. Vivien juga dibekali ilmu anatomi dan fisiologi oleh Blalock dan rekan satu penelitinya, Dr. Joseph Beard. Vivien dengan dengan waktu yang singkat berhasil menguasai teknik bedah yang kompleks dan sangat rumit serta metodologi penelitian.
Blalock bersama dengan Vivien kemudian kembali ke Universitas Johns Hopkins. Di Johns Hopkins, dr Helen Taussiq mengkonsulkan mengenai masalah sindrom bayi biru. Dalam kebingungannya Helen Taussiq mengatakan hal yang dianggapnya tidak masuk akal. Ia sempat berkata, “yang paling mungkin adalah dengan ‘menyambungkan pipa-pipanya’ untuk meningkatkan aliran darah ke dalam paru”. Blalock dan Vivien saling memandang satu sama lain dan menyadari bahwa mereka pernah melakukan prosedur untuk meningkatkan aliran darah ke dalam paru di dalam laboratorium mereka. Setelah melibatkan lebih dari 200 anjing, akhirnya Vivien berhasil membuat replika bayi biru pada anjing. Setelah melakukan operasi yang disebut atrial septectomy yang dilakukan dengan baik oleh Vivien dan bekas jahitannya pun hampir tidak kelihatan, Blalock berkata kepada Vivien, “Vivien, this looks like something the Lord made.”
Video: hand in hand
Yang menceritakan tentang orang yang tidak sempurna fisiknya namun tetap bisa tampil (dance & balet) memukau melebihi orang yang fisiknya sempurna.
Bangsa Indonesia, belajarlah dari pengalaman Gaura mancacaritadipura. Anda kenal siapa Gaura mancacaritadipura? Beliau adalah bule Australia yang sangat concern dengan budaya Indonesia, bahkan beliau bisa menjadi dalang! Dialah yang membuat UNESCO mengakui bahwa Batik adalah dari Indonesia. Setiap budaya Indonesia yang dia pelajari, ia menulisnya dalam publikasi ilmiah. Sehingga saat mengajukan paten tersebut, kita punya data yang kita butuhkan dari Gaura (hmm.. emang orang Indonesia gak kepikiran buat nulis kayak gituan… padahal penting buat mengklaim bahwa itu adalah kebudayaan bangsa Indonesia).
So, apalagi, Hayo rajin-rajinlah menulis!!
Kita adalah generasi yang dinamis, maka keluarlah dari zona aman! Ciri-ciri zona aman adalah:
• Sudah tidak berfikir lagi, otak mati --> seperti manusia pedalaman.
• Dikendalikan oleh autopilot
Problem kita adalah terperangkap dengan rutinitas yang membuat kita dikendalikan oleh autobrain, sehingga membunuh kreativitas kita. Sehingga makin lama otak kita makin tidak terasah. Contohnya (entah hanya lelucon atau tidak): perhatikan orang2 yg masuk depkeu atau BI, awal mereka terekrut adalah mereka yang pintar2, lalu lakukan survey apakah setelah bertahun2 dengan pekerjaan seperti itu (yang sama) mereka tetap sama? Atau malah terdegradasi kepandaiannya?
• Bergerak dengan sangkaan sama
• Tidak mau susah
• Takut menghadapi kenyataan baru
• Kursi empuk
Orang gila menurut orang gila adalah: orang yang mengharapkan hidupnya berubah untuk lebih baik tetapi setiap kali selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang (tidak ada perubahan). Hmm.. . kita termasuk orang yang kayak gitu gak ya??
Beauty is Nothing without brain!!
Prof. Rhenald juga menghimbau pada kami, khususnya pada para peneliti untuk rajin menulis publikasi ilmiah penelitiannya secara Jelas, Lugas, Tegas!
Kompetensi yang harus dimiliki peneliti -->
* kemampuan berkoordinasi, jangan jalan sendiri-sendiri.
* Harus mau mendatangi, jangan tunggu di datangi (pro-aktif dong).
Penyakit Peneliti:
• Penyakit cakrawala, terbelenggu dalam silo.
• Bermental pegawai, wait and see --> harusnya see and be!
• Bermental proyek --> jangan kebanyakan jalan2 pake duit proyek dengan tujuan yg gak efektif!
• Paper-based only --> no act :(
• Sindrom lele dumbo --> kalo gak dikasih makan, tetep hidup tetapi kepalanya aja yg besar. Harusnya semua besar merata, jangan Cuma kepalanya aja.
Peneliti yang hebat tidah cukup hanya cognitive-based tapi harus banyak publikasi juga, aktif di seminar, workshop, conference, dll. Tentunya hasil penelitiannya harus tepat guna dengan kepentingan masyarakat dan memperhatikan aspek ekonomis.
Dalam satu slide Prof. Rhenald menampilkan data posisi Indonesia di bidang riset, dilihat dari jumlah mahasiswa Indonesia yang ada di MIT (taukan?? Massachusetts Institute of Technology. Universitas unggulan no. 1 di dunia dalam bidang teknologinya). Datanya sebagai berikut:
• 500 mhsw dari Rusia
• 280 dari India
• 260 dari Korea selatan, daaannn…..
• 24 dari Indonesia :(
So, Let’s Change, We can do it!!!
*tulisan pendek aja, mood untuk menulis belum sembuh total :(
semoga bermanfaat...
terima kasih untuk yang mau menambahkan atau mengoreksi ^^
T.E.T.A.P S.E.M.A.N.G.A.T
semoga bermanfaat...
terima kasih untuk yang mau menambahkan atau mengoreksi ^^
T.E.T.A.P S.E.M.A.N.G.A.T
Monday, 13 December 2010
InTech - Open Access Publisher
http://www.intechweb.org/
Kumpulan ebook dan jurnal-jurnal gratis. Lumayan buat nambah-nambah literatur.
Bidang-bidang ilmunya juga cukup lengkap:
Biological Sciences
Computer and Information Science
Earth Sciences
Electrical and Electronic Engineering
Engineering
Materials Science
Medicine
Technology
Selamat menikmati ^_^
Kumpulan ebook dan jurnal-jurnal gratis. Lumayan buat nambah-nambah literatur.
Bidang-bidang ilmunya juga cukup lengkap:
Biological Sciences
Computer and Information Science
Earth Sciences
Electrical and Electronic Engineering
Engineering
Materials Science
Medicine
Technology
Selamat menikmati ^_^
Monday, 6 December 2010
Wednesday, 1 December 2010
Mentari, Hujan dan Pelangi
| Jika hujan adalah ujian, dan matahari adalah kebahagiaan...maka kita butuh keduanya untuk melihat warna-warni pelangi.... |
Subscribe to:
Posts (Atom)