Monday, 31 August 2009

Karena...

karena...

Hidup      adalah Perjuangan
Tarbiyah adalah sendi perjuangan
Dakwah  adalah nafas kehidupan

*semoga kita tetap istiqomah hingga maut menjemput...*

Tarbiyah Madal Hayah.. Tarbiyah sepanjang masa...

“…Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” (Q.S. Ali Imran : 79)

Ayo membina, ayo terbina. 

Thursday, 27 August 2009

Deadly Mist; Upaya Amerika Merusak Kesehatan Manusia

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Jerry D Gray
Terkejut juga pas saya baca buku ini.. antara percaya dan tidak. Tapi melihat fakta yang dibeberkan di buku ini membuat saya bergidik.. konspirasi terbesar di dunia! Kejahatan yang diputarbalikan seolah menjadi solusi di dunia ini!! saya tidak tahu berapa orang yang tahu kebenaran akan kejahatan yang telah kita anggap sebagai kebaikan tsb.. dengan membaca buku ini, anda akan termasuk orang yang tahu kebenarannya..

Searching di google akhirnya dapet juga materi bedah buku ini yang diadakan pada hari Minggu 26 Juli 2009 bertepatan dengan Acara talim bulanan dakta, di halaman radio dakta dilakukan dengan tema acara "Deadly Mist upaya Amerika merusak kesehatan manusia" dengan pembicara penulis buku tersebut yaitu Mr. Jerry D.Grey/ H.Abdurahman .

Dalam bedah buku tersebut Mr. Grey memaparkan bagaimana Amerika berupaya merusak kesehatan manusia tidak hanya melalui perang, makanan, namun juga melalui penyebaran wabah penyakit. Mr. Jerry D Grey merupakan orang Amerika yang telah menjadi muallaf dan telah menjadi WNI adalah mantan anggota Angkatan Udara Amerika dan seorang mantan jurnalis di salah satu media terkenal di Amerika. Beliau telah melihat banyak sekali upaya2 Amerika dalam merusak kesehatan manusia.

Tujuan utama upaya Amerika itu adalah untuk menciptakan suatu dunia yang berada dalam satu tatanan yaitu tatanan yang diinginkan oleh Yahudi yang telah lama bercokol di parlemen Amerika. Dalam bedah buku tersebut, beliau juga menceritakan bagaimana Amerika menjadikan rakyatnya sendiri sebagai tikus percobaan terhadap segala penemuan terbaru mereka, entah itu senjata atau virus/bakteri penyakit. Pernah suatu ketika beberapa orang tentara dimasukkan ke dalam suatu ruangan tertutup dan disemprot dengan suatu cairan hingga tentara2 itu meninggal.

Mr. Jerry D Grey pun mengungkapkan suatu fakta yang mengejutkan bahwa pada tahun 1977 salah seorang Presiden Amerika (saya lupa namanya) menandatangani suatu dokumen (millenium report card) yang isinya persetujuan untuk memusnahkan sebagian penduduk dunia yang mempunyai kulit berwarna (Afrika, Asia) dengan tujuan menghalangi mereka memimpin dunia dan menjadikan warga kulit putih sebagai satu2nya penguasa di dunia. Jadi teringat dengan mendiang Michael Jackson yang telah mengubah warna kulitnya menjadi putih, apakah dia sudah tahu tentang rencana Amerika ini?

Beliau juga menyinggung tentang virus flu Babi yang kini tengah melanda dunia. Bagaimana Presiden Barack Obama yang telah mengunjungi Meksiko bisa lolos dari pemeriksaan dan oleh para dokter disana dinyatakan bahwa Presiden Amerika tersebut telah mendapatkan vaksin anti flu babi sebelum memasuki Meksiko! Coba bayangkan….di saat seluruh dunia sedang kebingungan mendapatkan obat untuk mencegah flu babi, Presiden Amerika telah menerima vaksin-nya bahkan sebelum virus itu menyebar!!!

Begitupun dengan vaksin yang diberikan untuk balita2 di seluruh dunia (imunisasi), pada dasarnya vaksin itu tidaklah membuat tubuh manusia menjadi kebal, melainkan malah membunuh sistem kekebalan tubuh manusia itu sendiri karena ternyata di dalam vaksin2 itu ditemukan sejumlah mercury, hal ini diperkuat dengan sikap 30% dokter Amerika yang menolak keluarganya mendapatkan imunisasi!

Mr.Jerry D Grey pun bekisah bagaimana beliau dulu sebelum menjadi tentara jarang sakit namun setelah menjadi tentara malah sering sakit2an karena seringnya mengkonsumsi bermacam2 vitamin yang diberikan negaranya dengan dalih untuk memperkuat daya tahan tubuh para tentara.

Beliau juga mengingatkan, bagaimana dulu Indonesia telah dinyatakan bebas polio selama bertahun2 namun tiba2 beberapa tahun kemudian di Jawa Barat ditemukan ratusan anak yang menderita polio! Menurut analisis beliau, hal itu terkait dengan bantuan Indonesia dalam memberikan vaksin polio yang aman kepada suatu negara di afrika yang telah menolak bantuan vaksin polio dari PBB karena diketahui mengandung zat yang berbahaya! Ada kemungkinan semua itu adalah balasan dari Amerika karena merasa dipermalukan dan tentu saja karena vaksin2nya menjadi tidak laku!

Beliau juga mengingatkan agar kita selalu berhati2 dan tidak gampang meminum obat2an buatan pabrik karena sebenarnya obat itu dibuat bukan untuk menyembuhkan secara total tetapi dibuat sebagai penyembuh sementara untuk kemudian sakit lagi, tentu hal ini terkait dengan industri farmasi yang sampai saat ini dikuasai oleh Amerika, bahkan pemegang saham terbesar pabrik farmasi Amerika adalah mantan Presiden George W Bush dan keluarganya.

Bahkan dalam urusan kesehatan ini Amerika bekerja sama dengan PBB dan media massa barat.

Tuesday, 25 August 2009

Hatiku Terpaut di Masjid (Rindu Al-Ghifariku..)

Masjid Al-Ghifari IPB

Ramadhan ini adalah Ramadhan awal yang saya lalui di Tangerang, setelah 5 tahun kemarin tinggal di Bogor. Seiring dengan berubahnya status saya dari mahasiswa menjadi pekerja, berbagai aktivitas barupun datang menghampiri,,, awalnya sangat sulit untuk menata kembali waktu yang ada. Menjadi mahasiswa dan tinggal di kosan bersama teman-teman, tentu sangat berbeda ketika kita kembali ke rumah dan masuk ke dunia kerja.. butuh waktu berminggu-minggu bagi saya untuk menemukan format yang pas, menata waktu seoptimal mungkin agar tidak menjadi manusia yang menyia-nyiakan waktu..

Ramadhan kali ini sangat berbeda dengan Ramadhan tahun lalu.. kalau Ramadhan lalu saya sibuk dengan aktivitas kampus, termasuk ngelab dsb, Ramadhan kali ini seperti memberiku tantangan untuk menjadikan Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin,, Tantangan yang cukup menantang :-) yah, disini kajian keislaman tidak sedekat dan sebanyak saat di kampus, saya pun bertemu dengan orang-orang yang "heterogen",,dan banyak lagi kondisi berbeda yang saya rasakan (mungkin andapun pernah merasakan..) 

Yang pasti lagi, Ramadhan kali ini juga membawa kerinduan kepada Al-Ghifari tercinta. Al-Ghifari tuh masjid kampus saya, letaknya di baranangsiang, eh di gunung gede maksudnya.. emang sih letaknya ga di dalam lingkar kampus utama, tapi di samping gedung MMA IPB dan Diploma IPB. 

MMA IPB dan Al-Ghifari

Tampak samping

Diploma IPB dan Al-Ghifari

Kalo dilihat dari bentuk, nih masjid kagak kayak masjid. Bahkan waktu pertama kali ke Al-Ghifari (waktu itu ada acara kontemplasi PAI) saya sempet nyasar. padahal dah bilang ke sopir angkot kalo mo turun di Al-Ghifari, maklum waktu itu masih tingkat satu kuliah, sopirnya malah nurunin saya di masjid daerah bantar jati. Pas saya lihat plang namanya, itu bukan Al-ghifari!! ternyata tuh sopir angkot ga tau dimana Al-Ghifari, pantesan pas saya nanya lewat Al-Ghifari apa ngga, tuh sopir kelihatan berpikir keras. kayak ragu-ragu gituh,, padahal tuh angkot rutenya lewatin tepat depan Al-ghif kok bisa ya ga nyadar masjid terkenal ituh!!!
Kenapa saya bilang terkenal, karena Al-ghif adalah Pusat kegiatan keislaman pertama di Bogor. Sengaja dibangun dengan bentuk seperti itu karena waktu itu (zaman Soeharto) masjid dan segala yg berkaitan dengan dakwah Islam diawasi dengan ketat. Btw, ngerasa gak sih mirip2 keadaan sekarang, dimana dakwah di masjidpun diawasi polisi?? jadinya biar kegiatan dakwah Islam di Al-Ghifari dapat berjalan dengan lancar maka dibangunlah Masjid ini dengan bentuk seperti ini.. jadinya ga akan ada yang nyangka kalo ini tuh masjid! termasuk sopir angkot yang saya ceritain tadi kali yah?! parah, padahal dah ada plang namanya...

Al-Ghifari bagi saya adalah salah satu tempat terindah di Bogor. Disinilah awal saya merasakan indahnya islam.. bertemu dengan orang-orang baru yang bersemangat.. yang menbuat hidup saya makin hidup :-D sungguh indah. tak dapat terlukiskan oleh kata dan tak dapat terlupakan... sepertinya dimanapun saya berada, saya akan merindukan masjid ini.. walaupun kalo ke Al-Ghifari sekarang saya tidak akan menemukan orang-orang itu. Karena setiap zaman ada tantangannya dan setiap tantangan ada penggeraknya. masa saya dan teman2 saya sudah lewat yah..

Jadi inget masa-masa awal saya tercemplung kesini.. awalnya cuma ikut-ikutan dan disuruh bantu2 kegiatan.. lama2 kok kayak ada ikatan hati gituh ama nih masjid. akhirnya pas rekrutmen anggota baru saya dan teman2 mantap untuk mendaftarkan diri jadi pengurus. Seru aja, waktu tuh abis ujian semester, kita rame2 deh daftar kesini..

Kalo lihat foto ini jadi kangeeen banget ama temen2. soalnya nih foto adalah foto kita abis diwawancara untuk jadi pengurus.. rasanya seneeng banget.. i love u full, my sisters.. terima kasih telah hadir dalam hidupku. kalaupun kita tidak bertemu lagi di dunia, semoga Allah pertemukan kita di Syurga-Nya.. amiin..

Di sini kita pernah bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau menghulurkan tanganmu
Membawaku ke daerah yang baru
Dan hidupku kini ceria

Kini dengarkanlah
Dendangan lagu tanda ikatanku
Kepadamu teman
Agar ikatan ukhuwah kan
Bersimpul padu

Kenangan bersamamu
Takkan ku lupa
Walau badai datang melanda
Walau bercerai jasad dan nyawa

Mengapa kita ditemukan
Dan akhirnya kita dipisahkan
Munkinkah menguji kesetiaan
Kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan

Mungkinkah kita terlupa
Tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita
Ada rahmat dan kasihnya
Andai ini ujian
Terangilah kamar kesabaran
Pergilah derita hadirlah cahaya

Met Ramadhan Al-Ghifari, teringat padatnya aktivitas Ramadhan disana. Semoga di tempat yang baru ini saya menemukan masjid yang bisa menautkan hatiku padanya... seperti padamu..

Hatiku terpaut di masjid, saya pernah merasakannya. Jika hati terpaut pada masjid, secara tidak langsung terpaut pada Allah SWT juga. Perasaan damai senantiasa merasuk dalam sanubari saya, sehingga selalu rindu untuk ke masjid. Walau dulu aktivitas saya kebanyakan di Darmaga (ikutan BEM) tapi saya selalu menyempatkan untuk datang ke Al-Ghifari...

Hatiku terpaut di masjid, ku kan terus mencarinya... MASJID tautan hatiku. Janji Allah, akan menaungi orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid pada hari yang tiada naungan selain-Nya. Met Ramadhan Al-Ghifari.. smoga suatu saat saya bisa berkunjung lagi, dalam keadaan yang lebih baik lagi




*thanks to kak wicak, tanto, dan daus atas foto2 Al-Ghifari di atas*

Friday, 21 August 2009

Sms pra Ramadhan 1430 H

Di penghujung Sya'ban ini kita biasanya saling mengirimkan sms Ramadhan,,
sengaja saya publish ni beberaps,, yah walaupun cuma dikit, mudah-mudahan bisa jadi inspirasi sahabat sekalian dan bisa diambil hikmahnya
Tafadhal kalo ada yang mau menambahkan


Tlah datang menjelang...
Meluruhkan kerinduan...
Ramadhan....

Di penghujung bulan Sya'ban ini, dan hari-hari menjelang Ramadhan, saya mohon maaf sebesar-besarnya atas tutur kata, tingkah laku dan perbuatan yang tidak berkenan.
Mari kita sambut Ramadhan yang sebentar lagi datang dengan gembira dan mengisinya dengan berbagai aktifitas ibadah dan kebaikan. Berharap ada sebuah peningkatan amal ibadah di Ramadhan tahun ini dan tujuan dari puasa itu dapat tercapai (la'allakum tattaquun = agar kamu bertaqwa).

Kulihat sya'ban pagi tadi. Sambil tersenyum, dia berkata, " aku pergi sebentar lagi.. entah kita bertemu lagi atau tidak.. tapi sahabatku Ramadhan akan datang. Sambutlah dia dengan baik. Kelak dia akan menyambutmu di syurga, lewat pintu Ar-Rayan." lalu Sya'ban memelukku dan menitipkan pesan ini...

Wahai Bulan Penuh Ampunan yang dirindukan.. Basuhlah hati kami yang keruh.. Nyalakan lentera benderang dalam relung kalbu.. Kokohkan langkah kami diatas Langit Taqwa.. Tempalah jiwa kami bagai pohon kurma, yang terus berbuah barokah.. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1430H.. ;D

Temaram senja di akhir bulan Sya'ban mengantar kita ke bulan yang penuh rahmat. Semoga kita dapat menghadirkan Ramadhan terbaik, maaf atas segala khilaf.

Ke kota Jakarta hari selasa
pulang dan pergi naik kereta
satu hari lagi kita puasa
mohon maaf bila ada salah kata atau bercanda
mohon maaf lahir bathin.
satu hari lagi nafas menjadi tasbih
satu hari lagi tidur mebjadi ibadah
satu hari lagi doa ini dijabah
satu hari lagi pahala ini dilipatgandakan
satu hari lagi kita berjuang menggapainya
tapi takkan hadir tanpa maafmu
biarkan jiwa-jiwa sabar menjadi penyejuk bagimu
dan jadilah engkau pemaaf (QS> 7: 199)
Marhaban ya Ramadhan

Satu hari menjelang Ramadhan
Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan
semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini

Ya allah mudahkanlah kami melakukan ketaatan kepada-Mu lebih banyak lagi dalam Ramadhan nanti....
Masukkanlah kami dalam bulan suci ini dengan maghfirah dan ridho dari-Mu...
Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bertakwa...
Amin...
Mohon maaf lahir dan bathin ya untuk saudara-saudariku yang dicintai Allah SWT...

Tiada yang sempurna kecuali Allah yang maha kuasa,
Tiada yang kekal makhluk di dunia
salah dan dosa pasti ada diantara kita
pintu maaf adalah jalan ke syurga
Allah maha pengampun terhadap makhluknya
ungkapan yang tulus dari lubuk hati terdalam
Ramadhan sudah diambang pintu
Jika Allah berkehendak insyaAllah kita akan menemui Ramadhan penuh barokah.
Semoga gelar taqwa Insya Allah akan menjadi milik kita yang
berharga sebagai modal langkah kita selanjutnya
Salah paham, kesedihan, ego, sakit hati, adalah proses dari kehidupan kita.
Semoga dengan puasa mempertemukan kita dengan Keagungan Lailatul Qadar dan kita semua menjadi pilihanNya untuk dikabulkan do'a - do'a dan kembali menjadi fitrah. Amien..

Allahumma Baariklana Fii Rajaba Sya'ban Wa Balighna Ramadhan..Ya Allah..berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukanlah kami di Bulan Ramadhan.Selamat Menyambut bulan Ramadhan Yang Penuh Barokah dan ampunan,mohon maaf lahir bathin atas segala kekhilafan baik yang di sengaja maupun yang tidak disengaja,,

Barangsiapa shaum di bln Ramadhan karena mengharap pahala dari Allah, akan diampuni semua dosanya yang telah lalu (HR. Bukhori)
sambut bulan suci, mohon maaf lahir bathin,,

Tercipta dosa dalam tawa, terbersit luka dalam canda, terlintas angkuh dalam senyum, hanya maaf yang dapat disampaikan. mohon maaf lahir bathin atas segala salah dan khilafku. Selamat menyambut bulan Ramadhan yang mulia dan semoga Ramadhan kali ini bisa dilalui dengan lebih baik dan penuh makna,,

Marhaban yang Ramadhan, mohon maaf lahir bathin atas lisan yang terucap, janji yang tak terpenuhi, perbuatan yang sengaja atau tidak yang menyakiti. Moga Ramadhan ini diampuni segala dosa kita,,

Bulan penuh cinta selangkah lagi kita rasakan,, bulan penuh hikmah kan menjadi keberkahan,, Perkenankanlah kelak hamba-Mu menjadi alumnus Ramadhan yang tetap istiqomah,, mohon maaf lahir bathin

Sebelum titipan nafas terhenti, izinkan segenap maaf diungkap di hati atas segala khilaf diri yang terlewati agar Ramadhan terjalani dengan hati yang suci. Met puasa 1430 H.

Sebentar lagi syetan dibelenggu, ibadah diganjar berlipat ganda. Bulan penuh berkah kan tiba. Mohon maaf atas segala kesalahan diri. smg Allah menjadikan kita orang yang bertaqwa.

Tersenyumlah jiwa-jiwa perindu syurga,, syahruttarbiyah telah tiba. Semoga perjalanan Ramadhan yang akan dijalani berujung taqwa. Marhaban ya Ramadhan,, mohon maaf lahir dan bathin.

Sambut Ramadhan dengan senyuman. Isi dengan banyak amalan, akhiri dengan peningkatan iman. Mohon maaf lahir bathin ^_^


Kulihat sya'ban pagi tadi. Sambil tersenyum, dia berkata, " aku pergi sebentar lagi.. entah kita bertemu lagi atau tidak.. tapi sahabatku Ramadhan akan datang. Sambutlah dia dengan baik. Kelak dia akan menyambutmu di syurga, lewat pintu Ar-Rayan." lalu Sya'ban memelukku dan menitipkan pesan ini... For all fren, maaf lahir bathin ya,, semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kemarin,,

Wednesday, 19 August 2009

Tulisan Kecil Tentang Kemerdekaan

Negara tak mungkin lagi diutuhkan
Tanpa rakyatnya dimanusiakan
Dan manusia tak mungkin menjadi manusia
Tanpa dihidupkan hati nuraninya
Hati nurani adalah hakim adil untuk diri kita sendiri
Hati nurani adalah sendi dari kesadaran
Akan kemerdekaan pribadi
Dengan puisi ini aku bersaksi
Bahwa hati nurani ini mesti dibakar
Tidak bisa menjadi abu
Hati nurani senantiasa bersemi
Meski sudah ditebang putus di batang

(W.S. Rendra)



      Dua hari yang lalu kita baru merayakan hari kemerdekaan Negara kita tercinta, HUT RI Ke 64. Sampai hari ini masih terasa aura kemenangan itu. Di jalan-jalanpun sang merah putih masih terus berkibar dengan ketangguhannya, menantang angin, menggapai gedung, mengingatkan pada tiap insannya untuk terus berkarya membangun negeri ini.. semarak momen indah yang rutin kita rayakan tiap tahun.. Namun dibalik semarak perayaan tersebut, kenyataan yang tak terbantahkan bahwa kemerdekaan belum sepenuhnya dialami rakyat. Yang baru benar-benar merdeka adalah negara Indonesia. Walaupun Indonesia memang bebas untuk menentukan langkah hidup dan masa depannya sendiri. Tapi  rakyatnya belum betul-betul merdeka.

    Kita sebagai sebuah bangsa masih menyisakan luka menganga yang harus segera diobati. Bangsa Indonesia, kini dihadapkan pada krisis multidimensi yang berkepanjangan. Krisis yang disebabkan oleh buruknya pengelolaan negara, bahkan disebabkan oleh keserakahan dan kerakusan pemimpin bangsa ini. Tepat sepuluh tahun lalu, telah memberikan pelajaran kepada kita semua, bahwa bangsa ini akan tinggal menunggu kehancuran, ketika keadilan hanya dijadikan sebagai barang dagangan yang dijajakan di jalan-jalan ketika pemilihan umum berlangsung. Ketika kesejahteraan dan kemakmuran menjadi kata yang absurd karena hanya diperuntukkan bagi sebagian orang atau golongan/ kelompok bangsa ini. Kemiskinan, pengangguran, utang luar negeri, utang pemerintah, utang swasta, dan konflik internal terus mewarnai perjalanan anak bangsa ini. Penyebabnya terkadang sepele, namun penyelesaiannya begitu rumit, karena akar sebabnya ternyata begitu akut untuk disembuhkan. Pertanyaan mendasarnya, apakah bangsa ini sudah layak dikatakan merdeka memang sulit untuk dijawab. Secara fisik baik de facto maupun de jure negara ini sepenuhnya dapat dikatakan merdeka. Namun dilihat realita yang sedang dihadapi bangsa ini menjadi tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut.

Walau kenyataanya seperti itu, masih ada secercah harapan yang harus kita pertahankan. Harus ada angin optimisme yang senantiasa berhembus, agar kapal layar bangsa ini tetap berjalan. Harapan tanpa optimisme, bagai bayang-bayang semu yang pesakitan. Ia akan rapuh dan berjalan tertatih-tatih, terombang-ambing dalam deru zaman yang terus bejalan. Mengutip pernyataan Dr. Schwartz penulis buku best seller Berpikir dan Berjiwa Besar bahwa pemikir besar adalah ahli dalam menciptakan gambar yang positif, memandang ke depan, optimistis baik di dalam pikiran mereka sendiri maupun pemikiran orang lain. Senada, Anis Matta mengatakan bahwa pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan. Tantangan-tantangan besar dalam sejarah hanya dapat dijawab oleh mereka yang mempunyai naluri kepahlawanan. Itulah sebabnya para pahlawan itu orang-orang besar.

Memaknai kembali kemerdekaan dan upaya untuk mensyukurinya-bukan sekedar memperingatinya- maka bangsa dan negara ini meminta kepada rahim ibu-ibu penduduk negeri ini untuk segera melahirkan para pahlawan yang senantiasa siap berjuang dengan mengedepankan nilai-nilai keberanian, kesabaran, pengorbanan, kompetisi, optimisme dan siap menerima tantangan-tantangan besar. Para pahlawan yang senantiasa berpikir dan bertindak agar bagaimana membebaskan bangsa ini dari penindasan dan tirani yang menjerat dan merampas makna kemerdekaan itu dari rakyat Indonesia. Bukan sekedar pahlawan-pahlawanan, pahlawan kesiangan bahkan pahlawan palsu. Karena istilah-istilah tersebut, populer kita dengar terutama pasca terjadinya reformasi di negeri ini.  

Menciptakan kepahlawanan bukan sekedar kerja individu melainkan kerja kolektif. Kerja kolektif yang dilandasi oleh kesadaran akan kebutuhan bersama, tujuan bersama, cita-cita bersama pada akhirnya akan dilaksanakan dengan aksi bersama. Dengan keyakinan bersama bahwa momentum bukan sekedar celah atau potongan sejarah yang dimanfaatkan. Namun lebih dari itu, sebagai anak bangsa, sebagai manusia, kita wajib percaya bahwa kerja dan usaha merupakan syarat bagi sebuah keberhasilan,

Indonesia  saat ini, membutuhkan anak-anak-anak bangsa, yang mempunyai sifat-sifat kepahlawanan yang selalu terukir dan terpatri dalam alam bawah sadar mereka, dalam pemikiran mereka, dalam ideologi mereka, yaitu sifat-sifat optimisme, keberanian, kesabaran, pengorbanan, kompetisi, dan siap menerima tantangan-tantangan besar.


     Nyanyian Pahlawan

                        (dikutip dari buku Dari Gerakan ke Negara karya Anis Matta)

 

Aku datang menguak fajar

Katakan padaku wahai hari

Apa yang dapat kuberikan pada sejarah hari ini

Aku datang mengantar senja

Katakan padaku wahai malam

Berapa bintang kau perlukan untuk menerangi langitmu

Inilah lagu cinta dan kehormatan

Yang kunyanyikan dengan tekad

Wahai ummat wahai bangsa aku slalu ada di sini

Saat darah saat air mata

Aku datang mengantar ummat

Pada gerbang sejarah baru




Para Pengawal Teknologi Nasional

BPPT
Sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengkajian dan penerapan teknologi, BPPT membuat desain prototipe, pilot plant, mengkaji kelayakan penggunaan teknologi, dan uji coba teknologi. "BPPT tidak melakukan penelitian," kata Marzan A. Iskandar, Kepala BPPT. Dalam penerapan teknologi, BPPT selalu bermitra dengan institusi dan dunia industri.

BPPT dibentuk pada 28 Januari 1974, ketika Presiden Soeharto mengangkat Prof Dr. Ing. B.J. Habibie sebagai penasihat pemerintah di bidang teknologi maju dan teknologi penerbangan. Habibie kemudian membentuk Divisi Teknologi dan Teknologi Penerbangan (ATTP) Pertamina. Lalu ATTP diubah menjadi Divisi Advance Teknologi Pertamina, yang lantas bersalin rupa menjadi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi pada 21 Agustus 1978.

Kebijakan prioritas BPPT meliputi enam bidang pengembangan teknologi. Yakni bidang teknologi informasi, energi baru dan terbarukan, ketahanan pangan, pertahanan keamanan, makanan dan obat-obatan, manajemen transportasi, serta informasi dan telekomunikasi. Tambahannya adalah teknologi manufaktur, teknologi lingkungan, dan teknologi material.

BPPT, kata Marzan, bekerja pada pemanfaatan teknologi tepat guna. Beberapa inovasi yang dilakukan, antara lain, membangun sistem informasi manajemen di daerah. Untuk energi terbarukan, BPPT sedang mendesain fuelcell berbasis bahan baku lokal, yaitu hirogen, sebagai sumber energi masa depan. Bahan bakarnya adalah hidrogen dengan limbah berupa air. Dalam teknologi pertahanan keamanan, BBPT berhasil membuat pesawat tanpa awak: Pesawat Udara Nir-Awak (PUNA).


Batan
Lembaga ini lahir dengan nama Dewan Tenaga Atom dan Lembaga Tenaga Atom (LTA), yang dibentuk melalui Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 1958. Enam tahun kemudian, ia disempurnakan menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) dengan landasan hukum Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1964.

Salah satu masterpiece Batan yang patut dibanggakan adalah reaktor serba guna 30 megawatt di Serpong, Tangerang, Banten. Reaktor yang berdiri sejak tahun 1987 itu dioperatori sendiri oleh Batan. "Reaktor Serpong adalah reaktor pertama di dunia yang berbahan bakar uranium perkayaan rendah," ujar Kepala Batan, Hudi Hastowo.

Batan bertugas memberi usulan kebijakan dan pelaksanaan kegiatan terkait pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia. Namun, sesuai dengan kebutuhan negara, kini Batan lebih memfokuskan diri pada ketersediaan pangan, energi, kelangkaan sumber daya air, kesehatan, dan obat-obatan.

Sejauh ini, Batan telah mengembangkan varietas unggul padi hasil pengembangan dengan teknologi mutasi radiasi. Sebut saja Atomita 1-4, Kahayan, Mira, Padi Bestari, dan Pandan Putri. Selain padi, Batan juga berupaya meningkatkan produksi daging ternak. Caranya, dengan memperbaiki nutrisi pangan, meningkatkan populasi ternak, dan pembuatan vaksin.

"Dengan iptek nuklir, kita tingkatkan nutrisi dan juga tingkatkan reproduksi ternak," kata Hudi. Hal ini dilakukan dengan menambah frekuensi bunting sapi lewat teknik radio immuno assay (RIA) untuk mengetahui datangnya masa berahi ternak. Batan juga bekerja sama dengan industri. Misalnya dengan PT Sang Hyang Sri, produsen bibit bersertifikat.

Meski banyak capaian yang telah diraih, Batan menghadapi masalah serius. Pada saat ini, banyak penelitinya yang hampir pensiun. Padahal, butuh waktu agar para peneliti baru siap menggantikan mereka. Tetapi, di tengah pesatnya inovasi di dunia, para peneliti baru itu tidak mendapat kesempatan pendidikan cukup tinggi. Belum lagi masalah penuaan alat-alat yang terus-menerus dipakai.


LIPI
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI merupakan lembaga yang melakukan penelitian di berbagai cabang ilmu, mulai ilmu pengetahuan alam, engineering science, hingga ilmu sosisal. "Fokus penelitian LIPI lebih ke hulu, bukan di hilir," kata Umar Anggara Jenie, Kepala LIPI. Sekalipun demikian, ada pula penelitian yang ditawarkan kepada industri untuk dikembangkan.

Selama ini, LIPI mendapat anggaran Rp 400 milyar hingga Rp 500 milyar dari pemerintah. Separuhnya digunakan untuk penelitian, sisanya dipakai untuk ongkos administrasi dan gaji sekitar 4.000 pegawai. Dana penelitian itu difokuskan untuk penelitian pada aspek hulu dengan keluaran berupa jurnal atau prototipe yang terpatenkan.

Sejumlah penelitian LIPI diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat. Contohnya, alat yang dibuat Pusat Kalibrasi Meteorologi LIPI, Bird Strike, yakni pengusir burung di landasan terbang pacu bandar udara. Alat ini mengeluarkan suara tertentu yang bisa mengusir burung ketika ada pesawat yang akan mendarat atau terbang.

LIPI juga memiliki pusat inovasi yang tugasnya mengarahkan penelilitan agar menghasilkan penemuan yang bermanfaat. Penelitian diusahakan menghasilkan nilai ekonomi lewat kerja sama dengan industri. Contohnya, mengembangkan kedelai plus ramah lingkungan, yang tidak menggunakan pupuk kimiawi dan dapat hidup pada cuaca seekstrem apa pun.

Hasil penelitian LIPI yang telah dikerjasamakan dengan pebisnis adalah molekul yang bisa menghambat pembentukan kolesterol dalam tubuh. Temuan ini menarik perhatian Dexa Medica, perusahaan farmasi besar di Indonesia. Temuan yang telah dipatenkan itu kelak dipasarkan dengan nama Lipistatin.

Keberadaan LIPI berawal ketika pada 1958, Presiden Soekarno membentuk Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia. Satu dekade kemudian, namanya diganti menjadi LIPI. Sebagai lokomotif teknologi, kedudukan LIPI diibaratkan Umar seperti Academy of Scientific di Cina. Selain memberikan nasihat ilmu pengetahuan dan teknologi kepada pemerintah, mereka juga melakukan penelitian.


(Sumber: Gatra edisi Agustus 2009)