Friday, 13 September 2013

Perempuan Hebat

 x: untuk apa sih kamu sibuk menjelajahi dunia? untuk apa kamu cerdas-cerdas? untuk apa kamu hebat-hebat? untuk apa baca buku terus?untuk apa kamu sibuk-sibuk? untuk apa susah-susah cari pengalaman yg aneh dr desa hingga ujung benua? utk apa title kamu susah2?eh nnti kamu mau ujung2nya balik ke keluarga. 
y: ehm..sederhana kok.. saya melakukannya.. untuk suami dan anak saya. 
x: hah? maksudnya. 
y: iya donk.. Insya Allah karena kelak saya akan jadi istri saya ingin jd istri yg sholehah plus plus.. 
x: heh? plusplus? 
y: iya..saya ingin jd istri yg jg menajdi partner cerdas untuk menemani dia mencapai asanya. ingin jadi istri yg tahu banyak hal untuk mnjdi supporter dan evaluator yg mmbuat dia makin hebat, ingin jaid istri yg bisa diandalkan disetiap fase hidupnya. ingin jd istri yg bs bertahan di situasi apapun untuk trs menyenangkannya. 
x: ( terdiam) trus kenapa harus untuk anak?
y: iyaa kelak jika diridhoi saya akan jadi ibu. saya melakukan banyak hal karna saya ingin jadi ibu yang tidak hanya merawat dan mendidik tetapi mencerdaskan, ibu yang tahu banyak hal untuk diajarkan ke anaknya. ibu yg punya banyak cerita untuk diceritakan ke anaknya. ibu yang daapt membanggakan anaknya untuk bilang, demi dirinya ibu mencapai banyak hal dan dirinya mensempurnakan semua.
Jadi, gerakku saat ini untuk membantu gerak anak dan keluargaku kelak. gerak yg semoga bermanfaat untuk masyarakat, agama dan bangsa.
aamiin ya rabb   
  Pada akhirnya, setiap gerak-gerik wanita menjadi bekal untuk keluarganya kelak :

source: http://www.facebook.com/annisa.a.ratri/posts/395091567243646?notif_t=comment_mention 

Tuesday, 27 August 2013

For a reason

Allah puts people in your life for a reason, 
and removes them from your life for a better reason :)

Thursday, 15 August 2013

Belajar Bikin Rangkaian Elekronika

Kali ini daku melanjutkan lagi tugas yang diberikan sejak setahun lalu *setahun lalu gituuuu!!!* bikin rangkaian power supply plus minus... Ini adalah THR (Tugas hari raya) dari leader yang baik hati dan keren buat daku yang waktu itu baru diterima menjadi mahasiswa teknik elektro. Karena faktor lokasi kantor yang masih di thamrin sedangkan lab nya di serpong jadinya rada-rada ribet juga buat fokus nyelesain ini rangkaian *alesan haha*...

Sekarang, karena kantor dan lab udah pindah ke gedung 224 serpong jadinya bisa leluasa tuk ngerjain ini rangkaian. Bahkan bisa nyambi di sela-sela rapat :p

Rangkaian sensor kapasitif dan power supply ini adalah tugas perdana daku dalam rangka utak-atik kaki resistor, kapasitor, dioda dan kawan2nya... hehe, padahal daku juga baru kali ini ngeh yang namanya kapasitor, dioda, transistor dan sejenisnya. Waktu SMA dulu cuma ngeh yang namanya resistor beserta cara ngitungnya, sedangkan waktu kuliah S1 daku kan ambilnya jurusan kimia, jadinya gak ada tuh alasan buat nengok-nengok benda-benda elektro yang berukuran kecil begini. 


Atas arahan dan penjelasan dari leader, bikin rangkaian ini rasanya gampang. Memang sederhana sih... tapi, pada prosesnya ternyata gak mudah. Apalagi buat daku yang nyolder aja masih belepotan. Sampai adik yang jurusan teknik elektro bilang, "kalo dari segi nilai estetika kayaknya jeblok nih hehe..." tega betul dia, hiks "-_- yah, namanya juga belajar masih belajar... sabar aja deh melihat ini rangkaian yang gak karuan :D
 

Yang seru itu pas ngetes rangkaian yang udah jadi. Misalnya waktu ngecek rangkaian sensor kapasitif, waktu masih di bread board (uji coba), rangkaian ini normal. Berarti gak ada masalah dengan desain sirkuit. Tapi... pas daku buat di atas papan pcb, eh hasilnya malah aneh gak karuan! Sampe puyeng-puyeng leader ngecek rangkaian ini. Dan daku juga sampe puyeng perhatiin leader ngecek plus mikir kenapa itu rangkaian abnormal... Beberapa hari kemudian setelah cek ulang lagi ternyata ada solderan yang copot yang bikin rangkaian gak berfungsi normal. Doh, jadi malu rasanya sama leader... *mohon maklum pak, baru belajar jadinya belum bisa rapih nyoldernya :(

Nah, kali ini (cek rangkaian power supply plus minus) yang aneh adalah tegangan keluaran di -12 V, +15 V, dan -15 V. Hmm... akhirnya leader ngecek lagi dari awal. Setelah diperkirakan ada kerusakan pada voltage regulator akhirnya saya menggantinya masing-masing dengan voltage regulator yang baru.  Awalnya daku fikir sudah tidak ada masalah, jadi dengan PD-nya langsung deh daku masukin ke dalam kotak rangkaian yang telah di desain. Pas di cek lagi oleh leader ternyata masih ada trouble di -12 V dan -18 V! Hoho... apapula ini masalahnya? padahal voltage regulator -12V (LM 7912) kan baru diganti, dan LM 7918 untuk -18 V kan gak diapa-apain. Bisa rusak juga ya?? Bingung juga... mungkin harus beli lagi ya voltage regulatornya...

Ya, ternyata bikin rangkaian itu tidak semudah perkiraan awalnya. Masih banyak yang abnormal. Mungkin ini adalah cara Allah mengajarkan pada saya arti kesungguhan, juga Allah memberikan kesempatan saya untuk belajar lebih banyak lagi dalam membuat rangkaian elektronik. Mungkin kalau rangkaian-rangkaian tersebut tidak ada trouble, saya tidak akan tahu bagaimana cara mengecek rangkaian dan komponen satu per satu...

Alhamdulillah, terima kasih Allah atas kesempatan yang diberikan kepada saya sehingga saya bisa banyak belajar tentang membuat rangkaian elektronik :)


Tuesday, 13 August 2013

Fitrah, Peneliti, Publikasi

“Fitrah manusia adalah mengkaji. Dijelaskan secara jelas dalam surat Al-Alaq. Iqro’. Bacalah,” 

“Fitrah Peneliti adalah Publikasi."

"Salah satu cara peneliti menyambung tali silaturahmi adalah dengan publikasi hasil penelitian." 

“Penelitian tanpa dipublikasikan seperti nikah yang tanpa walimah. Selalu dicurigai.”  

"Kondisi spiritual yang prima akan menghasilkan kinerja optimal meski dalam sumber daya yang terbatas."  


---- quotes by Dr. Atif Latiful Hayat (Guru Besar Universitas Padjadjaran) dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 1434 H yang diselenggarakan pada Selasa (13/8/2013) di Auditorium LIPI, Kampus LIPI Gatot Subroto, Jakarta. 

Thursday, 8 August 2013

I'tikafku tahun ini (1434 H) dan tahun depan (1435 H)

Ini adalah itikaf saya yang ke enam, sejak tahun 2008. Alhamdulillah Allah selalu memberikan kesempatan saya untuk beritikaf pada tiap bulan Ramadhan-Nya. Setiap tahun saya selalu beritikaf di masjid agung At-Tin, sehingga dapat saya katakan bahwa ini adalah itikaf yang ke enam di masjid At-aTin TMII.
Bagi saya, tiap itikaf selalu memberikan pelajaran dan kesan tersendiri. Allah selalu mempertemukan saya dengan sosok-sosok luar biasa yang menginspirasi saya untuk mendalami makna itikaf dan syahruttarbiyah ini. Misalnya, pada itikaf pertama saya, Allah mempertemukan saya dengan mba Ade yang juga ternyata satu kompi dengan saya di Santika kota Bogor. Dari beliau saya belajar bagaimana menuntaskan target-target Ramadhan saat itikaf. Saya juga bertemu dengan ibu yang selalu menyemangati dan menginspirasi saya lewat wejangan dan kisah hidupnya (baca disini), juga temen-temen lain yang tidak kalah kerennya :)
 
Itikaf kali ini, qadarullah, saya bertemu lagi dengan bu husni (panggilan saya dan teman-teman) yang dengan kerendahan hatinya mau berbagi semangat kepada saya lewat kisah hidupnya. Pelajaran yang saya dapat adalah bahwa Allah akan selalu mendengar doa-doa kita dan mengabulkannya pada waktu yang tepat. Bu husni yang (tadinya) bekerja dengan berjualan makanan di stasiun pernah berdoa, "saya sudah lelah dengan pekerjaan seperti ini. saya ingin pekerjaan yang lebih baik dari segi waktu dan tidak mengabaikan amanah saya di masyarakat.." begitu kira-kira isinya. Ya, saya fikir memang pekerjaan yang lebih berat dibanding pekerjaan saya, bahkan katanya terkadang untuk berbuka puasa saja nyaris tidak sempat.

Beberapa bulan kemudian Allah mengabulkan doanya. PT. KAI menggusur pedagang-pedagang di sekitar rel kereta api, termasuk lapak bu husni yang berada di stasiun cawang. Akhirnya bu husni memutuskan untuk berhenti berjualan di stasiun dan memilih usaha rumahan, catering. Kata bu husni, "Kita bisa belajar apapun kalau kita mau. Saya pun belajar otodidak di usaha catering ini... mulai dari me-manage usaha hingga memasak menunya. Bener-bener dari awal. Untungnya saya suka masak." Keren dan penuh semangat menurut saya :)

Alhamdulillah usaha catering beliau berjalan lancar. Meski awalnya sempat sedih karena penggusuran PT. KAI tetapi beliau segera menyadari bahwa inilah petunjuk Allah dalam menjawab doa-doanya. Jika bersabar dan berusaha, insya Allah akan mendapatkan banyak kebaikan. Karena Allah selalu mendengar doa-doa kita, karena Allah akan memeluk mimpi-mimpi kita.

Di itikaf ini, seperti biasa, bu husni lebih banyak persiapan dan lebih banyak harinya dari saya. Meski tahun kemarin bertekad akan beritikaf full 10 hari terakhir di tahun ini tapi saya baru bisa mulai itikaf di malam ke-25 :(

Saya jadi lebih memaknai urgensi itikaf dan berhasil menuntaskan target tilawah yang sempat tersendat dan tertinggal jauh... Alhamdulillah atas inspirasi dari seorang teman bahwa masih ada waktu untuk #kejar target, saya bisa menyelesaikan target-terget itu. Saya juga merasakan bahwa itikaf pada malam genap pun bisa lebih khusyu dan nyaman dibanding malam ganjil. Mungkin karena kebanyakan orang memilih itikaf hanya pada malam ganjil saja... seperti saya dahulu :D

Setelah berdiskusi bersama bu husni, mba lela, dan mba ita akhirnya kami memutuskan untuk meneruskan itikaf tahun depan di Masjid Habiburrahman Bandung, insya Allah. Kami berharap, salah satunya, dengan qiyamullail 3 juz @malam bisa meng-upgrade ruhiyah kami dan menambah kecintaan kami pada Al-Quran. Kami juga berharap bisa beritikaf di 10 malam terakhir.
 So..
Langkah-langkah yang saya lakukan mulai saat ini dan akan saya lakukan adalah:
1. Berdoa dan menguatkan tekad
2. Mengkomunikasikan rencana ini ke ibu mulai saat ini
3. Menabung 50rb @bulan (Bikin celengan I'tikaf 1435 H)
4. Mencari info tentang teknis i'tikaf di Masjid Habiburrahman
5. Mengajukan cuti pada hari kerja yang bersinggungan dengan 10 hari terakhir Ramadhan
6. Dan tentunya mulai dari sekarang mulai Qiyamullail dengan surat-surat panjang serta lebih semangat menghafal Al-Quran.

Semoga Allah memudahkan rencana ini, memberikan kami kesehatan, kecukupan materi, dan dimudahkan semua urusan kebaikan kami...
Semoga tahun depan bisa i'tikaf dengan lebih baik lagi...
 

Note:
Terima kasih kepada Bu Husni, Mba lela, Mba ita, Tia, Herlin, Tami, Bu Mini, Mba iley, dan tentunya si kecil cerdas Zeezee atas kebersamaan beritikaf di masjid indah ini, Masjid Agung At-Tin Jakarta.

Saya Lia Aprilia mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H
Semoga semangat Ramadhan senantiasa mengiringi kita hingga bertemu dengan Ramadhan selanjutnya
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin


Friday, 26 July 2013

June Seminar on Jogja

Sedikit dokumentasi dalam rangka Seminar QiR di Jogja tanggal 23-26 Juni 2013. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai holiday hehe... soalnya kan gak ngantor, malah jalan-jalan keliling Jogja. Ya.. sekalian menghadiri seminar :D 

Overall seminarnya oke banget, super keren deh. Pesertanya juga keren-keren. Seneeeng bisa ikutan seminar ini, meski rada deg-degan juga sih kudu presentasi pake bahasa Inggris. Alhamdulillah banyak ilmu dan pelajaran yang saya dapatkan di Jogja kali ini. Berkesan sekali ketika saya dikenalkan dengan Prof. Tabe dari Shizouka University. Ganbatte lia!

Jojga dilihat dari atas gunung kidul (menuju kampung Pak Ratno)


Jangan lupa tuk ambil foto pemandangan bagus
Rumah ortu pak ratno yang asri dan nyamaaan banget

Lia on QiR wallpaper
Salah satu presenter di session electronic engineering (Pak Arief)
 
Saya masuk di Session Advanced Materials :D
Gala Dinner di malam ke-2
Melihat Borobudur dari dekat #kagum

Jalan-jalan ke Candi Borobudur (prof. djoko, pak ratno, prof. tabe)

Foto-foto di depan candi gak boleh ketinggalan (Pak arief)
Mengagumi Borobudur

pak ratno's family
Makan khas Jogja yang lezaaat banget :)

Candi Prambanan di malam hari #keren

Alhamdulillah berkesempatan nonton sendratari Ramayana di Candi Prambanan

Foto bareng hanoman dan sinta (mba nuning and saya)

Thursday, 25 July 2013

Walk alone


Learn to walk alone. 
Because truly you can never depend on anyone else. 
Expectation is the root of all heartache and dissapointment people leave all the time. 
Because at the end of the day all you have is yourself and that has to be enough.