Wednesday, 14 December 2011
Friday, 9 December 2011
Pareee.. I'm commin'
Setelah tidur siang selama 4 jam, barulah sy bisa menulis blog ini. Iwas so tired.. Maklumlah pengembara sebatang kara di negeri orang 
Perjalanan naik kereta sungguh melelahkan. Pertama kalinya naik kereta jarak jauh seorang diri, ke tempat yg blm pernah di kunjungi.. Rada cemas juga sih awalnya. But show must go on.. Pede aja deh.

Berangkat sendiri dari rumah menuju stasiun pasar senin dengan backpack dan tentengan segede gaban. Berharap dapet temen duduk yang baik di kereta. Soalnya takut juga mendengar banyak kasus kejahatan di kereta. Setelah menemukan kursi 14D di gerbong 1 bisnis, saya ambil posisi duduk. Tak lama, datanglah seorang pemuda dengan sebilah pedang bersarung *samurai banget*. Kaget jg awalnya dapat teman duduk laki2, tp sy kemudian menyadari bahwa sy hanya berdoa meminta teman yg baik (tanpa menyebut laki2 atau perempuan). Ya sudah, husnuzhon saja bahwa ini yang terbaik... dan alhamdulillah memang dia teman yang baik, sopan, dan tidak macem2. Sayapun bisa tidur nyenyak meski beberapa kali terbangun oleh deru kereta sebelah.
Berangkat dari pasar senin jam 3 sore hari Jumat, Kereta Senja Kediri ini sampai di stasiun kediri hari Sabtu jam 5 pagi, telat 45 menit dari yang dijadwalkan. Setelah turun dari kereta, seorang bapak tua menyambut (yang ternyata tukang becak), "mau ke kampung Inggris?" saya mengangguk dan memilih naik becaknya. Dengan ongkos 10 rb, saya diantar menuju angkot tujuan kampung Inggris. Di angkot saya bertemu dengan orang-orang yang ingin kursus di kampung inggris juga. Mereka ada yang dari Semarang, juga dari Yogyakarta. Biaya angkot ini sebenarnya hanya 7rb, tapi entah kenapa dengan uang 20rb, saya hanya menerima kembaliannya 10rb, tapi saya gak mau ambil pusing.
Biasanya sopir di sini selalu menanyakan, mau turun di BEC atau Mahesa. Dua tempat kursus yang awal-awal didirikan di sini. Saya memilih turun di BEC dan naik becak menuju kost Cherry Queen Land (english camp). Lumayan jauh juga kosan itu dari BEC, harusnya saya turun di Mahesa *kata orang-orang di sana*. Biaya ongkos becak tadi hanya 7rb. Setelah bertemu Miss Iffa (pengurus kosan), saya menuju kamar yang disediakan.
Di kamar, ternyata sudah ada room mate saya; Sisma dan Naya. Sisma sedang asik membuka aplikasi english dictionary, sedangkan Naya sedang belajar untuk test score (Naya sudah sebulan lebih di sini). Saya memang sengaja memilih english camp agar bisa lebih banyak speaking in english. Udah jauh2 dateng ke sini, sayang aja kalo gak all out di sini. Sebelumnya saya sudah pesan kamar di sini melaui phone. Karena kalau pesannya setibanya saya di Pare, khawatir penuh tempatnya...
Setelah beres-beres barang dan mandi, saya menuju kantin depan. Lapaaarrr banget... maklumlah perjalanan jauh. Di sana saya berkenalan dengan Beatrice, Ega, miss Austin (instruktur di kosan ini yang juga ternyata akan menjadi instruktur saya di kelas speaking di Daffodils). Noted, saya makan nasi, telor dadar, dan sayur, plus teh manis hangat biayanya hanya 6000 rupiah.
Saya perlu konfirmasi kursus yang saya daftarkan, maklum sebelumnya saya hanya daftar by phone dari Jakarta. Ada beberapa yang sudah saya transfer biayanya, ada juga yang belum saya bayar. Target saya hari ini adalah ke tempat kursus Daffodils, Marvelous, dan Elfast. Hmm.... dimana pula tempat-tempat itu. Saya mulai bertanya-tanya lokasi tempat2 itu pada orang2 yang baru saya kenal.
Kebetulan Beatrice mengajak saya tuk berkunjung ke Daffodils. Tempatnya tidak jauh dari kosan, tapi karena siang hari ini cukup panas, Beatrice meminjam motor Naya tuk kesana. Daffodils sendiri letaknya dekat sawah. Pemandangan di sana so beautiful....
Sebenarnya niat ke ATM juga tuk mengambil persediaan 'perbekalan', tapi ternyata jauuuhh atm nya... fortunatelly, ada seorang anak kosan yang minta anterin ke Elfast for scoring *kebetulan nih saya juga berniat kesana*. dengan meminjam motor Naya lagi, akhirnya kami berangkat ke Elfast. Ternyata jauh juga tempatnya dari kosan Cherry.. mesti menyebrang Jalan Brawijaya... kebayang deh nanti kursus writting saya yang baru selesai jam 8 malam, hiks...
ATM sendiri letaknya juga lumayan jauh dari Elfast, sekali lagi saya bersyukur dapet pinjeman motor ini. Kalo gak, mungkin gempor deh saya :D maka segeralah saya mengambil uang se-lebih-dari cukupnya *supaya gak kesini lagi.... jauuuhhh*
Setelah sukses keliling dengan motor pinjaman, segeralah saya menuju kasur... capeee.... dari tadi belum istirahat. Niatnya masih mau ke Marvelous, tapi saya udah keburu terlelap... lama pula *4 jam*. Sampai Wulan yang udah bolak-balik ke kamar (mau join in the room) geleng-geleng kepala, " ini orang tidur atau tidur ya??" wakaka.....
Oya, Naya akhirnya pindah ke kamar depan bersama Beatrice. So, wulan joins us ^__^
Bangun tidur ku terus mandi, eh ngga ding. Bangun tidur kulangsung keliling kampung *lagi* bareng Sisma, Wulan, dan Nita. Tapi kali ini naik sepeda lho.... sumpehhh... cape benget! *entah karena saya udah lama gak naek sepeda atau karena sepeda ini memang keras dikayuhnya yaaa?" ditambah nyasar-nysar pula... bener-bener olahraga sore ini mah -_-"
Jalan-jalan hari ini ditutup dengan makan malam di Klasik Cafe, tidak jauh dari kost. itung2 sekalian hunting tempat-tempat makan yang enak di sekitar sini. Berikut foto-foto kita ^__^
Me and Wulan
Sisma and Wulan

Perjalanan naik kereta sungguh melelahkan. Pertama kalinya naik kereta jarak jauh seorang diri, ke tempat yg blm pernah di kunjungi.. Rada cemas juga sih awalnya. But show must go on.. Pede aja deh.
Berangkat sendiri dari rumah menuju stasiun pasar senin dengan backpack dan tentengan segede gaban. Berharap dapet temen duduk yang baik di kereta. Soalnya takut juga mendengar banyak kasus kejahatan di kereta. Setelah menemukan kursi 14D di gerbong 1 bisnis, saya ambil posisi duduk. Tak lama, datanglah seorang pemuda dengan sebilah pedang bersarung *samurai banget*. Kaget jg awalnya dapat teman duduk laki2, tp sy kemudian menyadari bahwa sy hanya berdoa meminta teman yg baik (tanpa menyebut laki2 atau perempuan). Ya sudah, husnuzhon saja bahwa ini yang terbaik... dan alhamdulillah memang dia teman yang baik, sopan, dan tidak macem2. Sayapun bisa tidur nyenyak meski beberapa kali terbangun oleh deru kereta sebelah.
Berangkat dari pasar senin jam 3 sore hari Jumat, Kereta Senja Kediri ini sampai di stasiun kediri hari Sabtu jam 5 pagi, telat 45 menit dari yang dijadwalkan. Setelah turun dari kereta, seorang bapak tua menyambut (yang ternyata tukang becak), "mau ke kampung Inggris?" saya mengangguk dan memilih naik becaknya. Dengan ongkos 10 rb, saya diantar menuju angkot tujuan kampung Inggris. Di angkot saya bertemu dengan orang-orang yang ingin kursus di kampung inggris juga. Mereka ada yang dari Semarang, juga dari Yogyakarta. Biaya angkot ini sebenarnya hanya 7rb, tapi entah kenapa dengan uang 20rb, saya hanya menerima kembaliannya 10rb, tapi saya gak mau ambil pusing.
Biasanya sopir di sini selalu menanyakan, mau turun di BEC atau Mahesa. Dua tempat kursus yang awal-awal didirikan di sini. Saya memilih turun di BEC dan naik becak menuju kost Cherry Queen Land (english camp). Lumayan jauh juga kosan itu dari BEC, harusnya saya turun di Mahesa *kata orang-orang di sana*. Biaya ongkos becak tadi hanya 7rb. Setelah bertemu Miss Iffa (pengurus kosan), saya menuju kamar yang disediakan.
Di kamar, ternyata sudah ada room mate saya; Sisma dan Naya. Sisma sedang asik membuka aplikasi english dictionary, sedangkan Naya sedang belajar untuk test score (Naya sudah sebulan lebih di sini). Saya memang sengaja memilih english camp agar bisa lebih banyak speaking in english. Udah jauh2 dateng ke sini, sayang aja kalo gak all out di sini. Sebelumnya saya sudah pesan kamar di sini melaui phone. Karena kalau pesannya setibanya saya di Pare, khawatir penuh tempatnya...
Setelah beres-beres barang dan mandi, saya menuju kantin depan. Lapaaarrr banget... maklumlah perjalanan jauh. Di sana saya berkenalan dengan Beatrice, Ega, miss Austin (instruktur di kosan ini yang juga ternyata akan menjadi instruktur saya di kelas speaking di Daffodils). Noted, saya makan nasi, telor dadar, dan sayur, plus teh manis hangat biayanya hanya 6000 rupiah.
Saya perlu konfirmasi kursus yang saya daftarkan, maklum sebelumnya saya hanya daftar by phone dari Jakarta. Ada beberapa yang sudah saya transfer biayanya, ada juga yang belum saya bayar. Target saya hari ini adalah ke tempat kursus Daffodils, Marvelous, dan Elfast. Hmm.... dimana pula tempat-tempat itu. Saya mulai bertanya-tanya lokasi tempat2 itu pada orang2 yang baru saya kenal.
Kebetulan Beatrice mengajak saya tuk berkunjung ke Daffodils. Tempatnya tidak jauh dari kosan, tapi karena siang hari ini cukup panas, Beatrice meminjam motor Naya tuk kesana. Daffodils sendiri letaknya dekat sawah. Pemandangan di sana so beautiful....
ATM sendiri letaknya juga lumayan jauh dari Elfast, sekali lagi saya bersyukur dapet pinjeman motor ini. Kalo gak, mungkin gempor deh saya :D maka segeralah saya mengambil uang se-lebih-dari cukupnya *supaya gak kesini lagi.... jauuuhhh*
Setelah sukses keliling dengan motor pinjaman, segeralah saya menuju kasur... capeee.... dari tadi belum istirahat. Niatnya masih mau ke Marvelous, tapi saya udah keburu terlelap... lama pula *4 jam*. Sampai Wulan yang udah bolak-balik ke kamar (mau join in the room) geleng-geleng kepala, " ini orang tidur atau tidur ya??" wakaka.....
Oya, Naya akhirnya pindah ke kamar depan bersama Beatrice. So, wulan joins us ^__^
Bangun tidur ku terus mandi, eh ngga ding. Bangun tidur kulangsung keliling kampung *lagi* bareng Sisma, Wulan, dan Nita. Tapi kali ini naik sepeda lho.... sumpehhh... cape benget! *entah karena saya udah lama gak naek sepeda atau karena sepeda ini memang keras dikayuhnya yaaa?" ditambah nyasar-nysar pula... bener-bener olahraga sore ini mah -_-"
Jalan-jalan hari ini ditutup dengan makan malam di Klasik Cafe, tidak jauh dari kost. itung2 sekalian hunting tempat-tempat makan yang enak di sekitar sini. Berikut foto-foto kita ^__^
Thursday, 8 December 2011
Festival Pembaca Indonesia 2011
koleksinya ijul
Hari minggu lalu, di festival ini saya dan sri didaulat jadi tukang foto. Sebenernya gak pede juga sih, maklumlah kita kan masih amatir. Saya sendiri akhir-akhir ini selalu pake kamera film. Awalnya mau sekalian belajar, tapi lama2 keasikan, hehe.
Katro-nya saya, waktu disodorkan kamera DSLR, cuma bisa melongo. Mencoba mentrsnformasikan yang saya pelajari di kamera manual ke kamera digital. Karena mendesak, akhirnya saya memilih mode auto untuk motret, hehe...
Gambar2 ini diambil dengan kamera Nikon D60 dan Minolta X-700 (film kodak colorplus). Selamat menikmati ^___^
====================================================
Apa itu Festival Pembaca Indonesia?
Festival Pembaca Indonesia (Indonesian Readers Festival/IRF) adalah sebuah acara tahunan para pembaca buku untuk masyarakat Indonesia yang dikemas menjadi sebuah kegiatan rekreasi baca. Kegiatannya seru dan mendidik. Konsep play-educate ini yang membedakan acara ini dari kegiatan perbukuan besar lainnya.
Tahun 2010 lalu, acara ini sukses diadakan pada tanggal 5 Desember 2010 di Plaza Area Pasar Festival Kuningan Jakarta dengan mengusung tema “Rayakan Hidup Dengan Membaca”.
Tahun ini, Goodreads Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Pembaca Indonesia. Berbeda dengan tema tahun lalu, kali ini Goodreads Indonesia mengusung tema “Jelajahi Dunia Membaca” yang akan menegaskan bahwa membaca buku barulah sebuah awal penjelajahan. Ketika seorang pembaca mulai membuka suatu buku, ia baik sadar ataupun tidak telah mulai melakukan perjalanan ke dunia baru. Seperti seorang turis, ia akan memperhatikan suatu hal, ‘berjalan’ (atau dalam hal ini, membalik halaman demi halaman), menikmati hal-hal yang ia anggap menarik dan membuat kenang-kenangan (bukan dengan kamera/video, tapi dengan pembatas buku atau menuliskan kesannya atas isi buku tersebut).
Goodreads Indonesia berharap kegiatan yang diadakan dalam acara Festival Pembaca Indonesia 2011 ini dapat menjadi pengalaman “jelajah” dalam dunia membaca yang berwarna-warni dan dinamis.
FESTIVAL PEMBACA INDONESIA 2011
"Jelajahi Dunia Membaca”
Minggu, 4 Desember 2011
Pukul 10.00 – 18.00 WIB
Plaza Area, Komplek GOR Soemantri Brojonegoro
Pasar Festival – Kuningan, Jakarta Selatan
Ada apa aja sih selama Festival Pembaca Indonesia 2011 berlangsung?
1. Negeri Para Pembaca: wilayah dimana para peserta pameran (“pemimpin negeri”) baik individu, komunitas, rumah baca, perpustakaan peserta pameran dapat mengundang para pengunjung untuk mengunjungi “negerinya” dengan memamerkan koleksi buku bacaannya. Jumlah stand sebanyak 42 stand @berukuran 2x2 meter. Luas tenda: 20 x 20 meter.
2. Alun-Alun: kegiatan acara-acara seperti Talkshow, Temu Penulis, Launching Buku, dan Workshop dari penerbit, penulis, instansi/perusahaan. Luas: 10 x 5 meter.
3. Pulau Anak: wahana yang khusus disiapkan untuk anak-anak mulai dari mendengarkan dongeng, meresensi, mewarnai, serta bermain. Luas tenda: 3 x 6 meter.
4.Tanjung Sinema: kegiatan menonton film-film yang diadaptasi dari buku yang telah diterbitkan. Luas: 3 x 6 meter.
5. Pulau 1000 Buku: tempat kegiatan menukar buku-buku yang sudah tidak ingin dibaca dengan buku-buku (baru/bekas) yang belum dibaca atau ingin dikoleksi secara gratis. Luas: 5 x 3 meter.
6. Teluk Baca: tempat khusus bagi para pengunjung untuk membaca dengan santai terpisah dari hiruk pikuk pameran. Para sponsor dapat menyediakan booth-nya sendiri jika tertarik. Luas: 3 x 3 meter
7. Lomba Jelajah Dunia Membaca: Para peserta yang dibagi menjadi kelompok-kelompok 3-4 orang dapat berlomba mengerjakan bermacam-macam tantangan sambil menjelajahi seluruh negeri dan pulau-pulau dalam “dunia” festival dengan hadiah-hadiah menarik.
8. Anugerah Pembaca Indonesia 2011: yaitu kegiatan apresiasi dari para pembaca Indonesia kepada insan perbukuan yang ada di Indonesia. Anugerah diumumkan pada saat penutupan festival di Alun-alun.
9. Kampung GRI: di sini terdapat “Wall of Fame” GRI yaitu pameran foto-foto, kliping berita, laporan-laporan kegiatan GRI selama 4 tahun serta media promosi dan publikasi GRI. Sekaligus kegiatan untuk menjual merchandise Goodreads Indonesia.
10. ‘Mercusuar’ yang merupakan Pusat Informasi seluruh kegiatan festival ini.
Anda bisa berpartisipasi dalam acara ini, baik sebagai sponsor, media partner, peserta pameran, ataupun pengisi acara.
Contact Person:
Sponsorship - Harun 0856 9259 3710
Talkshow(Alun-alun) - Vera 0812 8183 713
Peserta Pameran (Negeri Para Pembaca) - Mia 0852 3420 5008
Media Partner - Jimmy 0816 1630 898Photobucket
Apa itu Festival Pembaca Indonesia?
Festival Pembaca Indonesia (Indonesian Readers Festival/IRF) adalah sebuah acara tahunan para pembaca buku untuk masyarakat Indonesia yang dikemas menjadi sebuah kegiatan rekreasi baca. Kegiatannya seru dan mendidik. Konsep play-educate ini yang membedakan acara ini dari kegiatan perbukuan besar lainnya.
Tahun 2010 lalu, acara ini sukses diadakan pada tanggal 5 Desember 2010 di Plaza Area Pasar Festival Kuningan Jakarta dengan mengusung tema “Rayakan Hidup Dengan Membaca”.
Tahun ini, Goodreads Indonesia kembali menyelenggarakan Festival Pembaca Indonesia. Berbeda dengan tema tahun lalu, kali ini Goodreads Indonesia mengusung tema “Jelajahi Dunia Membaca” yang akan menegaskan bahwa membaca buku barulah sebuah awal penjelajahan. Ketika seorang pembaca mulai membuka suatu buku, ia baik sadar ataupun tidak telah mulai melakukan perjalanan ke dunia baru. Seperti seorang turis, ia akan memperhatikan suatu hal, ‘berjalan’ (atau dalam hal ini, membalik halaman demi halaman), menikmati hal-hal yang ia anggap menarik dan membuat kenang-kenangan (bukan dengan kamera/video, tapi dengan pembatas buku atau menuliskan kesannya atas isi buku tersebut).
Goodreads Indonesia berharap kegiatan yang diadakan dalam acara Festival Pembaca Indonesia 2011 ini dapat menjadi pengalaman “jelajah” dalam dunia membaca yang berwarna-warni dan dinamis.
FESTIVAL PEMBACA INDONESIA 2011
"Jelajahi Dunia Membaca”
Minggu, 4 Desember 2011
Pukul 10.00 – 18.00 WIB
Plaza Area, Komplek GOR Soemantri Brojonegoro
Pasar Festival – Kuningan, Jakarta Selatan
Ada apa aja sih selama Festival Pembaca Indonesia 2011 berlangsung?
1. Negeri Para Pembaca: wilayah dimana para peserta pameran (“pemimpin negeri”) baik individu, komunitas, rumah baca, perpustakaan peserta pameran dapat mengundang para pengunjung untuk mengunjungi “negerinya” dengan memamerkan koleksi buku bacaannya. Jumlah stand sebanyak 42 stand @berukuran 2x2 meter. Luas tenda: 20 x 20 meter.
2. Alun-Alun: kegiatan acara-acara seperti Talkshow, Temu Penulis, Launching Buku, dan Workshop dari penerbit, penulis, instansi/perusahaan. Luas: 10 x 5 meter.
3. Pulau Anak: wahana yang khusus disiapkan untuk anak-anak mulai dari mendengarkan dongeng, meresensi, mewarnai, serta bermain. Luas tenda: 3 x 6 meter.
4.Tanjung Sinema: kegiatan menonton film-film yang diadaptasi dari buku yang telah diterbitkan. Luas: 3 x 6 meter.
5. Pulau 1000 Buku: tempat kegiatan menukar buku-buku yang sudah tidak ingin dibaca dengan buku-buku (baru/bekas) yang belum dibaca atau ingin dikoleksi secara gratis. Luas: 5 x 3 meter.
6. Teluk Baca: tempat khusus bagi para pengunjung untuk membaca dengan santai terpisah dari hiruk pikuk pameran. Para sponsor dapat menyediakan booth-nya sendiri jika tertarik. Luas: 3 x 3 meter
7. Lomba Jelajah Dunia Membaca: Para peserta yang dibagi menjadi kelompok-kelompok 3-4 orang dapat berlomba mengerjakan bermacam-macam tantangan sambil menjelajahi seluruh negeri dan pulau-pulau dalam “dunia” festival dengan hadiah-hadiah menarik.
8. Anugerah Pembaca Indonesia 2011: yaitu kegiatan apresiasi dari para pembaca Indonesia kepada insan perbukuan yang ada di Indonesia. Anugerah diumumkan pada saat penutupan festival di Alun-alun.
9. Kampung GRI: di sini terdapat “Wall of Fame” GRI yaitu pameran foto-foto, kliping berita, laporan-laporan kegiatan GRI selama 4 tahun serta media promosi dan publikasi GRI. Sekaligus kegiatan untuk menjual merchandise Goodreads Indonesia.
10. ‘Mercusuar’ yang merupakan Pusat Informasi seluruh kegiatan festival ini.
Salam Baca ^____^
Wednesday, 7 December 2011
Namanya juga iseng
Horeeee... akhirnya datang juga sertifikat dari Goi Peace Foundation
Saat blogwalking ke blog orang (lupa siapa namanya), saya menemukan link Goi Foundation. Kebetulan ada lomba penulisan essay, so tanpa pikir panjang, langsunglah saya menulis essay (saya bilangnya cerpen) dalam bahasa Inggris dengan semangat. Padahal gak yakin juga itu grammar and structure-nya bener atau gak, hehe.... namanya juga iseng :D
Pada bulan Agustus (kalo gak salah), diumumkanlah pemenang dari lomba essay tersebut. You can see the winners here. Sayangnya saya gak menang.... padahal udah buat cerita yang oke *menurut saya lho*. Ada juga lho pemenang dari Indonesia *the only one* untuk kategori Honorable Mention. But it's no problem for me... namanya juga iseng :D
Hari ini ternyata saya bisa dapat sertifikat dalam bentuk hard copy-nya! Saya pikir mereka hanya mengumumkan saja lewat email... that's all, tapi ternyata mengirimkan hard-nya juga. Mungkin kalau sertifikat itu dipakai untuk melamar kerja atau beasiswa tidak akan berarti, tapi bagi saya itu adalah sebuah bukti bahwa saya pernah *nekat* ikutan international essay competition.
namanya juga iseng :D
Monday, 5 December 2011
Kultwit @AyoTarbiyah: Siapakah Mereka #100pahlawantarbiyah?
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Other |
Hidup Pahlawan!!
Islamedia - Hari ini hari Pahlawan. Izinkan kami mentwit #100pahlawan yang ada di disekitar kita. Sila menikmati....
100. Pahlawan itu orang yang menjaga dan membersihkan masjid shg bisa ditempati sholat jutaan manusia di jutaan masjid #100pahlawan
99. Pahlawan itu seorang yang membersihkan jalan raya dengan sapu lidi di subuh hari hingga jalan raya beraspal bersih dan rapi #100pahlawan
98. Ibu bidan yang betugas di pelosok pulau yang sadarkan warga desa untuk hidup sehat dan bantu kelahiran bayi dg sehat #100pahlawan
97. Petugas penjaga perlintasan kereta api yang tanpa disertai palang pintu, membantu ribuan kendaraan selamat dari Kereta #100pahlawan
96. orang yang tiap pagi memungut sampah di kampung-kampung hingga bak sampah di kampung kita kosong tiap ganti hari>> #100pahlawan
95. pemuda yang rela membersihkan jalanan ibu kota dari paku-paku yg bersebaran di jalan raya yg bisa bahayakan jutaan orang>>#100pahlawan
94. Petugas pengatur lalu lintas di sudut-sudut perempatan dan perlintasan jalan, tapi mereka bukan aparat kepolisian >> #100pahlawan
93. Pelajar yang mengharumkan nama sekolah, daerah dan negara dalam lomba-lomba internasional bernuansa pendidikan #100pahlawan
92. Orang tua yang masih menyekolahkan anaknya hingga lulus SMA, walaupun dia hrs menjadi pengayuh becak di jalanan ibu kota >> #100pahlawan
91. Mahasiswa gemar ke masjid yang rajin turun ke jalan menumbangkan rezim orba tapi mereka tak tertulis di tinta sejarah. >> #100pahlawan
90. Anggota DPR/DPRD yang tidak mau menerima suap atau riswah atau gratifikasi dan mengembalikannya ke KPK selama 1999-2009 >> #100pahlawan
89. Para profesional muda yang sibuk tapi masih sempat mengisi tarbiyah anak-anak SMA di kotanya >> #100pahlawan
88. Mahasiswa tingkat akhir yang masih sempat mengisi pengajian untuk adik-adik pelajar di sela-sela kesibukannya >> #100pahlawan
87. Aktivis yang peduli terhadap pendangkalan aqidah dan akhlaq bagi remaja di daerah-daerah di Indonesia >> #100pahlawan
86. ibu shalihah yang rela membimbing ibu-ibu di kampungnya untuk belajar membaca Al Qur'an tiap pekan >> #100pahlawan
85. Seorang pelajar yang tidak hanya sekolah pulang sekolah pulang, tap dia terus memberbaiki akhlaq teman2nya >> #100pahlawantarbiyah
84. Petani yang bertani di sawah tapi dia juga rajin mengajak kelompok tani untuk rajin ke masjid di dusunnya >>#100pahlawantarbiyah
83. Nelayan yang pergi 3 bulan mencari ikan di lautan lepas , tapi tak lupa sholat di kapal perahunya setiap hari >>#100pahlawantarbiyah
82. Pegawai bank yang tidak mau menerima dana riba karena keteguhan prinsipnya >> #100pahlawantarbiyah
81. Orang tidak mau uang belanjanya habis untuk membeli rokok karena merokok itu membahayakan diri dan keluarganya #100pahlawantarbiyah
80. anak muda yang akun twitternya mayoritas berisi kebaikan, taujih dan taushiyah kpd semua orang, dakwah bil twitter #100pahlawantarbiyah
79. ibu-ibu perempuan karier yang pulang kerja masih sempat untuk hadir pertemuan tarbiyah dan dakwah setiap pekan >>#100pahlawantarbiyah
78. Ayahanda yang selalu mengajari anak-anaknya untuk rajiin sholat subuh di masjid sejak dini >> #100pahlawantarbiyah
77. orang tua yang mendidik anaknya untuk tidak berpacaran saat remaja dan dewasa untuk menahan diri dan kehormatan >>#100pahlawantarbiyah
76. ibunda yang selalu memberi asupan ASI kepada jundinya, walau dia sibuk dakwah dan bekerja >> #100pahlawantarbiyah
75. ayahanda yang dekat sama anak-anaknya hingga anaknya menemukan jati diri dan berakhlaq mulia #100pahlawantarbiyah
74. Orang tua yang selektif menyekolahkan anaknya yang bisa mendidik nya menjadi anak tarbiyah >> #100pahlawantarbiyah
73. Ayahanda yang setiap hari berkeringat untuk membawa nafkah yang halal untuk istri dan anak-anaknya >> #100pahlawantarbiyah
72. ibunda yang sedang hamil tapi masih gigih masuk keluar kampung untuk mentarbiyah ibu-ibu di RT/RW nya >> #100pahlawantarbiyah
71. Ayahanda yang mengajak anaknya yang masih kecil untuk turut bersama saat dia aktif dakwah dan kerja sosial >> #100pahlawantarbiyah
70. Para guru TPA di kampung-kampung, di mushola-masjid kampung yang tiap hari ngajar anak2 mengaji >> #100pahlawantarbiyah
69. Pemuda yang berjaga di pos penanggulangan bencana menjaga pengungsi korban bencana tidur >> #100pahlawantarbiyah
68. Dokter Baru lulus kuliah , yang rela ditugaskan di Pelosok desa, bukan hanya karena PTT, tp krn misi dakwah >> #100pahlawantarbiyah
67. Perempuan shalihah yg rela resign dari kantornya, krn jilbab yg dikenakan tak bisa dipakai dg bebas di kantornya. #100pahlawantarbiyah
66. Ibunda yang rela dikeluarkan dari sekolah negeri, di era 80an, karena berjilbab. Dan kini jilbab bisa berkibar >> #100pahlawantarbiyah
65. Pelajar yang dipanggil kepala sekolah karena tidak mau ikut ekstrakurikuler , karena kostumnya tdk tutup auratnya #100pahlawantarbiyah
64. Aktivis Mahasiswi yang tidak mau dibonceng teman kuliah yg laki2, saat perjalanan KKN di desa krn prinsip tarbiyah #100pahlawantarbiyah
63. Aktivis buruh yang terus berjuang membela rekan kerjanya agar bisa sholat jumat saat di pabrik/kantor >> #100pahlawantarbiyah
62. Aktivis pendamping/penyuluh pertanian yang didik petani untuk bertani profesional, juga akhlaq dan aqidah >> #100pahlawantarbiyah
61. Profesional yg keahlian IT nya dimanfaatkan utk berdakwah, menerangi umat di dunia maya, memblock situs buruk >> #100pahlawantarbiyah
60. Seorang pemuda shalih yang memilih jodohnya, tidak karena harta dan dunia, tapi krn dakwah dan agamanya >> #100pahlawantarbiyah
59. Anggota DPRD yang tidak disukai temannya karena tidak mau menerima amplop tak jelas >> #100pahlawantarbiyah
58. Pegawai Negeri, baru masuk, yg tidak disukai temannya karena tdk mau diajak ke tempat2 yang buruk di malam hari >> #100pahlawantarbiyah
57. Pejabat publik yang tegas dan santun dalam bersikap, tapi dekat dan bersahabat dengan rakyatnya >> #100pahlawantarbiyah
56. Pedagang yang tdk mengurangi timbangan dan suka memberi infaq kepada yang membutuhkan >> #100pahlawantarbiyah
55. Pebisnis kontraktor yang tidak menyuap dan tidak me-mark-up anggaran proyek, demi keuntungan pribadinya.. >> #100pahlawantarbiyah
54. Pejabat publik yang sibuk bekerja tapi tak lupa mengisi pengajian di kampung-kampung >> #100pahlawantarbiyah
53. Mubaligh yang waktunya habis untuk bertemu dan melayani umat, dari surau, mushola, masjid hingga perkantoran >> #100pahlawantarbiyah
52. Orang yang bertugas menjadi pengurus jenazah di mushola, masjid dan pemakaman >> #100pahlawantarbiyah
51. orang yang bertugas menjadi sopir ambulans yang akan mengangkut pasien sakit atau orang yang wafat. #100pahlawantarbiyah
Alhamdulillah 50 dari #pahlawantarbiyah sudah terposting. Semoga kita bisa mengambil ibrah dari 50 karakter diatas... #100pahlawantarbiyah
50. Grup nasyid yang syair nya bisa memotivasi orang untuk dekat kepada Allah, giat dakwah dan berbuat baik >> #100pahlawantarbiyah
49. Penulis novel, cerpen, dongeng, dan sastrawan umumnya yang karta sastranya bisa menggairahkan hidup utk dakwah #100pahlawantarbiyah
48. Lekaki shalih yang berupaya keras untuk tidak khalwat dengan perempuan di tempat-tempat umum krn Allah semata. #100pahlawantarbiyah
47. Dosen yang tidak hanya mengajar mata kuliah, tapi juga mentarbiyah sebagian mahasiswanya hingga jadi orang besar >> #100pahlawantarbiyah
46. Guru yang tak hanya mengajar di kelas, tapi juga mendidik siswa untuk jadi pemuda pengemban risalah kebaikan >> #100pahlawantarbiyah
45. Profesional muda yang bekerja profesional dan juga memakmurkan masjid di perkantorannya untuk kebaikan semua >>#100pahlawantarbiyah
44. Pengusaha yang mampu menyediakan lapangan kerja untuk menyantuni keluarga para pengemban risalah kebaikan >> #100pahlawantarbiyah
43. aktivis remaja yang giat berkampanye untuk mencegah pergaulan bebas dan kenakalan pelajar di kotanya >> #100pahlawantarbiyah
42. Kyai yang pesantren atau boarding madrasahnya melahirkan banyak duat yang siap ditugaskan kemana2.. #100pahlawantarbiyah
41. aktivis remaja masjid yang rutin makmurkan masjid, ajak rekan remaja untuk cinta masjid dan kebaikan >> 100pahlawantarbiyah
40. Pemuda yang saat lajang sejak sekolah/kuliah sdh bekerja mencari nafkah untuk membiayai dirinya dan dakwah >> #100pahlawantarbiyah
39. Orang tua yang selektif memilih menantu untuk puterinya, karena tak rela puterinya hidup jauh dari agamanya >> #100pahlawantarbiyah
38. Desainer yang membuat desain baju, jilbab, dan busana muslim-muslimah hingga dicintai dan marak dimana-mana #100pahlawantarbiyah
37. Produsen dan distributor segala produk menyehatkan untuk mencegah umat dari sakit dan bahan pengawet yang bahaya #100pahlawantarbiyah
36. Pengacara yang suka membela du'at dan umat dari ketidakadilan dan mafia hukum, rela membela rakyat demi kebaikan #100pahlawantarbiyah
35. buruh Migran yang ada di Luar Negeri, selain bekerja, ada yang menjadi guru ngaji bagi dan konselor bagi temannya #100pahlawantabiyah
34. Aktivis yang bolak-balik pergi ke negara lain, untuk mendampingi TKI dan bimbing mereka dari pengajian ke pengajian #100pahlawantarbiyah
33. Anak-anak muda kekar perkasa yang menjadi pengawal pribadi tokoh dan pengamanan saat acara dakwah dan kebaikan #100pahlawantarbiyah
32.. Wanita shalihah yg bertugas menjaga anak-anak , bayi dan balita di tempat "hadlonah" anak saat kegiatan dakwah >> #100pahlawantarbiyah
31. Orang bekerja atau sekolah di tanah rantau, yang tetap istiqomah disana untuk bekal kembali di daerah asal >> #100pahlawantarbiyah
30. Wartawan atau jurnalis yg gigih bekerja untuk menghasilkan karya jurnalistik yang membela dakwah dan umat >> #100pahlawantarbiyah
29. Imam masjid yang senantiasa memimpin jamaah di masjid 5 waktu sehari >> #100pahlawantarbiyah
28. Bilal yang kumandang adzannya membangunkan orang sholat shubuh dan magnet jamaah 5 waktu sehari >> #100pahlawantarbiyah
27. Petugas Amil Zakat, berjaga di hari libur, bertugas setiap hari, masuk keluar kantor dan rumah utk ambil ziswaf #100pahlawantarbiyah
Termasuk RT @BerZakat: @mungkin perlu tambahan referensi lembaga penyalur zakat, buka aja bit.ly/udSMvs
26. penulis Buku-buku kebaikan, buku dasar2 agama dan buku-buku fikrah dakwah, yg bukunya jd motor gerakan kebaikan >> #100pahlawantarbiyah
25. orang yang membiayai program-program kebaikan, donatur bagi kegiatan dakwah >> #100pahlawantarbiyah
24. para qori' yg suaranya dibutuhkan masyarakat, di berbagai kegiatan utk menggugah hati akan keindahan Al Qur'an >> #100pahlawantarbiyah
23. Khatib yg khutbahnya menyentuh masyarakat, menggugah hati dan perasaan pendengar untuk berubah ke arah kebaikan >> #100pahlawantabiyah
22. Para atlet dan guru olahraga yang senantiasa berprestasi dan mendidik masyarakat untuk sehat dan qowiyul jism. >> #100pahlawantarbiyah
21. para pegiat kemansiaan, pekerja sosial yang diutus di daerah bencana hingga ke daerah konflik dan Palestina >> #100pahlawantarbiyah
20. Para WNI yg berjuang belajar /studi di Negeri lain untuk membangun negeri ini kelak dengan teknologi dan kepakaran #100pahlawantarbiyah
19.Syuhada, veteran, yg berjuang bebaskan negeri ini dr penjajahan asing hingga negeri ini merdeka & terbuka utk dakwah #100pahlawantarbiyah
18. Para pejuang RI yg tak tertulis & tak disebut dalam pusara dan gelar "pahlawan" agar negeri ini barokah untuk umat #100pahlawantarbiyah
17. Para du'at penyebar agama sejak awal hingga era kemerdekaan, era demokrasi liberal, terpimpin, orla dan orba. #100pahlawantarbiyah
16. para duat yang turut membuka pintu gelora reformasi di Indonesia dan negeri2 lain agar berubah ke arah kebaikan #100pahlawantarbiyah
15. orang yg merekrut kita, mengajak pertama kali ke arah kebaikan. tak terduga perkenalan dgn dia, membuat istiqomah #100pahlawantarbiyah
14. Semua profesi dan pekerjaan yang mendukung dakwah dan membela umat, baik kecil sampai besar, baik jauh atau dekat #100pahlawantarbiyah
13. Petugas dakwah yang bekerja di balik layar untuk mengembangkan kreativitas dan menjaga asholah kemurnian >> #100pahlawantarbiyah
12. Kaum Cerdik cendikia tempat kita belajar, seminar, training untuk kapasitas diri dan ummat dan terus belajar #100pahlawantarbiyah
11. kaum Ulama, fuqoha, 'Alim dan halihin yang kita belajar tentang ilmu agama kepadanya #100pahlawantarbiyah
10. Murid-murid, mutarabbi dan anak-anak shalih kita, yang selalu mendoakan agar terus istiqomah dalam kebaikan #100pahlawantarbiyah
9. Seluruh guru SMP-SMA – Kuliah yang mendidik kita saat remaja – dewasa hingga kita berilmu dan berkapasitas #100pahlawantarbiyah
8. Seluruh guru SD yang mengajari kita menulis, membaca dan berpengetahuan dasar dan mendidik nilai2 kebaikan #100pahlawantarbiyah
7. Seluruh Guru TK / PAUD yang mengajari kita membaca, menyanyi dan berhitung #100pahlawantarbiyah
6. Istri dan / suami kita yang mendampingi kita dalam perjuangan dakwah, mengarungi bahtera keluarga pejuang #100pahlawantarbiyah
5. Ibunda & ayahanda, Orang tua kita yg telah melahirkan, membesarkan, mendidik & merestui kita utk aktif berjuang #100pahlawantarbiyah
4. Muassis, perintis dakwah di perkotaan dan perdesaan. Di sekolah dan kampus, di kantor dan di mana-mana #100pahlawantarbiyah
3. Mujahid mujahidah dakwah yang telah mendahului kita yang amal dakwahnya terasa hingga sekarang dan masa depan #100pahlawantarbiyah
2. Para qiyadah (pemimpin) yg memimpin dan memikirkan da'i, keluarga da'i, umat & bangsa ini, dimanapun mereka berada #100pahlawantarbiyah
1. Para Murobbi / Murabbiyah yang gigih berjuang metarbiyah kita kemarin, sekarang dan insya Allah hari-hari kedepan #100pahlawantarbiyah
Alhamdulillah tuntas sudah #100pahlawantarbiyah yg didedikasikan untuk semua.Mari kita sampaikan salam, rasa terima kasih, dan doakan mereka
sumber: http://www.islamedia.web.id/2011/11/siapakah-mereka-100pahlawantarbiyah.html
Kultwit @netty_heryawan: Membangun #Keluargaku Syurgaku
| Rating: | ★★★★ |
| Category: | Other |
Islamedia - Karena ada permintaan beberapa sahabat di tweetland ini, saya coba cerita aja ya pengalaman pribadi membangun keluarga yang sekarang masuk 21 tahun perjalanannya.
1, Pernikahan yang kami bangun berdiri di atas visi bahwa pernikahan yang dilakukan berdimensi dunia dan akhirat.
2, Artinya, pasangan (suami/istri) di dunia harus menjadi pasangan (suami/istri) di akhirat/kehidupan setelah kematian kelak.
3, Dengan prinsip itu, kami berpikir bahwa tidak boleh ada masalah besar apalagi masalah kecil yang mampu memporakporandakan keluarga kami.
4, Apakah tidak pernah ada masalah? Pasti ada, hanya kita punya kesepakatan bahwa satu sama lain harus berusaha menyelesaikan masalah.
5, Caranya, apapun masalahnya serta siapapun yang memulai, masing-masing harus proaktif mengakhiri dengan cara saling berlomba menyapa lebih dulu.
6, Jadi, tidak ada yang pernah kuat berlama-lama mendiamkan/bermusuhan apalagi dituntaskan sampai 3 hari sebagaimana yang dibolehkan.
7, Suami saya berprinsip bahwa menikah bukan untuk membuat istri sengsara, sedih, tertekan, dan sebagainya. Justru berniat ingin membahagiakan.
8, Akhirnya, pola relasi yang dibangun adalah kemitraan atau taawun (prinsip saling tolong-menolong) sebagaimana yang disebut di dalam Al-Quran.
9, Oleh karena itu, kelancaran komunikasi selalu dibangun. Tidak boleh ada hambatan berkomunikasi antara suami-istri.
10, Ehem, makanya tidak pernah berlalu satu haripun, kecuali ungkapan "I love you" dari mulut masing-masing baik dari saya maupun suami.
11, Ada fleksibilitas dalam membagi peran di rumah. Tatkala tidak ada yang membantu saya mengerjakan pekerjaan RT, suami turun tangan.
12, Setiap pulang beraktivitas/mengajar malam hari, suami mencucikan pakaian kami sekeluarga. Esok hari, saya tinggal menjemurnya.
13, Ketika saya sakit atau sibuk menyiapkan keperluan anak-anak bersekolah, suami langsung mengantri bersama ibu-ibu di tukang sayur untuk berbelanja.
14, Suami juga terbiasa memandikan dan menyuapi anak-anak di pagi hari. Anak-anak suka disuapi bapaknya karena potongan lauknya besar.
15, Setiap kali saya melahirkan, suami saya dengan setia mendampingi di sisi, baik mengusap saat kontraksi atau membesarkan hati.
16. Suami berpendapat bahwa mendampingi istri saat mlahirkan akan menambah rasa cinta dan hormat kepada istri dan kaum perempuan lainnya.
17, Termasuk dalam mengasuh dan membesarkan anak, saya dan suami biasa berbagi tugas. Jika saya sibuk, suami yang kontak dan memantau anak-anak.
18. Sebagai bapak, suami punya prinsip yang sangat melegakan bahwa anak terus tumbuh dan berkembang. Jangan pernah underestimate terhadap anak.
19, Anak-anak tak pernah dibebani dengan prestasi akademis lewat urutan ranking. Jika ambil rapor yang ditanya bagaimana akhlak anak di sekolah.
20, Prinsip kami dalam membesarkan dan mendidik anak dengan 3 pendekatan: otoritatif, demokratis, dan edukatif.
21, Otoritatif: sesekali kami gunakan otoritas sebagai orang tua tapi tidak semua urusan harus diselesaikan dengan gaya atasan-bawahan.
22, Demokratis: sesekali kami berikan kebebasan kepada anak untuk menentukan pilihan-pilihannya secara sadar dan bertanggungjawab.
23, Tapi perlu juga pendekatan edukatif; kami harus memberikan penjelasan, pengertian, dan alasan mengapa ini boleh, itu tdk boleh, dan lain-lain.
24, Jadi, tradisi berdiskusi, berdialog, sudah terbangun diantara anggota keluarga, suami, istri, orang tua dan anak sejak dini.
25, Sebagai contoh, si sulung memutuskan masuk IPS (waktu SMA), bapaknya tidak setuju, ia menjelaskan dengan detil alasannya, akhirnya kami menerima.
26, Dengan nilai-nilai (agama) yang ditanamkan, anak-anak pun tumbuh menjadi anak-anak yang sederhana, mandiri, dan terlibat dalam kegiatan orang tuanya.
27, Saya dan suami belajar dari karakter anak-anak yang satu sama lain berbeda, yang laki dan perempuan, yang sulung, tengah, dan bungsu.
28, Anak-anak tidak pernah memaksa untuk dibelikan sesuatu karena tuntutan status atau lingkungan pergaulan. Mereka menerima uang saku sesuai kesepakatan.
29, Jika diberikan lebih, mereka menolak. Setiap kali diberi tambahan oleh si bapak, anak-anak bertanya apakah asal uang tersebut halal?
30. Suami sangat mendukung aktualisasi diri untuk saya, istrinya sehingga sampai hari ini saya didorong untuk menyelesaikan studi S3.
31, Saya dan suami saling belajar, suami tak sungkan bertanya dan meminta pendapat karena yang terpenting satu sama lain saling menghormati.
32, Begitulah selama ini perjalanan keluarga kami, tak ada yang istimewa namun semua kami jalani dengan satu harapan terindah.
33, Yaitu, berkumpulnya kembali saya, suami, dan anak-anak sebagai satu keluarga utuh di akhirat kelak.
34, Masih banyak sebenarnya sisi-sisi lain dari bangunan keluarga kami, insya Allah akan saya sambung dengan topik yang berbeda.
35, Sebagai introduksi saja, si sulung sekarang menimba ilmu di Fisip UI jurusan Ilmu Politik, yang kedua di ITB Jurusan SBM, adiknya di SMA 3.
36, Yang lainnya, di SMP dan SD Mutiara Bunda. Hatur nuhun sudah menyimak. Mohon nasihat dan masukan untuk keharmonisan yang lebih indah.
37, Masih banyak pasangan/ortu yang senior/sepuh, harmonis, dan berhasil mendidik anak, kami masih harus terus belajar. Terima kasih.
sumber: http://www.islamedia.web.id/2011/12/cerita-indah-nettyheryawan-membangun.html
Subscribe to:
Posts (Atom)