| Start: | Jul 4, '09 11:00p |
| Location: | GBK senayan |
kita putihkan(?) GBK dengan semboyan... LANJUTKAN!
| Start: | Jul 4, '09 11:00p |
| Location: | GBK senayan |
Saat ini, nama Linux tidak hanya digunakan untuk menyebut kernel, namun juga sistem operasi yang lengkap. Bahkan Linux juga digunakan untuk menyebut distribusi (gabungan sistem operasi dan berbagai aplikasi) atau distro Linux. Contoh distro Linux urut abjad: BlankOn, CentOS, Debian, Fedora, Gentoo, Mandriva, Mint, Nusantara, openSUSE, RedHat, Slackware, Ubuntu, Xandros, dan lain-lain.
Richard Stallman, pendiri Yayasan Free Software, mengusulkan penulisan sistem operasi Linux adalah GNU/Linux atau GNU-Linux, karena sistem operasi Linux berisi kernel Linux dan beberapa program dari projek GNU. Ada yang tidak setuju dengan Stallman, karena ada program pada sistem operasi Linux yang bukan dari projek
GNU.
Open Source adalah istilah untuk software yang source code-nya (kode programnya) disediakan oleh pengembangnya untuk umum (terbuka) agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut, dan disebarluaskan. Jika pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan Open Source, meskipun tersedia kode programnya.
Open Source merupakan salah satu syarat free software. Free Software pasti Open Source Software, namun Open Source Software belum tentu Free Software. Contoh Free Software adalah Linux. Contoh Open Source Software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi Free Software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak Free Software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi Open Source Software BSD-like dapat diubah menjadi tidak Open Source. FreeBSD (Open Source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak Open Source). www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi Open Source.
Apa bisa ya, linux mengalahkan Windows dan menjadi tren OS??
Kemarin wisuda tahap 3 di IPB.. dua hari sebelumnya seorang sahabat yang kurindukan menghubungiku.. katanya dia akan ke Bogor untuk menemani wisuda suaminya yang seangkatan dengan kami (hebat juga tuh orang, padahal baru bulan Feb sy wisuda S1, eh sekarang dia dah wisuda S2 aja...). seneng banget rasanya maklum dah 2 tahun ga ketemu, sejak dia ikut suaminya pindah ke Yogyakarta. Padahal dah sepakat untuk ketemu di Bogor (mabit bareng di kosan seorang sahabat).. ingin berbagi cerita selama ini, face to face, juga kangen sama aya (anaknya)..
Tapi takdir berkata lain.. huhu.. ibuku tiba2 sms, meminta untuk membatalkan rencana pergi ke Bogor, karena ada hal penting yang harus segera di selesaikan... yaaa... akhirnya batal deh ketemuan sama sobatku itu.. padahal kangeeeen banget. Sekarang dia dah balik ke Jogja lagi.. kapan ya kita bisa ketemu lagi? Karena setelah ini ia akan ikut suaminya melanjutkan study di negeri Jiran.. Berapa tahun lagi ya? Setahun? Dua tahun? Lima tahun? Ato sepuluh tahun? Kangeeen...
Duh sahabatku… kalo bicara tentang sahabat, apakah arti sahabat?
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya,
karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati,
namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya.
Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun
ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ada yang bisa menambahkan?