Thursday, 3 January 2013
#3 Tiga ratus ribu
Wednesday, 2 January 2013
#2 Menulis untuk diri sendiri
― Pramoedya Ananta Toer
Tuesday, 1 January 2013
#1 Catetan kecil Semangat besar (5 cm.)
jangan menempel, biarkan dia MENGGANTUNG, MENGAMBANG 5 cm di depan kening kamu.
jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa
Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain. Manusia melepaskan sesuatu dari manusia lain . manusia menjadi manusia karna manusia lain atau mungkin ada juga manusia yg menjadi manusia kembali karna manusia lain.
Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.
Sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak mudanya sering bertualang di hutan , gunung dan lautan.
Kata Socrates : Orang yg paling bijaksana adalah orang yg mengetahui bahwa dirinya tidak tau.
Friday, 28 December 2012
Kebahagiaan yang sederhana
Bahagia itu sederhana,
Bahagia itu mudah diciptakan,
Tapi mungkin bahagia juga mudah hilang.
Selama diri kita bertekad untuk bahagia, maka kita akan dapatkan kebahagiaan itu...
Karena kitalah kuasa atas diri kita
Dan Allah maha pemberi kebahagiaan.
Semua orang kantor yang kutemui hari ini menampakkan guratan bahagia pada wajah yang berseri..
Entah karena rejeki yang berlimpah, waktu yang luas, atau keinginan yang terpenuhi... aku tidak tahu
Yang aku tahu,
Supir jemputan penggantiku bahagia karena mengantar kami ke kantor dan pulang dengan selamat.
Meskipun ia harus berangkat dari depok dan pulang ke depok demi menjalankan tugasnya yang basisnya di Ciledug.
Yang aku tahu,
tukang-tukang jualan gorengan itu bahagia karena dagangannya laris.
Meski untungnya tidak seberapa.
Yang aku tahu,
teman jemputanku bahagia bisa mentraktir aku makan di tempat makan favorit.
Meski aku belum pernah balas mentraktirnya.
Yang aku tahu,
Adik-adikku bahagia karena aku membawakannya oleh-oleh dari kantor.
Meski hanya sekerat roti.
Yang aku tahu,
Aku bahagia telah menyelesaikan 7 technical note armor.
Meski awalnya aku mengerjakan dengan terpaksa.
Bukankah kebahagian itu tidak hanya ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita cintai. Tapi juga ketika kita mencintai apa yang kita kerjakan, meski berat.
Dan kebahagian sederhanaku adalah... hari ini aku bahagiaaa
karena aku lulus mata kuliah matematika terapan.
Meski nilainya belum tentu bagus.
Happiness is simple :)
Tuesday, 11 December 2012
Semangka
Dan kita tidak akan sendiri di titik ini karena Allah akan selalu mengirimkan Malaikat-Nya untukk kita :)
Jadi ingat tausiyah mas'ul di kampus...
Seberat apapun pekerjaan yang kita lakukan, asalkan kita ikhlas maka akan terasa ringan. Juga sebaliknya, seringan apapun pekerjaan yang kita lakukan jika tidak ikhlas, maka akan terasa berat.
Yup! ikhlas itu kuncinya.
Rabb... anugerahkan keikhlasan dan kesabaran dalam tiap langkah kami...
Semangka! *semangat karena Allah*
Saturday, 18 August 2012
[I'tikafku] Tahun depan harus lebih baik
Ramadhan telah pergi,
Itikaf tahun ini pun telah berakhir...
Dan aku masih termangu di sini dengan lembaran target yang telah kutulis...
Ahh... ternyata target-targetku belum tercapai sepenuhnya...
Rencana untuk beritikaf full di tahun ini ternyata belum bisa terealisasi
Beragam hal yang harus dikerjakan di kantor membuat saya mengurungkan niat untuk cuti
Menjadi musafir *bolak balik masjid-kantor-masjid-kantor* pun menjadi pilihan
Sambil tetap berusaha menyelesaikan target dengan sisa waktu dan tenaga ini
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang saya hanya memprioritaskan itikaf pada malam-malam ganjil saja, kali ini saya berusaha beritikaf di setiap malam di 10 hari terakhir Ramadhan... meski akhirnya belum bisa full 10 malam. Semoga tahun depan bisa itikaf full dan lebih berkualitas. Karena itikaf adalah kebutuhan kita akan Allah... seperti yang disampaikan oleh Dr. Nazarudin Umar dalam sebuah kajian Dhuha *redaksi dengan bahasa saya sendiri*,
Apakah yang kau kejar? apakah yang kau butuhkan?
Kau butuh Allah atau Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar hanyalah mahluk, sedangkan Allah adalah maha berkuasa atas segalanya.
Jika yang kau kejar adalah Allah, maka Lailatul Qadar akan mengikutimu, dan kau akan mendapatkannya. Jadi janganlah terpaku untuk mengejar lailatul Qadar, tapi beribadahlah karena kau butuh Allah... maka kau akan mendapatkan Lailatu Qadar.
Jika kau memang butuh Allah, tentu kau tidak akan menyianyiakan waktu 10 hari terakhir Ramadhan ini. Lailatul Qadar bisa datang setiap saat.
Jika pada malam ganjil... pada malam ganjil menurut siapa? padahal di negeri ini menentukan awal puasa saja sudah berbeda, dapatkah kau menentukan malam ganjil yang sebenarnya... padahal kita hanya bisa berijtihad dimana kebenaran hakiki hanyalah milik Allah..
Jika pada waktu malam... pada malam di belahan bumi mana? jika Allah ingin menurunkannya pada malam di belahan bumi Amerika, tentulah di sini siang hari...
Yang bisa kita lakukan adalah terus mendekat kepada-Nya di waktu paling istimewa di Bulan suci ini. Maka Dialah yang berkehendak memilih hamba-hamba Nya untuk berada dalam ibadah optimal pada Lailatul Qadar ini...
Pada itikaf kali ini Allah berkenan mempertemukan saya kembali dengan Bu husni (kusrimining) yang berbagi semangat lewat ceritanya. Seorang ibu dari 3 anak yang semangat nya tidak kalah dengan pemuda. "Usia boleh tua, tapi semangat berbuat baik jangan kalah sama anak muda." katanya padaku. Keren! padahal usianya sudah tidak muda lagi dan anak-anaknya sudah menjadi para pemuda tangguh. Fastabiqul khairat...
Bahkan untuk itikaf ini, beliau yang bekerja sebagai tukang jual sarapan di stasiun setiap harinya rela untuk tidak berdagang dan tidak melayani pesanan di 10 hari terakhir ini. Padahal untuk catering, ini tergolong waktu-waktu yang banyak order. Tapi baginya ibadah ini jauh lebih penting dari apapun. Akupun sempat bertanya, "kalau tidak jualan berarti tidak ada pemasukan dong bu..."
"Saya sudah menabung untuk ini selama 11 bulan, agar saya bisa beribadah dengan tenang dan kebutuhan sehari-hari bisa ter-cover."
"Waaa...." sayapun takjub. "rezeki itu muncul dari jalan yang tak terduga, Lia. Insya Allah, Dia akan selalu mencukupi kebutuhan kita yang sungguh-sungguh berusaha dan beribadah." katanya yakin.
Hmmm... benar juga, Allah pasti tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya yang berusaha mendekat pada-Nya.
"Lalu bagaimana dengan suami dan anak-anak ibu? tanyaku lagi.
"Mereka itikaf di masjid dekat rumah, kebetulan disana disediakan makan sahur dan buka puasa. Kebutuhan mereka lainnya sudah saya siapkan sebelum Ramadhan. Termasuk kebutuhan untuk Idul Fitri."
Huaaaa.... Kereeen Saya jadi malu sendiri
Semoga tahun depan bisa itikaf dengan lebih baik secara kualitas dan kuantitas
Terima kasih kepada Bu husni yang telah berbagi tips, cerita, dan semangat kepadaku.
Juga kepada Mba Ida, Tia, Melly, dan Fahri atas kebersamaan beritikaf di masjid megah ini, Masjid At-Tin Jakarta.
Kepada teman-teman yang membaca tulisan ini, saya ucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H
Semoga semangat Ramadhan senantiasa mengiringi kita hingga bertemu dengan Ramadhan selanjutnya
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin
=Lia Aprilia=
Friday, 10 August 2012
Why do we fall?
Sebuah kalimat yang diucapkan Thomas Wayne ini melekat kuat pada ingatan saya. Menurut saya kalimat ini inspiring banget. Apalagi mendengar lanjutan kalimat ini:
- Bruce Wayne: I wanted to save Gotham. I've failed.
- Alfred: Why do we fall, sir? So that we can learn to pick ourselves up.
- Bruce: You still haven't given up on me?
- Alfred: Never.


