Thursday, 3 January 2013

#3 Tiga ratus ribu

Baru kali ini dapet angpau tahun baru. Aneh. Tapi rejeki memang gak boleh ditolak ya? 
Jumlahnya memang tidak banyak, tapi menerima 3 lembar uang seratus ribu ini membuatku sangat bersyukur. Sangat bersyukur....
Hingga teman di sampingku bertanya, "kenapa senyum-senyum Li? seneng amat kayaknya..."
"Enggak. aku seneng aja dapet uang ini." jawabku singkat.
"Sampe segitunya...cuma tiga ratus ribu..." kata temenku penasaran. Dan aku tersenyum :)


Menatap 3 lembar uang ini di tangan kiriku membawa pikiranku ke waktu seminggu lalu. Saat ibu memberiku 3 lembar uang seratus ribu untuk membayar upah mingguan kang dadang, tukang bangunan yang bekerja pada kami. Aku cukup terkejut karena selama ini tidak tahu berapa bayaran mereka (tukang bangunan) yang bekerja disini.
"Ini gak salah ma? kok beda? Kang jono 450 dan kang dadang 300 rb?" tanyaku memastikan.
"Memang segitu... kan kang dadang gak masuk 2 hari jadi ya segitu." jawab ibuku. 
Dan aku jadi berhitung sendiri... hari kerja ada 6 hari perminggu. Upah full dapet 450 ribu. Berarti seharinya 75 ribu! belum lagi kalau tidak masuk, entah karena sakit atau apapun... pasti akan berkurang karena bayarannya dihitung perhari. Waaa...

Aku jadi miris. Nilai 75 ribu itu didapat dengan bekerja seharian penuh, dengan bermandikan keringat dan terik matahari. Terkadang harus terluka juga meski hati-hati. Benar-benar jauuuh lebih letih dibanding pekerjaanku. Dan aku masih mendapat gaji full meski aku tidak masuk beberapa hari karena sakit atau izin... Saat itu aku benar-benar sangat bersyukur atas gaji yang kudapat, meski...

Dan perasaan itu berubah menjadi haru saat kulihat ekspresi kang dadang saat kubilang, 
"ini upah kang dadang untuk minggu ini. Jumlahnya 300 ribu ya? kata mama karena 2 hari akang gak masuk kerja." kataku hati-hati...
"Iya neng. makasih banget ya... makasih." katanya dengan wajah yang berubah berseri-seri.
Melihat ekspresi itu jadi menyadarkanku akan nilai si 3 lembaran uang merah itu. Ternyata itu bisa jadi sangat berarti...

Aku jadi belajar untuk menghargai berapapun pendapatan yang kudapat. Dan berjanji menggunakannya dengan lebih baik lagi. Seperti hari ini... aku masih bisa merasakan ekspresi kebahagian tulus itu saat menerima upah 300 ribunya. Persis seperti 3 lembar seratus ribu di tanganku ini, yang kuterima pagi ini. Alhamdulillah... terima kasih ya Allah, telah memberikan hikmah 300 ribu ini. Semoga bisa jadi pengingat untuk terus mensyukuri karunia-Mu.


Tulisan #3 @30HariBercerita

Wednesday, 2 January 2013

#2 Menulis untuk diri sendiri


"Seseru apa pun pekerjaan menulismu, sempatkanlah menulis untuk dirimu sendiri..." (terlalurisky.blogspot.com)

Baca tulisan itu bikin saya tersentak, dan ngerasa itu gue banget!
Jujur saya ngerasa gak produktif banget nulis blog (baca: menulis untuk diri saya sendiri) sejak awal tahun lalu. Sampai-sampai rekam perjalanan saya selama di kampung inggris (des 2011 - jan 2012) gak sempet saya tulis. Eh ada deh, cuma satu tulisan di penghujung hidup blog lama saya yang bakalan ditutup, hiks... Selama setahun ini bisa dihitung cuma posting beberapa tulisan, kebanyakan juga notes (blogger macam apa itu kebanyakan posting notes?).

Sebenernya itu bukan berarti saya bener-bener gak nulis, tapi saya merasa menulis saya sudah terwakili dengan menulis paper dan laporan penelitian di kantor. Dan saya menikmati pekerjaan itu, meski saya bukan peneliti atau perekayasa atau juga jenis PNS lainnya yang bisa mendapatkan kum/poin dari tulisan yang dibuat. Saya cuma merasa itu pekerjaan yang sangat seru. Sayapun terlarut dalam larutan itu, eh maksudnya dalam aktivitas itu.

Setelah masuk kuliah, aktivitas ngeblog saya pun turun hingga cuma 10%! bayangin dong, buka blog aja gak sempet, apalagi blogwalking ke para sahabat dan nulis postingan. sighh... parah amat yak? maklumlah kuliah sambil kerja. Di tempat kerja dikejar-kejar nulis paper dan technical note. Di kampus pun dikejar-kejar nulis paper dan presentasi. Kadang kangen masa-masa semangat nulis blog, blogwalking, saling sapa, blogshare....
Meski saya mengerti keadaan saya, tapi rasanya ada yang hilang selama ini. Semua yang saya pikirkan, yang saya rasakan, tidak sempat saya ungkapkan... bikin pikiran makin beku!

Membaca penggalan kalimat di atas, menyadarkan saya bahwa memang harus meluangkan waktu untuk menulis. Bukan menulis paper yang akan dikirim ke jurnal internasional. Bukan technical note yang akan menuai pujian leader. Bukan laporan penelitian yang akan membuat decak kagum tim penilai. Tapi tulisan untuk diri kita sendiri. Sebuah ungkapan jiwa yang bahasanya bersumber dari hari sehingga getarannya akan sampai di hati sang pembaca, atau bahkan kita akan merasakan iramanya lagi saat membaca kembali tulisan itu. 
Menulis adalah sebuah refreshing. Bahkan menulis bisa meredakan gangguan emosi. Menulis adalah jalan untuk keabadian.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramoedya Ananta Toer



Semoga ikut dalam @30HariBercerita bisa membangkitkan kembali semangat menulis untuk diri sendiri

Tulisan #2 @30HariBercerita

 

Tuesday, 1 January 2013

#1 Catetan kecil Semangat besar (5 cm.)

Yey! akhirnya kemaren berhasil juga nonton film 5 cm. (pake titik yaa..) bersama adik-adik dan teman tersayang. Kereeen!

Sebenernya udah lama banget ngarepin novelnya Donny Dhirgantoro ini bakal dibuat movie-nya. Kalo gak salah sih daku baca novel ini tahun 2010. Sukaaa banget sama quotes yang ada di novel ini, juga pemandangan alamnya (baca sambil ngebayangin lokasi ceritanya), oh Mahameru.... negeri di atas awan, tempat para dewa. Berharap suatu saat bisa main air di Ranu Kumbolo dan merayap sampai puncak para dewa itu :)


Kalau baca novel yang isinya banyak quotes bagua biasanya daku suka tulis ulang dan posting di blog. Biar gampang kalo butuh recharge energy (apaan coba?). Sebenernya dulu daku udah tandain semua quotes yang ada di novel itu, tapi novelnya keburu ilang, hiks... entah dipinjem gak dibalikin atau nyelip kemana. Yang pasti setelah nonton movie 5 cm ini jadi kepikiran untuk posting quotes ini. Setelah bertanya pada Om Google dan ngubek-ngubek blog orang, dapet deh segini quotesnya:

Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu.
jangan menempel, biarkan dia MENGGANTUNG, MENGAMBANG 5 cm di depan kening kamu.
jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.

Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, 
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…

Kemudian yang kamu perlukan hanyalah: 
kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
leher yang akan lebih sering melihat ke atas,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa

Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup..
Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan, tetapi diperjuangkan.

Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan. kalo lo d kritik, buat cetak biru di pikiran lo. kalo kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yg mungkin telah mengorbankan rasa ga enaknya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata untuk apa? hanya untuk membuat diri kita lebih baik. itu aja..

Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain. Manusia melepaskan sesuatu dari manusia lain . manusia menjadi manusia karna manusia lain atau mungkin ada juga manusia yg menjadi manusia kembali karna manusia lain.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak mudanya sering bertualang di hutan , gunung dan lautan.

Kata Socrates : Orang yg paling bijaksana adalah orang yg mengetahui bahwa dirinya tidak tau. 

Apa yg lo mau, lo kejar aja. taruh di kepala lo terus, jgn sampai lepas.

Jangan percaya sama hoki. apa yg kamu raih bkn karna kamu hoki, tapi kerja keras kamu slama ini yg telah kamu tanam dengan terus tekun dan pantang menyerah dalam menjalankannya.


Pas banget jadi tulisan di awal tahun 2013.
Keep our dreams alive, and we will survive...


Nb: kalo novelnya udah ketemu bakalan daku update lagi. Tapi kalau yang mau nambahin, terima kasih banget :)
Tulisan #1 @30haribercerita

Friday, 28 December 2012

Kebahagiaan yang sederhana

Bahagia itu sederhana,
Bahagia itu mudah diciptakan,
Tapi mungkin bahagia juga mudah hilang.
Selama diri kita bertekad untuk bahagia, maka kita akan dapatkan kebahagiaan itu...
Karena kitalah kuasa atas diri kita
Dan Allah maha pemberi kebahagiaan.

Semua orang kantor yang kutemui hari ini menampakkan guratan bahagia pada wajah yang berseri..
Entah karena rejeki yang berlimpah, waktu yang luas, atau keinginan yang terpenuhi... aku tidak tahu

Yang aku tahu,
Supir jemputan penggantiku bahagia karena mengantar kami ke kantor dan pulang dengan selamat.
Meskipun ia harus berangkat dari depok dan pulang ke depok demi menjalankan tugasnya yang basisnya di Ciledug.

Yang aku tahu,
tukang-tukang jualan gorengan itu bahagia karena dagangannya laris.
Meski untungnya tidak seberapa.

Yang aku tahu,
teman jemputanku bahagia bisa mentraktir aku makan di tempat makan favorit.
Meski aku belum pernah balas mentraktirnya.

Yang aku tahu,
Adik-adikku bahagia karena aku membawakannya oleh-oleh dari kantor.
Meski hanya sekerat roti.

Yang aku tahu,
Aku bahagia telah menyelesaikan 7 technical note armor.
Meski awalnya aku mengerjakan dengan terpaksa.

Bukankah kebahagian itu tidak hanya ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita cintai. Tapi juga ketika kita mencintai apa yang kita kerjakan, meski berat.

Dan kebahagian sederhanaku adalah... hari ini aku bahagiaaa
karena aku lulus mata kuliah matematika terapan.
Meski nilainya belum tentu bagus.

Happiness is simple :)

Tuesday, 11 December 2012

Semangka

Gak terasa sudah hampir satu semester melakoni jadi musafir Depok - Jakarta dan akhirnya balik lagi ke Tangerang. Bener-bener gak kebayang bakalan melakukan ini semua... kalau dibayangin aja rasanya beraaat banget. Tapi bener kata mba Li, kalau udah di titik ini rasanya kita punya kekuatan yang lebiiiihh... lebiihh dari yang kita bayangkan.

Dan kita tidak akan sendiri di titik ini karena Allah akan selalu mengirimkan Malaikat-Nya untukk kita :)

Jadi ingat tausiyah mas'ul di kampus...
Seberat apapun pekerjaan yang kita lakukan, asalkan kita ikhlas maka akan terasa ringan. Juga sebaliknya, seringan apapun pekerjaan yang kita lakukan jika tidak ikhlas, maka akan terasa berat.
Yup! ikhlas itu kuncinya.

Rabb... anugerahkan keikhlasan dan kesabaran dalam tiap langkah kami...

Semangka! *semangat karena Allah*

Saturday, 18 August 2012

[I'tikafku] Tahun depan harus lebih baik


Ramadhan telah pergi,
Itikaf tahun ini pun telah berakhir...
Dan aku masih termangu di sini dengan lembaran target yang telah kutulis...
Ahh... ternyata target-targetku belum tercapai sepenuhnya...

Rencana untuk beritikaf full di tahun ini ternyata belum bisa terealisasi
Beragam hal yang harus dikerjakan di kantor membuat saya mengurungkan niat untuk cuti
Menjadi musafir *bolak balik masjid-kantor-masjid-kantor* pun menjadi pilihan
Sambil tetap berusaha menyelesaikan target dengan sisa waktu dan tenaga ini

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang saya hanya memprioritaskan itikaf pada malam-malam ganjil saja, kali ini saya berusaha beritikaf di setiap malam di 10 hari terakhir Ramadhan... meski akhirnya belum bisa full 10 malam. Semoga tahun depan bisa itikaf full dan lebih berkualitas. Karena itikaf adalah kebutuhan kita akan Allah... seperti yang disampaikan oleh Dr. Nazarudin Umar dalam sebuah kajian Dhuha *redaksi dengan bahasa saya sendiri*,

Apakah yang kau kejar? apakah yang kau butuhkan?
Kau butuh Allah atau Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar hanyalah mahluk, sedangkan Allah adalah maha berkuasa atas segalanya.
Jika yang kau kejar adalah Allah, maka Lailatul Qadar akan mengikutimu, dan kau akan mendapatkannya. Jadi janganlah terpaku untuk mengejar lailatul Qadar, tapi beribadahlah karena kau butuh Allah... maka kau akan mendapatkan Lailatu Qadar.

Jika kau memang butuh Allah, tentu kau tidak akan menyianyiakan waktu 10 hari terakhir Ramadhan ini. Lailatul Qadar bisa datang setiap saat.
Jika pada malam ganjil... pada malam ganjil menurut siapa? padahal di negeri ini menentukan awal puasa saja sudah berbeda, dapatkah kau menentukan malam ganjil yang sebenarnya... padahal kita hanya bisa berijtihad dimana kebenaran hakiki hanyalah milik Allah..
Jika pada waktu malam... pada malam di belahan bumi mana? jika Allah ingin menurunkannya pada malam di belahan bumi Amerika, tentulah di sini siang hari...

Yang bisa kita lakukan adalah terus mendekat kepada-Nya di waktu paling istimewa di Bulan suci ini. Maka Dialah yang berkehendak memilih hamba-hamba Nya untuk berada dalam ibadah optimal pada Lailatul Qadar ini...

Pada itikaf kali ini Allah berkenan mempertemukan saya kembali dengan Bu husni (kusrimining) yang berbagi semangat lewat ceritanya. Seorang ibu dari 3 anak yang semangat nya tidak kalah dengan pemuda. "Usia boleh tua, tapi semangat berbuat baik jangan kalah sama anak muda." katanya padaku. Keren! padahal usianya sudah tidak muda lagi dan anak-anaknya sudah menjadi para pemuda tangguh. Fastabiqul khairat...

Bahkan untuk itikaf ini, beliau yang bekerja sebagai tukang jual sarapan di stasiun setiap harinya rela untuk tidak berdagang dan tidak melayani pesanan di 10 hari terakhir ini. Padahal untuk catering, ini tergolong waktu-waktu yang banyak order. Tapi baginya ibadah ini jauh lebih penting dari apapun. Akupun sempat bertanya, "kalau tidak jualan berarti tidak ada pemasukan dong bu..."
"Saya sudah menabung untuk ini selama 11 bulan, agar saya bisa beribadah dengan tenang dan kebutuhan sehari-hari bisa ter-cover."
"Waaa...." sayapun takjub. "rezeki itu muncul dari jalan yang tak terduga, Lia. Insya Allah, Dia akan selalu mencukupi kebutuhan kita yang sungguh-sungguh berusaha dan beribadah." katanya yakin.
Hmmm... benar juga, Allah pasti tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya yang berusaha mendekat pada-Nya.
"Lalu bagaimana dengan suami dan anak-anak ibu? tanyaku lagi.
"Mereka itikaf di masjid dekat rumah, kebetulan disana disediakan makan sahur dan buka puasa. Kebutuhan mereka lainnya sudah saya siapkan sebelum Ramadhan. Termasuk kebutuhan untuk Idul Fitri."
Huaaaa.... Kereeen  Saya jadi malu sendiri karena untuk itikaf dan juga Ramadhan ini, persiapan saya masih minim... tidak terencana dengan baik seperti Bu husni. Sehingga saat itikaf pun saya masih kerepotan menyelesaikan beberapa urusan duniawi


Semoga tahun depan bisa itikaf dengan lebih baik secara kualitas dan kuantitas
#FightFor

Note:
Terima kasih kepada Bu husni yang telah berbagi tips, cerita, dan semangat kepadaku.

Juga kepada Mba Ida, Tia, Melly, dan Fahri atas kebersamaan beritikaf di masjid megah ini, Masjid At-Tin Jakarta.

=======================

Kepada teman-teman yang membaca tulisan ini, saya ucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H
Semoga semangat Ramadhan senantiasa mengiringi kita hingga bertemu dengan Ramadhan selanjutnya
Taqabbalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin

=Lia Aprilia=

Friday, 10 August 2012

Why do we fall?

 "And why do we fall, Bruce?"

Sebuah kalimat yang diucapkan Thomas Wayne ini melekat kuat pada ingatan saya. Menurut saya kalimat ini inspiring banget. Apalagi mendengar lanjutan kalimat ini:

"So we can learn to pick ourselves up"

Christopher Nolan pun memasukkan kalimat-kalimat ini di trilogi Batman kerennya; Batman Begins, The Dark Knight, dan The Dark Knight Rises. Di dalam ketiga film tersebut, kalimat inilah yang memberikan kekuatan pada Bruce Wayne saat terpuruk. 


Dalam Batman Begins kita tentu ingat bagaimana desperadonya Bruce saat Ra's Al Ghul membakar Wayne Manor dan bahkan hampir membunuhnya (untungnya bisa diselamatkan Alfred). Alfred pula lah yang memberikan Bruce motivasi.
Bruce Wayne: I wanted to save Gotham. I've failed.
Alfred: Why do we fall, sir? So that we can learn to pick ourselves up.
Bruce: You still haven't given up on me?
Alfred: Never.
Kalimat ini benar-benar jadi bekal "sang kelelawar" dalam menghadapi musuh-musuh kerennya seperti Joker dan Bane.

Saat menonton The Dark Knight Rises, saya sempat putus asa (penontonpun bisa putus asa ya :D ) juga melihat Batman yang jatuh miskin dan tak berdaya dibantai Bane dan dibuang ke penjara lubang hitam (Saya bilang lubang hitam karena tidak ada jalan keluar selain di atap yang sangat tinggi, yang hampir mustahil dilewati). Dalam keterpurukannya Bruce bermimpi momen saat ayahnya menyelamatkannya dan mengatakan kalimat ini. Hasilnya? Dahsyat! dengan didorong rasa takut akan kematian (maksudnya takut melihat kematian warga Gotham City) dan tekad kuat bahwa Batman sangat dibutuhkan, Bruce berhasil bangkit. 

Sebuah kekuatan kata-kata :)