Sunday, 19 February 2012

Doa itu Santun dan Mesra


“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya padamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia mendo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada di dalam kebenaran.” (Al-Baqarah:186)


Karena desakan hajat yang memenuhi jiwa, ,keinginan-keinginan yang menghantui angan, kita lalu menjadi hamba pendoa. Hal itu tidak salah, memang kita harus memohon perkara2 besar dan mulia (surga atau pengampunan), krn tidak ada sesuatu pun yang besar bagi-Nya (Shahih Muslim No.4838)

Kita perlu berdoa dan harus terus menerus berdoa, karena doa adalah inti dari ibadah, pengejawantahan dr ketundukan dan kepasrahan tanpa syarat pada-Nya. Justru yang tak pernah memohon apapun pada Allah, maka akan jatuh pada kesombongan.


Doa adalah senjata orang mukmin.
Kita perlu berdoa dan terus menerus berdoa, karena itulah senjata paling ampuh orang2 beriman yang membuat mereka selalu kuat, tegar dan berani..

Layaknya pedang yang tajam (doa), maka perlu etika dan seni untuk menggunakannya. Karena jika kita tidak bisa menggunakannya maka bukan tidak mungkin kalau pedang tersebut justu akan melukai sang pemegang pedang (pendoa).

Kitapun disuguhi banyak ajaran tentang doa, yang katanya harus spesifik, tervisualisasi, dll. Mengenai hal itu, marilah belajar pada hamba-hamba terpilih tentang doa.

Berikut saya tuliskan kembali kultwit #doa dari Ustadz Salim A Fillah.

Hamba agung pertama adalah Musa;
Betapa payah dia berlari dari Mesir hingga Madyan, dikejar pasukan setelah membunuh. Kisah yang diabadikan Surah Al Qashash itu amat indah; bahwa dalam lelah & gelisah Musa tetap tergerak menolong sesama. Ada 2 putri Syu'aib yang tersebab kehormatan diri tak ingin berdesak-desak, menunggu giliran memberi minum ternak. Maka Musa, yang walau perkasa tapi tenaganya tinggal sisa-sisa, menolong kedua gadis mulia itu dengan begitu ksatria. Seusainya, Musa bernaung di tempat yang agak teduh. Para Mufassir menyebutkan; dia begitu lapar & memerlukan makanan. Tapi apakah kemudian Musa berdoa secara detail, spesifik, & divisualisasikan atas apa yang dia hajatkan? Mari kita simak.


Musa berdoa: "Rabbi, inni lima anzalta ilayya min KHAIRIN faqiir.. Duhai Rabbku, sungguh aku terhadap yang Kau turunkan padaku dari antara KEBAIKAN; aku amat faqir, amatlah memerlukan." {QS 28: 24}.
 
Kalimat doa-nya dipilih dengan indah. Musa tidak menyebut hajatnya yang amat jelas; lapar. Musa tak menyebut kebutuhannya yang sangat mendesak; makanan. Dengan amat santun & mesra; dia mohon pada Rabb-nya kebaikan. Dia tahu Allah lebih mengetahui yang terbaik baginya. Maka apa sajakah yang diterima Musa dari Allah atas doa yang tidak detail, tidak spesifik, & tidak tervisualisasi ini? Musa bukan hanya mendapat makan atas laparnya; tapi juga perlindungan, bimbingan, pekerjaan, bahkan kelak istri & kerasulan. Betapa Allah Maha Pemurah. Ddoa hambaNya yang santun & sederhana; dijawab dengan limpahan karunia melampaui hajat utama.


Hamba agung kedua ialah Yunus, 'Alaihis Salam.
Dia marah dan pergi dari kaumnya. Mari kita fahami betapa berat tugas da'wah Yunus di Ninawa. Betapa telah habis sabarnya atas pembangkangan kaumnya. Lalu diapun pergi sembari mengancamkan 'adzab Allah yang sebagaimana terjadi dahulu; pasti turun pada kaum pendurhaka. Tapi dia pergi karena ketaksabarannya sebelum ada perintah Allah. Maka Allah akan mendidiknya untuk sabar dengan cara lain. Kita tahu; ringkasnya, Yunus dibuang ke laut dari atas kapal setelah 3 kali undian muncul namanya; lalu ditelan ikan. Menurut sebagian Mufassir; ikan yang menelannya ditelan ikan lebih besar; jadilah ia gelap, dalam gelap, dalam gelap. Bahkan ikan itu membawanya ke dasar samudera.

Maka terinsyaf Yunus akan khilafnya, lalu menghibalah dia.
Bagaimana doa-nya? Apakah doa-nya detail, spesifik, & tervisualisasi; jika yang paling dihajatkan Yunus saat itu ialah keluar dari perut ikan?

Tapi doa-nya justru; La ilaha illa Anta, subhanaKa, inni kuntu minazh zhalimin; Tiada Ilah sesembahan haq selain Engkau.. Maha Suci Engkau; sungguh aku termasuk orang yang berbuat aniaya." {QS 21: 87}
Indah & mesra; penuh kerendahan hati.
Apa yang diperoleh Yunus dari doa yang amat tidak spesifik, tidak detail, & tidak tervisualisasi ini? Sungguh berlimpah!

Yunus bukan hanya dikeluarkan dari perut ikan. Dia bahkan tak perlu payah berenang karena 'diantar' sampai daratan. Dan bukan sembarang daratan! Ibn Katsir mengetengahkan riwayat; Yunus didamparkan di tanah yang ditumbuhi suatu tanaman. Ketika Yunus memakannya, tanaman itu memulihkan tenaga & kesehatannya setelah sakit & payah berpuluh hari di perut ikan & lautan. Yunus pun bugar, bersemangat dan berjanji pada Allah untuk nanti tak menyerah mendakwahi kaumnya; apapun yang terjadi. Tapi alangkah takjub penuh syukurnya dia; ketika kembali ke Ninawa, seluruh kaumnya justru telah beriman pada Allah. Doa sederhana itu diijabah; bebas dari perut ikan, selamat dari laut ke darat, tanaman pembugar, & berimanlah kaumnya!

Berkata Ibn Taimiyah; "Di antara seagung doa; ialah doa Yunus AS. Padanya terkandung 2 hal; pengagungan keesaan Allah dan pengakuan akan dosa." Sungguh untuk bermesra dengan Allah & dikaruniai nikmat agung; 2 hal dalam doa Yunus ini cukup. Memang demikianlah. Berdoa bukan cara memberi tahu Allah apa yang kita perlukan; sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijaksana. Berdoa itu berbincang mesra; agar Allah mengaruniakan yang terbaik untuk kita dengan ilmu & kuasaNya yang sungguh Maha.

Di atas soal 'boleh-tidak boleh'; ada perbincangan tentang Adab kepada Allah SWT; hingga para 'ulama memuji doa Adam AS. Doa dengan kalimat imperatif (mengandung Fi'lul Amr/kata kerja perintah) sesungguhnya tak terlarang; tapi Adam ajarkan Adab.
"Rabbana zhalamna anfusana, wa IN LAM taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.. Duhai Rabb kami, kami telah menganiaya diri sendiri; ANDAI Kau TAK ampuni & sayangi kami; sungguh kami pastilah termasuk orang merugi."

Doa indah itu menghiba; merendah, mengakui lemah, fakir, salah dan bernodanya diri, disertai mengagungkan keesaan Allah.

Sekali lagi; saya (Salim A Fillah) tak hendak mengatakan bahwa doa detail, spesifik dan tervisualisasi itu dilarang. Hanya, kita bicara Adab. Mungkin boleh, -mungkin-; Tapi dari sisi Adab; kita khawatir tak medapati tuntunannya dari insan-insan mulia yang doa-nya diabadikan oleh Al Quran.

Sebagai penutup, mari simak lagi doa seorang ahli ibadah yang detail, spesifik, & tervisualisasi. Ibn 'Athaillah pengisahnya. Seorang 'Abid berdoa mohon pada Allah agar dikaruniai 2 potong roti tiap hari tanpa harus bekerja; sehingga dengannya dia bisa tekun beribadah. Dalam bayangannya, jika tak berpayah kerja mengejar dunia, ibadahnya kan lebih terjaga. Maka Allah mengabulkan doa-nya dengan cara yang tak terduga; ia ditimpa fitnah dahsyat yang membuatnya harus dipenjara.

Allah takdirkan di penjara dia diransum 2 potong roti; pagi & petang. Tanpa bekerja. Diapun luang & lapang beribadah. Tapi apa yang dilakukan si 'Abid? Dia sibuk meratapi nasibnya yang terasa nestapa di penjara; "Mengapa ini terjadi?" Dia tak sadar bahwa masuk penjara adalah jalan ijabah atas doa-nya yang detail, spesifik, & tervisualisasi; 2 roti/hari.

Kalau kata Ustadz Anis Matta, Kalimat2 yg kita gunakan dlm doa memanifestasikan titik paling dalam dr kesadaran ubudiyah kita. Bisakah kita menyerap kekuatan dr kepasrahan??
Karena berdoa mengajarkan kita bgmn menyerap energi dr ketundukan, kekuatan dr kepasrahan, kemuliaan dr penyerahan diri, keberanian dr kekhusyukan..

Mari berdoa dengan santun dan mesra... dari hati terdalam, dari kesadaran ubudiyah kita
Meminjam kata2 Ustadz Salim lagi,

Teruslah berdoa.. hingga bukan hanya isi doanya, tapi doa itu sendiri yang menjadi hajat & nikmatnya menghamba padaNya 

Monday, 13 February 2012

Zupa Soup


Description:
sukaaaaa banget sama zupa soup ^___^
selama ini sih kalo pengen, ya beli... tapi melihat oven di rumah nganggur (selalu) jadi kepikiran buat bikin sendiri.

nanya-nanya Bang Google, akhirnya dikasih link ke sini: http://ala-rinarinso.blogspot.com/2010/06/zuppa-soup-ala-rina-rinso.html. lumayan gampang kayaknya :D



Ingredients:
Sup Krim Jamur dan Jagung

Bahan :

2 siung bawang putih, cincang halus
1 buang bawang bombay, iris kasar.
1 kaleng jamur, potong
fillet ayam bagian paha 3 buah ( 3 paha atas dan 3 paha bawah)
2 buah jagung manis, di sisir kemudian direbus
3 sdm terpung terigu
Susu cair (misalnya susu Ultra yg plain)
Kaldu
garam, merica dan sedikit gula.
Margarin dan minyak untuk menumis
Penyedap rasa tanpa MSG (bisa di skip)

Directions:
Cara membuat :

1. Masukkan 1 sdm margarin dan 1 sdm minyak goreng ke dalam penggorengan, panaskan. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.

2. Setelah harum masukkan potongan ayam, aduk rata hingga ayam berubah warna.

3. Setelah ayam berubah warna masukkan jamur dan jagung.

4. Kemudian masukkan tepung terigu, aduk sampai rata dan matang. Tandanya sudah tidak ada lagi bentuk terigu (warna putih) di penggorengan.

5. Masukkan susu sedikit demi sedikit supaya tidak bergerindil. Jumlah cairan (susu dan kaldu) di sesuaikan dengan selera. Karena tujuanku supaya anak-anak kenyang makan dan bukan minum cairan sup, jadi aku buat krim sup-nya kental dan cenderung tidak berkuah. Tapi kalau membuat krim sup untuk di cocol dengan roti aku pilih krim sup yang berkuah banyak.

6. Setelah semuanya matang tambahkan garam, merica, dan sedikit gula. Apabila mau bisa ditambahkan penyedap rasa. Sup nya sudah siap. Sekarang tinggal di susun dengan puff pastry.

Puff pastry beli jadi di toko bahan kue Titan di jl. Fatmawati.

Caranya seperti di atas. 1 resep sup tadi itu pas untuk 10 buah aluminium foil oval personal. Pas juga dengan jumlah puff pastry yang sudah dipotong ukuran 13 x 13 sebanyak 10 lembar.

Masukkan sup ke dalam aluminium foil, kemudian tutup dengan puff pastry. Perekat bisa pake telur.

Kemudian panggang dengan suhu 180 derajat selama 15-20 menit.


Kalau sudah matang hasinya kira-kira seperti di atas itu.
Barisan yang dekat dengan tembok puff pastry-nya kurang mengembang karena panas oven tidak rata. Bagian itu kurang mendapatkan panas. Sedangkan barisan yang jauh dari tembok mengembang dengan cantik puff pastry-nya karena suhu oven pas.

Selamat memasak.

Monday, 6 February 2012

[Fotografi] Teknik Refleksi Pada Embun


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12809433
Siapapun bisa menyebut dirinya seorang fotografer di era hi-tech kamera DSLR dengan semua mode shot-canggih dan lensa. Tetapi masih ada beberapa bidang fotografi yang memerlukan pengetahuan untuk sebagian orang selain dari sisi kamera yang dipakai. seperti mengambil gambar dari tetesan air untuk menangkap adegan di belakang embun ke dalamnya. Ini salah satu seni paling sulit untuk dikuasai dalam fotografi tapi anda yang ingin mencoba Fotografi Refleksi air, inilah teknik yang mudah dan cepat.

Fokus susun adalah teknik yang sangat berguna untuk meningkatkan ketajaman saat di lapangan untuk mempertahankan tingkat menarik dari latar belakang yang blur. Fokus susun menciptakan dasar yang kuat untuk aspek teknis susun. Berbekal pengetahuan ini, kita dapat menjelajahi sebuah metode untuk memotret bunga melalui tetesan embun yang di biaskan.

Alat-alat yang diperlukan untuk membuat foto-foto ini:

kamera
lensa makro
Flash (sebaiknya off-kamera)
Tikar (opsional, tetapi dianjurkan!)
Daisy kecil, jenis bunga dengan diameter sekitar 2-3cm
Embun pagi di rumput Anda

Teknik:

1. Set flash E-TTL dan Flash Kompensasi Eksposur ke posisi normal (+1 FEC dengan 430ex). Jumlah refleksi yang Anda akan dapatkan dalam tetes embun dengan banyak bervariasi, tetapi mereka cenderung sedikit dengan bunga berwarna berukuran kecil, mungkin karena bunga kecil kurang mengambil kekuatan flash untuk tergekspos.

2. Hati-hati mengatur tikar di atas tanah dan berlutut di atasnya untuk menemukan sebuah titik embun yang menarik (sebaiknya lebih kecil dari 2mm) atau sekelompok embun.

3. Hati-hati menempatkan bunga sekitar 2cm dibelakang embun dalam posisi vertikal dan kemudian menemukan embun di jendela bidik. (Jika Anda perlu untuk memindahkan bunga, ingat: gambar dibiaskan adalah yang terbalik jika dilihat melalui embun.)

4. Pegang kamera di tangan Anda sebagai serendah yang Anda bisa. Ambil beberapa gambar sambil bergerak maju sedikit sampai Anda telah memotret seluruh rentang fokus yang berisi semua embun itu sendiri dan gambar masing-masing dibiaskan. Pastikan Anda tetap FOV yang sama diseluruh tembakan dan tidak memutar kamera saat mengambil foto.

5. Fokus susun, fokus susun dapat digunakan untuk meningkatkan ketajaman yang tersedia dilapangan menggunakan CombineZM. Anda mungkin ingin melakukan ini di mana Anda tidak bisa mendapatkan DOF yang diperlukan, tidak peduli apa aperture yang Anda gunakan, atau di mana Anda menggunakan bukaan yang cukup terbuka untuk meminimalkan pelunakan difraksi tapi masih menginginkan DOF yang signifikan.



NB. Hasil foto-fotonya bisa dilihat pada link di atas.

Academic Joy: Every Researcher has a Story to Tell


http://www.academicjoy.net/index-en.html
This is the place where experts, researchers and graduate students in science, engineering and the humanities around the world converge to tell the unique stories of their life in research in academia and industry. Here, it is about

sharing ideas with others to spread knowledge;
networking with peers around the world;
seeking help when it is necessary;
finding resources and tools for research;
telling your side of the story in innovation.

Academic Joy is an original idea of an academic who realized that behind the achievements of every reseacher there is a hidden story, an inspiring struggle, an emotional journey that should be told to the world. It is the other side of success made of obstacles, insights, failures, persistence and determination against odds.

A well known American inventor Thomas Edison (1847–1931) said in Harper's Monthly (September 1932): "Genius is one percent inspiration, ninety-nine percent perspiration". Unfortunately, the part of the story made of so much perspiration, the hidden side of the iceberg, is seldom made public. Academic Joy aims at helping researchers enjoy their time in research by sharing its inspiring moments.

In addition, to help foster a sense of community, Academic Joy invites you to join its team of experts/mentors who will provide advice and guidance to peers, graduate students and young researchers. Conversely, we encourage researchers to submit (see support page) a condensed version of their articles for a brief review, advice and recommendations from anonymous experts before any formal submission to a conference, journal or book project.

Instead of the uncomfortable "publish or perish" pressure prevailing nowdays in research circles, Academic Joy would like to propose to researchers the positive "publish and cherish" idea.

Sunday, 29 January 2012

Yuk Membuat Kamera Sendiri!


http://www.kaskus.us/showthread.php?t=12758271
-Kamera Lubang Jarum-

Bagi penggemar fotografi, alat menjadi tidak terlalu penting. Kecanggihan kamera kadang justru menjadi salah satu kendala untuk mengeksplorasi seni fotografi. Siapa sangka, sebuah foto indah bisa dihasilkjan dari sebuah kaleng.

Kamera lubang jarum menawarkan pemanjaan idealisme yang luar biasa. Sangat pantas jika KLJ digunakan sebagai kendaraan untuk pendidikan dan seni.

KLJ merupakan suatu tantangan yang baru didalam era digital ini walaupun kehadirannya sudah lama ada didunia fotografi, bahkan kamera lubang jarum adalah nenek moyang dari semua jenis macam kamera. Dengan KLJ juga kita dapat berkreasi sesuai dengan imajinasi kita dalam membuat suatu kamera.

~Cara Pembuatan~
1.Gunakan kaleng atau kotak kecil sebagai badan kamera. Kemarin yang digunakan untuk kamera adalah kaleng biskuit.
2.Keseluruhan badan kamera (interior maupun eksteriornya) di cat hitam (biasanya pake cat doff bukan yang glossy) untuk mencegah adanya refleksi cahaya
3.Buat sebuah lubang kecil di salah satu sisi sebagai jalan masuk cahaya (diafragma). Bila lubang terlalu besar, tutup lubang dengan aluminium, lalu lubangi aluminium dengan jarum.
4.Tempelkan sebuah penutup yang berfungsi sebagai rana (bisa menggunakan lakban hitam) di lubang tersebut untuk mencegah masuknya cahaya saat kita sedang tidak melakukan pemotretan. Untuk mengecek apakah lubang tersebut telah sesuai dengan yang diinginkan, kita dapat mengetahuinya dengan melihat ke dalam sisi belakang kamera.
5.Pada sisi dalam kaleng a.k.a kamera yang berhadapan dengan lubang tersebut, tempelkan juga sebuah double tape untuk menahan kertas foto (biasanya memakai lakban hitam dengan sisi yang lengket ada diluar)
6.Sebagai media perekam cahaya, kita bisa memakai film atau kertas foto. Kertas foto lebih banyak dipilih karena lebih mudah dipegang dan mudah untuk memasangnya di safelight. Sedangkan jika menggunakan film, harus dipasang pada ruang yang gelap total. Yang perlu diperhatikan, kertas foto kurang sensitif terhadap cahaya jika dibandingkan dengan film.
7.Pasang kertas foto yang akan kita gunakan, dengan cara menempelkannya pada dinding dalam kamera pada arah yang berlawanan dengan lubang jarum. Emulsinya harus terletak berhadapan dengan lubang jarum (sisi yang mengandung emulsi biasanya terasa agak lengket bila dipegang)

Note:
1. Semakin besar lubang, dan semakin lama bukaan lubang: maka citra menjadi semakin terang, tapi detilnya semakin kabur.
2. Semakin kecil lubang, dan semakin singkat bukaan lubang: maka citra menjadi semakin gelap, tapi detilnya semakin tajam.

Tuesday, 24 January 2012

Habibie, Garuda, N250 - Terima Kasih

Rating:★★★★★
Category:Other
...nangis baca ini >.<

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
(12 Januari 2012)

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya( ?), Adri Subono, juragan Java Musikindo. Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap. Sebagai "balasan" pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!). Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung. Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250. N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan.... ......... .....

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:
"Dik, anda tahu........ ......saya ini lulus SMA tahun 1954!" beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata "Dik" kemudian secara lancar beliau melanjutkan. ......... .......

"Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu Sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur....
.....Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan 'how to build commercial aircraft' bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja
program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan 'teknologi' berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusaha an strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,........ ....anda semua lihat sendiri..... ......... N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami 'Dutch Roll' (istilah penerbangan untuk pesawat yang 'oleng') berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun ke depan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi 'Fly by Wire' bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.

Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri 'apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?' Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.
Dik tahu........ ........di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia... ......... .
Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa....... .........
Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua....... ......... ....?
Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.
Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!"

Pak Habibie menghela nafas....... ......... .......

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas; Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 aKan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan "track ball atau touch pad" sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.
Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama..... ......... ... N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu......... bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir....... ......kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320. Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya. ......... ......... .
"Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia".

"Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,
Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten*
C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejeni *
D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi
dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!* Itu saja!"

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb: "Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik......... ....organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik......... ......... "

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ............ ......... ......
"Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya.......... ..saya mau kasih informasi... ........ Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu......... ......... ......"

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.... .........
......... .......seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang. Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan. ......... ......... .....
"Dik, kalian tau......... ........2 minggu setelah ditinggalkan ibu......... ...suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun....... .. Ainun ............
..... Ainun ............ ..saya mencari ibu di semua sudut rumah. Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat 'Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini......
........' mereka bilang 'Kita (para dokter) harus tolong Habibie'. Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;
1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat
mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!
2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus
berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi
obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus....... ........
3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai
Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.
Saya pilih opsi yang ketiga...... ......... ......... ...."

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa Mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie
seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ............ ......... . ia melanjutkan pembicaraannya;

"Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun....... .......dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia... ......... .
Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat.......
...... saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih Sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan.
Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia"

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung Mata........ ......... ......... ....
Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;
"Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa
kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya
menyetujui.. ......... ......... .
Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing). Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu........ ....semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat. Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain. Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif.. ......... ........"

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia
namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda
Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan
tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun
rekaman apapun.



Jakarta, 12 Januari 2012
Salam,
Capt. Novianto Herupratomo


------------
Sumber :
http://hilmanmuchsin.blogspot. com/2012/ 01/kunjungan- bapak-bj- habibie-kantor. html
------------ --
BJ Habibie adalah orang yang fokus. Mengerti sekali apa, ke mana, bagaimana. Beliau adalah salah satu suri taualdan bagi kita, bangsa, dan negara. Beliau adalah asset, begitu juga dengan kita. Jadi, jangan sia-siakan beliau dan kita. Selama beliau dan kita masih hidup, AYO BANGKIT PENUH SEMANGAT!