Wednesday, 30 June 2010

Breakfast at The Roadside


wah tapi sayang nih si bozz and bapak-bapaknya belum dapet makanannya

after we did lunch at the warteg (yesterday), today starting from breakfast together again at the roadside. Yes, we have chicken noodle. although the place was on the roadside and on the side of small river (hoho... in Jakarta, please). Many people have eaten here. Because of its in the opposite of Bank Indonesia (BI), many BI employees eat here. the chicken noodle is very tastyand delicious of course. we really like the chicken noodle in here. Unfortunately, it seems a bit different noodle this time because now the seller is in his home town. Anyway the important things are togetherness, and 'unsur G' of course :D
today can't all friends join here, because there are official duties, going to the lab, and also doing their jobs in the office. would you guess who do not join?

Tuesday, 29 June 2010

Lunch in warteg


sambil nunggu makanan mending futu-futu ^_^

a beautiful day, when lunch with my friends. although this place is not a fancy restaurant or high class place, but this is our favorite place 'or maybe warteg'. Here we feel comfortable and enjoy. the menus are variety and not expensive. but the most valuable is togetherness. when we can share, take, and give. thank you for being my friend. hopefully we can be better ^_^

Monday, 28 June 2010

4 Rahasia Kunci tentang Cara Otak Kita Bekerja

Really nice digest.. i want to share this article...


4 Rahasia Kunci tentang Cara Otak Kita Bekerja
Written by Yodhia Antariksa

Barangkali Anda sudah pernah mendengar anekdot ini. Alkisah, di sebuah pameran International Neurology Expo di Singapore dijual replika otak asli orang Indonesia, Jepang dan Amerika. Dalam daftar harga, tertera otak manusia Indonesia berharga paling mahal. Salah seorang pengunjung dari tanah air, dengan penasaran dan setengah bangga bertanya, kenapa otak orang Indonesia harganya paling mahal. Karena jarang dipakai, begitu jawaban sang penjaga stan.


Anekdot itu terngiang kembali di otak saya ketika minggu lalu saya membaca sebuah buku bertajuk Brain Rules : Principles for Thriving at Work, Home and School. Buku yang ditulis oleh John Medina, salah satu pakar biologi saraf terkemuka asal Amerika ini, berkisah tentang sejumlah aturan bagaimana sesungguhnya otak kita berkerja dan beroperasi. Disini kita hanya mencoba menjenguk empat aturan diantaranya.

Rule 1 : Exercise Does Enhance Your Brain.
Ya, berolahraga secara rutin dan melakukan pergerakan yang aktif ternyata memberikan dampak yang amat besar bagi kesehatan otak. Dalam buku itu disebutkan, orang yang rajin berolahraga dan aktif bergerak dalam jangka panjang otaknya akan memiliki kemampuan problem solving dan reasoning yang jauh lebih tangguh dibanding mereka yang malas bergerak dan berolahraga.

Itulah mengapa, orang yang malas melakukan olahraga dan seharian hanya duduk didepan cubicle sambil melototin layar komputer otaknya bisa pelan-pelan tumpul dan cepat pikun kelak ketika berusia lanjut. Ini persis seperti minggu lalu ketika saya berkunjung ke salah satu teman ayah saya yang baru berusia 60-an tahun. Opa satu ini sejak muda nyaris tak pernah olahraga, demikian juga setelah pensiun. Jadi ia tak lagi mengenali saya ketika saya datang bertandang ke rumahnya yang asri di Bintaro. Dan ketika saya kebelet ingin buang air kecil serta bertanya, Om di mana kamar mandinya; dia mendadak kebingungan sambil celingukan, dimana ya kamar mandinya (duh !).

Anda tidak ingin tulalit seperti itu kan? So, do exercise every single morning. Rasakan kesegaran udara di pagi hari, dan jangan pernah biarkan otak Anda mati sebelum waktunya.

Rule 2 : Multitasking is a myth.
Multitasking itu hanyalah mitos. Sebab, menurut John Medina, otak kita bekerja dengan cara sekuensial (ber-urutan) dan tidak pernah bisa dipaksa bekerja secara paralel. Itulah mengapa, mengemudikan mobil sambi berhaha-hihi via ponsel langsung meningkatkan resiko kecelakaan hingga 9 kali lipat. Dan itulah mengapa, melakukan penyelesaian tugas sambil berkali-kali mendapatkan interupsi akan menghasilkan kualitas kerja 50 % lebih buruk dan 50 % lebih lamban.

Jadi kalau selama ini Anda rajin melakukan multitasking–misalnya menyelesaikan laporan sambil tengak-tengok status via Facebook; resiko kelambanan kerja dan penurunan akurasi laporan akan kian meningkat secara dramatis. Karena itu, usahakanlah agar selalu mengerjakan tugas secara fokus dan bertahap serta semuanya digarap secara sistematis.

Rule 3 : Ten Minutes Attention Span.
Medina bilang, ketika mendengarkan presentasi, ceramah, kuliah, atau mendengarkan orang lain ngecap, otak kita ternyata hanya bertahan untuk menaruh atensi maksimal 10 menit. Setelah itu, konsentrasi kita untuk mendengarkan/ menyimak turun secara signifikan. Jadi kalau ada orang yang nyerocos memberikan ceramah atau presentasi tanpa henti selama lebih dari 30 menit, maka hanya kesia-siaan yang akan diperoleh. Sebab, otak para audiens tak akan pernah bisa lagi menangkap isi informasi secara optimal.

So, kelak jika Anda mendapat kesempatan presentasi atau memberikan informasi; lakukanlah small break setelah 10 menit. Break ini bisa berupa menyilakan audiens untuk bertanya; atau menyelinginya dengan intermezo, atau menyampaikan kisah insiratif plus sekedar anekdot. Dengan ini, maka konsentrasi para audiens akan bisa kembali terpelihara.

Rule 4 : classroom and cubicle are brain destroyers.
Ya, ternyata ada dua lingkungan yang menurut Medina paling brutal membunuh daya kreasi otak kita. Dua lingkungan itu adalah : ruang kelas perkuliahan/ sekolah dan ruang cubicle perkantoran.
Ruang kelas yang isinya melulu ceramah oleh dosen/guru yang monoton, satu arah dan acap membosankan, ternyata justru membuat otak kita terpasung mati (!). Ruang cubicle kantor yang membuat Anda tidak banyak bergerak secara aktif, tersekat-sekat, dan hanya memaksa Anda untuk melakukan tugas repetitif juga berpotensi menumpulkan otak Anda.

Jadi bayangkanlah : selama bertahun-tahun (lebih dari 15 tahun!) kita menghabiskan waktu kita di ruang kelas yang monoton nan membosankan. Dan kini, ketika kita bekerja, kita kembali disekap bertahun-tahun dalam ruang cubicle yang juga tidak banyak menawarkan ruang kreasi secara optimal. Dengan kata lain, selama puluhan tahun otak kita dikunci dalam dua lingkungan statis itu, dan jarang dipakai secara maksimal.

Jadi sungguh tak heran, kenapa otak kita harganya paling mahal……..

Friday, 25 June 2010

Tempat keren di kantorku


Niat yang sudah lama terbersit akhirnya dapat dilaksanakan juga... yup, mampir ke tempat mba nana, di perpustakaan Dharma wanita. Dari depan sih ruangan itu tampak terlihat suram *maksudnya tampak gelap dan tak berenghuni*. tapi dalemnya keren ternyata.

Dari kecil saya memang suka yang namanya perpustakaan. Kalau diajak ke kantor ayah atau ibu, tempat yang saya tuju pertama kali adalah perpustakaannya... tujuannya sih bukan baca buku pelajaran, tapi baca komik dan buku cerita :D

Begitu juga ketika pertama kali masuk ke kantor ini. Pertama-tama yang dicari adalah perpustakaannya *setelah kantin tentunya :D *. Awalnya sih ke perpustakaan umum bppt, tapi buku2 di sana 'berat2' euy... kebetulan ketemu mba Nana di 55 yang juga pengurus perpus Dharma wanita bppt (DW). Ngobrol-ngobrol sama mba Nana, jadi tau deh tentang perpus dharmawanita itu. Setahun kemudian baru deh saya sempet mampir ke perpus Dharma wanita *parah banget nih, setahun gitu lho...* 

Awalnya sih cuma mau nyari buku tentang sewing or patchwork japan. maklum lagi kambuh nih hobby bikin busana... ternyata yang didapat adalah lebih dari yang diharapkan. Gak nyangka buku-buku di perpustakaan ini banyak banget dan sangat menarik. kayaknya nih buku-buku dari jaman sebelum lahir juga ada, waktu Pak Habiebie masih jadi Menristek. 

Buku-buku yang ada banyak yang berbahasa jepang, jerman, perancis, and also english. novel-novel disini juga lengkap, mulai dari sandra brown, agatha christy, conan doyle, daniel steel, harry potter, lord of the rings, novel-novel islam, dll. Komik-komik juga lengkap, mulai dari donal bebek edisi 80-an, paman gober, richie rich, monica, mickey mouse, macam-macam serial cantik, detektif conan, pokoknya banyak banget deh koleksi komik-komiknya. Saat ini sih saya lagi pinjem komik Miiko,yang bikin saya baca ketawa-ketawa sendiri... abisnya konyol abis si Miiko nya :D trus ada juga buku tentang sains&teknologi, elektronika, ensiklopedia anak, buku anak2 muslim, buku-buku agama, kesehatan, dll.

 
Selain itu, banyak juga buku-buku resep masakan dari tahun 70an. lengkap banget deh. Pokoknya buat wanita yang suka baca buku, saya yakin pasti bakalan betah lama-lama disini. Ada buku tentang kreativitas/hobi, busana, keluarga, fashion, macam-macam majalah wanita, dll. Sori gak bisa nyebutin satu persatu, soalnya banyak bangeeet... dan buku-buku disini terus di-update jadinya gak out of date. kalo kesana pasti ingin balik lagi. Tempat bacanya juga nyaman. pemandangan luarnya, Jalan raya MH. Thamrin... keren kan!?

Untuk pinjem buku-buku di perpustakaan ini, cuma daftar jadi anggota kok. Bayar 5000 perak untuk pendaftaran, trus biaya bulanannya cuma 3000 perak. kita bisa pinjem buku sesuka kita deh. jumlah buku sekali pinjem maksimal 2 buku *tapi saya berhasil merayu mba nana, jadi bisa pinjem 3 buku hehe..* kalo dah selesai bisa dikembalikan dan ditukar sama buku lainnya. pokoknya waktu maksimum sekali peminjaman adalah 2 minggu. waah.. waktu yang banyak banget... padahal saya bisa menghabiskan 1 novel dalam sehari :D

hmm... what a cozy place in my office... ternyata ada juga tempat yang lebih keren dari 'aquarium' saya ;p
thanks mba nana... kayaknya nanti saya akan sering-sering berkunjung ke sini. jangan kapok ya direpotkan saya ^_^



rencana kabur hari ini: ke pameran produk kreatif Indonesia ^^