Friday, 30 October 2009

[Timeline] mengejar pelangi

http://www.plurk.com/aptx7486/invite
- lia aprilia [aptx7486] on Plurk
my plurk... baru buat sih..
akan saya update setiap saat saya sempat hehe :-D
tapi ini cuma sarana buat belajar aja. gak akan jadi prioritas ^_^

Aku tidak akan mengikutimu (tentang Halloween)

hfuuhh.. hari ini ada acara halloween di tempat les.. walau sebenernya Halloween tuh jatuh pada tanggal 31 Oktober.


Tadi malem miss Ret nanyaain lagi ke kita semua (sy dan tmn2 sekelas), mau ikutan atau gak. Tapi sebagian besar dari mereka sepertinya gak tertarik untuk ikutan, karena sereem,katanya.. tapi kalo di kelas anak2 smp dan sma, mereka semangat banget buat ikutan. malah pake briefing dan latihan segala. trus nyiapin kostum segala macem (namanya juga halloween, jadi kostumnya kudu yang serem2..) makanya lagi malem tuh tempat jadi rame banget walau dah lepas dari jam kursus. memang rencananya akan ada pertunjukan drama. trus ada games juga untuk mencari 7 buah "bola naga". jadi tiap kelompok harus berjalan menyusuri kelas2 di lantai 2, 3, dan 4. tiap kelas itu di dedekorasi dengan tema berbeda, kayak rumah tua berhantu, rumah sakit berhantu, dll tentunya plus hantu2nya, semacam pocong, kuntilanak, suster ngesot dll.. yah hantu2 indonesia lha.. oya, di tiap ruangan juga dipasang sound yang mendukung tema ruangan tsb. keren juga. jadi kayak beneran.. dan tentunya gelap2an, jadi makin mencekam suasananya..

Ada beberapa aturan juga yang bisa membuat kelompok tersebut didiskualifikasi. diantaranya menyakiti hantu tsb (hehe,, maklumlah yang jadi "hantu2-an" nya kan guru2 dan staff sono juga. walaupun waktu tahun kemaren katanya ada yang nambah lho jumlah hantunya... hiiyyy!!). Kalo tahun kemaren sih hadiah bagi kelompok yang menang dapet tiket makan dan nonton gratis di mal puri indah.

Saya sendiri gak mengerti apa makna dibalik perayaan Halloween, pas tanya om Google;
Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat.Halloween berasal dari tradisi masyarakat Celtic—yang dulu mendiami Irlandia, Skotlandia, dan daerah sekitarnya—yang percaya kalau pada hari terakhir bulan Oktober, para arwah gentayangan di bumi. Tapi tradisi ini sebenarnya sudah lama. Sekitar abad pertama Masehi, masyarakat Celtic ditaklukkan oleh warga Romawi, yang kemudian menambahkan kebudayaan mereka ke dalam tradisi Halloween. Mereka menambahkan dua festival bernama Feralia, diperuntukkan untuk menghormati mereka yang telah meninggal, dan Pomona, yaitu festival untuk merayakan musim panen, diambil dari nama seorang dewi. Sekitar abad ke-8, gereja Katolik mulai merayakan tanggal 1 November sebagai hari untuk menghormati para santo dan santa yang tidak memiliki hari perayaan khusus. Maka mulailah tradisi bahwa misa yang diadakan pada hari itu disebut Allhallowmas, yang berarti misa kaum suci (red: dalam bahasa Inggris disebut hallow). Malam sebelumnya, tanggal 31 Oktober, lalu disebut All Hallows Eve. Inilah cikal-bakal Halloween. Lalu beranjak memasuki abad ke-18, banyak warga asal Eropa yang berimigrasi ke Amerika. Kebudayaan ini tetap mereka pertahankan, dan bentuk perayaannya terus berkembang sampai sekarang. Bagi anak-anak, Halloween berarti kesempatan untuk memakai kostum dan mendapatkan permen. Bagi orang dewasa, Halloween mungkin merupakan kesempatan untuk berpesta kostum. Simbol Halloween biasanya dekat dengan kematian, keajaiban, dan monster-monster dari dunia mitos. Karakter yang sering dikaitkan dengan Halloween, misalnya karakter setan dan iblis dalam kebudayaan Barat, manusia labu, makhluk angkasa luar, tukang sihir, kelelawar, burung hantu, burung gagak, burung bangkai, rumah hantu, kucing hitam, laba-laba, goblin, zombie, mumi, tengkorak, dan manusia serigala. Di Amerika Serikat, simbol Halloween biasanya dekat dengan tokoh dalam film klasik, mulai dari Drakula dan monster Frankenstein. Hitam dan oranye dianggap sebagai warna tradisional Halloween, walaupun sekarang banyak juga barang-barang Halloween yang berwarna ungu, hijau, dan merah.

Halloween juga sebuah perayaan untuk menandai awal musim dingin dan hari pertama Tahun Baru bagi orang kafir kuno dari Kepulauan Inggris. Pada kesempatan ini, mereka meyakini bahwa roh-roh dari dunia lain (seperti jiwa-jiwa orang mati) dapat mengunjungi bumi selama waktu ini dan berkeliaran. Pada saat ini, mereka mengadakan perayaan untuk dewa matahari dan penguasa yang mati. Matahari mengucapkan terima kasih atas hasil panen, dan memberikan dukungan moral untuk menghadapi "pertempuran" dengan musim dingin. Pada zaman kuno, orang-orang kafir membuat pengorbanan hewan dan tanaman untuk menyenangkan para dewa. Mereka juga percaya bahwa pada 31 Oktober penguasa (Tuhan) yang mati mengumpulkan semua jiwa-jiwa orang-orang yang telah meninggal pada tahun itu. Jiwa-jiwa setelah kematian, akan tinggal di dalam tubuh binatang, maka pada hari ini tuhan akan mengumumkan bentuk yang seharusnya diterima oleh mereka selama tahun berikutnya.

Keyakinan saya tidak mempercayai itu. Agama saya tidak megajarkan itu. itulah yang membuat saya ogah untuk ikutan Halloween. Hampir semua tradisi Halloween didasarkan dalam budaya pagan kuno, atau dalam budaya kekristenan. Dari sudut pandang Islam, kepercayaan ini sama dengan bentuk penyembahan berhala alias  syirik. Sebagai Muslim, kita seharusnya menghormati dan menjunjung tinggi iman dan keyakinan kita. Bagaimanapun Tuhan kita adalah Allah SWT, selain itu tidak ada. Adalah kesalahan besar ketika kita, anak-anak, atau keluarga kita merayakan sesuatu tanpa tahu latar-belakang dan tujuannya, hanya karena di antara teman-teman kita sudah biasa melakukan. “Ah, kan sudah tradisi!” begitu sering kita dengar. Atau ada lagi yang melakukan karena ketidakmengertian mereka yang sangat parah. “Just for fun aja.” (untuk bersenang-senang).

Dan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash r.a, dia berkata, “Barangsiapa yang berdiam di negeri-negeri orang asing, lalu membuat tahun baru dan festival seperti mereka serta menyerupai mereka hingga dia mati dalam kondisi demikian, maka kelak dia akan dikumpulkan pada hari kiamat bersama mereka.”

Memang saya sedang belajar bahasa Inggris, tapi bukan berarti saya harus ikutan budayanya jugakan?? betul gak??

Thursday, 29 October 2009

Mengapa aku harus menulis??

Mungkin banyak di antara kita sepanjang kehidupan kita hingga saat ini tidak atau belum pernah menulis. Maksudnya menulis di sini adalah menuliskan pendapat-pendapat pribadi kita dalam sebuah tulisan bebas berbentuk esai, puisi, dalam bentuk cerita fiksi, atau dalam bentuk karya ilmiah.


Bagi kita yang di kampus atau pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, menulis adalah sebuah keterpaksaan yang harus diselesaikan. Karena jika kita tidak menyelesaikan sebuah karya tulis akhir (tugas akhir/ skripsi) maka kita tidak akan pernah menyelesaikan pendidikan kita di perguruan tinggi. Walau sekarang banyak biro jasa untuk pembuatan skripsi. Anda tinggal memberikan topic, tanpa penelitian tiba-tiba keluar hasil berupa buku skripsi.

 

Kebanyakan kita menganggap menulis adalah sebuah pekerjaan yang sangat sulit. Mengapa, salah satunya karena kita jarang mengemukakan pendapat, baik secara ilmiah atau tanpa memenuhi kaidah ilmiah. Terlepas dari menulis itu sulit dan sebagainya, saya ingin memberikan beberapa pendapat tentang menulis. Mengapa kita harus menulis di dalam hidup ini.

 

Ali Bin Abi Thalib mengatakan, ikatlah ilmu pengetahuan itu dengan cara menuliskannya. Alas an pertama kita harus menulis adalah cara yang paling ampuh untuk mengikat ilmu yang kita pelajari. Coba anda bayangkan ketika kita sekolah tapi kita tidak pernah mencatat penjelasan guru di kelas atau tidak pernah melatih kemampuan kita dengan mengerjakan latihan di buku pelajaran? Apakah anda mampu mempertahankan apa yang anda pelajari di kelas? Saya yakin tidak mungkin.

 

Umar bin Khattab menasihati para orang tua, Ajarkanlah sastra kepada anak-anakmu; agar anak pengecut menjadi pemberani. Sastra adalah salah satu bentuk karya tulis. Ia ada karena ada penulis yang menuliskannya. Mempelajari sastra secara tidak langsung, kita belajar menulis. Agar apa? Agar kita menjadi seorang pemberani. Minimal berani mengemukakan pendapat.

 

Tulisan yang buram itu lebih baik dari pada ingatan yang cemerlang. Dalam waktu yang lama, tulisan yang kita buat akan berkurang kualitasnya atau menjadi buram, namun hal itu lebih baik dari pada ingatan yang cemerlang. Kita membaca siroh bahwa banyak penghafal al Qur’an yang syahid dalam perang. Jika Umar tidak berijtihad menuliskan al qur’an waktu itu, mungkin kita hanya mendengar cerita tentang al qur’an dari mulut ke mulut.

 

Jika engkau tahu bahwa umurmu pendek, panjangkan ia dengan menulis. Kita tentu mengenal Ibnul Qayyim Al Jauziah, Imam Bukhari, Imam Muslim dan ulama-ulama lainnya. Begitu juga kita mengenal para ilmuan yang berjasa bagi perkembangan ilmu pengetahuan di jagad ini. Umur mereka seakan sangat panjang. Itu semua karena tulisan mereka masih kita baca hingga sekarang. Kita mengenal mereka, padahal kita tidak pernah bertemu dengan mereka.

 

Pramudya Ananta Toer berpesan, Menulislah. Selama engkau tidak menulis, engkau akan hilang dari dalam masyarakat dan dari pusaran sejarah. (Rumah Kaca; hal 325). Kita tidak akan pernah dikenal umat manusia jika kita tidak menulis. Kita akan hilang di pusaran sejarah umat manusia. Itu pesan seorang sastrawan legendaris Indonesia. Salah seorang calon penerima nobel sastra.

 

Scripta Manent Verba Volant – yang tertulis akan tetap mengabdi, yang terucap akan berlalu bersama angin. Seorang ulama besar dulu pernah mengatakan, jika aku berceramah, maka dakwahku hanya akan terbatas pada lingkaran orang yang hadir di depanku (di zamanku). Namun dengan menuliskan ilmu-ilmuku, muridku tidak terbatas hanya yang hadir. Dan ia tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

 

Inilah sedikit alasan mengapa kita harus menulis. Paling tidak kita pernah menulis di dalam hidup kita. Budaya literasi (membaca dan menulis) adalah salah satu bukti ketinggian budaya suatu bangsa. Suatu bangsa akan dikatakan maju jika budaya literasi sudah menjadi kebiasaan di dalam masyarakat. Kita perhatikan Negara-negara maju, jumlah penduduknya yang menuliskan tentang hidup dan kehidupannya itu pasti jauh lebih banyak daripada penulis yang ada di Indonesia. Dan kita tidak diminta untuk menjadi professional, yang paling penting adalah kita tetap membaca, tetap menulis dan tetap bekerja.
Semoga bermanfaat.




Momentum Kepahlawanan

Seseorang tidak menjadi pahlawan karena ia melakukan pekerjaan-pekerjaan kepahlawanan sepanjang hidupnya. Kepahlawanan seseorang biasanya mempunyai momentumnya. Ada potongan waktu tertentu dalam hidup seseorang dimana anasir kepahlawanan menyatu padu. Saat itulah ia tersejarahkan.

Akan tetapi, kita tidak mengetahui kapan datangnya momentum itu. Yaitu, kematangan pribadi dan peluang sejarah. Simaklah firman Allah SWT, “Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan....” (Al-Qashash: 14)

Usaha manusiawi yang dapat kita lakukan adalah mempercepat saat-saat kematangan pribadi kita. Ini jenis kerja kapitalisasi asset kesejarahan personal kita. Yang kita lakukan di sini adalah mengumpulkan sebanyak mungkin potensi dalam diri kita, mengolahnya, dan kemudian mengkristalisasikannya. Dengan cara ini, kita memperluas “ruangan keserbamungkinan” dan sedikitnya membantu kita menciptakan peluang sejarah. Atau, setidaknya mengantar kita untuk berdiri dipintu gerbang sejarah.

Para pahlawan mukmin sejati tidak pernah mempersoalkan secara berlebihan masalah peluang sejarah. Kematangan pribadi seperti modal dalam infestasi. Seperti apapun baiknya peluang anda, hal itu tidak berguna jika pada dasarnya Anda memang tidak punya modal. Peluang sejarah hanyalah ledakan keharmonisan dari kematangan yang terabaikan. Seperti keharmonisan antara pedang dan keberanian dalan medan perang, antara kecerdasan dan pendidikan formal dalam dunia ilmu pengetahuan. Akan tetapi, anda harus memilih salah satunya, maka pilihlah keberanian tanpa pedang dalam perang, atau kecerdasan tanpa pendidikan formal dalam ilmu. Selebihnya, biarlah itu menjadi wilayah takdir dimana anda mengharap datangnya sentuhan keberuntungan.

Kesadaran semacam ini mempunyai dampak karakter yang sangat mendasar. Para pahlawan mukmin sejati bukanlah pemimpi di siang bolong, atau orang-orang yang berdoa dalam kekosongan dan ketidakberdayaan. Mereka adalah para petani yang berdoa ditengah sawah, para pedagang yang berdoa ditengah kecamuk perang. Mereka mempunyai mimpi besar, tetapi pikiran mereka tercurahkan sepenuhnya pada kerja. Sekali-kali mereka menatap langit untuk menyegarkan ingatan pada misi mereka. Namun, setelah itu mereka menyeka keringat dan kembali bekerja kembali.

Wilayah kerja adalah lingkungan realitas, sedangkan wilayah peluang adalah ruang keserbamungkinan. Semakin luas pijakan kaki kita dalam lingkaran kenyataan, semakin besar kemungkinan menjadi kepastian, mengubah peluang menjadi pekerjaan, mengubah mimpi menjadi kenyataan.

Berjalanlah dengan mantap menuju rumah sejarah. Jika engkau sudah sampai di depan pintu gerbangnya, ketuklah pintunya dan bacakan pada penjaganya puisi Khairil Anwar:

Aku
kalau sampai waktuku
ku mau tak seorang kan merayu
tidak juga kau ….

Anis Matta

“Kematian merupakan suatu seni tersendiri. Terkadang ia menjadi suatu seni yang indah meski terasa pahit. Bahkan mungkin menjadi sebuah seni yang paling indah bila dirancang oleh seniman yang sangat mahir.” (Hasan Al-Banna)

Wednesday, 28 October 2009

sumpah pemuda harapan bangsa

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertanah air yang satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.



81 tahun yang lalu kata-kata itu terucap, namun terasa tak mudah mempertahankan makna Sumpah Pemuda. Kondisi yang kontradiktif yang menimpa bangsa Indonesia mendorong generasi muda saat ini untuk lebih berjuang mempertahankan Sumpah Pemuda. Pemuda saat ini sudah banyak yang tidak memahami lagi arti pentingnya Sumpah Pemuda, lunturnya nasionalisme diakibatkan oleh dininabobokan oleh materi dan ghazwul fikr. Berbeda dengan ketika perjuangan merebut kemerdekaan, adanya musuh bersama menyatukan suara bangsa Indonesia khususnya pemuda.

Padahal Pemuda, sebagai iron stock memiliki potensi yang tidak dimiliki para pendahulu mereka. pemuda juga memiliki semangat tinggi untuk melakukan perubahan, agent of change. Energi positif itu terpancar ketika mereka melihat suatu kejanggalan pada bumi pertiwi. Pola pikir dan daya analisis yang tinggi terhadap masalah bangsa membuat mereka merasa terpanggil untuk melakukan percepatan perbaikan tanah air menuju ke arah yang lebih baik. Lalu, melihat realita sosial saat ini, apa yang bisa mereka lakukan? Persaingan global yang semakin panas ditambah pesatnya perkembangan dunia teknologi membuat ekonomi kita semakin jauh tertinggal. Tayangan televisi yang tidak mendidik justru semakin marak disiarkan. Banyak generasi muda kita yang terjerumus ke dalam lembah kebodohan hanya karena tidak mampu memilah tayangan yang pantas ditonton.

Pepatah arab mengatakan “Subbanul Yaum Arrizalul Ghoddan” Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Pemuda yang baik bukan mengatakan inilah aku bukan inilah Bapakku. Kemandirian pada diri pemuda harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan yang baik. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah saja akan tetapi tanggungjawab orang tua, masyarakat, dan setiap pribadi tentunya, untuk terus meningkatkan potensi diri...

Indonesia membutuhkan peran kita saat ini. Para mahasiswa misalnya, menjadi profesional di bidangnya adalah salah satu cara yang paling efektif. Berkumpul bersama dengan pemuda lain yang memiliki visi searah lalu membentuk sebuah gerakan nonanarkis yang tersusun secara rapih, dan berusaha menuju ke sektor-sektor penting yang menjadi pusat pengambil keputusan atau sektor yang menguasai hayat hidup bangsa ini. Kita bergerak bersama dengan tujuan untuk memperbaiki bangsa ini dibawah arahan yang jelas. Karena itu kita butuh pemimpin yang mampu menjalankan fungsi pembangkit kekompakan agar pergerakan kita tidak mengalami perpecahan intern. Selain itu, kita butuh integritas akhlak dan kepribadian. Sikap-sikap ini dapat dilatih dengan cara aktif di organisasi seputar kampus atau lingkungan masyarakat. Banyak ilmu yang dapat ditimba di sana. Pendewasaan pikiran, peningkatan daya analisis, dan kemampuan untuk bekerja dalam tim dapat kita peroleh. Bersyukurlah bagi yang pernah mengenyam pendidikan organisasi semasa hidup di dunia kampus.
Bagi para Profesional, tetaplah berjuang demi Indonesia yang lebih baik. Tanpa terpengaruh hasrat untuk mengeruk keuntungan dengan kepentingan pribadi/golongan. karena tidak hanya akan menjerumuskan bangsa ini dalam jurang kehancuran tetapi juga akhlak dan kepribadian kita.


Singsingkan lengan baju pancangkan asa
Ukirlah hari esok pertiwi jaya
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Allah

Buatlah negri ini selalu tersenyum
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara

Negeri indah Indonesia
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu

Negeri Indah Indonesia
Menanti hadirmu
Rindukan karyamu

(Indonesia memanggil -  ShouHar) 


Hari ini, 28 Oktober 2009...
Ba'da Upacara Hari Sumpah Pemuda  with Menristek baru: Pak Suharna Surapranata
"Semangat Pak! semoga bisa memimpin Riset dan teknologi Indonesia ke arah yang lebih baik lagi. untuk kemandirian bangsa ini. hingga Indonesia dan para pemudanya menemukan kembali makna dan semangat sumpah pemuda 81 tahun silam"

Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada

Monday, 26 October 2009

undangan pernikahan

subhanallah.. baru kemarin menghadiri walimahan sobat seperjuanganku semasa di kampus, hari ini aku dapet banyak kabar bahagia.. walau agak mengejutkan
yap, apalagi kalo bukan undangan walimahan?

sejak ba'da ied satu persatu sahabat dekatku (dan jauh juga) menggenapkan diennya. mulai dari yang masih di Bogor, Jakarta, Tangerang, Tegal, sampai yang di pulau seberang. seneeeng banget denger beritanya.. akhirnya mereka menemukan orang yang telah dijanjikan-Nya.

walau ada juga beberapa yang mengejutkan. mulai dari yang selama ini masih kuanggap "adek kecil" yang baru aja diwisuda yang akan menikah dengan seorang yang masih mahasiswi (subhanallah.. berani ya.. bravo buat adikku ini). trus ada juga teman dekatku yang sudah lama tak jumpa, akan menikah dengan rekannya yang sama-sama di BEM KM.. surprise aja buatku, hmm cocok deh.. sampai yang terakhir (pas tadi buka email), yang paling surprise buatku adalah sahabat perjuanganku di BEM FMIPA akan menikah dengan rekan satu BEM FMIPA. lucunya waktu di BEM mereka gak pernah akur, walaupun sama2 BPH (Sekretaris dan Bendahara) haha.. gak nyangka banget! tapi kalo jodoh mah, semua jadi masuk akal ya

Subhanallah, aku kagum sekali pada mereka yang memilih jalan yang telah disyariatkan-Nya untuk menikah. jalan yang dapat memperkecil masuknya dzon2 syetan. jalan yang bukan tumbuhnya cinta yang belum saatnya, cinta yang belum halal.. jalan yang insya Allah diridhoi Allah untuk keberkahan sebuah pernikahan..

Bagiku, melihat kehidupan para sahabat yang menikah di jalan dakwah, dapat memberikan kekuatan. melihat mereka, selalu memberiku semangat bahwa harapanku dapat terwujud. mereka menunjukkanku bahwa masih ada orang-orang yang tetap teguh dan eksis berjuang di jalan-Nya walau sudah berkeluarga. bahkan mereka masih bisa mempertahankan idealisme mereka yang terbangun di kampus, walau mereka telah keluar dari zona aman dunia kampus, memasuki real dakwah, masyarakat. mereka tetap istiqomah, tetap berjuang membelah jalan menuju ridho-Nya.

Jazakumullah saudara-saudariku..
ukhuwah indah kala wujud dalam pengorbanan dan kasih sayang...
tetaplah disini saudaraku...
dijalan keimanan dan keislaman...
tetaplah bersama-sama meniti jalan ini...
hingga usai dalam ukhuwah islamiyah..