Wednesday, 16 December 2009

Nabung Dinar dan Dirham, yoo...!

Emas dan perak adalah mata uang paling stabil yang pernah dikenal. Sejak masa awal Islam hingga hari ini, nilai mata uang Islam dwilogam itu secara mengejutkan tetap stabil dalam hubungannya dengan barang-barang konsumtif. Seekor ayam pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasalam harganya satu dirham. Hari ini, 1400 tahun kemudiaan, harganya kurang lebih satu dirham. Dengan demikian, selama 1400 tahun, inflasi adalah nol.

Dapatkah kita mengatakan hal yang sama untuk dolar AS atau uang kertas lainnya dalam 25 tahun terakhir? Dalam jangka panjang, mata uang dwilogam telah terbukti menjadi mata uang dunia paling stabil yang pernah dikenal. Mata uang tersebut telah dapat bertahan meskipun terdapat berbagai upaya untuk mentransformasi dinar dan dirham menjadi mata uang simbolik dengan cara menetapkan suatu nilai nominal yang berbeda dengan beratnya.

Bahkan lebih dari itu, dinar dan dirham berpeluang menjadi mata uang dunia. Sebab, dolar AS bukan lagi mata uang yang kuat seperti sebelumnya. Fakta-fakta belakangan ini mengenai nilainya dalam pertukaran internasional secara dramatis telah menunjukkan kelemahan inheren dari mata uang ini. Lihatlah, Amerika Serikat, yang dulu merupakan negara kreditor utama, sekarang telah menjadi negara debitor utama, disamping Brazil, Mexico, Argentina dan Venezuela.

Umar Ibrahim Vadillo (1998) bahkan membuktikan,dolar AS sebenarnya tak bernilai. Mengapa? Karena dunia kini dibanjiri terlalu banyak dolar. Dalam pasar-pasar uang saja terdapat gelembung-gelembung dolar AS yang berjumlah 80 trilyun dolar AS pertahun. Jumlah ini 20 kali lipat melebihi perdagangan dunia yang jumlahnya sekitar 4 trilyun dolar AS pertahun. Gelembung ini akan terus membesar dan membesar hingga suatu saat akan meledak dan pecah dan terjadilah keruntuhan ekonomi global yang luar biasa.

Sebagai perbandingan yang kontras, emas adalah logam yang berharga. Nilainya tak bergantung pada negara manapun, bahkan tak bergantung pada sistem ekonomi manapun. Maka dari itu, tak heran bila Vadillo (1998) menyatakan bahwa emas adalah satu-satunya mata uang yang dapat menjamin kestabilan ekonomi dunia.

Emas dan perak merupakan satuan mata uang standar yang telah ditetapkan berdasarkan taqrir (pengakuan atau persetujuan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam untuk menilai berbagai uang dan jasa.

Mata uang zakat adalah Dinar dan Dirham Islam, ini adalah tandanya sebagai mata uang kaum Muslimin. Dinar dan Dirham dapat juga menjadi mata uang dunia bagi seluruh masyarakat yang bebas/mandiri. Inilah uang jujur Warisan khilafah. , warisan kaum muslimin.

Dirham pertama kali distandarkan pada masa Khalifah Umar Bin Khathab melalui percetakan Dirham pertama dalam khilafah Islam. Kemudian menyusul standardisasi Dinar dilakukan pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah ke-lima dari Bani Umayyah. sejak itu Dinar-dirham Islam diberlakukan secara resmi dan luas dalam khilafah (pemerintahan Islam) sampai kurun yang panjang. selama 14 abad dan berakhir pada masa Khilafah Utsmaniyah di Turki, Abdul Hamid II pada tahun 1924.

Standar tersebut mengikuti ketetapan Rasulullah SAW melalui sebuah hadits : Timbangan adalah penduduk Mekkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah. (HR. Abu Dawud)

Satuan yang digunakan adalah 1 Dinar adalah 1 Mitsqal atau sama dengan berat 72 butir gandum ukuran sedang yang dipotong ujungnya sehingga 1 dinar = 4,25 gram emas.

Sementara untuk dinar digunakan perbandingan 7 dinar sama dengan 10 dirham, sehingga 1 Dirham setara dengan 7/10 x 4.25 gram atau 2.975 gram perak. Standar kemurnian (karat) yang digunakan adalah 22 karat. [Sumber: Dinar The Real Money, Muhaimin Iqbal]

Ashabul Kahfi dan Uang Dirham

Kisah ini begitu masyhur. Kisah sekelompok pemuda yang berlindung di dalam gua karena dikejar-kejar oleh tentara kerajaan yang dzholim. Allah melindungi mereka dengan menidurkan mereka selama 309 tahun. Dan selama itu pula tubuh mereka tetap dalam keadaan baik-baik saja.

Allah berfirman :

وَنُقَلِّبُهُمْ ذَاتَ الْيَمِيْنِ وَذَاتَ الشِّمَالِ

“Dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri.” (Al-Kahfi: 18)

Yang demikian itu agar jasad mereka tidak dirusak oleh tanah, atas kehendak Allah tentunya.

Tentu saja hikmah dari kisah ini adalah "Ketika seseorang beriman dengan sungguh-sungguhmaka Allah pasti akan menolongnya".

Tapi ada pelajaran lain yang bisa kita ambil.
Ketika mereka terbangun dari tidur panjang, salah seorang dari mereka menyuruh kepada temannya yang lain untuk membeli makanan.

فَابْعَثُوا أَحَدَكُمْ بِوَرِقِكُمْ هَذِهِ إِلَى الْمَدِيْنَة

“Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota membawa uang perakmu ini.” (Al-Kahfi: 19)

Ketika seorang pemuda ini membayar, pedagang merasa ta'jub melihat uang perak yang ia terima.
"Wahai pemuda, tahukah kau bahwa gambar di koin ini adalah gambar raja beberapa ratus tahun yang lalu..?!" Komentar si pedagang, sambil tetap menerima bayaran itu.

Yang perlu digaris bawahi adalah, koin perak yang dibawa pemuda itu sekitar 3 dirham untuk membeli makan bagi dirinya dan 4 orang temannya. Kalau dilihat sekarang 3 dirham itu sekitar Rp.120.000,-. Dan ternyata uang sebesar Rp.120.000,- saat ini pun cukup untuk membeli makan bagi 5 orang.

Ini menunjukkan bahwa Dinar atau dirham itu tidak terkena inflasi.
Ini hanya salah satu contohnya saja. Masih banyak contoh lain, seperti :
Pada masa Rasulullah, harga 1 ekor kambing adalah 1 dinar, sampai saat ini pun harga kambing berkisar 1 dinar pula (05/11/2009 adalah sebesar Rp. 1.433.250,-)


sumber: www.dinarku.com (dengan beberapa perubahan)

Wednesday, 9 December 2009

akhirnya bisa melihat dari dekat

Akhirnya... bisa ketemu anak2 BEM SI lagi..

gak cuma anak2 BEM SI sih, ada juga HMI, dll

suara teriakan mereka kedengaran dari ruangan saya (lantai 22)

bikin mupeng.. makanya langsung aja ku ambil camcorder dari tas dan cepet2 turun..

niatnya sih mau moto2in mereka tapi camcordernya kurang oke nih kalo buat foto. kalo untuk ambil video sih bagus..

trus rombongan cepet banget pergerakannya. jadi cuma bisa moto dari luar barisan.. lumayan lah.. meski dengan kualitas kamera yang seadanya dan agak susah ngambil anggle yang bagus. soalnya gak bisa bebas.. banyak yang perhatiin.. :-p tapi cuek aja lah... tetep ambil foto sebisanya.

dah gitu gak bisa lama-lama keluar kantornya. takut dicariin bos... eh,,bener aja, pas nyampe ruangan, temen bilang kalo tadi saya dicariin bos. langsung aja deh saya menghadap beliau. "lia tadi kemana?" langsung saja kujawab," keluar pak, lihat demo." bosku bertanya lagi,"lihat dipinggiran, apa ikutan?" tanyanya untuk meyakinkan, "ikutan diluar barisan pak,, biasa foto-foto hehe..." beliau menggeleng2kan kepala,"pasti buat dimuat di blog ya?" wah.. tau juga dia.."iya pak.. kok tau?" beliau tersenyum," yah, saya mah gak heran.. lia gitu lho.. samanya kayak winda.." haha..

 

 

 

Ada beberapa foto2 barisan BEM SI yang hilang.. hiks.. lupa, kusimpan dimana ya.. mudah2an cepet inget lagi..

Aku rindu Barisan itu...

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma´ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran: 105)

---------------------------------------------


Seruan aksi. Kalimat yang beberapa saat ini tak kudengar, kini merasuk ke dalam pikiranku, membangkitkan ingatan masa lalu, menyulut semangat untuk segera bergegas menyambutnya.


Datang dari Barat, datang dari Timur, Mahasiswa…

Setahun lalu, saat masih jadi mahasiswa, begitu menerima sms seruan aksi, langsung aja saya dan teman2 menyambar jas almamater biru kami. Sebisa mungkin menggunakan "jatah" 20% ketidakhadiran pada kuliah untuk aksi. Bahkan pernah kakak kelas saya meminta izin untuk tidak mengikuti kuliah Fisika Modern karena ingin ikut aksi di Jakarta. Subhanallah, dosen saya menanggapinya dengan baik, alias mengizinkan kami untuk ikut aksi dan berharap semoga kami kembali dalam keadaan baik-baik saja. Huaah.. salut saya sama Dosen saya itu, beliau begitu mengerti kami, untuk apa kami aksi, dan mengapa kami harus aksi.

Namun ada pula dosen yang memang tak mau tahu, tidak ada izin untuk aksi! Pernah, saking inginnya ikut aksi, saya masuk ke ruang kuliah tanpa membawa tas (tasnya dititip di Lab), begitu dari luar kampus BS terdengar sayup-sayup lagu aksi dari rombongan temen2 darmaga, saya langsung izin keluar ruangan. mengambil tas di lab, dan bergabung dengan massa aksi berangkat ke Jakarta. hehe.. agak bandel juga ya.. karena saya ingin tetap mendengarkan pelajaran Biokimia yang disampaikan dosen saya walau sebentar, karena saya tidak ingin absen saya bolong-bolong, dan karena saya memang harus ikut aksi :-D
Alhamdulillah... esoknya saya tanya teman-teman, ternyata dosen saya tidak menanyakan dan tidak mempermasalahkan kenapa saya tidak balik ke kelas lagi (tampaknya beliau nggak ngeh), semua berjalan baik-baik saja. Hanya teman2 sekelas yang menyadari, "ah si lia gak balik lagi.. tuh anak pasti ikutan aksi ke Jakarta.." tapi mereka dah maklum sama temannya yang satu ini, dasar Lia!

Pernah juga saya tidak punya pilihan, terpaksa tidak ikut aksi. Karena saat itu ada praktikum, dan presensi dalam praktikum di jurusan saya 100%. So, how else?? cuma bisa mupeng melihat kepergian teman2 berjaket biru diiringi lagu-lagu perjuangan mahasiswa.

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Di persimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Di lembar sejarah manusia

Reff :
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Menyanyikan lagu ini dengan suara lantang dan tegas sebagai simbol semangat yang berkobar takkan pernah padam. Ini salah satu lagu favorit saya yang bikin tambah semangat. Lagu yang pertama saya dengar saat MPK MB dan selalu dinyanyikan setelah lagu Indonesia Raya pada setiap aksi Mahasiswa, lagu yang memantapkan hati ini untuk selalu berada di jalan perjuangan...

anyway, sekarang saya hanya bisa melihat para "adik-adik" mahasiswa yang berjuang dalam aksi damainya, tanpa ikut serta dalam barisan itu... Barisan yang akan selalu kukenang, kurasakan semangatnya, dan selalu membawaku ke masa itu saat melihatnya...

Saya yakin semangat barisan itu tak akan pernah padam. Barisan yang berjuang turun ke jalan untuk menyuarakan isi hati nurani untuk membela kepentingan rakyat. mengawal reformasi dan demokrasi. memprotes kebijakan pemerintah jika tidak berpihak pada rakyat. Barisan yang kritis bukan anarkis, optimis bukan pesimis.

Walau ada oknum/ kelompok yang mengaku mahasiswa namun melakukan perbuatan yang menjelekkan image mahasiswa, ataupun sekelompok mahasiswa yang merendahkan diri mereka sendiri dengan menerima suap untuk membela kepentingan golongan. Mahasiswa tetaplah agen perubahan, punya kecerdasan untuk berfikir, membedakan yang baik dan buruk. Mahasiswa adalah iron stock, agent of change and da'i of course..


"selamat berjuang BEM SI dan rekan-rekan mahasiswa sekalian"


katakan hitam adalah hitam, katakan putih adalah putih
tiada kata jera dalam perjuangan
Hidup MAHASISWA!!




Happy anti-corruption day. No tolerance to corruption. i hope there's no riot today ^_^

Tuesday, 8 December 2009

The Lost Girl


Pagi-pagi ke kantor Cuma buat update status plurk, “niat banget gak seeh???” gak juga sih, mumpung hari ini janjian ama win mau ke Lab ISTN bareng, jadinya ikutan jemputan and transit di kantor buat ketemuan. Mumpung di kantor, sempet-sempetin buka internet buat ngelihat beberapa informasi.

From the office, we goes to gondangdia, naek kereta tujuan Depok/Bogor. Sampe stasiun, Sepakat naek kereta ekonomi aja, karena kalo AC suka lama siang-siang ini. “haha, 1500 doang buat ke depok??” win kaget pas melihat harga yang tertera di tiket KRL Ekonomi.. haha, baru tau dia, wong dari ujung kota sampe ujung bogor aja tiket KRL Ekonomi Cuma 2500. Murah banget gak seehh?? Namanya juga KRL Rakyat. Harganya juga merakyat. Bisa terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Ehm.. tapi apa terlalu murah ya, untuk sebuah keamanan dan kenyamanan?? Rasanya sulit untuk mencapai keamanan dan kenyamanan yang diinginkan dengan harga segitu. Apakah dengan harga segitu akan tercapai peningkatan pelayanan perkeretaapian Indonesia untuk KRL Ekonomi yang notabene konsumennya the real Indonesian??

But.. dah 2 KRL yang lewat di stasiun ini, tapi kenapa gakberhenti juga ya di depan kita? Padahal dah lama juga kita nunggu disini. Aneh… what happen with the KRL ?? padahal tuh kereta gak kosong, dan bukan kereta rusak. Bener-bener kereta yang aneh… Gak disangka, ternyata ketemu pak ags, salah satu peneliti di kantor. “naek kereta apa pak?” tanyaku setelah ngobrol beberapa saat. “nih..” katanya sambil tersenyum nunjukkin tiket ekonomi AC Depok. Sempet bingung juga sih, apa naek ekonomi AC juga ya, bareng pak ags, soalnya dah 2 KRL Ekonomi gak berhenti disini. Curiga bakalan nunggu lebih lama lagi. Sayup-sayup (ciyeee.. sayup-sayup..) terdengar pengumuman akan datang kereta ekonomi AC tujuan Depok. “Bu, tuker tiket aja yuk naek Ekonomi AC kayak pak ags, biar cepet nyampenya.” Ehm,” emang boleh?” tanya win. “Boleh lah pasti.” Kataku yakin. Soalnya saya pernah tuh nuker tiket Ekonomi AC seharga 6000 sama ekonomi biasa yang seharga 2000. tapi gak boleh sama petugasnya. Pas saya bilang tuker sama yang pakuan ekspress aja (seharga 11000), eh, langusng deh kata petugasnya, “boleh-boleh..” haah dasar! Giliran ama yang harganya lebih mahal baru boleh. Yah, apa boleh buat..

Akhirnya kita turun lagi nuker tiket ke loket di bawah. Pas saat itu, “ jalur 2 masuk kereta ekonomi AC tujuan Depok..” aaaarrghh… buru-buru kita naek ke atas. Hhuuffhh.. akhirnya sampe juga ke dalam kereta. Tapi… mana win ya ?? dalam hitungan detik, pintu kereta tertutup. Pak ags sempet menahan pintu kereta juga. Tapi gak berhasil. Pintunya otomatis soalnya. Akhirnya Saya dan Pak ags cuma bisa melihat win yang baru muncul dengan terengah-engah, dari balik jendela kereta. Bye win..:'-(

Kaget! Ditanganku ada 2 tiket hijau. Ya ampuun,tiketnya win kebawa saya!! Buru-buru saya sms win, maklum Cuma ada pulsa sms. Tapi pak ags buru-buru menyodorkan HP nya, “ nih win, li..” ternyata dia dah lebih dulu nelpon win, biar saya bisa bicara dengan win. Waaah pak ags baik banget… makasih banyak pak…

Niatnya sih mo janjian di stasiun terdekat aja, biar tiketnya gak sia-sia, tapi win dah keburu beli tiket ekonomi, ya sutralah.. akhirnya kita janjian bertemu di stasiun LA. Setelah  setengah jam nunggu Win di LA, akhirnya nyampe juga deh win di stasiun LA. pastinya setelah melewati kesabaran yang panjang hehe.. karena kereta ekonomi ngetemnya lama di stasiun Ps. Minggu. maklum harus mendahulukan yang ekspress dan AC dulu, baru bisa lewat... emang, harga gak bisa bohong :-( . Huaah.. ketemu deh sama the lost girl and Pak Nen (yang dah lama banget nungguin kita di LA, maaf ya pak... )


Lab ISTN, 4 Des '09

besok ada aksi anti korupsi. Kantor libur gak ya?

Wednesday, 2 December 2009

Ketika Cinta Berbuah Surga

Sejak itu, Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan shalat tahajud sampai akhir hayatnya. Bahkan, kerap kali dia menghabiskan waktu malamnya untuk shalat dan menangis di hadapan Allah Swt. Setiap kali mengingat mimpinya itu, dia menangis. Dia berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka....



Pada zaman Rasulullah SAW, jika para sahabat yang mulia bermimpi, biasanya mereka akan mengadukan dan menceritakannya kepada Baginda Rasul. Suatu malam, seorang sahabat nabi yang masih remaja bernama Abdullah bin Umar ra, pergi ke Masjid Nabawi. Dia membaca al Quran sampai kelelahan. Setelah cukup lama membaca al Quran, dia hendak tidur.

Seperti biasa, sebelum tidur dia menyucikan diri dengan cara berwudhu, baru kemudian merebahkan badan dan berdoa, "Bismika Allahumma ayha wa bismika amutu; ya Allah, dengan nama Mu aku hidup dan dengan nama Mu aku mati."

Demikianlah, Baginda Rasul menuntunnya cara tidur yang baik. Sehingga, dalam tidur pun, malaikat masih mencatatnya sebagai orang yang tidak lalai. Dengan menyucikan diri, ruh orang yang tidur akan mendapatkan hikmah dan siraman doa para malaikat.

Sambil pelan pelan memejamkan mata, Abdullah bin Umar terus bertasbih menyebut nama Allah hingga akhirnya terlelap. Di dalam tidurnya yang nyenyak, dia bermimpi.

Dalam mimpinya, dia berjumpa dengan dua malaikat. Tanpa berkata apa apa, dua malaikat itu memegang kedua tangannya dan membawanya ke neraka. Dalam mimpinya, neraka itu bagai sumur yang menyalakan api berkobar kobar. Luar biasa panasnya. Di dalam neraka itu, dia melihat orang orang yang telah dikenalnya. Mereka terpanggang dan menanggung siksa yang tiada tara pedihnya.

Menyaksikan neraka yang mengerikan dan menakutkan itu, Abdullah bin Umar seketika berdoa, "A'udzubillahi minannaazi. Aku berlindung kepada Allah dari api neraka."

Setelah itu, Abdullah bertemu dengan malaikat lain. Malaikat itu berkata, "Kau belum terjaga dari api neraka!"

Pagi harinya, Abdullah bin Umar menangis mengingat mimpi yang dialaminya. Lalu, dia pergi ke rumah Hafshah binti Umar, istri Rasulullah saw. Dia menceritakan perihal mimpinya itu dengan hati yang cemas.

Setelah itu, Hafsah menemui Baginda Nabi dan menceritakan mimpi saudara kandungnya itu pada beliau. Seketika itu, beliau bersabda, "Sebaik baik lelaki adalah Abdullah bin Umar kalau dia mau melakukan shalat malam!"

Mendengar sabda Nabi itu, Hafshah bergembira. Dia langsung menemui adiknya, Abdullah bin Umar dan berkata,

"Nabi mengatakan bahwa kau adalah sebaik baik lelaki jika kau mau shalat malam. Dalam mimpimu itu, malaikat yang terakhir kau temui mengatakan bahwa kau belum terjaga dari api neraka. Itu karena kau tidak melakukan shalat tahajud. Jika kau ingin terselamatkan dari api neraka, dirikanlah salat tahajud setiap malam. Jangan kau sia siakan waktu sepertiga malam; waktu di mana Allah Swt memanggil manggil hamba Nya; waktu ketika Allah mendengar doa hamba Nya."

Sejak itu, Abdullah bin Umar tidak pernah meninggalkan shalat tahajud sampai akhir hayatnya. Bahkan, kerap kali dia menghabiskan waktu malamnya untuk shalat dan menangis di hadapan Allah Swt. Setiap kali mengingat mimpinya itu, dia menangis. Dia berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka.

Apalagi jika dia juga ingat sabda baginda Nabi saw, "Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya pada hari kiamat adalah seseorang yang diletakkan pada kedua tepak kakinya bara api yang membuat otaknya mendidih. Dia merasa tidak ada orang lain yang lebih berat siksanya daripada dia. Padahal, sesungguhnya siksa yang ia terima adalah yang paling ringan di dalam neraka."

Dia berusaha sekuat tenaga untuk beribadah kepada Allah, mencari ridha Allah, agar termasuk hamba hamba Nya yang terhindar dari siksa neraka dan memperoleh kemenangan surga.

Akhirnya, dia bisa merasakan betapa nikmatnya shalat tahajud. Betapa agung keutamaan shalat tahajud. Tidak ada yang lebih indah dari saat saat ia sujud dan menangis kepada Allah pada malam hari.

Dikutip dari: Ketika cinta berbuah surga
Habiburrahman El Shirazy