Showing posts with label yonulisyo. Show all posts
Showing posts with label yonulisyo. Show all posts

Friday, 20 November 2009

Perlukah Alasan untuk Berbuat Baik?

“Sesungguhnya Allah ta’ala hanya merahmati hamba-hambaNya yang pengasih.” (HR. Bukhari)
“Sungguh Kami pasti memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan”. (QS. An-Nahl : 97)


Dalam banyak kesempatan saya dan teman-teman selalu berdoa agar kami dimudahkan untuk berbuat kebaikan. karena berbuat baik itu banyak keutamaannya. karena Allah memerintahkan umatnya untuk berbuat baik. karena setiap insan punya naluri untuk berbuat baik. bahkan dalam setiap hati punya ruang kebaikan. sejahat apapun orang itu, pasti punya kebaikan dihatinya. karena kebaikan itu adalah fitrah manusia.

Tetapi untuk selalu sejalan dgn fitrahnya sangatlah sulit. Karena ketika manusia hendak memilih kebaikan akan selalu ada bisikan-bisikan yg menghalanginya dan menganjurkan yg sebaliknya. Seperti yg pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW. bahwa di dalam hati manusia ada dua bisikan; bisikan malaikat dan bisikan setan. Bisikan malaikat adalah kebaikan dan bisikan setan adalah kejahatan. Adapun bisikan mana yg akan diikuti oleh manusia tergantung pada keadaan hati manusia itu. Jika hatinya bersih ia akan mendengar bisikan malaikat namun jika hatinya kotor dan berpenyakit dia akan lbh sering menuruti bisikan setan. Dari situ timbullah dua akibat yaitu kebajikan dan kejahatan. Kebaikan dan kejahatan itu pun beragam. Ada yg erat kaitannya dgn Allah langsung dan ada yg berhubungan dgn sesama hamba.

Terkadang Allah menguji niat kita untuk berbuat baik kepada sesama hamba-Nya. walaupun dengan 'hanya' niat berbuat baik kepada orang lain Allah sudah memberikan kita pahala, tapi kita harus membuktikan apakah kita sungguh-sungguh ingin berbuat baik. Dan dengan itu, kita akan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Tuhannya, Tabaaraka wa ta’aala. Firman-Nya : “Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian Dia menjelaskannya. Maka barangsiapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi tidak dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat untuk berbuat kebaikan lalu ia mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai 10 sampai 700 kali kebaikan atau lebih banyak lagi. Jika ia berniat melakukan kejahatan, tetapi ia tidak mengerjakannya, Allah mencatatkan padanya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat melakukan kejahatan lalu dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kejahatan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Saya jadi ingat sebuah ucapan Ran Mouri (entah di komik detektif conan yang nomor berapa. ada yang tahu?) ketika menolong seorang yang tidak dikenalnya, ternyata orang tersebut adalah pembunuh yang telah mencoba membunuh kepadanya. Disitu Ran menolongnya ketika ia akan terjatuh dari lantai atas. sampai pembunuh shock atas apa yang telah dilakukan Ran, "kenapa kau menolongku??" lalu Ran pun berkata, "Perlukah alasan untuk berbuat baik?"

Kalimat tersebut sampai sekarang selalu terngiang-ngiang dalam pikiran saya. Perlukah alasan untuk berbuat baik?

Dalam siroh pun diceritakan betapa mulianya akhlaq Rasulullah yang senantiasa memaafkan orang yang jahat bahkan orang yang mencoba membunuhnya. Bahkan dalam dakwahnya di Thaif, beliau menolak tawaran malaikat Jibril untuk menimpakan gunung kepada masyarakat thaif yang menghujani Rasulullah dengan batu-batu hingga wajah Rasulullah terluka dan mengeluarkan darah di wajahnya. Jibril sangat geram melihat itu. Tapi Rasulullah berdoa'a kepada Allah agar dimaafkan dosa-dosa mereka, dan semoga akan lahir dari generasi mereka, generasi yang akan memberatkan bumi ini dengan kalimat Laa ilahailallah. Subhanallah doa'a rasulullahpun terkabul. dari generasi mereka lahirlah ulama-ulama dan ilmuwan Islam, salah satunya adalah Sayid Quthb.
 
Yakinlah bahwa perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan. Barang siapa yang mengasihi makhluk, maka ia akan dikasihi al-Kholiq (pencipta), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang pengasih akan di kasihi Dzat yang Maha Pengasih, kasihilah yang di bumi, maka yang di langit akan mengasihimu.” (HR. Tirmidzi)

Kita harus terus berbuat baik, bahkan kepada orang yang telah menyakiti kita pun kita harus terus berbuat baik. Jika datang orang yang telah menyakiti kita untuk meminta pertolongan pada kita, maafkanlah ia, sambutlah ia dgn perkataan yg baik, dan bantulah ia. Apabila ia menjauhi kita dan tidak menghiraukan kita tetaplah berkata yg lembut dan mengucapkan salam kepadanya. Jika kita mampu membalas kejahatan dgn kebaikan niscaya kita akan mendapatkan faedah yg sangat besar. Bukankah lebih indah jika air tuba dibalas dengan air susu? bisa lebih bermanfaat, bukan?

Pandanglah sedikit kesalahan saudara kita, maka Allah ta’ala akan memandang sedikit pula kesalahan kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang memandang sedikit kesalahan seorang muslim maka Allah ta’ala akan memandang sedikit kesalahannya.” (HR. Abu Dawud)

Jauhilah menyakiti sesama (Jika kita melakukannya) maka Allah ta’ala akan menyiksa kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah ta’ala akan menyiksa orang-orang yang menyakiti manusia.” (HR. Muslim)

Jauhilah menyusahkan hamba-hamba Allah ta’ala (Jika kamu melakukannya), maka engkau akan terkena doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Ya Allah, barang siapa yang mengurus perkara umatku lalu mempersulit mereka maka persulitlah dia dan barang siapa yang mempermudah mereka maka permudahkanlah dia.” (HR. Muslim)

Janganlah berhati batu (tidak punya belas kasihan).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang tidak menaruh belas kasihan terhadap sesamanya, maka Allah ta’ala tidak akan mengasihinya.” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda: “Tidaklah dicabut rasa belas kasihan itu kecuali dari hati orang-orang yang celaka.” (HR. Tirmidzi)

Apapun muamalah yang kita lakukan terhadap manusia, maka kita akan mendapatkan balasan yang sama di sisi Allah ta’ala.

Ibnul Qoyyim berkata: “Sesungguhnya Allah ta’ala adalah Dzat yang Maha mulia, mencintai yang mulia dari hamba-hamba-Nya. Dia adalah Dzat yang Maha Mengetahui, mencintai orang-orang yang berilmu. Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa, mencintai yang gagah berani. Dia adalah Dzat yang Maha Indah, mencintai keindahan. Dia adalah Dzat yang Maha Pengasih, mencintai orang yang pengasih. Dia adalah Dzat yang Maha Menutupi, mencintai orang yang menutupi aib hamba-hamba-Nya. Maha Pemaaf, mencintai yang memaafkan hamba-hamba-Nya. Maha Pengampun, mencintai yang suka mengampuni hamba-Nya. Maha lemah lembut, mencintai yang lemah lembut dari hamba-hamba-Nya serta membenci yang keras perangainya. Dia adalah Dzat yang Maha Penyantun, mencintai sifat penyantun. Dzat yang Melimpahkan kebaikan, mencintai perbuatan baik serta pelakunya. Dzat yang Maha Adil, mencintai keadilan. Dzat yang Menerima uzur, mencintai orang yang menerima uzur hamba-hamba-Nya. membalas hamba sesuai dengan ada atau tidak adanya sifat-sifat tersebut pada diri seorang hamba… maka (sesungguhnya) muamalah Allah ta’ala terhadap hambanya sesuai dengan muamalah hamba terhadap sesamanya… berbuatlah semaumu maka Allah ta’ala akan membalasmu sesuai dengan perbuatanmu terhadap-Nya dan terhadap hamba-hamba-Nya."

Maka hendaklah senantiasa memberikan manfaat kepada hamba-hamba Allah ta’ala sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang mampu memberikan kemanfaatan kepada saudaranya hendaklah ia lakukan.” (HR. Muslim)

berbuat baiklah terhadap mereka, karena sesungguhnya Allah ta’ala mencintai hamba yang berbuat baik.

jadilah orang yang senantiasa mempermudah urusan hamba Allah ta’ala serta berlemah-lembut terhadap mereka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Diharamkan masuk Neraka setiap orang yang pemudah, lemah lembut, dekat dengan manusia.” (HR. Ahmad)

Maafkanlah mereka, mudah-mudahan Allah ta’ala mengampuni dosa-dosa kita, sesungguhnya Allah ta’ala tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.

Balasan suatu perbuatan sesuai dengan perbuatan tersebut. Allah ta’ala bermuamalah dengan hamba sesuai muamalah hamba terhadap sesamanya, maka bermuamalah-lah dengan hamba Allah ta’ala dengan muamalah yang kita mengharapkan Allah ta’ala bermuamalah seperti itu terhadap kita.

Memang baik menjadi orang top, tapi lebih top lagi menjadi orang baik.
"semoga dimudahkan semua urusan kebaikan kita, dan kita menjadi hamba-Nya yang senantiasa ikhlas untuk berbuat baik..."

Thursday, 5 November 2009

..i'm MPer and Plurker..

Akhir-akhir ini lagi gak terlalu suka ngeMPi.. ceritanya lagi berpaling nih (ceileh.. berpaling??) ke yang baru. Berawal dari buka plurk-nya menkominfo, kayaknya seru juga tuh ikutan plurk. Ada timelinenya yang bikin menarik. emang sih microblogging ini masih mirip2 facebook or twitter. Faktor utama yang membedakan Plurk dengan yang lain memang dari sisi desain. Format timeline dimana kita bisa langsung melihat semua post teman kita di satu halaman. Teknologi Ajax sangat bermain di sini. Plurk bahkan tampil dengan beragam pilihan karakter/maskot dan desain theme untuk timeline-nya. trus kita juga bisa bebas bermain CSS untuk mengkustomisasi theme kita.


Hal menarik lainnya adalah sistem Karma, sistem poin yang mungkin sudah familiar bagi orang2 yang sering berkumpul di forum-forum. Semakin aktif di Plurk, semakin tinggi Karma kita. Semakin tinggi Karma akan memungkinkan kita untuk mendapatkan pilihan karakter dan emoticon yang beragam pula. Sistem ini di awalnya kan mendorong kita untuk aktif. Bisa jadi, karena akhirnya sudah menjadi kebiasaan, kita semakin giat melakukan posting tanpa lagi memperhatikan poin Karma. enaknya juga, pesan yang dikirim dapat diawali dengan penanda (qualifier) umum yang telah ditentukan (seperti “asks”, “is”, "wish", "wonders" dll) atau bebas tanpa awalan.. tapi saya mah gak mau deh "diperbudak" sama plurk ini. saya memanfaatkan plurk ini buat mengakomodir belajar bahasa inggris saya. kebetulan temen saya winda juga punya tujuan seperti itu. jadi kita sama2 memanfaatkan plurk ini buat meningkatkan skill bahasa inggris kita. mulai dari postingan berbahasa inggris.. saling komen pake bahasa inggris juga, seru kan?? yah walupun grammarnya masih berantakan, setidaknya ada tempat buat mengekspresikan bahasa inggris kita..

Tapi efek negatif buat para blogger atau MPers, mereka bisa semakin malas menulis, karena (mungkin) semua rekan bloggernya ada di sana, dan bisa berinteraksi dengan cepat satu dengan lainnya di sana. Karena mudahnya ber-Plurk-ria (nggak terlalu memikirkan apa yang harus ditulis), membuatnya menarik pula untuk para pendatang baru, like me.. haha..

Yup, sekarang i am a MPer and Plurker

Wednesday, 4 March 2009

Menulis Ampuh Redakan Gangguan Emosi

Ada artikel bagus, yang ternyata saya baru tahu

(Kontributor Republika)

Jika anda menyenangi puisi dan suka menulis, tahukah anda, kebiasaan tersebut ternyata mempengaruhi perkembangan mental dan psikologi diri anda. Demikian hasil peneilitian yang dilakukan lembaga Masyarakat Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat, AAAS baru-baru ini.

Menaruh pulpen di atas kertas membantu otak mengatur emosi dan mengurangi perasaan takut dan marah. Peneliti menyatakan,menulis pengalamam pribadi memiliki efek "pencuci perut" karena sebagian otak terhubung dengan pemicu emosi dan aktivitas di sekitar wilayah otak yang berhubungan dengan kontrol diri.

Kualitas dari lirik atau prosa yang dibuat tidak berpengaruh terhadap penulis. Berdasarkan fakta, ilmuwan menduga jika tulisan sedikit membeberkan kesan hidup dan pengalaman akan berpengaruh baik. Sekarang para peneliti berharap mengembang suatu terapi yang mendasarkan penemuan mereka, yang kemudian bisa digunakan untuk menghilangkan ketakutan sosial atau fobia.

Ahli Saraf Universitas California,Dr. matthew Lieberman kemudian memberi nama penemuan AAAS dengan sebutan "menaruh perasaan ke dalam tulisan". Dia menuturkan,mengekpresikan diri lewat tulisan merupakan "pengaturan emosi yang tak disengaja"."Hal tersebut terlihat untuk mengatur kita dalam keadaan sulit," ujarnya.

Masyarakat,dinilainya,meremehkan aturan untuk duduk ketika emosi padahal dibaliknya terdapat manfaat. "Saya pikir, penemuan mengungkapkan alasan mengapa masyarakat menulis diari atau menulis lirik buruk pada lagu, sesuatu yang tidak akan pernah dimainkan di radio," ujarnya.

Dr Lieberman membuktikan keampuhan terapi menulis dengan membaca sekilas 30 otak individu saat mereka menguraikan gambar-gambar menyusahkan. Dia menemukan, menulis akan mengurangi aktivitas amygdala, bagian otak yang terhubung dengan emosi dan ketakutan dan meningkatkan aktivitas bagian depan korteks, pengatur pikiran. Dia menduga, lebih banyak menulis mengenai emosi jiwa akan menurunkan tekanan pada otak dan membangun keseimbangan mental.

Meskipun Lieberman tidak begitu mengerti efek dari terapi menulis namun hal itu telah dibuktikan. "Jika anda bertanya kepada masyarakat kemudian mereka tidak berpikir, menulis akan mempengaruhi pengaturan emosi, tetapi ketika anda melihat otak, baru anda dapat melihat apa yang sedang terjadi," ujarnya.

"Semakin kita menggunakan otak depan, semakin kecil respon amygdala.  Terlihat adanya efek dilihat-dan melihat" tambahnya. Dipercobaan lain, menulis dapat digunakan untuk mengawali terapi bagi masyarakat yang takut terhadap laba-laba.

Dengan menulis ketakutan yang mereka miliki akan memiliki hasil berbeda bila dibandingkan dengan masyarakat yang tidak menulis ketakutan mereka. "Kami tidak berpikir bahwa ini merupakan bagian dari aplikasi klinis," ujar Lieberman.

Namun, menurutnya, efek akan menjadi negatif jika menulis terlalu gamblang atau detail karena akan mengingatkan mereka terhadap trauma yang dilalui. " Anda menulis untuk melupakan bukan untuk mengingat," katanya.

Maka dapat diketahui mengapa kadang penulis ditemukan memiliki masalah kejiwaan, karena menulis memungkinkan mereka tetap bereaksi terhadap beberapa masalah emosi.

"Saya sangat yakin itu juga merupakan bagian motivasi mereka untuk menulis," tukasnya. "Anda bisa bayangkan akan jadi apa, mereka tanpa menulis," pungkasnya.