hayo terus melangkah, gak usah takut. Kalau takut berarti kamu tidak pernah melangkah. Kalau tidak pernah melangkah berarti kamu tidak akan pernah mencapai tujuan... the wonderful scene ^^
Pantai ini juga pantai favorit saya (tadinya), seperti pantai ini: http://aptx7486.multiply.com/photos/album/24/Pantaiku_kini_tlah_berubah...
Waktu masih SMA saya suka banget jalan-jalan sore ke sini. Saya suka berada di pantai ini, walau sepi. Malah pernah seharian disini, sampai maghrib. Saat itu air laut sudah surut. Indah banget melihat sunset dari sini, sambil melangkah menyusuri pasir hingga batas air dan pasir pantai semakin menjauh dari tepi...
Libur lebaran ini akhirnya bisa rihlah kesini bareng keluarga. Kalau dihitung-hitung udah 7 tahun saya gak kesini lagi. Rasanya kangeeen banget suasana dulu... duduk di tepi pantai yang sepi (karena memang yang berkunjung ke sini cuma orang-orang yang mau mancing di bagan) dengan sebuah kelapa muda, menikmati sejuknya hembusan angin, diiringi deru ombak, melihat kelomangan yang berjalan tanpa ragu-ragu... bener-bener refresh rasanya, walau mentari menyapa dengan cerahnya.Sungguh saya menyukai pantai ini apa adanya...
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari laut. Rasanya laut menyimpan seribu falsafah kehidupan... Sangat bermanfaat bagi manusia jika berhasil mengambil dan menerapkannya. Karena ilmu Allah luas. Tersebar dimana saja.
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
QS. Ar Ruum (30) ayat : 41
Tapi lagi-lagi saya harus kecewa ketika sampai ke pantai ini... seperti tahun lalu saya berkunjung ke pantai Mauk (tanjung kait)...
....PANTAINYA SUDAH TIDAK INDAH....
sejak kapan seperti ini? 7 tahun memang waktu yang lama... tapi perubahannya benar-benar drastis. Rasanya hati ini miriiiis banget melihat perubahan ini...
Dulu disini suma ada satu warung, warung ibu tua yang sudah kenal akrab dengan ayah, paman, dan fisherman lainnya. Satu-satunya tempat berteduh jika gerimis atau terlalu panas untuk menyapa pantai... sekarang disepanjang pantai ada warung, bahkan ada arena bermain, parkirpun tak beraturan, rasanya tempat yang tersedia tidak cukup untuk menampung banyaknya orang yang datang kesini... dan yang paling membuat saya muak adalah: SAMPAH!
Lagi-lagi harus mengatakan: Pantaiku kini telah berubah... hiks..
Kemana kelomangan yang berjalan dengan percaya diri?
Kemana ubur-ubur yang mengintip dibalik riak ombak?
Tidak terlihat lagi ikan-ikan kecil yang suka bermain di pinggir pantai
Tidak terlihat lagi bintang laut walau sekeping
bahkan kepitingpun tak berani menampakkan diri...
Rasanya ingin menuju lautan luas untuk melihat mereka...