Friday, 28 November 2014

Soundtrack anime tahun 90an

Dengerin soundrack anime ini bikin kangeeen masa-masa tanpa beban hehe (masa kecil).

Di MASHUP ini yang paling daku suka adalah yang bagiannya Detective Conan. Ritmenya kereeeen... dan gimana gitu yaa.. bikin semangat.
"Ingin kucoba sekali lagi.. walau itu tak pasti.. setelah kulalui.. penuh percaya diri.."
Never give up!!

Oia.. lagunya Inuyasha juga okee... "...karena senyummu menjadi semangat baru bagiku." --> Dedicated to someone special :)

Pokoknya two thumbs up deh buat mbak nadia yang keren suaranya dan mas eka yang super kreatif.



MASHUP OST Kartun/Anime 90an PART 1 - @EkaGustiwa…: http://youtu.be/1Ixg_6Ldyu0

Wednesday, 12 November 2014

Tugas yang menimpuk

Hari ini harusnya deadline ngumpulin tugas proposal buat research grant (hardcopy). Tapi berhubung H-2 ini daku kudu di rumah aja (baca: dipingit), jadinya pasrah aja untuk gak ngumpulin tugas dan berharap Prof. Eko mau menerima print out proposalku pekan depan..

Baru kepikiran buat ngirimin softcopy proposal ini ke temen dan minta tolong print disana,
sekalian minta tolong serahkan ke prof. Eko, tapi... Sama siapa ya? Meski temen2ku baiiiik2 banget tapi ngerasa sungkan aja bilangnya hehe.. Maklum temen2 sekelasku kan bapak2 dan ibu2 dosen ato peneliti.. Dan direktur juga sih ckckck.. Notabene umurnya lebih tuaaa dari ak. Bahkan ada yang seumur bapakku lho :D

Iseng2 akhirnya buka grup kelas.. Berharap ada berita2 menyenangkan...
Hmm.. Ternyata bukan daku aja yang berharap kalau tugas tsb dikumpul pekan depan.


Setelah pasrah...
Dan tawaran bantuan itupun datang.. 
Tapi ya, dengan kondisiku sekarang rasanya meragukan kalau ngebut beberapa jam buat ngerjain satu proposal full.. Meski idenya udah ada. Sekarang daku berharap kalau pengumpulan tugasnya diundur...
Daaan.. Berita bahagia itupun datang!
Yosh!! Tugas diundur, horee * jingkrak jingkrak*
Tapi...
Setiap keputusan pasti ada konsekuensinya..
 Tugasnya jadi numpuk!
Pekan depan jadi harus ngumpulin proposal dan makalah seminar!
Aaaa... serasa ditimpuk segepok tugas *Tepok jidat*

Mudah2an ada keajaiban dan daku bisa menyelesaikan tugas-tugas tersebut dengan teang dan baik.. #Ngarep.

Alhamdulillah... Semangat!

Thursday, 6 November 2014

Sensei yang mana

Hari ini hari berdiskusi dengan promotor dan co-promotor untuk memilih sensei yang akan dituju. Co-promotor saya sebenarnya sudah dari bulan lalu memberikan 3 nama untuk dipertimbangkan; M*mura, Shim*mura, dan Ik*da sensei. Masing2 punya main riset yg berbeda, meski ujung2nya ke divais. Hmm... 

You know? Sampai sekarang daku masih bingung mau ke sensei mana... Ada sensei yg rada2 nyambung sama background study saya tapi porsi divaisnya sedikit. Padahalkan tujuan saya ke Shizouka mau memperdalam spesifikasi saya di bidang electronic devices. Selanjutnya ada sensei yg fokusnya di imaging/vision. Jujur, Saya masih belum kebayang dg riset beliau. Ada juga sensei yg divais bangeeet.. Hmm tapi saya masih harus search info riset sensei tersebut. 
Dan akhirnya tibalah promotor saya menanyakan "mau ke siapa kamu?" saya masih tertegun.. Kemudian saya bilang kalau saya cukup tertarik dengan sensei yg cocok dg background study saya. Tapiii sepertinya beliau tidak terlalu setuju dengan pilihan saya. Dengan beberapa pertimbangan tentunya... Dengan meminta pertimbangan co-promotor saya, akhirnya diputuskan prioritas sensei yg saya tuju adalah yg dipilih promotor saya. 

Sebenarnya saya masih belum kebayang nantinya saya mau riset apa di lab beliau. Saya tadinya ingin riset apa yang ingin saya pelajari. Tapi kata promotor saya: 

"Jangan terfokus pada produk. Tapi fokuslah pada penguasaan basic fenomena/filosofi nya. Dengan begitu kamu bisa menghasilkan banyak produk. Bukan hanya satu. Ibarat memancing ikan kakap.. Kamu bukan terfokus pada ikan kakap nya. Tapi kamu harus belajar bagaimana teknik memancing yang baik. Dengan begitu kamj akan mudah untuk memancing ikan kakap. Bahkan kalau kamu mau memancing ikan paus, tidak akan sulit bagimu. That's philosophy. Makanya gelar S3 lebih cocok PhD (doctor of philosophy) daripada Dr (Doktor)." 

Thanks prof :)

Tuesday, 14 October 2014

Siapa nama kamu?

Kamu tau?

Saat dia berada di KUA untuk mengurus surat "numpang nikah". Lalu dia mengirimkan pesan kepadamu, "Ukhti, nama lengkap kamu?"

Dan kamu terdiam tanpa ekspresi... harus kesal atau tertawa kah?
Karena selama ini dia hanya mengenalmu apa yang ada pada dirimu.. bahkan tidak peduli siapa nama lengkapmu. 
Mungkin baginya, mengetahui bagaimana dirimu dan bagaimana keluarga yang membesarkanmu, sudah cukup memantapkan hatinya untuk memilihmu membina keluarga bersamanya :)

Saat itu, masihkah perlu menjelaskan tentang siapa dirimu padanya?

Semoga berkah... Aamiin

Thursday, 9 October 2014

Tentang Jodoh: Ikhtiar tanpa akhir

Beberapa kisah pernikahan pernah singgah di telinga saya...
Tentang prosesnya, tentang cinta, tentang menjaga hati, tentang cita-cita... juga tentang ibadah.

Ada yang menikah karena sudah memiliki cinta dan kecenderungan dalam hati. 
Ada yang menikah lalu menumbuhkan cinta dan kecenderungan dalam hati. 
Saya pikir keduanya mulia selama niatnya karena Allah dan prosesnya terjaga sesuai kaidah islam.

Tentang jodoh..
Jodoh adalah misteri yang harus diikhtiarkan.

Ketika akad diucapkan, pasangan suami-istri memulai garis takdir perjodohan. Bisa jadi ini akan terus berlanjut sampai ceritanya bersambung di akhirat (happy ending) atau terputus di dunia (naudzubillah). 

Tipe happy ending ini bisa diraih jika kualitas diri kita dan jodoh kita harus sama-sama semakin meningkat sehingga akan berlanjut hingga akhirat. Semoga kita termasuk dalam jodoh tipe ini.. Aamiin Ya Rabb..

Tipe satunya adalah ketika suami-istri takdir jodohnya berakhir di dunia, misalnya karena perceraian (naudzubillah). Yang saya tau, jodoh itu ada masa tenggangnya. Dan jodoh itu se-kufu (atau setingkat), dalam artian memiliki kualitas dan frekuensi yang setara. Jodoh kita adalah cerminan diri kita, dan kita akan setara dengan pasangan kita. Jika salah satu melesat jauh menjadi sangat baik sementara yang lain semakin mundur menjadi sangat buruk, maka akan ada kejomplangan. Hal ini yang menyebabkan garis jodoh berakhir. Oleh karena itu, jodoh tidak otomatis terjawab setelah akad, namun jodoh harus tetap diikhtiarkan secara terus menerus hingga menghadap Allah. Semoga kita bisa sama-sama berproses menjadi orang yang lebih baik dengan jodoh kita, sehingga kesetaraan dan harmonisasinya dapat terus terjaga.

Lalu bagaimana ketika salah satu dari pasangan menghadap Allah terlebih dahulu? Bisa jadi Allah membatasi waktu garis perjodohannya sampai disitu dan garis perjodohan kita berlanjut dengan orang lain, atau yang meninggal duluan bertemu jodohnya di surga. Wallahu'alam..
Kita tidak akan pernah tahu siapa jodoh kita hingga saatnya tiba.
Tapi yang pasti siapa jodoh kita sudah tertulis di Lauhul Mahfuz ribuan tahun yang lalu sebelum kita dilahirkan. Dan kita harus ingat bahwa tidak ada skenario Allah yang salah.

Kita hanya BERPROSES UNTUK MENUJU TAKDIR ALLAH ini dengan ikhtiar sebaik-baiknya, dengan terus menyertakan Allah di dalam proses itu tentunya. Karena Ridho Allah lah yang utama.

Meng-copas kembali redaksinya anty
Percayalah…
Laki-laki yang baik itu akan memintamu menikah dengannya, dengan cara yang baik, melamarmu dan keluarga untuk menjadi bagian dari hidupnya…

Menyatakan keseriusannya dengan GAMBLANG bukan mengeluarkan isyarat-isyarat yang menimbulkan ribuan tanya dalam benakmu. Membingungkanmu.

Menikahimu dengan waktu yang jelas, tidak akan membuatmu menunggu, tidak akan menggantung statusmu.
Mungkin kita harus membuka diri terhadap peluang jodoh dari segala arah yang Allah tunjukkan. Meski tidak seperti harapan, tidak seperti impian. Peluang jodoh yang tidak terduga..

dan..
Saat kita menarik seseorang ke dalam hidup kita, tentu alasannya bukan tuk mencari-cari aib & salahnya. Cukuplah baik sangka mengikat cinta. Tapi baik sangka bukan penghenti saling menasehati. Sebab cinta sejati bukanlah penjamin mesra dunia; ia alasan asasi tuk bersama ke surga. (Salim A Fillah)

Monday, 28 July 2014

Romantic scene at Mahabarata

Scene yang paling romantis di Mahabarata... Karna and Vrushali.
Hiks, akhirnya Karna yang paling keren, ganteng, baik hati, dan juara ini menemukan pendamping hidupnya... *terharu sekaligus envy*

Vrushali melamar Karna (Radheya)
Vrushali: you do not return any empty hand, Maharathi Karna. Will you also give me a "daan"?

Karna: But, I have not anything to give you Vrushali. I have given up both the kingdom and the treasury. Whatever little was there, I have thrown away on the banks of the river.

Vrushali: After the treasury is given up, whatever is left can you give me that? Will I get your companionship?

Karna: Life with me will be very difficult for you, Vrushali..

Vrushali: With you, a difficult life can be an easy one Radheya, Will you agree me to walk with you?

Karna: If you will be my guiding star, one who  shows the true path, then I will..

Vrushali guiding Karna
Huaaa bener-bener bikin melting nih dialog *ngelap air mata*, sebenernya sih karena adegan sebelumnya juga waktu Karna menyampaikan pesan dari Kunti buat Pandawa..
Ah.. Vrushali beruntung banget yak..
Kunti and Karna

Thursday, 10 July 2014

Baby unyuuuu


10 menit menjelang pukul 00 WIB ini daku menemukan foto unyuuuu....


Baby memang tidak berdaya.. tapi akan selalu disayangi..
Allah Sang Pencipta telah menganugerahkan rasa sayang kepada orang-orang yang melihat para baby
Seperti magnet yang menarik rasa sayang dari tiap jiwa yang memandangnya
Ya, rasa sayang. Bagi manusia berhati nurani.
Rasa sayang itu terus tumbuh dan membuncah...
hingga apapun yang dilakukan sang baby, rasa itu tiada berkurang sedikitpun

love cute baby..