Wednesday, 30 January 2013

#30 Lanjutkan!

Pagi yang cerah ini diawali oleh info mendadak dari leader saya. Hari ini harus presentasi di depan para dosen dan mahasiswa lab divais. Parahnya saya gak siap apa2.. pernah bikin slide tentang riset terakhir tapi ada di laptop dan laptopnya ditinggal di rumah. Hmm...
Akhirnya saya malah ngerjain perbaikan paper yang mau disubmit di jurnal komputasi internasional karena deadline hari ini. Baru aja selesai submit, ada telp dari kampus kalau harus ke kampus lebih cepat karena alat yang dipesen dari Jepang udah sampe lab. Hmm..
Sampai kampus ternyata pak dosen dan mahasiswa sedang membicarakan QiR. "Lia udah submit paper QiR?" Tanya seorang dosen. "Belum pak." Jawabku... "lia papernya ada perubahan. Jadi paling bisa submit weekend ini." Kata leaderku ke dosen tsb. Dan pembicaraanpun berlanjut ke boleh tidaknya submit lewat dari tanggal yang ditentukan.
Prof masuk. Dan diskusi dimulai. Zemi perdana di tahun 2013. Saya kebagian presentasi pertama. Akhirnya saya memaparkan tentang paper komputasi saya yang tadi baru disubmit di jurnal. Banyak pertanyaan kritis dari prof, untungnya leader saya yang baik hati membantu saya dalam menjawabnya. Ini yang saya suka dari prof, kalau presentasi ada beliau rasanya lebiiiih hidup. Pertanyaannya simpel tapi fundamental dan bikin kita berpikir hal yang menurut kita sepele padahal penting. Melalui paper ini, saya juga melamar beliau untuk jadi promotor saya di program master ini. Alhamdulillah ia menyambut baik paper ini juga memberi masukan berharga. Thanks prof.
Setelah beberapa mahasiswa dan dosen presentasi tentang perkembangan riset masing-masing, kami membicarakan tentang zemi kedepan. Menyenangkan. Sampai gak sadar kalau kami sudah 3 jam berada di ruangan ini.
Daaan... diakhiri dengan pengingatan deadline paper QiR yang tinggal besok! Doh, saya malah harus merombak habis paper yang sudah saya kerjakan dua bulan ini. Karena paper ini akhirnya disubmit ke jurnal. Hiks... artinya malam ini jadi sangkuriang lagi. Nulis paper dalam waktu satu malam... pesimis sih mengingat simulasinya harus ditambal sulam lagi. Tapi.. bismillah aja :)
Lanjutkan! *Mikirin stress lagi, hehe*
Ganbatte!

Tulisan #30 @30Haribercerita

#29 Cuma hari ini

Saya semakin menyadari makna hari ini.
Takziah ke orang yang meninggal kemarin menegaskan kembali bahwa sesungguhnya tidak ada yang kita miliki di dunia ini. Dia memang memiliki harta yang banyak tapi itu sampai hari sebelum kematiannya. Pada saat ia meninggal, toh dia tidak memiliki hartanya itu. Hartanya tidak bisa menemaninya menjalani alam barzah.

Saya juga teringat kepada seorang saudara. Di satu masa ia adalah orang yang tidak punya harta. Bahkan untuk membeli sekeping cd windows bajakan ia harus berhutang, karena tidak punya cukup uang. Atas takdir Allah, dia berhasil menjadi pegawai negeri sipil di kementerian yang mendapat remunerasi. Dan dalam waktu yang sangat cepat, hidupnya meningkat drastis. Taraf hidupnya berada di atas rata-rata.

Ada juga sang pengusaha kaya raya, tapi dalam beberapa detik hidupnya berubah. Ia kalah di pasar saham dan kekayaannya pudar cepat.

Harta itu mudah sekali didapatkan. Juga mudah sekali dihilangkan (oleh sang maha pemberi harta). Bahkan jika Dia berkehendak, kun fayakun! Maka jadilah seseorang itu kaya atau miskin. Maka harta tidak patut dibanggakan.
 Jadi sebenarnya yang membedakan orang kaya, orang miskin, dan orang sederhana adalah saat ini, hari ini. Oke, kemarin ia punya harta, tapi itu kemarin, ga bisa diputer ulang... besok belum tentu. Bisa saja hartanya musnah dalam sekejap atau ia meninggal dunia. Jadi cuma hari ini *yang pasti* ia berkesempatan punya harta. Dan orang miskin berkesempatan tidak memiliki harta. Besok belum tentu kan? Buat apa sombong atau iri? So, nikmatilah dan syukurilah hari ini... karena cuma hari ini... :)  

Tulisan #29 @30Haribercerita

Monday, 28 January 2013

#28 Catatan langit

Seorang ibu berkata,"pengen banget rasanya gendong cucu...kapan ya anak saya menikah..." sighh, aku gak bisa bilang apa-apa selain berkata,"mudah-mudahan anak ibu segera dipertemukan dengan jodohnya. Semoga orang yang shaleh dan baik ahlaknya."
Seorang teman berkata, "sebenernya aku mupeng banget kalau lihat orang gendong bayi. Pengeeen banget rasanya punya bayi..." aku mengerti perasaannya. Apalagi yang diharapkan dari pasangan yang lebih dari tiga tahun menikah selain buah hati. Bahkan teman lain mendapatkan buah hatinya setelah 8 tahun menikah...
Barusan dapet kabar yang sangat mengejutkan, suami teman saya meninggal dunia malam ini. Padahal masih muda dan sehat... saya sempat tidak percaya tapi memang inilah karakter takdir. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, bahkan semenit ke depan...
Saya meyakini bahwa urusan jodoh, rejeki, hidup dan mati adalah milik Allah. Dia telah menetapkannya dari sebelum kita lahir ke dunia ini...
Saya memahami bahwa semua yang kita rencanakan di dunia ini adalah hanya menyesuaikan dengan rencana yang Allah buat. Bukan sebaliknya.
Dan kita diberikan ruang untuk belajar dan berjuang dalam proses yang kita lewati. Setiap fase kehidupan pasti ada ujiannya masing-masing, seperti hal nya orang yang belum menikah, orang yang sudah menikah lama tapi belum dikaruniai anak, juga orang yang sudah menikah dan punya anak tapi suaminya harus lebih dulu menghadap Allah... kita mang tidak akan pernah selesai mendapatkan ujian hingga kita kembali pada-Nya, sebagai pembuktian kita kepada Allah apakah kita termasuk hamba-Nya yang beriman atau tidak.
Meski setiap ujian mungkin akan meluluhlantakan hati, tapi orang beriman punya cara menata hatinya. Saat mendapat musibah, air matanya menetes. Tapi hatinya meyakini bahwa apa yang diberikan Allah pasti yang terbaik baginya. Fisiknya lelah, pikirannya penat, tapu tidak dengan hatinya. Yang terus yakin bahwa ini adalah tanda sayang Allah padanya...
Semoga kita termasuk hamba Allah yang bersabar... innallaha ma'ash shabiriin...

Tulisan #28 @30Haribercerita

Saturday, 26 January 2013

#26 Poffertjes yummy

Hari sabtu saatnya berkuasa di dapur. Rencana hari ini adalah bikin Poffertjes. Itu makanan yg asalnya dari Belanda. Tapi gampang kok buatnya... yummy banget!
Kebetulan mama punya wajan cetakannya yang belum pernah dipake sejak beli, hehe... 
Yang aku belum punya cuma whisk aja buat kocokan telur. Sebenernya bisa pake mixer, tapi daku males pake alat2 listrik gituh ntar kesannya gak simpel lagi hehe. Makanya aku langsung ngubek-ngubek CF pagi-pagi. Alhamdulillah ketemu whisk nya. Harganya cuma 11rb. Diskon dari 15rb. Lumayan lah. 
Selanjutnya mari kita lihat resepnya.

Bahan :
250 ml susu cair (aku pake susu kental manis yang dicairkan)
200 gr terigu
40 gr gula halus
1/2 sdt garam
1 sdt ragi instant (pake fermipan)
2 butir telur – kocok dgn whisk
Keju - potong kecil-kecil (aku pake Quick melt kraft)
60 gr mentega – lelehkan
Cokelat tabur / Meises ceres

Cara pembuatan:
  1. Aduk bahan kering jadi satu, tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai rata dengan
  2. whisk. 
  3. Tambahkan telur kocok, aduk lagi sampai rata. 
  4. Diamkan kurang lebih 1 jam di tempat gelap dan hangat. 
  5. Masukkan mentega cair, aduk sampai rata. 
  6. Olesi loyang poffertjes dgn mentega dan panaskan dengan api besar. Jika sudah panas, kecilkan api hingga api lilin dan mulai tuang adonan.
  7. Jika pinggirnya sudah kelihatan kering, cungkil dgn tusuk sate dan balik. Ini perlu teknik khusus supaya bentuk bulat nya pas.
  8. Masukan potongan keju di tengahnya.
  9. Tunggu hinga berwarna kuning keemasan & matang, angkat.
  10. Hidangkan dengan ditaburi gula halus, selai, atau cokelat. Kali ini aku pakenya cokelat ceres.
Alhamdulillah berhasil. Fauzi dan michael (tmn mainnya fauzi) suka banget. Bahkan mereka bolak balik ke dapur terus, nambah terus poffertjesnya :)

Hmm... pekan depan bikin apalagi ya?

Tulisan #26 @30Haribercerita

Friday, 25 January 2013

#25 Mata kuliah konsekuensi

Semester baru dah mau mulai, waktunya milih-milih kuliah yang mau diambil kedepannya. Biasanya saya menikmati saat-saat begini. Karena kita bisa pelajari apa yang kita senengin. Jadi inget waktu kuliah S1 dulu, meski masuk lab kimia fisik tapi saya banyak ambil mata kuliah kimia analitik. Karena sebenernya saya lebih suka dg kimia analitik saat itu dan dosen pembimbing saya gak mampu melarang saya :)

Kali ini berbeda... mengingat kondisi saya yang kuliah sambil kerja, saya gak bisa seenaknya ambil mata kuliah yang saya suka. Ini berkaitan dengan jam kerja saya. Gak mungkin lah saya makan gaji buta. Mungkin memang benar yang dibilang leader saya di kantor ketika minta pendapat mata kuliah pilihan yang akan saya ambil, "ambil mata kuliah pilihan yang jamnya sore setelah mata kuliah wajib." Melihat jadwal kuliah saya, beliaupun mengusulkan mata kuliah yang jauuuuh dari yang selama ini pernah saya pelajari, yaitu tentang kendali adaptif. Karena mata kuliah yang dekat dengan bidang riset saya waktunya tidak memungkinkan. Saya bisa tidak masuk kantor lebih banyak kalau ambil mata kuliah tsb. Sumpah, mata kuliah itu tidak pernah ada di pikiran saya. Membaca deskripsinya aja saya gak ngerti. Dari bahasa jenis apa pula itu istilah-istilahnya, hiks. Kalau disuruh pilih mata kuliah yang bener2 jauh, saya lebih memilih manajemen publik lah...

Sedih memang, sudah bayar mahal2 dengan uang yang dicari dengan keringat sendiri, tapi gak bisa ambil mata kuliah yang disukai..
Saya harus menerima bahwa inilah konsekuensi kuliah sambil kerja, tidak peduli ini bentuk intervensi atau tidak. Saya menyebutnya sebagai mata kuliah konsekuensi.
Semoga semua ilmu yang saya dapat di kampus ini bisa bermanfaat untuk saya dan masyarakat negeri ini...

Tulisan #25 @30HariBercerita

Wednesday, 23 January 2013

#23 Rumah impian

Kalau olahraga pagi di komplek perumahan yang agak mewah, saya dan teman-teman suka berkhayal punya rumah yang menurut kami masing-masing paling bagus. Dengan entengnya tangan kami menunjuk rumah pilihan kami masing-masing, "aku mau yang ini!"
Gak dosa dan gak salah juga kan punya khayalan begini, mudah-mudahan bisa jadi doa. Kata seorang ustadz, kalau suka sama sebuah rumah, coba berdiri di depan rumah itu sambil berdoa dan bayangin kalau rumah itu akan jadi milik kita, insya Allah akan terkabul. Gak percaya? Seorang teman dekatku udah merealisasikan lho... dan akhirnya terkabul!

Bagi saya pribadi, rumah impian saya yang terkeren di dunia ini adalah Full house (itu lho rumahnya si Han jie eun dan Yong Jai). Tapi pas nonton film "When a stranger calls" saya jadi mupeng banget sama rumahnya keluarga Mandrakis ituh. Rumahnya di pinggir danau kecil, pokoknya asri dan cozy banget. Keren abis! Berharap banget suatu saat bisa punya rumah kayak gitu, plus dengan danau buatannya. 

Agar mimpi saya yang satu ini terkabul, maka dengan ini saya tunjuk rumah itu (melalui gambar-gambar di bawah ini) dan berkata, "aku mau rumah seperti ini!" semoga terkabul. Aamiin.... 


Lebih rincinya mari kita lihat gambar-gambar selanjutnya. Foto-foto ini diambil dari web ini, yang ternyata udah mengulasnya dengan lengkap ^____^

Dari luar emang nampak seram, tapi kalau udah deket nampak indaaaaah banget...
so beautiful...
Black kitchen

Contemporary bathroom

Contemporary courtyard
Kolam ikan plus teratai (atau lotus ya ini namanya?)

The dreamlike zen aviary at the centre of the house is complete with exotic greenery, extensive fishponds and soothing water features

Riverside view

Living room yang nyamaaan banget, ada bangku panjangnya segala

Mezzanine. hmmm... buat apa ya?
 
sophisticated living room

pintu depan

Classic furniture contrasts against the fresh backdrop

di tengah-tengah ada taman

entering via raised decking with luxury barbeque

ruang makan
Nah sekarang mari kita lihat designnya..
tampak atas
rumahnya dua lantai yaaa
Gimana? keren kaaan... satu lagi nih, sistem lampu di rumah itu pake sensor gerak. Jadi kalau ada orang masuk ke ruangan maka lampunya otomatis bakalan nyala sendiri trus kalau orangnya udah keluar dari ruangan tsb lampunya bakalan mati lagi beberapa saat kemudian. trus sistem keamanannya pake alarm otomatis yang bakalan terhubung ke pihak keamanan gitu.
Oia, itu bukan berarti rumah itu terpencil lho. Ada tetangganya juga, coba perhatikan gambar terakhir. Kayaknya di BSD ada ya rumah yang tipenya ada danau-danaunya gini... tapi lupa namanya cluster apa. Hayo berburu gambaran rumah impian dari sekarang. Biar bisa lebih dekat untuk diwujudkan. Semua berawal dari mimpi kan? :)

Tulisan #23 @30Haribercerita

Tuesday, 22 January 2013

#22 Aquarium style

Hahhaha... baru baca judulnya udah ketawa sendiri :D

Sebenernya ngikut2 judul lagunya Psy "Gangnam Style". Tapi ini beda lho... bukan kebiasaan opa-opa di gangnam. Jadi gini ceritanya, di kantor daku punya ruangan. Uniknya, ruangan tsb diisi oleh orang yang gokil yang gak membiarkan waktu berlalu dengan sunyi. Parahnya, itu ruangan diapit oleh 2 Ruangan kepala bidang! Banyak orang yang mikir kalau masuk ruangan itu harus jaga omongan, secara... segala suara kedengaran banget ke ruangan para kabid ituh. Tapi... begitu kamu masuk ruangan itu, kamu pasti akan lupa segala itu dan terlarut dalam kecerian sang penghuni :)

Ruangan itu bernama aquarium.
Sebuah ruangan kecil yang dihuni oleh 5 orang keren yang menamakan diri sebagai "Keluarga cemara" dengan segala bawaannya. Mamad sang admin, Jambrong tukang utak atik komputer, Raun ahli mesin, aptx si tukang ngeprint jurnal, dan Nie yang suka fisika. 5 Orang keren ini sangat welcome kalau ada yang main ke aquarium.

Tentang hobby, udah lebih dari 3 tahun bersama disini, foto-foto jadi kegiatan yang menyenangkan. Apalagi di sela-sela kesibukan kerjaan yang kadang bikin penat, foto-foto bisa jadi penyegar :D
Biasanya kita pake timer buat ngambil foto bersama... seperti hari ini :)

Semoga keluarga cemara tetap langgeng.
We always open to be your friend, because we like make a friendship :)
Yeah, this is our style.

Tulisan #22 @30HariBercerita