Monday, 7 January 2013

#7 Repost: Peluang Indonesia Meraih Nobel

"Tentukan bidang apa yang ingin anda pelajari. Seketika anda menemukannya, pelajarilah sebanyak yang anda bisa." (Robert Huber)


Kemarin ada kuliah umum
IA-ITB Lecture Road to Nobel Prize, bersama Prof. Robert Hubber (peraih nobel Kimia). Temanya sangat menarik “Peluang Indonesia Meraih Nobel”. Tema ini merupakan tantangan yang nyata, relevan dengan perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-66 di bulan Agustus ini. Harapannya, acara ini dapat memotivasi kita agar bekerja keras untuk mengembangkan sains dan teknologi. Semoga suatu saat akan lahir Nobel laureate dari Indonesia.

Berikut merupakan beberapa point yang bisa kita renungi dari pidato Menristek (Suharna Surapranata) di acara ini:

“Bisakah orang Indonesia meraih hadiah Nobel?”

Pertanyaan ini mirip judul buku yang sedikit provokatif yang ditulis Kishore Mahbubani, Can Asians think?
Pertanyaan ini memang terasa merendahkan bagi bangsa-bangsa Asia dan dunia ketiga termasuk Indonesia. Mahbubani sendiri adalah orang Asia. Tetapi paparannya akan membuat orang Asia dan semua orang berpikir lebih baik.
Pertanyaan yang sama pantas ditujukan kepada kita bangsa Indonesia yang tengah membangun dalam segala bidang. "Bisakah orang Indonesia berpikir?" Rasanya terlalu ketus untuk judul tulisan ini.

Berpikir menyelesaikan soal ujian akan sangat berbeda dengan proses berpikir dalam arti sesungguhnya untuk menyelesaikan persoalan hidup. Mental seperti ini hanya akan tumbuh dari didikan alam untuk mandiri dalam menghadapi segala macam tantangan hidup sejak seseorang masih kecil. Budaya berpikir ilmiah adalah budaya hidup mandiri. Orang yang tidak terbiasa mandiri akan cenderung menempuh jalan short cut. Mereka adalah orang-orang yang terbiasa "disuapi" dengan layanan baik dari orang lain maupun dari alam di mana dia tinggal.

Langkah pertama untuk meraih hadiah Nobel adalah memang berpikir yang benar. Apabila kita tidak bisa berpikir dengan benar, janganlah kita bermimpi untuk bisa meraih suatu penghargaan, apalagi meraih hadiah Nobel.

Aktivitas riset untuk menghasilkan sesuatu yang berarti, apalagi agar bisa meraih hadiah Nobel, hasil riset tersebut harus memiliki pengaruh yang nyata dalam kehidupan sosial dan ekonomi kita, sekecil apapun pengaruh itu.

Pertama, Sebuah invensi yang baik biasanya berasal dari sebuah serendipitas dan keuletan dalam menekuni proses berpikir ilmiah untuk menyelesaikan persoalan dalam dunia nyata. Kata serendipitas berasal dari kata bahasa Inggris serendipity yang berarti mental atau karakter yang bisa merasakan "kenikmatan" yang tidak ternilai harganya saat melakukan penemuan yang tidak terduga-duga. Kenikmatan seperti ini hanya dirasakan oleh orang yang menjadikan hidupnya senantiasa penuh dengan aktifitas berpikir (learning) dan dzikir (reasoning).

Orang yang mempunyai jiwa serendipitas adalah orang menjadikan laboratorium (lab) sebagai hidupnya dan hidupnya adalah lab. Lab adalah ajang berpikir dengan segala bentuk dan kondisi fisiknya, tidak terbatas pada lab dalam arti yang sebenarnya.

Seperti yang dikatakan Newton: “Cara terbaik untuk menjadi seorang ilmuwan yang baik, anda harus berpikir tentang itu sepanjang waktu, baik di waktu anda bangun maupun di waktu anda tidur.”

Sebuah penemuan yang baik pasti berasal dari sebuah budaya berpikir yang baik.
Kita harus membangun sebuah lingkungan untuk menumbuh suburkan budaya riset di masyarakat kita. Kompetisi dan forum-forum ilmiah adalah kesempatan yang baik untuk membangun lingkungan seperti itu. Para ilmuwan atau peneliti biasanya lebih termotivasi dengan berkompetisi dan lebih terinspirasi dengan saling bertukar pendapat di dalam forum ilmiah. Karena itu kita harus mendorong agar para ilmuwan dan peneliti kita bisa berpartisipasi sebanyak mungkin dalam acara-acara ilmiah internasional.

Kedua adalah dampak sosial dan ekonomi dari sebuah penemuan atau invensi. Di sini ditekankanpada pemanfaatan atau pendayagunaan sebuah penemuan. Ada proses yang panjang antara sebuah penemuan sampai munculnya impak ekonomi dan sosial dari penemuan tersebut.

Proses ini meliputi proof-of-concept atau uji kelayakan di tingkat laboratorium, komersialisasi sampai akhirnya terjadi adopsi yang meluas terhadap hasil penemuan itu.

Akan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk dihasilkannya sebuah produk komersial dari sebuah penemuan, dan bahkan mungkin akan memerlukan puluhan tahun lagi agar produk itu memiliki impact secara sosial dan ekonomi. Saat itulah, sebuah invensi berubah menjadi sebuah inovasi.

Agar sebuah penelitian menghasilkan impact sosial dan ekonomi, maka penelitian itu harus menjawab sesuatu. Penelitian itu harus memberikan kontribusi kepada pemecahan masalah, apakah itu permasalahan ilmiah ataupun permasalahan nyata di masyarakat atau di dalam sebuah proses ekonomi.

Untuk menjamin tersedianya solusi ilmiah dari setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita, maka harus ada upaya yang berkesinambungan dalam aktivitas penelitian dan pengembangan. Upaya yang kontinyu dan berkesinambungan ini akan membangun sebuah akumulasi pengetahuan dan know-how yang akan mengantarkan kita kepada solusi substantif dari permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Sebuah break-through atau penemuan besar yang dapat menyelesaikan permasalahan besar, sehingga layak untuk mendapatkan hadiah Nobel, hanya akan muncul dari pengetahuan dan know-how yang terakumulasi.

Karena itulah, upaya kontinyu dan berkesinambungan dalam kegiatan penelitian dan pengembangan, harus tersambung dengan upaya kita untuk mendayagunakan pengetahuan dan know-how yang kita miliki. Apabila pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian ilmiah itu tidak didayagunakan, maka semua upaya penelitian kita tidak akan berkesinambungan.
Pemecahan masalah muncul dari inovasi, dan apa yang tidak didayagunakan bukanlah sebuah inovasi, jadi tidak memberikan solusi apa-apa.

Meniti karir ilmiah, khusunya untuk peneliti muda dan cemerlang, di negara berkembang seperti Indonesia, tidaklah mudah. Dituntut motivasi, disiplin dan komitmen profesional yang kuat. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa ilmuwan muda Indonesia sama pandainya, sama bersemangatnya, juga tentu sama kreatif dan inovatifnya dengan ilmuwan-ilmuwan di luar negeri.

Terutama di era informasi global seperti sekarang ini, kita mengenal perumpamaan the world is flat. Seorang mahasiswa di sini dapat memiliki kesempatan yang sama dengan rekannya di belahan dunia mana pun, untuk dapat mengakses ilmu pengetahuan global yang diperlukannya untuk meniti karir ilmiahnya. Karena itu, akumulasi pengetahuan seharusnya tidak dibatasi kepada akumulasi di dalam sebuah individu atau sebuah masyarakat atau perusahaan yang tertutup.

Akumulasi pengetahuan dapat terjadi melalui jaringan pengetahuan global. Dunia kita hari ini sudah lebih terbuka daripada sebelum-sebelumnya. Setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan global yang sudah terakumulasi oleh ummat manusia selama berabad-abad, dan setiap dari kita dapat memanfaatkannya sesuai dengan kepentingan kita masing-masing.

Apa yang diperlukan adalah komunikasi, pembangunan jaringan dan kolaborasi, untuk menutup jurang pemisah ilmu pengetahuan dan untuk menjembatani keterpisahan informasi, hal yang sudah menjadi lebih biasa sekarang ini daripada di masa lampau, dikarenakan kemajuan teknologi komunikasi global.

Ilmuwan-ilmuwan muda Indonesia memiliki kesempatan yang lebih banyak sekarang ini untuk dapat berpartisipasi langsung dalam berbagai aktivitas penelitian kelas dunia, meskipun mereka berada di Indonesia. Jadi bukanlah sebuah angan-angan muluk bagi seorang ilmuwan Indonesia untuk bisa menjalankan sebuah penelitian yang layak mendapatkan hadiah Nobel. Tentu kita mengharapkan hal ini suatu saat akan betul-betul terjadi.

*tulisan lama yang sumbernya dari sini*

Tulisan #7 @30HariBercerita

Sunday, 6 January 2013

#6 reminiscence: Bromo

Pas banget inget tanggal 6 ini, jadi inget tahun lalu. Pada tanggal yang sama dan bulan yang sama, 6-7 Januari 2012. 
Perasaan baru kemarin yak... 
Menerobos rerumputan di padang rumput bukit "teletubbies". Serasa jadi gembala hehe... 
Main-main dengan awan yang rasanya pendek bangeeet. 
Ber-Jeep ria menuju padang pasir berbisik yang luas...
Bersapa dengan turis asing untuk mempraktekan bahasa kampung Pare... 
Berlomba mendaki menuju puncak dengan riang, meski kadang berhenti (untuk foto-foto hehe..).
dan akhirnya sampai di puncak, yang membuatku bergidik saat melongok kawahnya.

Meski sempat kutulis sedikit di rumah lamaku (Journey Bromo - Madakaripura), tapi ingin kutulis kembali tentang Bromo. Kunjungan pertama dan (semoga) bukan yang terakhir. Sambil mengingat kembali teman-teman Marvelous yang sekarang entah udah pada dimana berada. Miss u all...

Kalau dari Pare (Kediri) lama perjalanannya sekitar 6-7 jam. Berangkat pukul 10 malam, sampai di sana pukul 4.30 pagi.Yup, kalau mau ke Bromo harus pagi buta nyampe ke Pananjakan, sebelum mentari menampakkan sinarnya. Soalnya itu pemandangan terindah yang banyak diabadikan manusia di Bromo ini. 

Lalu mulutmu. matamu, dan hatimu perlahan-lahan akan berdecak dan mengagumi ciptaan Allah ini, seiring perlahan mentari yang menampakkan dirinya. Kamu akan merasa berada di sebuah negeri di atas awan yang menghampar dan seakan siap menjadi pijakanmu menuju negeri para dewa (Mahameru) yang berada di seberangmu. Sungguh detik-detik yang akan kamu rindukan... Sayangnya, saking menikmati detik-detik itu saya tidak sempat mengambil gambarnya (doh). Mudah-mudah next time bisa ke sana lagi dan gak lupa rekam pemandangan itu ^^


Now, I just wanna reminiscence the moment. Ngumpulin foto-foto yang masih ada, biar bisa dilihat lagi suatu saat nanti. Coz my blog is my safety box, hahaha... Berikut Kolase foto-fotonya:
Dimulai dari matahari yang udah menampakkan diri, hamparan awanpun mulai berarak memudar. Dan daku baru tersadar tuk mengabadikan momen keren ini, hiks... telat.
Pagi tiba, Foto-fotopun dimulai :D
Kapan lagi foto di depan Jeep? hmm...
Teuteup ya... daku dan sisma ngefans sama jeep ini yang bener-bener tangguh nganterin kita naek turun gunung, melintasi pasang pasir, menerobos rawa dan padang rumput....
ini hijau segerrrrr banget!
anak gembala Marvelous
Bermain awan. Akhirnya bisa nyentuh awan juga, hehe..
Bule ini asalnya dari Nederland. dan mereka gak bisa bahasa Indonesia sama sekali! Mantepkan jadi speak-speak nya :D  Nice to meet you Peeters Krijnen and Krista en Joost :)
Gila foto gini nih yang bikin menanjak jadi berhenti-berhenti terus :D

Yang gak kuat nanjak bisa naek kuda ajah. Paling murah 20 ribu sekali naik, tapi kalau beruntung bisa dapet 15 ribu.
Seneeeng udah berhasil nyampe puncak Bromo.
Di puncak ada kawah, ada sesajen juga. Ngeri kalau ngelihat kawahnya >.<
Puncaknya cuma setapak doang. batas-batas pinggir kawahnya juga udah pada hilang! longsor?

Menuruni tangga yang tinggiiii banget, sambil ngucapin "bye..." *ala Puteri Indonesia....*
S. E. K. I. A. N dulu

Tulisan #6 @30HariBercerita

#5 Reuni akhir tahun, nostalgia Pare

Dateng ke Pare ituh dijamin emang pengalaman gak akan terlupakan.
yup! the adventure starts here *niru iklan*
dan persahabatan itu gak akan lo lupain seumur hidup lo.
meski terpisah jarak dengan bentangan lautan, jika saatnya pasti akan ketemu lagi.
untuk tanggal merah yang selalu memberi waktu,
untuk pesawat yang siap mengantarkan,
untuk tabungan yang berbaik hati menyokong finansial,
untuk usaha yang selalu menguatkan,
juga untuk persahabatan yang selalu berusaha mempertemukan.
Kamu, aku, dan mereka :)


(Iklima, Lina, Niken, Lia, Umai, Wulan daan... Nita *yang motoin*)
( Niken dan Lia)

 (Niken dan Lina)
 (Nita dan Lina)
 (Nita doang... yang ini ekslusif nih buat artis *katanya* hehe)
(Lia dan Nita)
 (Niken, Lia, Lina, Nita, Loni)

Di penghujung tahun 2012... Minggu, 30 Januari.
Rute kita hari itu:
Ketemuan di Blok M --> Muter-muter Monas sampe puas --> Nyari makanan di Sabang --> Foto-foto di Kota Tua sampe sore --> Makan plus ketemuan sama Loni di Blok M Plaza.
Bener-bener hari yang menyenangkan :)

Thanks to: 
Nita dan Lina yang udah dateng jauh-jauh dari Bengkulu. Mudah-mudahan aku bisa maen ke tempat kalian *berharap dengan sepenuh hati* :D
Niken yang meski bukan warga Cherry, tapi enjoy hanging out with us. Makasih banyak atas boncengannya :)
Umai dan Iklima, adik-adikku yang ceria, imut nan sholehah. Terima kasih atas kameranya *jangan lupa kirim-kirim foto-foto kita hehe*. Seneeeng jalan-jalan bareng kalian lagi. sayangnya gak ikutan ke kota tua juga :(
Wulwul wulan, mantan roomate-ku yang makin chubby & imuuuut *mudah2an orangnya gak baca tulisan ini* :p
Loni dan adiknya yang udah bela-belain ke Blok M dari sentul untuk ketemu kita-kita. Salam buat blenger burger-nya :)
see u... mmuuuaahh :-*


NB. Foto lainnya ada di kamera Umai yaa.. oia, ada di Rol-ku juga. Belum sempet di-Scan :D

Tulisan #5 @30HariBercerita


Friday, 4 January 2013

#4 Sahabat yang hilang, akankah kembali?

Rumahku: www.aptx7486.multiply.com

Lima tahun menempati rumah di komplek multiply ternyata harus berakhir, karena sang empunya komplek ingin mendirikan pertokoan disana, bukan lagi rumah tempat tinggal yang nyaman...
Kami sebagai pengontrak gratis, tidak bisa berkata apa-apa, apalagi menuntut...
Tidak ada jalan lain bagi kami selain mencari tempat tinggal yang lain, meski tidak akan bersebelahan dengan tetangga yang sama saat di komplek multiply...

Saya memang sedih harus kehilangan rumah saya... dengan barang-barang yang banyak tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah baru. Tulisan, Foto, Video, Musik, dan sebagainya yang telah saya kumpulkan selama lima tahun ini terpaksa hanya menjadi kenangan yang mungkin akan terhapus waktu.



Yang paling menyedihkan bagi saya adalah kenilangan tetangga, sahabat-sahabat saya yang selalu siap berbagi. Mereka memilih tinggal di komplek yang berbeda... wordpress, tumblr, juga blogspot seperti saya. Perbedaan komplek tersebut sangat mempengaruhi  networking di antara kami.... rasanya jadi tidak sedekat dulu saat di multiply.

Hingga saat ini, saya baru menemukan alamat baru beberapa teman saya... masih banyaaaak teman-teman yang lost contact. Bahkan ketika saya mengunjungi rumah lamanya, tidak ada petunjuk sama sekali disana. Seolah tidak pernah ada kehidupan disana... :'{
Sahabat... sangat berharga. Seandainya bisa kugenggam dengan segenap kekuatanku... tapi telapak tanganku terbatas...

Membuka kembali coretan yang pernah ada di sini

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang.. ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Disaat kamu mulai tidak menyayanginya.. ingatlah saat pertama kamu mulai meyayanginya
Disaat kamu mulai bosan dengannya.. ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Saat kamu ingin membohonginya.. ingatlah disaat dia jujur padamu
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu.

Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada,
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

Friends, thank you for being my friends. I hope you can find me here...

Tulisan #4 @30HariBercerita

Thursday, 3 January 2013

#3 Tiga ratus ribu

Baru kali ini dapet angpau tahun baru. Aneh. Tapi rejeki memang gak boleh ditolak ya? 
Jumlahnya memang tidak banyak, tapi menerima 3 lembar uang seratus ribu ini membuatku sangat bersyukur. Sangat bersyukur....
Hingga teman di sampingku bertanya, "kenapa senyum-senyum Li? seneng amat kayaknya..."
"Enggak. aku seneng aja dapet uang ini." jawabku singkat.
"Sampe segitunya...cuma tiga ratus ribu..." kata temenku penasaran. Dan aku tersenyum :)


Menatap 3 lembar uang ini di tangan kiriku membawa pikiranku ke waktu seminggu lalu. Saat ibu memberiku 3 lembar uang seratus ribu untuk membayar upah mingguan kang dadang, tukang bangunan yang bekerja pada kami. Aku cukup terkejut karena selama ini tidak tahu berapa bayaran mereka (tukang bangunan) yang bekerja disini.
"Ini gak salah ma? kok beda? Kang jono 450 dan kang dadang 300 rb?" tanyaku memastikan.
"Memang segitu... kan kang dadang gak masuk 2 hari jadi ya segitu." jawab ibuku. 
Dan aku jadi berhitung sendiri... hari kerja ada 6 hari perminggu. Upah full dapet 450 ribu. Berarti seharinya 75 ribu! belum lagi kalau tidak masuk, entah karena sakit atau apapun... pasti akan berkurang karena bayarannya dihitung perhari. Waaa...

Aku jadi miris. Nilai 75 ribu itu didapat dengan bekerja seharian penuh, dengan bermandikan keringat dan terik matahari. Terkadang harus terluka juga meski hati-hati. Benar-benar jauuuh lebih letih dibanding pekerjaanku. Dan aku masih mendapat gaji full meski aku tidak masuk beberapa hari karena sakit atau izin... Saat itu aku benar-benar sangat bersyukur atas gaji yang kudapat, meski...

Dan perasaan itu berubah menjadi haru saat kulihat ekspresi kang dadang saat kubilang, 
"ini upah kang dadang untuk minggu ini. Jumlahnya 300 ribu ya? kata mama karena 2 hari akang gak masuk kerja." kataku hati-hati...
"Iya neng. makasih banget ya... makasih." katanya dengan wajah yang berubah berseri-seri.
Melihat ekspresi itu jadi menyadarkanku akan nilai si 3 lembaran uang merah itu. Ternyata itu bisa jadi sangat berarti...

Aku jadi belajar untuk menghargai berapapun pendapatan yang kudapat. Dan berjanji menggunakannya dengan lebih baik lagi. Seperti hari ini... aku masih bisa merasakan ekspresi kebahagian tulus itu saat menerima upah 300 ribunya. Persis seperti 3 lembar seratus ribu di tanganku ini, yang kuterima pagi ini. Alhamdulillah... terima kasih ya Allah, telah memberikan hikmah 300 ribu ini. Semoga bisa jadi pengingat untuk terus mensyukuri karunia-Mu.


Tulisan #3 @30HariBercerita

Wednesday, 2 January 2013

#2 Menulis untuk diri sendiri


"Seseru apa pun pekerjaan menulismu, sempatkanlah menulis untuk dirimu sendiri..." (terlalurisky.blogspot.com)

Baca tulisan itu bikin saya tersentak, dan ngerasa itu gue banget!
Jujur saya ngerasa gak produktif banget nulis blog (baca: menulis untuk diri saya sendiri) sejak awal tahun lalu. Sampai-sampai rekam perjalanan saya selama di kampung inggris (des 2011 - jan 2012) gak sempet saya tulis. Eh ada deh, cuma satu tulisan di penghujung hidup blog lama saya yang bakalan ditutup, hiks... Selama setahun ini bisa dihitung cuma posting beberapa tulisan, kebanyakan juga notes (blogger macam apa itu kebanyakan posting notes?).

Sebenernya itu bukan berarti saya bener-bener gak nulis, tapi saya merasa menulis saya sudah terwakili dengan menulis paper dan laporan penelitian di kantor. Dan saya menikmati pekerjaan itu, meski saya bukan peneliti atau perekayasa atau juga jenis PNS lainnya yang bisa mendapatkan kum/poin dari tulisan yang dibuat. Saya cuma merasa itu pekerjaan yang sangat seru. Sayapun terlarut dalam larutan itu, eh maksudnya dalam aktivitas itu.

Setelah masuk kuliah, aktivitas ngeblog saya pun turun hingga cuma 10%! bayangin dong, buka blog aja gak sempet, apalagi blogwalking ke para sahabat dan nulis postingan. sighh... parah amat yak? maklumlah kuliah sambil kerja. Di tempat kerja dikejar-kejar nulis paper dan technical note. Di kampus pun dikejar-kejar nulis paper dan presentasi. Kadang kangen masa-masa semangat nulis blog, blogwalking, saling sapa, blogshare....
Meski saya mengerti keadaan saya, tapi rasanya ada yang hilang selama ini. Semua yang saya pikirkan, yang saya rasakan, tidak sempat saya ungkapkan... bikin pikiran makin beku!

Membaca penggalan kalimat di atas, menyadarkan saya bahwa memang harus meluangkan waktu untuk menulis. Bukan menulis paper yang akan dikirim ke jurnal internasional. Bukan technical note yang akan menuai pujian leader. Bukan laporan penelitian yang akan membuat decak kagum tim penilai. Tapi tulisan untuk diri kita sendiri. Sebuah ungkapan jiwa yang bahasanya bersumber dari hari sehingga getarannya akan sampai di hati sang pembaca, atau bahkan kita akan merasakan iramanya lagi saat membaca kembali tulisan itu. 
Menulis adalah sebuah refreshing. Bahkan menulis bisa meredakan gangguan emosi. Menulis adalah jalan untuk keabadian.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramoedya Ananta Toer



Semoga ikut dalam @30HariBercerita bisa membangkitkan kembali semangat menulis untuk diri sendiri

Tulisan #2 @30HariBercerita

 

Tuesday, 1 January 2013

#1 Catetan kecil Semangat besar (5 cm.)

Yey! akhirnya kemaren berhasil juga nonton film 5 cm. (pake titik yaa..) bersama adik-adik dan teman tersayang. Kereeen!

Sebenernya udah lama banget ngarepin novelnya Donny Dhirgantoro ini bakal dibuat movie-nya. Kalo gak salah sih daku baca novel ini tahun 2010. Sukaaa banget sama quotes yang ada di novel ini, juga pemandangan alamnya (baca sambil ngebayangin lokasi ceritanya), oh Mahameru.... negeri di atas awan, tempat para dewa. Berharap suatu saat bisa main air di Ranu Kumbolo dan merayap sampai puncak para dewa itu :)


Kalau baca novel yang isinya banyak quotes bagua biasanya daku suka tulis ulang dan posting di blog. Biar gampang kalo butuh recharge energy (apaan coba?). Sebenernya dulu daku udah tandain semua quotes yang ada di novel itu, tapi novelnya keburu ilang, hiks... entah dipinjem gak dibalikin atau nyelip kemana. Yang pasti setelah nonton movie 5 cm ini jadi kepikiran untuk posting quotes ini. Setelah bertanya pada Om Google dan ngubek-ngubek blog orang, dapet deh segini quotesnya:

Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu.
jangan menempel, biarkan dia MENGGANTUNG, MENGAMBANG 5 cm di depan kening kamu.
jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.

Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, 
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…

Kemudian yang kamu perlukan hanyalah: 
kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
leher yang akan lebih sering melihat ke atas,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa

Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup..
Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan, tetapi diperjuangkan.

Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan. kalo lo d kritik, buat cetak biru di pikiran lo. kalo kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yg mungkin telah mengorbankan rasa ga enaknya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata untuk apa? hanya untuk membuat diri kita lebih baik. itu aja..

Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain. Manusia melepaskan sesuatu dari manusia lain . manusia menjadi manusia karna manusia lain atau mungkin ada juga manusia yg menjadi manusia kembali karna manusia lain.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak mudanya sering bertualang di hutan , gunung dan lautan.

Kata Socrates : Orang yg paling bijaksana adalah orang yg mengetahui bahwa dirinya tidak tau. 

Apa yg lo mau, lo kejar aja. taruh di kepala lo terus, jgn sampai lepas.

Jangan percaya sama hoki. apa yg kamu raih bkn karna kamu hoki, tapi kerja keras kamu slama ini yg telah kamu tanam dengan terus tekun dan pantang menyerah dalam menjalankannya.


Pas banget jadi tulisan di awal tahun 2013.
Keep our dreams alive, and we will survive...


Nb: kalo novelnya udah ketemu bakalan daku update lagi. Tapi kalau yang mau nambahin, terima kasih banget :)
Tulisan #1 @30haribercerita