Sunday, 6 January 2013

#6 reminiscence: Bromo

Pas banget inget tanggal 6 ini, jadi inget tahun lalu. Pada tanggal yang sama dan bulan yang sama, 6-7 Januari 2012. 
Perasaan baru kemarin yak... 
Menerobos rerumputan di padang rumput bukit "teletubbies". Serasa jadi gembala hehe... 
Main-main dengan awan yang rasanya pendek bangeeet. 
Ber-Jeep ria menuju padang pasir berbisik yang luas...
Bersapa dengan turis asing untuk mempraktekan bahasa kampung Pare... 
Berlomba mendaki menuju puncak dengan riang, meski kadang berhenti (untuk foto-foto hehe..).
dan akhirnya sampai di puncak, yang membuatku bergidik saat melongok kawahnya.

Meski sempat kutulis sedikit di rumah lamaku (Journey Bromo - Madakaripura), tapi ingin kutulis kembali tentang Bromo. Kunjungan pertama dan (semoga) bukan yang terakhir. Sambil mengingat kembali teman-teman Marvelous yang sekarang entah udah pada dimana berada. Miss u all...

Kalau dari Pare (Kediri) lama perjalanannya sekitar 6-7 jam. Berangkat pukul 10 malam, sampai di sana pukul 4.30 pagi.Yup, kalau mau ke Bromo harus pagi buta nyampe ke Pananjakan, sebelum mentari menampakkan sinarnya. Soalnya itu pemandangan terindah yang banyak diabadikan manusia di Bromo ini. 

Lalu mulutmu. matamu, dan hatimu perlahan-lahan akan berdecak dan mengagumi ciptaan Allah ini, seiring perlahan mentari yang menampakkan dirinya. Kamu akan merasa berada di sebuah negeri di atas awan yang menghampar dan seakan siap menjadi pijakanmu menuju negeri para dewa (Mahameru) yang berada di seberangmu. Sungguh detik-detik yang akan kamu rindukan... Sayangnya, saking menikmati detik-detik itu saya tidak sempat mengambil gambarnya (doh). Mudah-mudah next time bisa ke sana lagi dan gak lupa rekam pemandangan itu ^^


Now, I just wanna reminiscence the moment. Ngumpulin foto-foto yang masih ada, biar bisa dilihat lagi suatu saat nanti. Coz my blog is my safety box, hahaha... Berikut Kolase foto-fotonya:
Dimulai dari matahari yang udah menampakkan diri, hamparan awanpun mulai berarak memudar. Dan daku baru tersadar tuk mengabadikan momen keren ini, hiks... telat.
Pagi tiba, Foto-fotopun dimulai :D
Kapan lagi foto di depan Jeep? hmm...
Teuteup ya... daku dan sisma ngefans sama jeep ini yang bener-bener tangguh nganterin kita naek turun gunung, melintasi pasang pasir, menerobos rawa dan padang rumput....
ini hijau segerrrrr banget!
anak gembala Marvelous
Bermain awan. Akhirnya bisa nyentuh awan juga, hehe..
Bule ini asalnya dari Nederland. dan mereka gak bisa bahasa Indonesia sama sekali! Mantepkan jadi speak-speak nya :D  Nice to meet you Peeters Krijnen and Krista en Joost :)
Gila foto gini nih yang bikin menanjak jadi berhenti-berhenti terus :D

Yang gak kuat nanjak bisa naek kuda ajah. Paling murah 20 ribu sekali naik, tapi kalau beruntung bisa dapet 15 ribu.
Seneeeng udah berhasil nyampe puncak Bromo.
Di puncak ada kawah, ada sesajen juga. Ngeri kalau ngelihat kawahnya >.<
Puncaknya cuma setapak doang. batas-batas pinggir kawahnya juga udah pada hilang! longsor?

Menuruni tangga yang tinggiiii banget, sambil ngucapin "bye..." *ala Puteri Indonesia....*
S. E. K. I. A. N dulu

Tulisan #6 @30HariBercerita

#5 Reuni akhir tahun, nostalgia Pare

Dateng ke Pare ituh dijamin emang pengalaman gak akan terlupakan.
yup! the adventure starts here *niru iklan*
dan persahabatan itu gak akan lo lupain seumur hidup lo.
meski terpisah jarak dengan bentangan lautan, jika saatnya pasti akan ketemu lagi.
untuk tanggal merah yang selalu memberi waktu,
untuk pesawat yang siap mengantarkan,
untuk tabungan yang berbaik hati menyokong finansial,
untuk usaha yang selalu menguatkan,
juga untuk persahabatan yang selalu berusaha mempertemukan.
Kamu, aku, dan mereka :)


(Iklima, Lina, Niken, Lia, Umai, Wulan daan... Nita *yang motoin*)
( Niken dan Lia)

 (Niken dan Lina)
 (Nita dan Lina)
 (Nita doang... yang ini ekslusif nih buat artis *katanya* hehe)
(Lia dan Nita)
 (Niken, Lia, Lina, Nita, Loni)

Di penghujung tahun 2012... Minggu, 30 Januari.
Rute kita hari itu:
Ketemuan di Blok M --> Muter-muter Monas sampe puas --> Nyari makanan di Sabang --> Foto-foto di Kota Tua sampe sore --> Makan plus ketemuan sama Loni di Blok M Plaza.
Bener-bener hari yang menyenangkan :)

Thanks to: 
Nita dan Lina yang udah dateng jauh-jauh dari Bengkulu. Mudah-mudahan aku bisa maen ke tempat kalian *berharap dengan sepenuh hati* :D
Niken yang meski bukan warga Cherry, tapi enjoy hanging out with us. Makasih banyak atas boncengannya :)
Umai dan Iklima, adik-adikku yang ceria, imut nan sholehah. Terima kasih atas kameranya *jangan lupa kirim-kirim foto-foto kita hehe*. Seneeeng jalan-jalan bareng kalian lagi. sayangnya gak ikutan ke kota tua juga :(
Wulwul wulan, mantan roomate-ku yang makin chubby & imuuuut *mudah2an orangnya gak baca tulisan ini* :p
Loni dan adiknya yang udah bela-belain ke Blok M dari sentul untuk ketemu kita-kita. Salam buat blenger burger-nya :)
see u... mmuuuaahh :-*


NB. Foto lainnya ada di kamera Umai yaa.. oia, ada di Rol-ku juga. Belum sempet di-Scan :D

Tulisan #5 @30HariBercerita


Friday, 4 January 2013

#4 Sahabat yang hilang, akankah kembali?

Rumahku: www.aptx7486.multiply.com

Lima tahun menempati rumah di komplek multiply ternyata harus berakhir, karena sang empunya komplek ingin mendirikan pertokoan disana, bukan lagi rumah tempat tinggal yang nyaman...
Kami sebagai pengontrak gratis, tidak bisa berkata apa-apa, apalagi menuntut...
Tidak ada jalan lain bagi kami selain mencari tempat tinggal yang lain, meski tidak akan bersebelahan dengan tetangga yang sama saat di komplek multiply...

Saya memang sedih harus kehilangan rumah saya... dengan barang-barang yang banyak tidak memungkinkan untuk dibawa ke rumah baru. Tulisan, Foto, Video, Musik, dan sebagainya yang telah saya kumpulkan selama lima tahun ini terpaksa hanya menjadi kenangan yang mungkin akan terhapus waktu.



Yang paling menyedihkan bagi saya adalah kenilangan tetangga, sahabat-sahabat saya yang selalu siap berbagi. Mereka memilih tinggal di komplek yang berbeda... wordpress, tumblr, juga blogspot seperti saya. Perbedaan komplek tersebut sangat mempengaruhi  networking di antara kami.... rasanya jadi tidak sedekat dulu saat di multiply.

Hingga saat ini, saya baru menemukan alamat baru beberapa teman saya... masih banyaaaak teman-teman yang lost contact. Bahkan ketika saya mengunjungi rumah lamanya, tidak ada petunjuk sama sekali disana. Seolah tidak pernah ada kehidupan disana... :'{
Sahabat... sangat berharga. Seandainya bisa kugenggam dengan segenap kekuatanku... tapi telapak tanganku terbatas...

Membuka kembali coretan yang pernah ada di sini

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang.. ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya
Disaat kamu mulai tidak menyayanginya.. ingatlah saat pertama kamu mulai meyayanginya
Disaat kamu mulai bosan dengannya.. ingatlah selalu saat terindah bersamanya
Saat kamu ingin membohonginya.. ingatlah disaat dia jujur padamu
Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu.

Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,
Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu

Yang indah hanya sementara
Yang abadi adalah kenangan
Yang ikhlas hanya dari hati
Yang tulus hanya dari sanubari

Tidak mudah mencari yang hilang
Tidak mudah mengejar impian

Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada,
Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga

Friends, thank you for being my friends. I hope you can find me here...

Tulisan #4 @30HariBercerita

Thursday, 3 January 2013

#3 Tiga ratus ribu

Baru kali ini dapet angpau tahun baru. Aneh. Tapi rejeki memang gak boleh ditolak ya? 
Jumlahnya memang tidak banyak, tapi menerima 3 lembar uang seratus ribu ini membuatku sangat bersyukur. Sangat bersyukur....
Hingga teman di sampingku bertanya, "kenapa senyum-senyum Li? seneng amat kayaknya..."
"Enggak. aku seneng aja dapet uang ini." jawabku singkat.
"Sampe segitunya...cuma tiga ratus ribu..." kata temenku penasaran. Dan aku tersenyum :)


Menatap 3 lembar uang ini di tangan kiriku membawa pikiranku ke waktu seminggu lalu. Saat ibu memberiku 3 lembar uang seratus ribu untuk membayar upah mingguan kang dadang, tukang bangunan yang bekerja pada kami. Aku cukup terkejut karena selama ini tidak tahu berapa bayaran mereka (tukang bangunan) yang bekerja disini.
"Ini gak salah ma? kok beda? Kang jono 450 dan kang dadang 300 rb?" tanyaku memastikan.
"Memang segitu... kan kang dadang gak masuk 2 hari jadi ya segitu." jawab ibuku. 
Dan aku jadi berhitung sendiri... hari kerja ada 6 hari perminggu. Upah full dapet 450 ribu. Berarti seharinya 75 ribu! belum lagi kalau tidak masuk, entah karena sakit atau apapun... pasti akan berkurang karena bayarannya dihitung perhari. Waaa...

Aku jadi miris. Nilai 75 ribu itu didapat dengan bekerja seharian penuh, dengan bermandikan keringat dan terik matahari. Terkadang harus terluka juga meski hati-hati. Benar-benar jauuuh lebih letih dibanding pekerjaanku. Dan aku masih mendapat gaji full meski aku tidak masuk beberapa hari karena sakit atau izin... Saat itu aku benar-benar sangat bersyukur atas gaji yang kudapat, meski...

Dan perasaan itu berubah menjadi haru saat kulihat ekspresi kang dadang saat kubilang, 
"ini upah kang dadang untuk minggu ini. Jumlahnya 300 ribu ya? kata mama karena 2 hari akang gak masuk kerja." kataku hati-hati...
"Iya neng. makasih banget ya... makasih." katanya dengan wajah yang berubah berseri-seri.
Melihat ekspresi itu jadi menyadarkanku akan nilai si 3 lembaran uang merah itu. Ternyata itu bisa jadi sangat berarti...

Aku jadi belajar untuk menghargai berapapun pendapatan yang kudapat. Dan berjanji menggunakannya dengan lebih baik lagi. Seperti hari ini... aku masih bisa merasakan ekspresi kebahagian tulus itu saat menerima upah 300 ribunya. Persis seperti 3 lembar seratus ribu di tanganku ini, yang kuterima pagi ini. Alhamdulillah... terima kasih ya Allah, telah memberikan hikmah 300 ribu ini. Semoga bisa jadi pengingat untuk terus mensyukuri karunia-Mu.


Tulisan #3 @30HariBercerita

Wednesday, 2 January 2013

#2 Menulis untuk diri sendiri


"Seseru apa pun pekerjaan menulismu, sempatkanlah menulis untuk dirimu sendiri..." (terlalurisky.blogspot.com)

Baca tulisan itu bikin saya tersentak, dan ngerasa itu gue banget!
Jujur saya ngerasa gak produktif banget nulis blog (baca: menulis untuk diri saya sendiri) sejak awal tahun lalu. Sampai-sampai rekam perjalanan saya selama di kampung inggris (des 2011 - jan 2012) gak sempet saya tulis. Eh ada deh, cuma satu tulisan di penghujung hidup blog lama saya yang bakalan ditutup, hiks... Selama setahun ini bisa dihitung cuma posting beberapa tulisan, kebanyakan juga notes (blogger macam apa itu kebanyakan posting notes?).

Sebenernya itu bukan berarti saya bener-bener gak nulis, tapi saya merasa menulis saya sudah terwakili dengan menulis paper dan laporan penelitian di kantor. Dan saya menikmati pekerjaan itu, meski saya bukan peneliti atau perekayasa atau juga jenis PNS lainnya yang bisa mendapatkan kum/poin dari tulisan yang dibuat. Saya cuma merasa itu pekerjaan yang sangat seru. Sayapun terlarut dalam larutan itu, eh maksudnya dalam aktivitas itu.

Setelah masuk kuliah, aktivitas ngeblog saya pun turun hingga cuma 10%! bayangin dong, buka blog aja gak sempet, apalagi blogwalking ke para sahabat dan nulis postingan. sighh... parah amat yak? maklumlah kuliah sambil kerja. Di tempat kerja dikejar-kejar nulis paper dan technical note. Di kampus pun dikejar-kejar nulis paper dan presentasi. Kadang kangen masa-masa semangat nulis blog, blogwalking, saling sapa, blogshare....
Meski saya mengerti keadaan saya, tapi rasanya ada yang hilang selama ini. Semua yang saya pikirkan, yang saya rasakan, tidak sempat saya ungkapkan... bikin pikiran makin beku!

Membaca penggalan kalimat di atas, menyadarkan saya bahwa memang harus meluangkan waktu untuk menulis. Bukan menulis paper yang akan dikirim ke jurnal internasional. Bukan technical note yang akan menuai pujian leader. Bukan laporan penelitian yang akan membuat decak kagum tim penilai. Tapi tulisan untuk diri kita sendiri. Sebuah ungkapan jiwa yang bahasanya bersumber dari hari sehingga getarannya akan sampai di hati sang pembaca, atau bahkan kita akan merasakan iramanya lagi saat membaca kembali tulisan itu. 
Menulis adalah sebuah refreshing. Bahkan menulis bisa meredakan gangguan emosi. Menulis adalah jalan untuk keabadian.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”
Pramoedya Ananta Toer



Semoga ikut dalam @30HariBercerita bisa membangkitkan kembali semangat menulis untuk diri sendiri

Tulisan #2 @30HariBercerita

 

Tuesday, 1 January 2013

#1 Catetan kecil Semangat besar (5 cm.)

Yey! akhirnya kemaren berhasil juga nonton film 5 cm. (pake titik yaa..) bersama adik-adik dan teman tersayang. Kereeen!

Sebenernya udah lama banget ngarepin novelnya Donny Dhirgantoro ini bakal dibuat movie-nya. Kalo gak salah sih daku baca novel ini tahun 2010. Sukaaa banget sama quotes yang ada di novel ini, juga pemandangan alamnya (baca sambil ngebayangin lokasi ceritanya), oh Mahameru.... negeri di atas awan, tempat para dewa. Berharap suatu saat bisa main air di Ranu Kumbolo dan merayap sampai puncak para dewa itu :)


Kalau baca novel yang isinya banyak quotes bagua biasanya daku suka tulis ulang dan posting di blog. Biar gampang kalo butuh recharge energy (apaan coba?). Sebenernya dulu daku udah tandain semua quotes yang ada di novel itu, tapi novelnya keburu ilang, hiks... entah dipinjem gak dibalikin atau nyelip kemana. Yang pasti setelah nonton movie 5 cm ini jadi kepikiran untuk posting quotes ini. Setelah bertanya pada Om Google dan ngubek-ngubek blog orang, dapet deh segini quotesnya:

Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh di sini, di depan kening kamu.
jangan menempel, biarkan dia MENGGANTUNG, MENGAMBANG 5 cm di depan kening kamu.
jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.

Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, 
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…

Kemudian yang kamu perlukan hanyalah: 
kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
leher yang akan lebih sering melihat ke atas,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa

Dan bermimpi saja tidak akan pernah cukup..
Dan sebuah impian memang seharusnya tidak perlu terlalu banyak dibicarakan, tetapi diperjuangkan.

Jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan. kalo lo d kritik, buat cetak biru di pikiran lo. kalo kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yg mungkin telah mengorbankan rasa ga enaknya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata untuk apa? hanya untuk membuat diri kita lebih baik. itu aja..

Manusia mendapatkan sesuatu dari manusia lain. Manusia melepaskan sesuatu dari manusia lain . manusia menjadi manusia karna manusia lain atau mungkin ada juga manusia yg menjadi manusia kembali karna manusia lain.

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

Sebuah negara tidak akan pernah kekurangan seorang pemimpin apabila anak mudanya sering bertualang di hutan , gunung dan lautan.

Kata Socrates : Orang yg paling bijaksana adalah orang yg mengetahui bahwa dirinya tidak tau. 

Apa yg lo mau, lo kejar aja. taruh di kepala lo terus, jgn sampai lepas.

Jangan percaya sama hoki. apa yg kamu raih bkn karna kamu hoki, tapi kerja keras kamu slama ini yg telah kamu tanam dengan terus tekun dan pantang menyerah dalam menjalankannya.


Pas banget jadi tulisan di awal tahun 2013.
Keep our dreams alive, and we will survive...


Nb: kalo novelnya udah ketemu bakalan daku update lagi. Tapi kalau yang mau nambahin, terima kasih banget :)
Tulisan #1 @30haribercerita

Friday, 28 December 2012

Kebahagiaan yang sederhana

Bahagia itu sederhana,
Bahagia itu mudah diciptakan,
Tapi mungkin bahagia juga mudah hilang.
Selama diri kita bertekad untuk bahagia, maka kita akan dapatkan kebahagiaan itu...
Karena kitalah kuasa atas diri kita
Dan Allah maha pemberi kebahagiaan.

Semua orang kantor yang kutemui hari ini menampakkan guratan bahagia pada wajah yang berseri..
Entah karena rejeki yang berlimpah, waktu yang luas, atau keinginan yang terpenuhi... aku tidak tahu

Yang aku tahu,
Supir jemputan penggantiku bahagia karena mengantar kami ke kantor dan pulang dengan selamat.
Meskipun ia harus berangkat dari depok dan pulang ke depok demi menjalankan tugasnya yang basisnya di Ciledug.

Yang aku tahu,
tukang-tukang jualan gorengan itu bahagia karena dagangannya laris.
Meski untungnya tidak seberapa.

Yang aku tahu,
teman jemputanku bahagia bisa mentraktir aku makan di tempat makan favorit.
Meski aku belum pernah balas mentraktirnya.

Yang aku tahu,
Adik-adikku bahagia karena aku membawakannya oleh-oleh dari kantor.
Meski hanya sekerat roti.

Yang aku tahu,
Aku bahagia telah menyelesaikan 7 technical note armor.
Meski awalnya aku mengerjakan dengan terpaksa.

Bukankah kebahagian itu tidak hanya ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita cintai. Tapi juga ketika kita mencintai apa yang kita kerjakan, meski berat.

Dan kebahagian sederhanaku adalah... hari ini aku bahagiaaa
karena aku lulus mata kuliah matematika terapan.
Meski nilainya belum tentu bagus.

Happiness is simple :)