Friday, 27 February 2009

Wisuda.. adalah...

wisuda, sebuah hal yang paling dinanti oleh para akademika (terutama mahasiswa).
wisuda, sebuah kegembiraan yang terperi di dalam hati
wisuda, sebuah persembahan bagi oarangtua tercinta atas apa yang telah mereka perjuangkan untuk pendidikan kita
wisuda, sebuah gerbang menuju kehidupan sebenarnya, yang telah menanti kita
tapi wisuda juga sebuah ajang perpisahan
perpisahan dengan institusi yang kubanggakan, bogor yang asri, dosen dan teman-teman tercinta, dan semua yang telah bersamaku 5 tahun terakhir ini
wisuda juga sebuah pintu masuk ke dalam Himpunan alumni, yang menyokong kampus dari luar

Masih lekat dalam ingatanku, 25 Februari 2009
saat bersama teman-teman seperjuangan, berada di dalam gedung graha widya wisuda
mengenakan jubah hitam dan toga yang baru kali ini kukenakan
rasa gembira, sedih, dan terharu bercampur dalam euforia ini
khidmat, begitu kurasa..
saat prosesi memasuki ruang GWW, diiringi Gaudeamus igitur
satu persatu acara berlangsung hingga lagu persembahan untuk wisudawan, Laskar Pelangi!
lagu yang kusuka. Gembira, semangat, sekaligus bikin sedih!!
Agiaswara ipb bagus banget membawakan lagu-lagunya.. hebat!

kalau bukan karena tinta, takkan tercipta sebuah puisi
kalau bukan karena cinta, takkan mungkin kuberdiri disini
meski kutahu tak mungkin terbalas setetes air susu dan keringat ayah&ibuku tercinta
meski begitu, terimalah sedikit persembahan cinta dariku
setulus hati, karena aku mencintai kalian seperti aku mencintai surga..

Keluar dari gedung wisuda, seperti jalan di atas Red Carpet! banyak yang menyambut.
teman-teman, adik kelas, kakak kelas, dan orang tuaku yang telah keluar duluan dari gedung.
dapet bunga.. seneng banget. sebenernya bukan dilihat dari bunganya, tapi dari ketulusan hati mereka mengucapkan selamat
Aam, yuyun, tahira, Erna, Dyna, Wiwin, Mastuti, Dede, rio, Nuriah, Diyah, nita, mba rina, mba hamda..
ehm.. banyak lagi, maaf tidak bisa menyebutkan satu persatu
specially for Age, adikku yang ngebelain dateng dan ngejar sampai audit rektorat
jazakumullah khairan katsiran semuanya.. atas doa, kedatangan, hadiah terindah, dan bunganya

Akhirnya.. pendidikan S1 ku selesai juga, walau agak telat. mudah-mudah suatu saat aku bisa balik lagi ke GWW sebagai wisudawan Magister. Amiin..

Terima kasih tak terhingga kepada semua pihak dan pribadi yang telah bersamaku selama aku menempuh pendidikan S1 ku di ipb.. semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan yang lebih besar.

 

Friday, 20 February 2009

Pagi.. sarapan asap rokok

like other days.. everymorning in Monday until Friday, i must go to Jakarta. But this morning i leaving from my 2nd home (alias kosan tercinta), in Bogor of course..

Sebenernya sih mo naek kereta ekonomi AC tapi berhubung ga tau loket karcisnya dimana (payah banget ya..??) dan ga tau udah berangkat ato belum keretanya. makanya, terpaksa deh naik KRL Ekonomi biasa. Mo naek Pakuan express dah penuh gitu n dah siap mo berangkat... eh, pas dah duduk di KRL Ekonomi biasa, taunya ada pengumuman kalo kereta ekonomi AC Tujuan Jkt akan segera di berangkatkan.. yah, tau gitu tadi tanya2 dulu ya ada apa ngga tuh kereta!?

akhirnya jam 06.04 KRL ekonomi tujuan jakarta (Kota) diberangkatkan. Duh.. salah apa ya aku, hingga orang-orang disekitarku ngerokok semua!! alhasil dah kayak kebakaran gitu, saking banyak asap2 rokok (SMELL NOT GOOD!) sebel bener-bener sebel! di setiap gerbong kereta selalu kayak gitu! yah.. apa boleh buat, pasrah deh daripada telat.. hiks.. hiks.. padahal pagi ini belum sempet sarapan, tapi dah disuguhi asap rokok.. Ya Rabb..

Bayangin aja, kita dah berusaha untuk menjaga kesehatan dengan cara tidak merokok tapi mesti juga kudu menghirup tuh yang namanya asap rokok dari para perokok tidak bertanggung jawab. Lagian kan perokok pasif memiliki resiko terserang penyakit (yang timbul dari asap rokok) lebih besar dari pada perokok aktif.. MIKIR GA SIH MEREKA??? Tega banget!

Terserah sih kalo mo merokok ato ga, yang penting jangan bikin orang lain menderita juga karena asap rokok tsb.. kalo mo merokok di sana tuh di tempat yang ga ada manusianya. KARENA SETIAP ORANG PUNYA HAK UNTUK MENGHIRUP UDARA YANG BERSIH !! JADI JANGAN KAU AMBIL HAK MEREKA !!!

 

Tuesday, 17 February 2009

Kayak masih mahasiswa?!

waaks.. lagi-lagi kudu bergelut dengan jurnal dan patents.. in english pula..

jadi merasa masih mahasiswa dan masih penelitian. Tapi seru juga, untungnya bisa menikmati hehe.. dah jadi makanan sehari-hari. Habis mo gimana lagi, kayaknya ilmu yang kudapat dari bangku kuliah yang hanya 4 tahun+1 tahun penelitian (Hanya???) kagak cukup buatku melanjutkan hidup(*shah.. apa coba*, paling cukup cuma buat bekal aja or foundation gitu..) emang, enaknya dari kimia murni tuh bisa masuk kemana aja.. termasuk ke biomaterial ini.

Jujur, waktu kuliah tuh kayaknya dengan materi2 kuliah yang diajarkan dosen tuh udah cukup membuatku mumet.. ternyata, itu belum seberapanya.. semakin jauh langkahku dari kampus(berapa langkah ya??) jadi merasa ilmu yang selama ini kudapat di kuliah cuma seuprit, ato seujung kuku dibandingkan dengan ilmu Allah yang tesebar di seantero jagad ini..

"Dan seandainya pohon-pohon di Bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya 7 lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat-kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana." (QS:Luqman:31)

sebidang dengan orang-orang teknik kimia, teknik material, teknik fisika sampe fisika murni, secara tidak langsung menuntutku untuk mendalami bidang2 itu (ya eyalah.. kalo kagak ngerti, gimana bisa kerja di tim penelitian tsb..). Senengnya, peneliti disana sering ngajak diskusi. jadi kalo ada hal2 yang kurang ngerti bisa kutanyakan.trus ada juga temen sepantaran yang jadi temen diskusi, anak teknik material ITB. Jazakillah ya winda, dah mau menjawab pertanyaan2 ku :-)

Yo tetap semangat belajar.. kayaknya semboyanku waktu kuliah kudu kupake lagi deh: Jadilah Pembelajar Sejati!!!

 

Wednesday, 11 February 2009

Daftar wisuda (minggu kemaren) hari ketiga (sekarang)

hari ketiga..
suasana baru, tempat baru,pemandangan baru, orang-orang baru, kebiasaan baru..
ehm.. apa lagi ya yang baru? *garuk-garuk kepala yang ngga gatel*.. komputer dan ruangan baru kali ya..

ingatanku melayang tinggi ke peristiwa seminggu yang lalu.. (ciyee.. peristiwa??)
yap, tepatnya rabu tanggal 4 Februari.. bersama teman2 se-Mipa dll.. daftar wisuda.
datengnya sih pagi-pagi, bahkan sebelum loket AJMP dibuka! maksudnya biar dapet tempat (buat ortu) di dalam gedung graha widya wisuda.
seneng aja.. daftar rame2. maklum baru pertama nih daftar wisuda.. secara, baru sekarang juga lulus S1.
ya.. setelah melewati setahun penelitian yang sangat bermakna.

setahun perjuangan.. tak terbantahkan..
diiringi canda, tawa, air mata, peluh dan darah..
setahun terakhir ini.. begitu berharganya..
peristiwa dan orang-orang yang mengelilingiku..
kehidupan setahun terakhir ini telah menjadi bagian mozaik hidupku..
detik-detik terakhir yang tak terlupakan

jreng..jreng.. setelah melewati antrian yang gak terlalu panjang (maklum masih pagi..) akhirnya dapet juga toga dan undangan.
tinggal mendistribusikan ke yang pada punya nama di undangan tsb. maklum sekalian daftarin beberapa orang..
inginnya sih biar tempat ke ortunya sebelahan2 gitu.. supaya orang tua kita saling kenal dan bisa merasakan indahnya ukhuwah yang telah kita rasakan bersama (betul ga, teman2?)
tapi.. ternyata hal itu belum bisa terwujud.
gak tau kenapa, padahal daftarnya berurutan, tapi kenapa cuma aku yang dapet di dalam gedung dengan kode TE? teman yang setelahku dapatnya di luar, dengan kode LA.
jangan2 undangan ku the last untuk kursi di dalam gedung.. di bagian mana ya? mudah2an bukan di POKINTAS (pojok kiri atas) ato POKANTAS (pojok kanan atas).
kasihan my parents kalo kudu naek2 tangga yang kelihatannya banyak banget jumlahnya!!

mudah2an ukhuwah antara kita bisa berlanjut ke para orang tua kita juga ya teman2..
walau tempat duduknya ga berdekatan, bukan berarti yang kita cita2kan tidak akan terwujud ya..

wisuda kali ini, kimia40 siapa aja ya yang bisa ikut? lia, noer, dewi, titik, yadi, yoga.. ehm siapa lagi ya?
mudah2an teman2 yang masih berjuang di lab or lagi ngedraft bisa cepet seminar dan sidang, tuk ikut wisuda selanjutnya.
wisuda tahap III, kapan ya??
 

Tuesday, 3 February 2009

islamic book fair

Start:     Feb 28, '09 09:00a
End:     Mar 8, '09
Location:     gelora bung karno senayan
ayo rame2 belanja buku di islamic book fair
28 feb - 8 maret 2009

Saturday, 24 January 2009

yang mana?

Bogor?
Tangerang?
Jakarta?
Bogor-Tangerang?
Tangerang-Jakarta?

????

Tuesday, 20 January 2009

back to school

Dakwah thullabiyah adalah niscaya, karena di dalamnya terdapat generasi muda yang akan memegang kepemimpinan negara dan umat ini di masa depan. Dakwah SMP dan SMA/SMK telah menjadi bagian yang cukup penting dalam lingkup dakwah thullabiyah, karena tarbiyah yang dilakukan sedini mungkin diharapkan akan membentuk pribadi-pribadi yang baik, shalih, kamil, dan mutakamil. Karenanya dakwah ini harus itqan (profesional). Dakwah thullaby di tingkat ini memerlukan perhatian dan kontribusi aktif yang sistematis dan signifikan dari para kader dakwah, selain dukungan perangkat strategi dan pedoman dakwah sekolah serta struktur pengelolaan yang memadai.

Sekolah merupakan satu masa seseorang dalam tahap pencarian dirinya, sehingga jika seseorang dapat tersentuh nilai Islam sejak masa sekolah ini, akan menjadi bekal yang sangat baik dan kuat bagi dirinya. Sekolah menghasilkan kalangan terpelajar sebagai aset bagi kepemimpinan ummat dan bangsa di masa mendatang, karena itu semakin banyak pelajar yang komitmen terhadap nilai-nilai Islam lebih menjamin banyaknya nilai-nilai kebaikan yang mewarnai kehidupan di masa depan. Sama seperti dakwah kampus (DK), dakwah sekolah (DS) juga mempunyai tujuan untuk men-supply alumni sekolah yang berafiliasi terhadap Islam sehingga nantinya bisa menjadi input bagi perguruan tinggi maupun bagi masyarakat. Perlu diingat juga bahwa banyak sekali perguruan tinggi yang perlu diisi oleh siswa-siswi yang telah memiliki pemahaman Islam yang kuat. Bisa dilihat disini bahwa DS memiliki peran pula untuk mengarahkan para siswa yang sudah terkondisikan untuk masuk ke semua jenis perguruan tinggi (PT) yang diperlukan untuk perbaikan bangsa. Perlu disadari pula bahwa kita perlu pula kader yang mampu untuk berdakwah di militer atau sekolah tinggi negara yang saat ini masih membutuhkan banyak kader dakwah untuk mengubah kondisi kampus tersebut menjadi lebih bernilai Islami.

Sejarah telah menorehkan emas dominasi generasi muda (remaja) dalam menyingkap dan membangun peradaban. Hampir semua pentas perubahan dunia tidak lepas dari campur tangan generasi muda, termasuk juga penghancuran peradaban Islam oleh pemuda Turki Kemal Attaturk. Pemuda memiliki pancaran semangat idealisme kehidupan. Perhatikan bagaimana Rasulullah SAW merekrut para sahabat muda pada awal-awal penyampaian risalah Islam; Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Mush’ab bin Umair, Ammar bin Yasir, Bilal dan yang lainnya. Ingatlah bagaimana para pemuda Indonesia mempelopori persatuan dan kesatuan lewat Sumpah Pemudanya. Perhatikan bagaimana arek-arek muda Surabaya melawan tentara sekutu-NICA dengan keperkasaan mereka di bawah sulutan takbir Bung Tomo. Lihat bagaimana para pemuda menjadi motor reformasi Mei 1998. Perhatikan bagaimana kualitas mereka di panggung sejarah. TAK DIRAGUKAN DAN TAK TERBANTAHKAN!!!

            Jika kita lihat kondisi hari ini, remaja-remaja kota besar di Indonesia (bahkan kini merambah ke kota-kota kecil), menampakkan berbagai penyimpangan perilaku sosial dan seksual yang semakin mengkhawatirkan. Budaya tawuran, perkelahian pelajar, seolah merupakan penyakit warisan yang sulit disembuhkan. Ratusan pelajar SMU/SMK (bahkan SLTP) menjadi korban, belum termasuk yang meninggal dunia serta banyak kendaraan bermotor dan bangunan yang ikut hancur.  Lihatlah perilaku mereka di pusat-pusat perbelanjaan di kota-kota besar, gaya hidup remaja yang glamour, konsumtif, urakan dan cenderung west life (kebarat-baratan). Mereka terbenam dalam hingar bingar musik, pesta, cinta, dan perilaku yang destruktif. Belum lagi penyimpangan perilaku seksual yang memprihatinkan. Prestasi kelam para remaja pun semakin berderet panjang dengan kasus-kasus penyalahgunaan narkoba, pesta seks, kumpul kebo, pemerkosaan, dsb. yang banyak melibatkan remaja. Dan parahnya, mayoritas dari mereka adalah remaja muslim… sulit dipercaya, ghazwul fikri telah membuat remaja muslim kehilangan identitasnya! Inikah generasi muda calon pemimpin bangsa?? Inikah generasi muda yang akan memimpin umat di masa depan ??

            Mengapa remaja kita saat ini berprestasi kelam padahal mereka (katanya) adalah generasi harapan? Bisa jadi karena kurangnya perhatian gerakan (dakwah) Islam terhadap para remaja/pelajar, atau karena gencarnya serangan musuh-musuh Islam yang belum bisa diimbangi oleh para aktivis dakwah kita karena terbatasnya SDM dakwah. Sebab mereka merupakan sasaran terbesar Ghazwul Fikri dan arus informasi musuh-musuh Islam. Kita juga dapat mengamati bahwa mode dan trend (baik atau buruk) sangat mudah berkembang di kalangan remaja karena sifat mereka yang mudah meniru dan spontan. Hal ini juga sekaligus merupakan dakwah terbesar di kalangan remaja. Yo, bangkitkan kembali generasi harapan itu!! HARAPAN ITU MASIH ADA!!

            Generasi remaja yang intinya terdiri dari para pelajar SMU/SMK memiliki beberapa kedudukan yang penting berkaitan dengan aktivitas dakwah (KAPMI 2001):

1.      Jumlah pelajar di Indonesia sangat besar, jauh lebih banyak dari generasi di atasnya   (mahasiswa) yaitu sekitar 10-15% dari jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah itu hanya 10-20 % saja yang melanjutkan ke jenjang PT. Hal ini berarti jika yang sebagian besar itu tidak mengenal nilai-nilai Islam dan kebenaran hakiki --karena tidak adanya dakwah sekolah-- ketika lulus dan masuk dunia kerja/kembali ke masyarakat, maka masyarakat akan semakin banyak dihuni oleh orang yang jauh dari nilai Islam. Padahal yang sebagian kecil ke PT/universitas pun juga tidak semuanya mendapat hidayah Islam lewat sentuhan dakwah kampus. Di sini terlihat bahwa peran dakwah sekolah amatlah vital untuk meningkatkan persentase para pelajar yang sadar ber-Islam agar jumlah masyarakat yang sadar ber-Islam semakin banyak.

2.      Remaja umumnya memiliki nilai dan sifat dasar yang baik. Sifat mereka yang dinamis, kreatif, agesif, spontan, heroik, mudah meniru dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sangat cocok jika dikenalkan dengan nilai-nilai Islam yang dinamis dan universal. Namun remaja memiliki tingkat emosional yang labil, terburu-buru dan mudah putus asa, serta biasanya seorang remaja ketika di SMU/SMK tengah mencari kepribadian/jati dirinya, sisi inilah yang perlu kita bina.

3.      Para remaja-pelajar SMU/SMK terdapat di seluruh propinsi dengan penyebaran sampai ke tingkat kecamatan bahkan desa (bandingkan dengan PT yang hanya di tingkat propinsi dan tidak merata). Dengan demikian jika aktivitas pembinaan keislaman menyebar di seluruh SMU/SMK maka akan semakin banyak wilayah yang terwarnai dengan nilai-nilai keislaman hingga nantinya dakwah akan semakin menyebar.

4.      waktu para remaja-pelajar lebih banyak dihabiskan di luar rumah (sekolah 7 jam sehari; Bimbel/kursus/ekskul 2-4 jam sehari). Dengan demikian aktivitas mereka di luar rumah sebagian besar adalah di sekolah. Bila porsi waktu yang banyak ini dimanfaatkan untuk mengenalkan Islam lewat dakwah sekolah, insya Allah sangat berguna.  

Dari hal di atas, sangat nampak bahwa prospek penerimaan (dakwah) Islam di kalangan remaja-pelajar SMU/SMK sangat cerah, asalkan ada pihak-pihak yang berkomitmen untuk melakukannya.

            Dakwah sekolah merupakan tuntutan untuk menjaga kesinambungan rantai dakwah. Aktivitas dakwah di kalangan generasi berikutnya (kampus), sangat ditentukan dengan keberhasilan dakwah di lingkungan sekolah. Begitu juga dakwah di masyarakat umum akan lebih mudah dengan adanya dakwah sekolah. Sebab lebih mudah menyebarkan suatu nilai/idealisme di kalangan remaja yang masih berkembang pemikirannya serta dalam masa pencarian jati diri sehingga akan semakin mantap ketika ia memasuki dunia perguruan tinggi atau kembali ke masyarakat, daripada harus mulai mengenalkan Islam ketika mereka sudah di PT atau di masyarakat. Dengan demikian dakwah sekolah sangat berperan dalam roda dakwah secara umum, atau dengan kata lain peran dakwah sekolah adalah sebagai muqoddimah/prolog bagi dakwah tingkat selanjutnya (dakwah qosshof).

            Tidak ada alasan bagi para pejuang dakwah ini untuk melupakan atau sejenak mengalihkan fikiran dan tenaga dari dakwah thullabiyah, apapun kesibukannya! DK dan DS must go on in whatever situation, berjalan beriringan, saling menguatkan, dan dapat perhatian yang (minimal) porsinya sama besar... wallahu’alam.



yup.. mantapkan diri 'tuk balik ke sekolah tercinta...