Sunday, 9 August 2020

Pra Bunsay : Wahana surfing #2

 Kali ini bahasannya tentang Code of Conduct (CoC). Saya tahu CoC ini saat awal matrikulasi. Bedanya, saat matrikulasi kita dijelaskan isi CoC dan wajib mengamalkannya. Di kelas bunsay inipun CoC wajib diterapkan, hanya saja kita mesti bercerita pengalaman berkomunitas terkait dengan CoC komunitas ibu professional.

Menurut Ibu Professional, CoC ini dapat diartikan pedoman cara berperilaku bermartabat, yaitu beberapa  aturan yang dibuat dan dipahami dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama. Jadi CoC ini bisa dikatakan sebagai adab berinteraksi, baik secara online maupun offline. Bagi para penuntut ilmu, adab ini sangat penting. Bahkan ada istilah, adab dulu baru ilmu. Jika ingin ilmu mu berkah, perbaiki adabmu dalam menuntut ilmu.

Pelajaran yang saya dapat selama berlajar dan berkomunitas secara online, terkait CoC, misalnya:

1. Tidak menelan mentah-mentah informasi yang diforward kepada saya.

2. Mesti tabayun atau ‘cek dan ricek’ terkait info tersebut kepada pihak yang berwewenang.

3. Tidak tergesa-gesa untuk memforward/ repost informasi tersebut.

4. Meskipun informasinya benar, cobalah dipikir kembali apakah info tersebut layak untuk disebarkan atau tidak, takutnya ada pihak2 yg dirugikan atau tersinggung.

5. Jarimu adalah lidahmu. Apa yang kamu tulis atau posting, semua akan dimintai pertanggungjawabannya.

6. Sebisa mungkin jauhi perdebatan yang tidak esensial.

7. Hindari konflik kepentingan pribadi.

8. Mohon kepada Allah agar selalu dilindungi  dari perbuatan ghibah.



Sunday, 2 August 2020

Pra Bunsay: Istana Pasir #1

Yeeeaayyy... setelah hibenasi bertahun-tahun akhirnya ada alasan buat saya menggunakan blog ini lagi. Kali ini saya mau pakai blog (yang sudah lama menganggur) ini jadi dokumentasi saya di kelas Pra-Bunsay.

Mengenai Bunsay Batch 6 ini, awalnya saya agak ragu juga mau daftar di term ini atau ngga. Setelah tahun lalu selesai matrikulasi, ternyata jeda ke kelas bunsay ini cukup lama. Sekitar setahun lebih! awalnya saya bersemangat untuk ikut kelas Bunsay (yang saya pikir hanya jeda beberapa bulan dari kelas matrikulasi) karena waktu itu saya perkiraan waktunya sangat pas dengan ritme aktivitas riset saya yang belum terlalu sibuk. Namun ternyata perkiraan saya meleset, tenyata kelas Bunsay dimulai di bulan Juli 2020, waktu yang saya rasakan sangat hectic di riset postdoc saya. Karena ini tahun terakhir dan ada beberapa target yang saya harus selesaikan dalam 2 bulan mulai dari sekarang! Sibuk? Jelas, sangat! melebihi sibuknya saat riset di tahun terakhir PhD kemarin.

Sayapun merenung lagi, menimbang kemungkinan-kemungkinan pilihan, mengingat niat awal dulu mengapa bergabung dengan Institut Ibu Profesional. Sempat berdiskusi juga dengan suami. Dan akhirnya saya putuskan untuk ikut kelas Bunsay term ini. Karena jika sibuk menjadi alasan, selamanya saya  tidak akan bisa ikut kelas Bunsay. Jika berlindung dibawah kelemahan diri, selamanya saya tidak akan mulai melangkah untuk maju. Dengan memohon Ridho Allah dan suami, meluruskan niat, dan menggenggam kembali semangat akan cita2 menjadi ibu profesional, akhirnya sayapun mendaftar kelas Bunsay batch 6.

Sebelum mulai kelas Bunsay, ada yang namanya kelas pra-bunsay yang wajib diikuti oleh peserta. Di kelas ini ada 4 wahana, diantaranya: Istana pasir, Surfing, Wake boarding, dan Diving. Saya akan mulai melangkah ke wahana pertama: Istana pasir. Tugasnya adalah mencari makna ibu profesional dan membangun istana pasir (peta diri).

Menurut saya, seorang wanita itu mempunyai multi peran. Selain sebagai hamba Allah, dia adalah sebagai seorang ibu, istri, anak, menantu, saudara, teman, dll beserta dengan tugas dan tanggung jawab di setiap perannya. Makna ibu professional menurut saya adalah wanita selalu bersungguh-sungguh melakukan yang terbaik di setiap amanah dan peran yang dijalankan dengan segenap potensi optimal yang diusahakan. Proses ini juga tentunya akan menjadi sarana belajar secara kontinu untuk meng-upgrade diri menjadi lebih baik lagi. Sehingga segala yang dilakukannya menjadi manfaat untuk orang disekitarnya (tanpa ada yang terabaikan), juga bagi dirinya sendiri. Bertumbuh bersama.

Selanjutnya untuk membuat istana pasir atau peta diri, saya akan menentukan tujuan dahulu, istana seperti apa yang akan saya bangun baru kemudian step-step dan strateginya. Tujuan saya dengan mengikuti Bunsay ini adalah menjadi versi saya yang lebih baik lagi dari sekarang, dengan 3 kata kunci: Bahagia, Bermanfaat, Bermartabat. Langkah dan strateginya adalah:
1. Mereview lagi analisis SWOT diri.
2. Membuat/breakdown target dan apa yang harus dilakukan di setiap peran.
3. Belajar (misalnya melalui kelas Bunsay ini).
4. Membangun support system yang tepat (misalnya suami, anak, dll).
5. Fokus.
6. Berdoa kepada Allah dan minta doa kepada suami dan orang tua.

Semoga saya tetap istiqomah belajar di kelas ini dan semoga menjadi berkah, khususnya buat saya dan keluarga, aamiin.

Wednesday, 5 June 2019

Selamat idul fitri 1440 H

Lebaran ke-4 kami di Jepang. Setelah 3 tahun berturut-turut lebaran di Hamamatsu, kali ini kami berlebaran di Hiroshima. Semoga lebaran tahun depan bisa berkumpul dengan keluarga tercinta di Indonesia... aamiin.

Selamat hari raya idul fitri 1440 H. Semoga Allah menerima semua ibadah kita di bulan Ramadhan. Mohon maaf lahir bathin.

Higashi-Hiroshima, 5 Juni 2019
with love,

Lia, Riza, Kana

Monday, 26 June 2017

Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H

Alhamdulillah lebaran tahun ini sudah bertiga. Meskipun ini lebaran kedua saya dan suami di perantauan negeri matahari terbit, rasanya kehadiran Kana ini membuat kami sangat bersyukur atas karunia-Nya. Rasa rindu kepada keluarga, saudara, dan teman-teman di Indonesia senantiasa terpatri di dalam hati kami. Berharap dalam tahun ini bisa bertemu mereka, mempertemukan Kana dengan kakek, nenek, paman, bibi, dan saudara lainnya. Karena atas doa-doa dan support mereka selama inilah kami dipermudah Allah menjalani kehidupan disini.

"So which of the favors of your Lord would you deny?"


Selamat hari raya Idul Fitri 1438 H. 
Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita di bulan Ramadhan dan mempertemukan kita dengan Ramadhan selanjutnya... Aamin.

Kami mohon maaf atas segala khilaf dan salah 🙏

~ Lia Aprilia, Muhamad Nur Riza, Aisha Kana Taqiyya~

Monday, 17 April 2017

Pergi ke Hamamatsu Flower Park with Baby

Today Kana is turning 44 days.
Musim semi begini rasanya gak afdol kalo nggak melihat bunga.
Sekalian mau refreshing setelah sebulan kemarin di kamar terus demi belajar otodidak mengurus newborn, lengkap dengan pernak pernik dramanya :D

Karena udara kali ini agak hangat (meski dingin), berusaha merayu suami buat pergi ke flower park. Daannn.. suami pun setuju. Akhirnya berangkatlah kami dengan naik bus. This is first time for Kana going to somewhere by bus. Alhamdulillah Kana tidak rewel selama di perjalanan dan kami pun tiba di flower park. For information, untuk pergi ke hamamatsu flower park, dari shizudai kaikan, bisa naik bus no. 30 dari halte depan lemon tomitsukacho. Turun di depan flower park nya. Biayanya sekitar 400 yen.

Jangan lupa bawa bento

Tulip dan sakura bermekaran bareng

Pink tulips

Foto berdua aja (Kana nya ada di bawah hihi)

Tulips juga

sukaaa bunga ini

Kayak bunga carnation :D

Melihat ini jadi inget ZnO Nanorods akuh 😅

Pilih No. 3 di Pilgub DKI 2017 yaaaa...



Friday, 3 March 2017

Kelahiran putri pertama kami di Jepang

 بسم الله الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ


Telah lahir putri pertama kami pada hari Jum'at tanggal 3 Maret 2017 di Hamamatsu, Jepang pada jam 19.49 JST. Kami beri nama:

AISHA KANA TAQIYYA

Aisha (Aisyah) adalah Ummul mu'minin, istri Rasulullah SAW yang cantik dan cerdas yang Allah SWT telah mempersiapkannya untuk menjadi pendamping Rasulullah SAW dalam mengemban amanah risalah Islam. 
Suatu hari Jibril memperlihatkan (kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) gambar Aisyah pada secarik kain sutra berwarna hijau sembari mengatakan, “Ia adalah calon istrimu kelak, di dunia dan di akhirat.” (HR. At-Tirmidzi (3880), lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi (3041))

Aisha juga tampil menjadi seorang penuntut ilmu yang senantiasa belajar dalam madrasah nubuwwah langsung dari sumbernya. Beliau tercatat termasuk orang yang banyak meriwayatkan hadits dan memiliki keunggulan dalam berbagai cabang ilmu di antaranya ilmu fiqih, kesehatan, dan syair Arab. Sangat besar jasanya untuk agama ini. Ahh... betapa jatuh cintanya kami kepada Aisyah binti Abu bakar r.a. tanpa mengabaikan cinta kami pada ummul mu'minin lainnya.

Dalam bahasa arab, Aisyah sendiri artinya hidup dan sehat.

Kana dalam Bahasa Jepang berarti brilliant dan beautiful. Cocok sudah dengan karakter Aisyah r.a. yang cerdas dan cantik. Kana ada beberapa arti sebenarnya, tergantung kanji apa yang dipakai. Pemilihan nama Jepang sebagai nama tengah ini adalah pesan bagi putri kami, bahwa dia dilahirkan dalam perjuangan di Jepang, bahwa ilmu Allah bukan hanya di negerinya saja, bahwa Maha Besarnya kekuasaan Allah yang melingkupi seluruh negeri di dunia ini.

Taqiyya dalam bahasa arab artinya bertaqwa. kalimat كَانَ تَقِيًّا (kaana taqiyya) ini juga ada di dalam Q.S. Surat Maryam ayat 63 dan diulang-ulang di beberapa ayat setelahnya, yang artinya "dia yang bertaqwa / takut kepada Allah". Harapan kami, semoga putri kami tumbuh menjadi pribadi yang bertaqwa. Bagaimanapun dunia ini kedepan, bahkan disaat kami telah dipanggil-Nya, kelak dia bisa tetap berdiri sebagai insan yang bertaqwa.


Buat KANA-chan, namamu adalah doa kami untukmu. Menjadi apapun kamu nanti, jadilah wanita sholehah pencinta ilmu yang kuat fisik dan ruhyahnya, yang berguna bagi Islam dan bangsa Indonesia. Semoga kami bisa membimbingmu untuk selalu menjadi insan yang mencintai-Nya. DIA yang telah memberikan karunia yang tak terhingga kepada kami. 

Semoga kami bisa senantiasa menjadi orang tua yang sholeh dan sholehah.


Hamamatsu, 3 Maret 2017

Lia Aprilia & Muhamad Nur Riza



Monday, 3 October 2016